Sehari Bersama WEGI 3 di Pabrik Semen

6 Juni kemarin saya termasuk 1 dari 120 peserta WEGI 3 yang diadakan oleh PT Semen Indonesia yang lebih kita kenal dengan nama Semen Gresik. Rasanya senang sekali diberi kesempatan mengunjungi pabrik semen terbesar di Indonesia ini. Dengan tajuk WEGI 3 atau Wisata Edukasi Green Industry tahap ketiga ini, saya dan teman-teman dibuat terpana oleh keasrian pabrik semen yang berada di Tuban. Semen Gresik kok di Tuban? Baru tahu ya, kalau Pabrik semen Gresik itu ada di Gresik dan Tuban? Sekarang malah sudah membuat pabrik semen yang lebih besar di Rembang. 

Kami diajak mengunjungi area penambangan di Tuban

Rasa kagum saya masih terasa sampai sekarang dan saya ingin membaginya dengan teman-teman. Siapa tahu, ada yang bisa ikut di acara WEGI yang selanjutnya. Jadi nanti tidak se ndeso saya yang terkagum-kagum dengan pepohonan di sana sehingga menulis reportase yang seharusnya singkat menjadi reportase sangat panjang (dan saya tulis dengan HP) yang berjudul Pemilihan Tanaman Di Area Gren Belt. Saya juga berharap di WEGI 4 nanti saya masih bisa ikut dan kalau bisa bersama suami yang juga menjadi blogger. 

Saya termasuk peserta WEGI3 yang berangkat dari Semarang menuju Tuban. Kami termasuk yang pertama datang di lokasi. Bahkan kami sempat melihat-lihat pelabuhan PT Semen Indonesia dan mendapat banyak penjelasan seputar pelabuhan. Saya termasuk peserta yang sangat beruntung karena duduk di kursi terdepan. Jadi saya bisa mengambil foto dengan leluasa. Saya juga mendapat keterangan yang lebih jelas dan sempurna dibandingkan peserta yang duduk di belakang. Aduh senengnya.... ini adalah kesempatan langka yang membahagiakan saya.

Mengunjungi area pelabuhan untuk batubara. Gambar atas adalah kapal pengangkut batubara yang tengah menurunkan muatan. Coal/batubara langsung diangkut ke pabrik menggunakan belt conveyor
Brlt conveyor
Salah satu ciri khas di area perusahaan PT Semen Indonesia selain hijaunya pepohonan adalah adanya belt conveyor yang terbentang sangat panjang. Dari pelabuhan menuju gedung-gedung storage/penyimpanan, dan ada yang dari lokasi penambangan sampai ke storage. Pun demikian dari antara gedung-gedung produksi lainnya. Belt conveyor adalah solusi praktis untuk mereduksi pemakaian truk-truk pengangkut ke dalam pabrik. Bisa dibayangkan betapa padatnya jalan-jalan di area pabrik jika tak ada belt conveyor. Sungguh solusi praktis dan sangat menjaga lingkungan. Pantas saja jika PT Semen Indonesia mendapat penghargaan sebagai salah satu perusahaan yang turut menjaga lingkungan. Oh ya, PT Semen Indonesia termasuk 1 dari 25 perusahaan yang menjadi finalis SRI KEHATI AWARd loh. SRI yang berasal dari kata Sustainable & Resposible Investment dan KEHATI yang berasal dari singkatan Keanekaragaman Hayati Indonesia. SRI KEHATI AWARD diberikan kepada perusahaan-perusahaan publik Indonesia yang dinilai ramah lingkungan.  Ke 25 perusahaan yang terpilih melalui seleksi ketat tersebut akan dipublikasikan di BEI (Bursa Efek Indonesia). Dari ke 25 perusahaan terpilih, ada 3 yang memiliki skor tertinggi yang akan mendapatkan SRI KEHATI AWARD. Index ini akan dievaluasi setiap bulan Mei dan Oktober. Semoga tahun depan PT Semen Indonesia menjadi salah satu dari 3 penerima SRI KEHATI AWARD ya. Layak banget kok menurut saya. Lebih lengkapnya silahkan baca di sini dan sini.
 
Asrinya jalan menuju ke pabrik

Pabrik terlihat di antara pepohonan
Dari pelabuhan, kami menuju ke area pabrik. Jalan menuju area pabrik sangat teduh karena pepohonan meh/trembesi yang terbukti bisa menyerap CO2. Cukup jauh dari jalan utama Tuban ternyata. Ketika gedung putih terlihat di kejauhan, saya asyik mengabadikan perjalanan dengan kamera HP saya yang selalu di tangan. Asli seneng bangeeeet.....

Ketika sampai di gedung, kami turun sebentar untuk mengambil perlengkapan keselamatan standar. Mengenai perlengkapan standar di pabrik akan saya jelaskan di posting yang lain ya.

Usai mengambil perlengkapan keselamatan yang ditetapkan, kami kembali ke dalam bis. Meski di dalam bis, para penanggungjawab lapangan yang merupakan pegawai divisi K3 tetap memakai helm loh. Katanya sih, pernah terjadi kecelakaan di pabrik terbesar di Irian Jaya sehingga helm tetap dipakai di dalam bis. Kami diajak mengunjungi kawasan reklamasi hutan. Semua jalanan di pabrik rata dan bebas debu. Ternyata maintaince jalan rutin dilakukan. Salah satunya adalah mengguyur air ke jalan agar tidak berdebu. Keselamatan pekerja, terutama driver dan kru lapangan sangat diperhatikan. Kebayang bahayanya debu dan polusi yang bisa mengintai semua yang berada di pabrik, kan? Peeling atau perataan jalan juga rutin dilakukan sehingga jalanan selalu bersih. Dan... seperti yang saya sebutkan sebelumnya, pemakaian belt conveyor di area pabrik agar jumlah truk serta kendaraan berat tidak terlalu banyak.
Di mana-mana serba hijau

Kami diajak melihat area reklamasi yang disebut Glory Hall. Sepanjang jalan menuju Glory Hall, kami melihat gedung-gedung storage maupun gedung kiln yang terhubung oleh belt conveyor. Storage untuk clay, coal, dan lime. Dari keterangan yang diberikan kami tahu bahwa kompoosisi semen gresik adalah clay (tanah liat),lime (batu kapur), dan yang 10% adalah bahan lain-lain yang saya kurang paham dan tak sempat mencatatnya. Coal (batubara) adalah bahan pembakarnya.

Saya penasaran sebenarnya, mengapa area reklamasi disebut Glory hall. Next time akan saya tanyakan. Sebenarnya saya mencatat email beberapa penerima tamu yang mengajak kami jalan-jalan. Mereka berjanji akan menjawab apapun pertanyaan kami. Ramah-ramah ya... mungkin sebaiknya saya bertanya saja agar lebih komplit keterangan di posting selanjutnya. ;)

Area reklamasi hutan yang disebut Glory Hall sangat luas. Jadi ceritanya, sebelum area sekitar di tambang, tanah suburnya akan dipindah dulu dan jika penambangan selesai, tanah subur akan dikembalikan agar dapat ditanami. Pohon utama yang ditanam adalah pohon jati yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Saya tahu benar, area berkapur di Tuban yang tingkat pengikat air hujannya nyaris zero ini adalah lahan yang sangat bagus untuk pohon jati. Pohon jati yang ditanam di area berkapur akan lebih solid, berserat rapat, dan kualitas super. Harganya jauh lebih mahal daripada pohon jati yang ditanam di area subur. (Saya mulai lagi menceramahi tentang jati dan mebel – maaf – khas orang Jepara). PT Semen Indonesia bekerja sama dengan Perum Perhutani. Kerjasama penggunaan kawasan hutan di Tuban, Rembang serta Pati dalam bentuk pinjam pakai kawasan hutan, reboisasi dan pengelolaan CSR untuk masyarakat sekitar hutan. Hebat ya. Usai mengunjungi Glory Hall kami diajak kembali ke kantor untuk ishoma dan sesi seminar. Di sini saya mendapat banyak ilmu dan banyak tahu. Pembicaranya sangat ramah dan lucu. Psst.... saya yang kadang sok ramah sempat berbincang sambil menyantap makan siang dengan pembicaranya tentang wisata beliau ke Karimunjawa pertengahan Mei lalu. Hihi... Terbayang kagetnya saya ketika beliau berbicara di depan. Ternyata selain ramah, juga lucu cara penyampaiannya. jadi sesi materi saya lalui tanpa menguap. malah asyik mendengar sambil sesekali mencatat.

Saya serius sekali sampai tak sadar ada yg foto candid. Makasih mas Rinaldy. Ada Aya juga.
CSR atau Corporate Social Responsibility PT Semen Indonesia difokuskan untuk menyeimbangkan 3P atau profit, people, planet. Selain mencari profit (keuntungan), PT Semen Indonesia juga tak melupakan peran masyarakat sekitar (people) dan lingkungan (planet). Untuk mewujudkan misi CSR yang memenuhi faktor 3P, maka inilah blue print CSR PT Semen Indonesia yang sempat saya catat:
  1. SI CERDAS yang berfokus di dunia pendidikan masyarakat sekitar. Program yang telah dilakukan adalah pelatihan tukang bersertifikasi serta beasiswa kepada 2653 siswa dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
  2. SI PRIMA yang berfokus pada program unit pemasaran dan litbang. Program yang telah dijalankan adalah litbang area pabrik dan penambangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Area berkapur di sekitar penambangan yang tandus menjadi lebih subur dengan jumlah panen yang lebih banyak karena pembuatan embung/kolam penampungan air hujan. Seperti saya sebut di atas, tingkat pengikat air di sana nyaris nol sehingga meski curah hujan tinggi namun daerahnya tandus karena air hanya lewat saja.
    Mengunjungi salah satu UMKM Binaan - Batik tulis & tenun jedog Sekar Ayu
  3. SI LESTARI yang fokus pada program-program lingkungan. Kegiatan yang telah dilakukan adalah program mangrove center di Tuban. Baru-baru ini, 10 ribu bibit mangrove ditanam di Rembang yang saat ini sedang dibangun pabriknya. Di kota Gresik, terdapat program pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.
  4. SI PEDULI yang fokus pada program sosial ekonomi masyarakat sekitar. Program yang telah dijalankan adalah membangun kemandirian masyarakat dalam bentuk pelatihan, pinjaman modal, dan pameran di dalam serta luar negeri. Ada 13 ribu UMKM binaan PT Semen Indonesia yang menyerap sekitar 60 ribu tenaga kerja.  Saya mengunjungi sanggar seni batik Sekar Ayu milik Bu Hj Uswatun yang berada di Kedung Rejo Kerek Tuban. Juga bantuan-bantuan accidental yang dibutuhkan masyarakat sekitar. Saya agak bingung karena program SI PEDULI ini sangat banyak dan sebelum sempat saya catat sudah ganti topik. Huhu.... banyaaaak...
Usai materi, kami diajak menikmati senja di kawasan penambangan. Asyik bangeeett.... Lagi-lagi safety helmet dan masker harus dipakai. Tak lupa, alas kaki yang nyaman untuk area lapangan.
Blogger & foto adalah sahabat setia
Kawasan penambangan. Jika diperhatikan lebih dekat, belt conveyor terlihat di kejauhan.
Usai mengunjungi lokasi penambangan, kami diajak keliling lokasi pabrik menggunakan bis kami masing-masing. Voila, suasana senja di pabrik. Indah sekali. Sayang tak bisa turun dan foto-foto. dari bis saja ya. Oh ya, di senja hari, truk-truk pengangkut semen antri mengambil muatan. Ahh... saya punya banyak cerita tentang produksi semen dan lain-lain. Saya catat semua dalam buku pink yang saya bawa.

Tak terasa sudah lebih dari 1000 kata. Pasti lelah ya. Padahal bahan tulis saya untuk area reklamasi masih banyak. Baiknya saya tulis di posting lainnya. Pada tanggal 6 Juni lalu saya sudah menulis sekelumit cerita tentang pohon-pohon yang ditanam di area pabrik dan area reklamasi serta fungsi ekonomisnya bagi masyarakat Tuban. Silahkan membaca posting tersebut jika penasaran. InsyaAllah  saya akan menulis secara khusus tentang area reklamasi/Glory Hall pabrik semen Gresik di Tuban atau yang nama resminya adalah PT Semen Indonesia. 

Tulisan ini merupakan satu dari 4 posting saya mengenai kunjungan/wisata edukasi green industry pada tanggal 6 Juni 2015 di pabrik semen Gresik di Tuban. Semen Gresik merupakan salah satu anak perusahaan PT Semen Indonesia (persero) Tbk yang pabriknya berada di Gresik (sudah selesai), Tuban (sekarang) dan Rembang (tahun depan). Dengan  mengusung konsep wisata edukasi green industry para peserta diajak mengenal lebih dekat mengenai impelemtasi program tripple bottom line yang berupa profit, people & planet yang tidak hanya mencari keuntungan (profit) namun juga mensejahterakan masyarakat sekitar (people) dan lebih jauh, menghijaukan kembali bumi (planet). Saya telah merangkumnya dalam 4 tulisan yaitu:
  1. Pemilihan tanaman di area green belt 
  2. Sehari bersama WEGI 3
  3. Reklamasi PT Semen Indonesia
  4. Batik Tulis Tenun Gedog dari Tuban
Terima kasih sudah membaca reportase saya ini. Semoga ada banyak hal yang bisa dipelajari di sini. Saya punya harapan besar bahwa pabrik-pabrik besar di Indonesia juga melakukan upaya yang sama. Dan yang terpenting adalah membuka diri untuk dikunjungi masyarakat. Jadi masyarakat dapat belajar banyak dari sini. WEGI atau Wisata Edukasi Green Industry PT Semen Indonesia membuka mata saya lebih lebar bahwa ketika memiliki usaha, jangan hanya mengejar keuntungan semata. Tetapkan CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan yang sesuai dengan 3P yaitu keuntungan, masyaarakat, dan lingkungan sekitar. Terima kasih untuk sekempatan yang diberikan pada saya. Saya sungguh berharap bisa kembali mengikuti WEGI 4 agar dapat berbicara lebih banyak pada masyarakat sekitar. Aamiin ya rabbal alamiin.
Share:

32 comments:

  1. Banyak bangad pengalamannya Mbak. Di tunggu reportase selanjutnya, kayanya masih ada lagi cerita selanjutnya dan mungkin bisa lebih dari 1000 kata.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. begitulah mas. Sudah ada cerita selanjutnya

      Delete
  2. Enggak kebayang kalau cerita sepanjang ini ditulis pakai HP. Reportase selanjutnya pasti lebih menarik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Posting yang sebelumnya mas. Lumayan bikin pegel tangan

      Delete
  3. Keren bu insinyur hihihiiii.... Ini nggak jauh dari dunia kerja suami saya.

    ReplyDelete
  4. ini yang bingung ke surabaya naek apa itu ya bu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dari dan ke Surabaya naik bis umum mas. penyedia memberikan uang ganti transport saja

      Delete
  5. seru banget mba.. hebatnya tuh mba susi lebih cocok jadi reporter deh.. ulasane panjang banget hehehe.. piye carane ben iso melu kegiatan ini mbakyu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalau ada pengumuman WEGI 4 bisa kuberitahu mbak, insyaAllah

      Delete
  6. pengalamannya banyak mbak,,acaranya pasti seru ya :))

    ReplyDelete
  7. ikut WEGI jadi tambah ilmu da pengalaman ya mbak

    ReplyDelete
  8. asik banget acaranya mba, jadi dapat ilmu baru lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, asyik banget acaranya. kukira aku bareng rombongan IIDN loh...

      Delete
  9. Kapan-kapan silakan berkunjung ke Tuban lagi, mbak :) #teteppromosi #lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah mbak. Saya punya saudara di Tuban loh

      Delete
  10. ada yang selfie di belakang Mbak Susi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak yang selfie mbak. Saya juga pengen selfie tapi belum mahir. Makanya minta tolong teman seperjalanan. ;)

      Delete
  11. Replies
    1. Ada yang nulis buku pakai HP qwerty dan sudah diterbitkan. Saya sih bukan apa-apa kalau dibandingkan yg keren2 itu

      Delete
  12. pastinya seru ya mba acaranya :)

    ReplyDelete
  13. kalau daerah reklamasi gitu susah nyari airnya nggak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentuk penambangan dibuat seperti ring untuk menjaring air hujan mbak. Area ini curah hujannya tinggi tapi air tidak meresap ke tanah yang berkapur.

      Delete
  14. Baru tahu saya kalo suami Mbak Susi seorang blogger juga.
    Pernah baca ttg wisata edukasi ke pabrik semen di blog Mbak Dwi .. bbrp bulan lalu. Bagus juga ya, sayang di sini belum ada tuh padahal ada 2 pabrik semen

    ReplyDelete
  15. Perjalanan yg sangat mengasyikan, nambah wawasan supaya gk ndeso kali ya mbak.. Hehe :)

    ReplyDelete
  16. serunya ya mbak bisa berkunjung ke pabrik :) satu postingan blog seperti inipun pasti gak bakal cukup untuk mewakili cerita selama perjalanan kesana.

    ReplyDelete
  17. waaah cuma ke pabrik aja bisa menjadi cerita perjalanan seru seperti ini ya mbak :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra