Wah... hari ini tanggal 14 Februari ya? Hari valentine, dong..... Trus bikin perayaan kecil di bulan februari, gitu?
Saya sih tidak merayakan valentine. Tidak ketika masih remaja, dan tidak ketika sudah menikah dan memiliki pacar halal. Bukan anti, ya. Saya hanya remaja yang terlalu banyak membaca sehingga ketika mengetahui ada kontroversi valentine, saya memilih menghormati kedua kubu, yang pro maupun yang kontra valentine. 

Perayaan kecil di bulan februari 2016


Duh... alasannya sok diplomatis. Hahahaha... padahal sih aslinya saya meninggalkan yang ragu-ragu saja. Makanya saya tak mau dikatakan sebagai anti valentine, tapi juga bukan yang pro valentine. 

Kalau bukan keduanya, kenapa pula saya membahasnya di awal paragraf dan memaksa menulis di hari ini padahal saya punya banyak acara hari ini. Alasannya sih karena ulang tahun pernikahan ke 12 saya dan suami serta legalitas SUSINDRA terlewat begitu saja karena saya sakit dan hujan mengguyur Jepara selama hampir seminggu sejak sebelum sampai sesudah tanggal 11 Februari kemarin. 

Saya yang sudah berencana mengunjungi pantai Pungkruk dan makan bersama keluarga di sana harus gigit jari. Bukan hanya badan yang bisa tiba-tiba drop, tetapi siapa yang mau memaksakan diri berkendara berempat di saat hujan nyaris tak berhenti selama 5 x 24 jam. Meski hujan bervariasi besar kecilnya, namun dingin, basah dan becek bukan cara menikmati ulang tahun pernikahan yang asyik. akan berkesan, ya, tentu saja, tetapi kurang menyenangkan. hahahaha... akhirnya saya memuaskan diri berpiyama berdua dengan suami saat anak sekolah dari pagi sampai jam 3 sore. Taking a day of job, medsos, dan asyik berdua jadi agenda sehari. Ahai.... sebenarnya itu cara menikmati hari pernikahan ke 12 tahun yang asyik sih, kecuali memang kondisi saya yang tidak fit pada tanggal 11 Februari itu. Yang sudah menikah pasti paham maksud saya. Hahahaha...

Usia pernikahan saya sudah 12 tahun. Menurut saya itu luar biasa. Sungguh. Pencapaian yang luar biasa karena butuh kesabaran dan keikhlasan sangat ekstra untuk sampai di tahun ini. Kami pasangan yang manis, namun pernikahan kami tidak selalu manis. Banyak kerikil tajam yang sering kami injak agar tetap bersama. Kami sudah cukup ahli menghindari banyak kerikil itu, tetapi ada kalanya kami perlu break sejenak untuk memindahkannya karena ketajamannya akan melukai kami dan membuat perjalanan terseok. Yah... berpuitis-puitis saja tanpa perlu mengatakan masalah pernikahan kami apa. hehehe. Yang jelas, sejauh ini, we are doing well dan tetap saling mencintai, menghargai, dan mengandalkan. Itu yang terpenting selain komitmen tetap bersama menjaga nyala cinta. 

Oh ya, hari ini, tanpa ada hubungannya dengan cerita di atas, saya dan teman-teman dari Institut Ibu Professional yang menjadi bagian dari Ibu Profesional yang digagas mbak Septi Peni Wulandani mengadakan acara PLAY FOR KIDS WITH MORINAGA. Acaranya sederhana tetapi anak-anak menikmatinya. Mereka senang jika para ibu di IIPJ berkumpul dan membuat acara play day with kids. Mereka bertemu teman-teman berbeda sekolah, lingkungan, dan hanya bertemu jika ada acara saja. Jadi ya memang sangat menyenangkan untuk mereka. Khusus informasi yang ini, tunggu reportase lengkapnya ya. Saya belum siap membaginya. Masih pusing. Jam 10 pagi tadi saya sempat drop dan ketika sampai rumah saya langsung tiduran sampai waktu makan siang agak tertunda. Meski sederhana, tetapi makan bersama menjadi salah satu agenda harian. Meski suami bekerja, dia upayakan selalu pulang demi makan siang bersama. 

Saya cukupkan sampai di sini dulu ya. Saya kelelahan dan ingin istirahat dulu. Terima kasih sudah berkenan datang, membaca dan berkomentar di sini.