Gangguan sakit gigi sesekali dialami oleh anak. Makanya penting banget bagi orang tua untuk memiliki kontak klinik perawatan gigi yang ramah anak. Masukkan ke dalam catatan informasi penting keluarga yang bisa diakses semua anggota keluarga untuk keperluan darurat. 

Mencari Klinik Gigi yang Ramah Anak


Ketika anak mengalami sakit gigi, mereka cenderung offensif dan defensif sekaligus. Mudah menangis, tak mau makan karena takut sakit, dan sering sekali mengaduh dan mengadu kalau sakit. Membuat orangtua merasa seperti ikut sakit.

Itu yang saya rasakan saat si kecil sakit. Kebetulan saat ini kami punya anak usia 5 tahun juga, sehingga pengalaman menemani anak sakit gigi memang nyata adanya.

Untuk sobat Susindra yang punya pengalaman serupa, saya punya tips mencari klinik gigi yang ramah anak, nih. 


Klinik gigi untuk anak

Meskipun tahu pentingnya perawatan gigi, namun pada umumnya klinik gigi diingat saat ada yang sakit gigi. Padahal menurut anjuran dokter, anak mulai diperkenalkan pada klinik dental mulai saat tumbuh gigi pertamanya. Kira-kira 6 bulan, lah. Makanya penting untuk mencari klinik gigi keluarga yang ramah anak. 



Cirinya adalah punya pedodontis atau dokter gigi spesialis anak yang berpengalaman dalam mendiagnosis dan mengobati masalah gigi pada bayi, anak-anak, dan remaja. Merekalah yang akan memastikan tumbuh kembang gigi dan mulut anak agar tetap normal. 

Dokter gigi anak juga dibekali dengan ilmu psikologi untuk menangani anak yang tentunya butuh perhatian lebih daripada orang dewasa. Perlu diketahui bahwa perawatan gigi anak di dokter gigi dimulai ketika anak berusia 6 bulan sampai 1 tahun, atau saat gigi pertama anak tumbuh. Bahkan saat gigi anak sehat.

Pada kunjungan pertama tersebut, dokter gigi akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui kondisi gigi anak secara keseluruhan. Dengan tugas ini, dokter harus bisa menjadi sahabat dan orang kepercayaan rakyat, klinik gigi juga harus membangun atmosfer menyenangkan bagi kanak-kanak yang secara alami hanya mau dipegang oleh orang terdekatnya.


Klinik Damessa 

Melihat kondisi psikologis anak sangat penting. Bagaimana mereka merasa nyaman dan percaya pada orang lain termasuk dokter yang akan membantu tumbuh kembangnya.

Klinik yang memiliki memiliki peralatan lengkap dan dokter terbaik saja tidak cukup. Memberi dekorasi ramah anak dengan aneka mainan, buku cerita, dan hiasan dinding yang berwarna-warni juga sudah banyak dipakai oleh klinik yang mengaku ramah anak. Tapi masih ada yang perlu ditambahkan, lho, kalau ingin memberikan pengalaman ternyaman bagi anak saat memeriksakan giginya. Apalagi anak yang datang karena giginya sakit takkan dengan mudah mempercayai orang yang baru dilihatnya. 



Klinik Damessa mengetahui kekurangan ini dan melengkapinya dengan staf klinik gigi yang terlatih untuk berinteraksi dengan anak-anak. Mereka serasa mengunjungi teman. Teman dokter gigi. Bahkan interior dan peralatan periksa pun membuat anak nyaman di sana, sebagaimana foto di atas.

Iya, teman dokter gigi bagi anak, karena sabar, ramah, dan telaten. Semua demi kenyamanan anak. Anak dan orangtua juga diberi edukasi agar merasa nyaman dan tidak takut lagi. Orangtua juga diajari cara membantu anak menyelesaikan perawatannya. Berikut ini daftar yang didapatkan orangtua dan anak yang memeriksakan gigi di Damessa:

1. Dokter mengedukasi anak agar dapat menghilangkan ketakutannya pada alat-alat gigi.

2. Sebelum memulai, dokter akan memberikan informasi awal dan uji coba dulu sebagai persiapan.


Klinik gigi terdekat damessa memastikan semua anak mendapatkan: 

  1. Memberi pengalaman pertama yang menyenangkan untuk anak
  2. Menyediakan playground yang memberikan kesan nyaman tanpa trauma
  3. Ruang tunggu yang luas dan nyaman seperti di rumah.
  4. Memberikan dental rapor untuk setiap anak
  5. Ruang perawatan khusus untuk anak
  6. Selesai perawatan anak diberi hadiah



Semua anak diharapkan akan merasa seperti sedang dibantu teman dokter gigi untuk menyembuhkan sakitnya. Dengan perawatan yang setelaten ibu serta ruangan yang senyaman rumah, anak akan tetap senang saat perawatan gigi. Apalagi ada hadiahnya, kan?

Rapor gigi juga diterima anak agar ia tahu kondisi giginya dan semangat untuk merawat gigi di rumah serta mau diajak mengunjungi dokter 6 bulan kemudian. Check up dan perawatan gigi memang seharusnya dilakukan setahun dua kali terutama mulai usia 6 bulan agar sejak awal diketahui pertumbuhan giginya. Jangan sampai anak mengalami aneka masalah gigi seperti karies, gigi berlubang, gigi tak rata dan sebagainya. Jadi bukan hanya saat anak sakit gigi saja.