Punya anak berarti terus belajar menjadi guru dan sumber informasi bagi anak. Tidak berhenti dan menyerahkan pada lingkungan, apalagi pada nasib. Salah satunya adalah belajar mengajari anak menghadapi menstruasi pertamanya dan menstruasi selanjutnya. Meski ini adalah proses alamiah namun pada kenyataannya banyak ibu atau anak yang kebingungan serta tidak tahu ada yang namanya manajemen kesehatan menstruasi (MKM).

Ajari Anak Cara Menghadapi Menstruasi, yuk.....


Memiliki anak perempuan berarti harus menyiapkan mereka sebagai seorang ibu yang bertugas mencetak generasi pemilik peradaban selanjutnya. Yang menciptakan pemilik masa depan. Memiliki anak laki-laki juga berarti harus menyiapkan partner yang pantas menemani si pencipta pelestari bumi kita ini. Salah satu persiapan yang penting untuk diperhatikan adalah membuat mereka siap menghadapi proses pematangan reproduksi dan menstruasi.

Jadi ini bukan tugas orangtua yang punya anak perempuan saja, akan tetapi juga mereka yang memiliki anak laki-laki.


Mentruasi dan siklusnya

Menstruasi adalah siklus bulanan yang secara alamiah terjadi pada setiap perempuan. Lebih jauh, menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina secara alami pada tubuh perempuan yang terjadi sebulan sekali. Siklus ini merupakan proses organ reproduksi perempuan untuk bersiap jika terjadi kehamilan. 

Dari definisi singkat ini kita bisa menjelaskan pada anak bahwa secara biologis, tubuh mereka sudah siap untuk hamil, sehingga ia perlu memperhatikan aktivitas bergaulnya dengan teman laki-laki....

Perempuan mengalami menstruasi karena ia memiliki sistem reproduksi yang terdiri atas indung telur, sel telur, tuba fallopi, rahim, serviks (leher rahim), dan vagina. Ketika perempuan memasuki masa pubertas, yakni sekitar usia 10-15 tahun, organ-organ ini mulai siap untuk sebuah proses kehamilan apabila mengalami pembuahan.

Anak perempuan perlu diberi tahu bahwa siklus menstruasi adalah siklus alami yang memungkinkan perempuan untuk hamil.


Siklus menstruasi

Menstruasi adalah kejadian berulang setiap bulan. Atau palingcepat tiap 24 hari sekali. Jadi memang perlu diketahui seperti apa siklusnya dan apa yang terjadi pada tubuh kita. 

Silakan lihat infgrafis di bawah ini.

Siklus menstruasi

Cara menghitung periode menstruasi dapat dilihat di infografis di atas. Angka 1-7 adalah hari terjadinya menstruasi. Pada masa ini, darah keluar dari tempatnya.
Ketika darah selesai keluar, maka dinding rahim akan memulai proses penebalan kembali. Dinding ini berhubungan dengan banyak pembuluh darah. Penebalan dinding rahim juga disertai dengan proses pematangan sel telur di tempat lainnya, yaitu di ovarium (indung telur).
Hari ke 12-15 sel telur matang akan mulai bergerak keluar, melalui tuba fallopi. sel telur yang tidak dibuahi akan keluar bersama dengan darah menstruasi.

Infografis di atas juga bisa digunakan sebagai cara untuk mencari periode subur seorang perempuan....

Ajari anak menghadapi menstruasi

1. Cara mudah menjelaskan tentang menstruasi pada anak perempuan

Menstruasi adalah kejadian alami dan penanda bahwa anak sudah besar juga siap untuk hamil. Jadi ini adalah sesuatu yang pasti terjadi. Beberapa anak mungkin merasa cemas apakah ia bisa melaluinya. Juga menyatakan bahwa dirinya jijik melihat darah. Makanya anak perlu banyak mendapatkan penjelasan secara lugas sesuai usianya dan perlu dibesarkan hatinya. Rasa takut, cemas dan jijik akan hilang seiring dengan berjalannya waktu.

Penjelasan alamiah dan ringkas serta sesuai usia anak ala Susindra adalah:

"Dalam periode tertentu, sekitar sebulan sekali, dalam tubuhmu terjadi tiga hal yaitu peningkatan hormon estrogen, penebalan lapisan rahim, dan pematangan sel telur. Sebuah sel telur matang akan meninggalkan ovarium untuk menuju rahim, lalu menempel di sama. Sel telur matang ini bisa menjadi janin jika bertemu dengan sperma. Jika tidak ia hanya akan menempel saja di lapisan rahim yang menebal karena hormon. Sel ini akan pecah dan luruh bersama dengan darah yang berasal dari lapisan dinding tadi. Kejadian ini secara alami selalu terjadi pada tubuh semua perempuan.

Pada saat peningkatan hormon (estrogen) kamu mungkin merasa tidak nyaman, mudah marah, dan berjerawat. Tak apa. Itu wajar terjadi. Selama darah keluar - dan dinamakan menstruasi - kamu mungkin merasa kram di perut bawah, payudara nyeri, atau darah yang keluar terlalu banyak. Bisa juga mengalami pusing dan mual. Jangan khawatir. Itu terjadi secara normal, dan hanya 1-3 hari saja. 

Yang penting kamu jangan takut, jijik dan enggan menstruasi, karena ini adalah proses yang dilalui oleh semua perempuan, termasuk mereka yang menjadi guru, dokter, bahkan presiden perempuan."

Saya sengaja mengambil contoh guru - presiden sebagai profesi yang dianggap sebagai panutan bagi anak pada umumnya. Bisa juga menyebut lainnya. Yang terpenting di sini adalah menjelaskan proses alami yang terjadi pada tubuh anak dan apa saja implikasi dari proses tersebut baginya.



cara menjelaskan tentang menstruasi pada anak laki-laki


2. Cara mudah menjelaskan tentang menstruasi pada anak laki-laki

Anak laki-laki tidak mengalami menstruasi namun ia harus mengetahui tentang proses alamiah pada teman perempuannya ini. Pengetahuan tersebut akan menjadikannya dapat berlaku dengan tepat jika pada suatu hari mengetahui ada teman yang mengalami menstruasi dan butuh bantuan. Jadi alih-alih merundung teman perempuan yang sedang mengalami kesulitan saat menstruasi, ia akan mengulurkan bantuan, misalnya menutupi darah yang merembes keluar baju, mengantar ke UKS dan mengambilkan teh hangat. Beberapa kejadian seperti anak secara tiba-tiba mengalami menstruasi tanpa persiapan sangat mungkin terjadi jika si anak tidak dipersiapkan sejak awal dan selalu diingatkan oleh ibunya tentang siklus bulanan ini. 

Menjelaskan tentang menstruasi pada anak perempuan membuat anak laki-laki kita tahu bagaimana bersikap saat melihat temannya mengalami menstruasi. Ia bisa menjadi pahlawan bagi teman lainnya. Menjelaskan hal ini juga bisa mencegah beberapa ekses dari kesiapan reproduksi mereka (anak laki-laki dan perempuan) yang juga perlu dipersiapkan.

Kita bisa memulai dengan menjelaskan proses yang akan terjadi padanya saat tubuhnya secara alami menjadi dewasa dan siap mempunyai keturunan. Proses menjadi dewasa pada anak perempuan dan anak laki-laki terjadi pada rentang antara usia 10-15 tahun. Meski caranya berbeda, namun memiliki kesamaan yaitu bisa mempunyai anak di usia sangat muda. "Kerepotannya mungkin lebih besar daripada merawat dan mengasuh adik atau keponakan bayimu saat ini," adalah contoh kalimat untuk menjelaskan pada anak laki-laki (dan perempuan) tentang apa yang terjadi pada tubuh mereka dan bagaimana mencegah kehamilan di usia sangat dini. 

Menjelaskan tentang menstruasi teman perempuan di kelas atau saat bermain kepada anak laki-laki harus dilakukan ayah dan ibu secara bergantian. Peran ayah menjadi sangat penting sebagai anak laki-laki yang pernah seusianya dan pernah mengalami kejadian yang sama, sebagai contoh nyata. Juga keberhasilannya karena bisa menjalani masa remaja yang indah bersama teman sebaya meski ada kejadian bulanan ini. 


Memberitahukan yang buruk dan terburuk bisa membuat beberapa anak laki-laki menjauhi teman perempuannya. Ini sebuah risiko yang terjadi secara alami dan tak perlu dicemaskan. Sudah menjadi kelaziman - bahkan tanpa tahu tentang ini  - anak laki-laki usia di atas 10 tahun lebih suka bermain dan bergaul dengan teman laki-laki. Penjelasan yang kita berikan adalah demi ia dapat bertindak dengan tepat dan menghargai hak perempuan - baik anak-anak maupun dewasa - untuk mengelola menstruasinya dengan cara tepat dan bermartabat.


3. Jangan terlambat menunggu menarke

Menarke adalah menstruasi pertama anak perempuan. Biasanya terjadi pada usia 10-15 tahun. Rentang perbedaannya memang cukup jauh karena dipengaruhi oleh nutrisi yang diterima oleh tubuh dan pikiran anak. Jadi selama masih dalam rentang waktu di atas, bisa dikatakan sebagai usia normal. Oleh karena sudah tahu batasannya, maka sudah menjadi tugas orangtua, terutama ibu, untuk mulai menjelaskan mengenai menstruasi sebelum anak berulang tahun yang ke-10. 

Mayoritas orangtua menghindari pembicaraan mengenai proses reproduksi pada anak karena tidak tahu caranya atau terlalu malu. Kadang juga ada yang menganggap tabu. Padahal anak perlu mendapatkan banyak penjelasan tentang ini agar ia siap menghadapi menarke atau menstruasi pertamanya. Malahan, penjelasan ala kadar baru diberikan setelah anak perempuan mengalaminya. Hal semacam ini harus dipersiapkan dan perlu edukasi yang masif agar orangtua tahu bagaimana cara menjelaskan tentang menstruasi pada anak serta cara menghadapinya dengan baik.

Beruntung jika anak mendapatkan menarke di rumah. Bagaimana jika terjadi di sekolah? Di sinilah peran sekolah juga sangat penting. Perlu persiapan dari setiap sekolah dasar dan sekolah menengah lanjutan pertama, agar mereka tahu apa yang dilakukan oleh anak yang belum mendapatkan penjelasan ini atau sudah pernah dijelaskan namun mendadak panik saat pertama mendapatkannya. Oh ya, sekolah juga perlu memastikan selalu ada pembalut baru di UKS untuk anak-anak perempuan dan memperhatikan sanitasi sekolah yang ramah untuk murid perempuan.

cara menjelaskan tentang menstruasi pada anak perempuan


Hal yang perlu dilakukan saat anak mengalami menstruasi

Menjadi orangtua memang tidak mudah dan banyak PR yang harus dikerjakan untuk menemani tumbuh dan kembang anak. Namun jangan salah, menjadi anak juga tidak mudah karena mereka pun punya PR perkembangan yang beberapa di antaranya tidak dipersiapkan oleh orangtuanya. Bahkan dengan dukungan orangtua pun mereka harus berhadapan dengan diri mereka sendiri dan lingkungannya.

Ini yang perlu dilakukan:

1. Persiapan dan pengenalan pada PMS

Anak perlu sering diingatkan untuk bersiap menghadapi menstruasi secara lembut agar ia siap tanpa rasa ketakutan yang berlebihan. Salah satunya dengan mengonfirmasi perubahan tubuhnya. Beritahu ia jika di area payudaranya mulai terasa berbeda, maka jika akan keluar atau ke sekolah ia harus membawa pembalut yang disimpan dengan rapi. Beri satu ruang dalam tasnya, yang berisi perlengkapan mendadak. 

Jadi yang perlu dilakukan oleh ibu adalah sering-sering mengamati ekspresi anak, sering bertanya apakah ia merasakan perubahan, dan mengingatkan apakah perlengkapan wajibnya masih ada di dalam tas. Ini adalah tindakan persiapan yang perlu dipahami oleh anak.

Sebenarnya gejala sebelum menstruasi sudah banyak diketahui dan kita menyebutnya PMS. PMS adalah singkatan dari premenstrual syndrome atau gejala-gejala yang dapat dirasakan tubuh perempuan sebelum mengalami menstruasi.

Tidak semua perempuan mengalami PMS. Hanya sebagian besar perempuan yang mengalami. PMS disebabkan oleh perubahan tingkat hormon dalam tubuh perempuan yang berdampak pada mood atau emosi. Ketika PMS, beberapa perempuan merasa sedih, sementara yang lain merasa mudah marah atau marah tanpa alasan yang jelas.

Beberapa perempuan merasa payudaranya mengeras dan sakit. Semuanya masih dapat dikatakan wajar dan dapat dijelaskan pada anak agar ia mampu mengawasi perubahan dalam tubuhnya sendiri. 


2. Menjelaskan tentang manajemen kesehatan menstruasi

Kelihatannya pelik; apa itu manajemen kesehatan menstruasi? Sebenarnya itu hanya penyamaan istilah untuk memudahkan proses edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan saat sedang menstruasi. Jadi tak perlu sampai berkerut karena kita tidak sedang berbicara tentang jurnal ilmiah.

Ini lho hal yang perlu dilakukan saat menstruasi, yang juga disebut dengan MKM atau manajemen kesehatan menstruasi:

  • a. Apa yang perlu dilakukan saat mengalami menstruasi? Pada saat mengalami menstruasi, pakailah pembalut untuk menampung darah yang keluar dari vagina.
  • b. Mengapa perlu memakai pembalut? Pembalut berfungsi untuk menampung darah yang keluar agar kita bisa beraktivitas dengan normal.
  • c. Apa beda pembalut sekali pakai dan pembalut pakai ulang? Pembalut sekali pakai adalah pembalut yang tidak dapat digunakan kembali dan harus dibuang setelah digunakan. Pembalut pakai ulang terbuat dari kain, bisa dicuci, dan dapat digunakan kembali. 
  • d. Berapa kali dalam sehari pembalut harus diganti? Pembalut sebaiknya diganti setiap 4 sampai 5 jam sekali dan bisa lebih sering apabila darah keluar banyak. 
  • e. Kapan Waktu yang dianjurkan untuk mengganti pembalut bagi anak perempuan usia sekolah? Saat mandi pagi, saat di sekolah, setelah pulang sekolah, saat mandi sore, dan sebelum tidur. 
  • f. Mengapa pembalut harus sering diganti? Untuk mencegah infeksi saluran reproduksi, saluran kencing, dan iritasi kulit. Ingat untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut.
  • g. Mengapa harus mencuci tangan sebelum dan setelah mengganti pembalut? Mencuci tangan sebelum mengganti pembalut adalah untuk menjaga kebersihan karena ada kemungkinan tangan terkena darah dari pembalut. Darah menjadi makanan favorit bakteri dan kita tentu tak mau membuat diri kita sakit oleh bakteri jahat apapun.
  • h. Bagaimana cara membuang pembalut sekali pakai? Sebaiknya cuci pembalut sekali pakai sebelum dibuang. Bungkus pembalut dengan kertas atau kantung plastik dan masukkan ke tempat sampah. 
  • i. Mengapa tidak boleh membuang pembalut di lubang jamban atau kloset? Jangan membuang pembalut di lubang jamban atau kloset karena hal ini dapat menyebabkan lubang jamban atau kloset tersumbat.
  • j. Mengapa ada rasa sakit saat menstruasi? Rasa sakit sakit ringan di perut bagian bawah dan bagian punggung bawah, dan sebagian lagi mengalami rasa sakit yang mengganggu, bukan hal berbahaya dan biasanya tidak berlangsung lama. Sakit atau kram disebabkan oleh kontraksi pada otot rahim. Kontraksi inilah yang mendorong luruhnya lapisan dinding rahim saat 
  • k. Apakah semua merasakan sakit? Hanya sebagian saja yang merasakan sakit atau  kram saat menstruasi, dan semuanya normal terjadi tanpa perlu ada yang dicemaskan. Jika terlalu sakit, bisa berkonsultasi dengan dokter.
  • l. Bolehkah meminum obat pereda nyeri? Dalam batas tertentu, boleh minum obat pereda nyeri namun utamakan berupa makanan sehat, bukan obat medis.

Masih ada banyak sekali Q&A yang dapat disiapkan dan dijelaskan pada anak.


Mitos-mitos terkait menstruasi yang merugikan kesehatan

Jangan minum es saat sedang menstruasi, jangan berolah raga, jangan keramas, dan masih banyak mitos menstruasi yang beredar. Beberapa di antaranya sangat merugikan kesehatan. Salah satunya adalah jangan mencuci saat menstruasi. 

Dilarang keramas saat menstruasi adalah mitos yang paling banyak dipercayai oleh masyarakat. Mungkin bisa dikatakan masyarakat di area pesisir yang lebih terbuka pada perubahan namun juga membentengi keterbukaan tersebut. Salah satunya di kota saya, kota tetangga dan tetangga lainnya. Kalau bicara tentang ini mungkin perlu juga membaca tentang sejarah pemurnian Islam di Jawa pada masa kolonial.

Hah! Kuno amat bahasannya. Wkwkwk. Sebagai penyuka, peneliti dan penulis sejarah, saya memang selalu mencari tahu apapun dari kurun waktu sebelumnya. 

Yang jelas, mitos dilarang keramas memang salah satu yang masih kental di masyarakat. Padalah membersihkan diri secara paripura=na saat menstruasi justru sangat diperlukan. Kegunaannya agar tubuh lebih segar dan mood cepat membaik. Bagi kesehatan, membersihkan rambutdan semua bagian tubuh dengan lebih teliti akan melindungi tubuh dari bakteri, infeksi, dan bau. 

Mitos lainnya adalah jangan berolahraga. Ini menjadi salah satu alasan paling banyak yang diberikan oleh siswi yang sedang mendapatkan menstruasi. Anak perlu dipahamkan bahwa ia boleh berolahraga sepanjang masih berupa gerakan yang ringan dan normal. Pun demikian untuk perempuan-perempuan yang lebih tua usianya. Jangan takut berolahraga, ya! Olahraga bisa membuat tubuh lebih sehat, hati juga lebih senang.


Hari Kebersihan Menstruasi

Wah sudah panjang sekali ya. Memang sih, menjelaskan tentang menstruasi pada anak bukanlah kegiatan instan, tapi aktivitas berulang. Bahkan saat anak sudah mengalami belasan menstruasi pun, orangtua masih harus menjelaskan, memantau dan memandunya. 

Artikel kali ini sangat terinspirasi pada Webinar ‘Sehat dan Bersih Saat Menstruasi’ siang tanggal 27 Mei 2021 lalu. Webinar dalam rangka memperingati Hari Kebersihan Menstruasi yang jatuh pada tanggal 28 Mei. Dalam event tersebut,  Kementerian Kesehatan Indonesia dan POGI, didukung oleh Mundipharma Indonesia mengedukasi 1.000 perempuan Indonesia mengenai manajemen kebersihan menstruasi. Saya beruntung diajak oleh Ibu-Ibu Doyan Nulis sebagai salah satu media blogger. 



Zoominar ini dipandu oleh Novita Angie dengan 3 narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Yaitu:

1. Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, Sp.OG(KI), MPH, yang menjelaskan dengan detail dan jelas tentang kesehatan saat menstruasi 

2. Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, menjelaskan dengan sederhana namun mengena tentang bagaimana psikologi anak saat menghadapi menstruasi dan cara kita menjelaskannya.

3. dr. Dwi Oktavia, TLH, M.Epid tentang dukungan pemerintah terhadap MKM dan 

4. Adi Prabowo tentang semua produk femcare Betadine. Ternyata Betadine punya banyak produk femcare atau perawatan perempuan. Ada produk daily atau harian, produk saat menstruasi atau red day, produk saat terjadi infeksi, dan produk on the go saat traveling....


Produk #YangIdeal dari Mundipharma

Webinar yang sangat berkesan bagi saya itu, juga dimaksudkan untuk peluncuran kampanye #YangIdeal dari Mundipharma Indonesia. Kampanye edukatif ini mengajak perempuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan organ kewanitaan dengan cara yang tepat  dan sesuai kebutuhan. Targetnya ribuan yang teredukasi.

Memang banyak perempuan yang masih menganggap bicara menstruasi sebagai sesuatu yang tabu. Hal ini juga memunculkan banyak ketidaktahuan mereka tentang cara membersihkan diri dengan tepat saat menstruasi. Ini masih diperparah dengan ketidaktahuan mereka tentang hal-hal penting seputar manajemen kesehatan menstruasi atau MKM.


Gambar di atas adalah rangkaian produk dari Mundipharma melalui brand Betadine, terdiri dari produk daily use, produk saat menstruasi dan saat traveling. Sangat lengkap dan mempertimbangkan setiap aspek dan kebutuhan perempuan.


Seperti saya katakan sebelumnya bahwa kesadaran tentang kebersihan di Indonesia saat menstruasi masih tergolong kurang. Banyak yang menganggao sabun mandi sudah cukup mewakili, padahal belum. Sabun biasa akan membuat PH  di dalam Miss V tidak seimbang, malahan kacau. 

Ini masih ditambah dengan kesalahan arah saat membersihkan. Seharusnya satu arah saja yaitu dari depan ke belakang. Dari Miss C ke Mis A. Semoga paham ya. Untuk penyebutan saya masih risih. Maafkan. Pembaca Cakrawala Susindra banyak yang mas-mas juga,sih. Hihihi.


Apa sih akibat jika sembarangan membersihkan? 

Ada risiko keputihan, iritasi Miss V, gatal, bahkan bau tak sedap. Ini terjadi pada perempuan yang belum tahu cara membersihkan area kewanitaannya dengan benar dan masih pakai sabun saja. Harus sabun khusus ya, Ladies....

Ini area kesayangan kita. Jadi harus dengan produk yang tepat dari Betadine.



Daaan... yang namanya zaman digital, belanja tak harus keluar rumah. Pakai HP saja, di e-commerce kesayangan. Silakan pilih:

1. Shopee

2. Tokopedia


Jangan lupa ya, pakai produk yang tepat kalau mau area kesayangan suami ini selalu sehat dan bebas segala masalahnya.


Semoga bermanfaat dan menjadi sedekah ilmu yang terus mengalir, ya.