Ada yang istimewa pagi ini. Destin bangun pagi dengan semangat untuk mempersiapkan pentas perdananya di kegiatan sekolah TK dalam rangka hari jadi Jepara ke 462. Tarbiyatul Athfal Muslimat NU Jepara tanggal 4 April ini mengadakan acara pentas seni mulai dari jam 7.30 pagi sampai jam 9 malam nanti Bertajuk “Refleksi Hari Jadi Jepara yang ke 462 Dalam Kibar Kreativitas PAUD dan TK TA MNU Jepara”. Seorang guru menjelaskan acara ini juga merangkap perayaan hari Kartini tanggal 21 April, pentas seni tahunan yang selalu diadakan akhir setiap tahun ajaran (Tahun ini acara kelulusan berupa karya wisata), sekaligus acara 17 agustusan yang pasti tidak ada pawai karena puasa. Acaranya diadakan di depan museum Kartini Jepara, tepatnya sebelah utara alun-alun Jepara.



Acaranya cukup meriah meski hanya diramaikan segenap keluarga besar PAUD & TK bersangkutan. Semua kepala sekolah SD di kota Jepara diundang karena acara ini juga merupakan promosi sekolah. Semua murid diharapkan berperan serta, tak terkecuali Destin yang mendapat tugas menarikan tari Jaranan (Videonya di posting selanjutnya karena file video harus diperkecil dulu). Semua murid kebagian peran karena sekolah Destin memang ingin melatih anak didiknya berani. Salah satu caranya dengan selalu mengikutkan lomba atau mengadakan lomba terbatas di sekolah.
Pagi ini sebenarnya aku agak tidak yakin apakah Destin mau naik panggung. Maklum saja, sulungku ini sangat pemalu. Pentas tahun lalu dihias tangisan dan rengekan minta pulang karena demam panggung. Kebetulan bertepatan dengan aku mendapat kabar papa jatuh dari motor, akhirnya Destin aku setuju pulang sebelum Destin naik panggung. Padahal pentas tahun lalu berada di ruang tertutup. Beda dengan hari ini yang berada di alun-alun & terbuka untuk umum.
Meski agak repot karena harus terus memastikan “Mama selalu di dekatmu”, melihat reaksi Destin yang bahagia di area sekitar panggung membesarkan hatiku. Semoga dia berani kali ini. Ternyata tariannya cukup luwes meski kelihatan sering lupa. Mungkin karena grogi, ya? Tak apalah. Aku tetap bangga sekali pada sulungku ini. Dia mungkin terlihat pasif dan tidak berprestasi seperti temannya, namun aku & papanya tahu, dia anak yang terbaik bagi kami, dan kakak terbaik bagi adeknya Binbin. Karena Destin selalu sayang pada adeknya dan menjadi kakak yang selalu ngemong adeknya. Itu dulu sudah cukup. Kelak jika sudah tiba saatnya, prestasinya akan menonjol karena aku tahu dia anak cerdas. Mungkin aku juga harus mulai mencari sanggar tari di sekitar Jepara. Siapa tahu berlatih menari di depan orang lain menumbuhkan keberaniannya dan mengurangi sifat pemalunya.
Tinggal di sekitar Jepara? Datanglah sore ini jam 4, akan ada pentas kedua dan ketiga serta pameran di area sekitar museum kartini Jepara. Kami tunggu…..