Tes Risiko Tertular VIrus Corona Secara Gratis

Pandemi corona atau Covid-19 masih merebak dan mengancam semua orang. Semua usia bisa terkena tanpa memandang dari keluarga bergaya hidup sehat atau sembrono. Inilah bahayanya. Bahkan orang yang kelihatan sehat pun ternyata membawanya serta dan menulari orang lain tanpa sepengetahuan. Tak heran jika korban bertambah dengan cepat. Tak heran jika virus ini menjadi pandemi dan ancaman di dunia. 




Banyak simpang siur mengenai coronavirus atau Covid-19. Kadang terjadi karena misinformasi atau ada perkembangan terbaru, sementara yang lama masih dipakai. Rasa ingin tahu ditambah rasa ingin semua orang segera tahu, menambah jumlah misinformasi. Beberapa malah menjadi kepanikan massal.


Saya ingat saat awal, terjadi pembelian mi instant, desinfektan dan Vit C massal. Kabarnya antrean mengular panjang.

Saya beruntung tinggal di area hijau yang masih belum ketat. Pemerintah Kabupaten Jepara baru memberlakukan larangan berkumpul, keharusan memakai masker saat di jalan, dan tentu saja physical distancing. Selain yang saya sebut itu, masih loss... (diperbolehkan). 

Oh iya, yang terbaru, semua yang ngabuburit di area umum dibubarkan setelah diberi pembinaan singkat.

Saat seperti ini, selalu di rumah begini, kadang hati jadi agak kelabu. Rindu bertemu membelenggu. Saat seperti itu, kadang kepanikan sendiri cukup mengganggu. Makanya kita perlu mencari tahu apa yang kita hadapi dan bagaimana cara menghadapi/menyiasati. 




Tapi, cari tahu juga ada tekniknya. Cari di tempat yang tepat. Contohnya di Halodoc.

Halodoc adalah aplikasi yang memberikan solusi lengkap dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Adalah Jonathan Sudharta yang memprakarsai aplikasi kesehatan ini pada bulan April 2016 lalu. 

Wah, sedang ulangtahun, dooong..... Selamat ulangtahun yang ke-2, Halodoc!

Aplikasi Kesehatan Terbaik di Indonesia. Tanya dokter umum dan spesialis, beli obat, cek lab, dan informasi kesehatan terkini dan terlengkap dalam satu aplikasi. Sehat jadi lebih mudah.

Hari ini saya belajar tentang Virus corona di situs terpercaya Halodoc. Saya jadi lebih tahu tentang apa itu coronavirus dan bagaimana mengatasinya. 

Coronavirus atau virus corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, seperti penyakit flu. Banyak orang terinfeksi virus ini, setidaknya satu kali dalam hidupnya.

Jadi bisa dikatakan, virus yang satu ini sangat umum, dan sudah lama ada. Hanya saja, memang bisa bermutasi sehingga beberapa kali menjadi pandemi.

Jenis virus corona, sampai sekarang, ada 7. Tiga di antaranya menjadi pandemi di dunia.


  1. HCoV-229E.
  2. HCoV-OC43.
  3. HCoV-NL63.
  4. HCoV-HKU1.
  5. SARS-COV (yang menyebabkan sindrom pernapasan akut).
  6. MERS-COV (sindrom pernapasan Timur Tengah).
  7. COVID-19 atau dikenal juga dengan Novel Coronavirus (menyebabkan wabah pneumonia di kota Wuhan, Tiongkok pada Desember 2019, dan menyebar ke negara lainnya mulai Januari 2020. Indonesia sendiri mengumumkan adanya kasus covid 19 dari Maret 2020


3 terakhir sangat berbahaya dan tampaknya makin berbahaya.

Pnemonia akut dari SARS masih mengancam meski jarang. 

MERS juga pernah (dan mungkin masih menjadi ancaman) setelah merebak tahun 2002-2003. MERS menjangkiti 8098 orang dan membunuh 774 orang dari berbagai negara, dalam waktu satu tahun. Alhamdulillah cepat teratasi.

Covid-19 adalah jenis terbaru yang daya rusaknya jauh lebih parah. Hampir seluruh dunia terkena, dan pemerintahnya dibuat kewalahan. Social distancing langsung diberlakukan oleh WHO, lalu diganti dengan physical distancing.

Negara ketiga sampai negara maju terdampak virus ini. Sulit dipercaya bahwa Amerka dan Italia bisa dibuat kewalahan dengan jumah korbannya

Per 28 April, angka kasus corona mencapai 9511 orang. 1254 orang sembuh, 7484 orang dalam perawatan, dan 773 orang meninggal. Jumlah ini bisa bertambah karena masih banyak kealpaan warga negara kita akan kesehatan. Bahkan mungkin sebenarnya bisa saja ada yang tidak tercatat.

Contoh kecil, ada seorang tetangganya teman yang tiba-tiba meninggal, 2 minggu setelah putranya dari Jakarta pulang. Oleh karena tidak dilaporkan, ia dimakamkan seperti biasa. Kejadiannya sudah sebulan yang lalu, saat awarness akan Covid-19 masih rendah. 

Cerita ini, jujur, membuat saya bergidik. Semoga hanya cerita yang dibumbui. Satu bulan sudah berlalu. Jika benar, berapa OTG yang membawa virus itu berjalan-jalan di Jepara?

Beberapa cara penularan Coronavirus yang harus kita waspadai:

  1. Percikan air liur pengidap (bantuk dan bersin).
  2. Menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi.
  3. Menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang barang yang terkena percikan air liur pengidap virus corona. 
  4. Tinja atau feses (jarang terjadi)


3 dari 4 hal di atas cukup sering kita lakukan. Kadang tidak kita sadari. Maka, kita perlu sangat mewaspadai kemungkinan terkena. Apalagi gejalanya sangat umum. Sangat umum bagi saya yang punya alergi dingin. Makanya saya melakukan isolasi mandiri sejak bulan Februari.

Gejala ringan virus corona: 

  1. Hidung beringus
  2. Sakit kepala.
  3. Batuk.
  4. Sakit tenggorokan.
  5. Demam.
  6. Merasa tidak enak badan.


Gejala yang ditampakkan oleh penderita Covid-19 akan menampakkan perubahan berupa bronkitis dan pneumonia. Gejala ini tampak seperti berikut ini: 

  1. Demam yang mungkin cukup tinggi bila pasien mengidap pneumonia.
  2. Batuk dengan lendir.
  3. Sesak napas.
  4. Nyeri dada atau sesak saat bernapas dan batuk.


Menurut situs Halodoc, diagnosis infeksi virus corona diawali dengan wawancara medis (anamnesis). Intinya dokter akan bertanya tentang keluhan yang dialami. Usai wawancara barulah diadakan pemeriksaan secara fisik dan pemeriksaan darah.




Jika sedang ragu, kita bisa melakukan tes risiko virus corona secara mandiri di Halodoc

Jawab dengan jujur, ya. Karena kita sedang melakukan ikhtiar demi diri dan keluarga.

Post a Comment

38 Comments

  1. Dengan cepat dan banyaknya test covid19, bisa mempercepat juga berakhirnya pandemi ini.
    Tq halodoc, sangat membantu di masa skrg

    ReplyDelete
  2. Itulah makanya ada larangan mudik ya Mbak. Tetangga Ortu di Kediri juga gitu. Sang suami pulang dari Jakarta, minggu depannya suami istri positif corona. Jadi kasus pertama di Kediri ini. Anak-anaknya kini PDP. Saya saja yang tinggal di zona merah sudah bener-bener enggak keluar rumah jika enggak perlu. Ah, semoga wabah ini segera berlalu

    ReplyDelete
  3. Hallodoc cukup membantu kita dalam situasi pandemi seperti ini ya. Jadi, kita cepat tahu seberapa tinggi risiko terpapar virus ini. Semoga pandemi ini cepat berlalu Amin.

    ReplyDelete
  4. Penting banget kita mengakses informasi dari sumber tepercaya supaya valid dan tidak simpang siur. Tentang Covid 19 yang menguasai bumi di tahun 2020 ini sudah sedemikian ganasnya. Gimana dengan kemunculan generasi Covid selanjutnya, seganas apa dia? Semoga Tuhan melindungi kita semua.

    ReplyDelete
  5. Yang bikin khawatir juga nih di tempat saya banyak yg mudik dari zona merah. Duh semoga deh ga membawa bibit penyakit itu
    Aamiin.

    ReplyDelete
  6. Jadi tes risiko Covid-19 ini berupa pertanyaan, ya. Soalnya saya pernah klik. Bagus juga buat memantau kesehatan Kita dan keluarga. Aplikasi Halodoc memudahkan masyarakat buat akses informasi kesehatan.

    ReplyDelete
  7. Makin lama jumlah pasien di Indonesia makin banyak ya?
    Dan banyak yang ngga terduga
    Di Bandung, staf ALFAMART terinfeksi
    Kebayang seremnya
    Untung banyak pihak memberi solusi, sweetie Halodoc kita bisa test mandiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang di Bandung (Antapani) staf Indomaret positif covid 19, Ambu. Waktu rapid test-nya positif, dia masih kerja selama sekitar 10 hari. Kebayang itu berapa banyak yang sempat berinteraksi dengan dia :(

      Delete
  8. Kalo kupikir, pandemi korona ini ngga cuma tentang virus. Tapi juga tentang seberapa jujur kita dan seperti apa kadar ego kita :(

    ReplyDelete
  9. Wah ternyata aplikasi halodoc bisa membantu chek ya mbak,
    Semoga pandemi corona ini bisa segera berlalu, aamiin

    ReplyDelete
  10. Wah.. saya baru tahu nih, Mbak Susi. Saya kira virus corona ya hanya covid 19 saja. Ternyata, ada 7 jenisnya juga ya. Harus lebih waspada ya, Mbak. Dan harapannya pandemi ini segera berlalu. Aamin.

    ReplyDelete
  11. Aku gara-gara corona ini jadi parnoan mba. Jadi sensitif juga ama sakit. Jadi kalau sakit dikit aku langsung evaluasi ini gejala corona bukan ya, jadinya gitu. Semoga corona ini cepet berakhir ya. Amin

    ReplyDelete
  12. Momen wawancara juga harus jujur diungkap oleh yang lagi tes ya. Biar ketahuan dan dapat penanganan cepat

    ReplyDelete
  13. Alhamdulillah sekarang ada aplikasi Halodoc ini ya.. jadi memudahkan kita. Semoga pandemi segala berlalu supaya yg keukeuh pengen mudik bisa mudik hehe..

    ReplyDelete
  14. Memang jujur itu harus. Supaya gak membahayakan yang lain.

    Tapi saya juga mengerti, ketakutan dari yang trdampak.
    Karena yg menakutkan yg viral, diisolasi, gak boleh ktm keluarga, kalau meninggal, yang memakamkan tidak boleh banyak org.

    Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun

    Semoga kita termasuk orang-orang yang sabar.
    Dan pandemi cepat berlalu.

    ReplyDelete
  15. Kita sering salah tanggap karena memang kurangnya informasi atau kadang yang beredar tidak jelas dan suka simpang siur sehingga membingungkan. Dengan menggunakan aplikasi begini bisa sekalian konsultasi yah dan praktis juga cukup di rumah saja.

    ReplyDelete
  16. Aku juga udah instal halodoc, jadi lebih mudah dalam mengupdate wawasan kesehatan ya apalagi sejak pandemi corona ada layanan tes gejala awal corona

    ReplyDelete
  17. Kalau infonya dari Halodoc itu dijamin bukan hoax ya Kak. Saya juga suka cari info kesehatan lewat halodoc, langsung percaya, nggak harus konformasi sana-sini.

    ReplyDelete
  18. Penting emang buat kita untuk mengetahui informasi terkini. Keren banget aplikasi ini emang. Semoga wabah ini segera berlalu yag..

    ReplyDelete
  19. Halodoc ini sangat kita butuhkan di tengah kondisi serba tak menentu seperti sekarang, ya, Mbak. Jadi, kita bisa cari-cari informasi dulu jika memang keadaan nggak mendesak sebelum memutuskan ke rumah sakit..

    ReplyDelete
  20. Iya bahaya banget ya mb kalau ga tau resiko tertular covid-19 ini. Karena virusnya menyebar cepat dan mutasinya juga cepat banget. Jadi kita sebagai orang awam harus banget tau informasi yang juga memberikan kecepatan dalam menjawab pertanyaan seputar covid-19.

    Nah, Halodoc ini membantu banget orang awam kaya saya untuk mendapatkan informasi akurat dan terjamin keabsahannya, tenang deh saya.

    ReplyDelete
  21. Covid-19 itu nama penyakitnya, disebabkan nCov novel coronavirus. Sdikit info dr WHO stelah resmi pandemik disebut nama wabah ini covid-19

    ReplyDelete
  22. beberapa kali di medsos sengaja mute berita mengkhawatirkan mengenai coronavirus, karena mmg penularannya bs cepat sekali dan mudah :') semoga makin ke sini makin bersih dari virus ini dan dan orang2 sadar pentingnya social distancing serta jujur akan kondisi kesehatannya ya kak

    ReplyDelete
  23. sekarang jadi parno nih mbak sy, dikit2 klo batuk2 atau bersin2 takut kena corona aja bawaannya. Untung ada aplikasi Halodoc ini ya yg bisa deteksi dini apakah terkena covid-19 atau tdk. Membantu banget aplikasi Halodoc ini

    ReplyDelete
  24. Halo Doc ini seperti memberi angin segar ditengah pandemi. Memberikan oase ditengah padang gurun hehehehe.
    Semoga dengan petunjuk awal, kita bisa lebih waspada dengan tanda dan gejala yang diderita.

    ReplyDelete
  25. Aku tahun ini nggak mudik mbak dan ini tahun pertama lebaran di rantau. Tapi banyak hikmah dari datangnya corona ini...

    ReplyDelete
  26. Baca berita kasus korona bikin khawatir, makanya mesti banyak cari info akurat ya agar bisa mengatasinya dengan tepat, dan donlot aplikasi halodoc agar bisa konsultasi juga

    ReplyDelete
  27. Gara-gara COrona nih gak bisa kemana-mana, tapi ya mau gmn lagi. Kalau bahas tentang halodoc, saya jadi ingat pengalaman anak saya yg sakit gigi. Untung aja dia gak mau dibawa ke dokter, ya udah saya konsultasi aja dengan halodoc, hehe. Coba kalau ke RS kan was-was banget

    ReplyDelete
  28. Di daerah aku juga sudah memberlakukan beberapa ketentuan, seperti wajib pakai masker saat keluar rumah, cuci tangan , dan dilarang berkerumun tanpa ada kepentingan yg urgent. Dengan tau informasi ttg covid 19 semoga kita bisa terhindar, dan proses penyebarannya pun bisa diminimalisir, sehingga pandemi ini cepat selesai.

    ReplyDelete
  29. Ah beruntung sekali wilayahnya masih area hijau. Sementara aku disini area merah. Semoga seterusnya begitu ya di jepara. Jgn ada yg positif

    ReplyDelete
  30. Berita tentang Corona terlalu banyak beredar di media sosial. Berita yang benar dan hoax bercampur sehingga membingungkan. Untung ada Halodoc yang bisa menyediakan berita terpercaya tentang pandemi Covid-19

    ReplyDelete
  31. Andai dulu semua akses keluar masuk negara ditutup mungkin gak sampai nutup daerah2 hiks, tapi yasudahlah :(
    Semoga Jepara tetap waspada juga ya mbak, soalnya ini musim pemudik lagi pd bandel T.T. Semoga aparat bener2 menindak tegas yang bandel.

    ReplyDelete
  32. Aku juga jadi instal apps halodoc agar terus waras dengan berita-berita yang berdasarkan fakta, bukan hoax yang menyesatkan dan bikin aku sedih.

    ReplyDelete
  33. Aku juga dengar kabar di Lampung orang baru pulang dari Jakarta, minta pinit ke tukang pijit, gak lama setelah itu tukang pijitnga dirawat inap di RS, gak tau deh apa bener tu yang pulang dari Jakarta carrier atau bukan.

    ReplyDelete
  34. Setuju banget Mbak. Di tengah pendemi corona ini memang banyak banget informasi hoax tentang virus corona. Jadi kita memang harus pinter-pinter cari informasi yang benar. Thanks udah berbagi.

    ReplyDelete
  35. Fitur rapid test di halodoc memudahkan bagi yang ingin rapod test tanpa perlu antre dan ribet ya, di halodoc juga banyak info penting seputar virus corona dan penyebarannya

    ReplyDelete
  36. Siap kak. Sepertinya memang perlu ya install app halodoc ini supaya lebih memudahkan kita kalo di masa ini ada anggota keluarga yang sakit jadi bisa Konsul dokter via app aja

    ReplyDelete
  37. Ku tidak suka halodoc karena masih agak lama sih dari segi responsivitasnya, cuma udah terbilang guud

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)