Saya cinta kota Jepara, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Bagi saya, suatu kebanggaan menjadi warga kota tua yang memiliki sejarah panjang. Sebagai penyuka sejarah, budaya dan literatur, saya puas menjadi pustakawati aktif di Perpusda Jepara. Saya sering “bersembunyi” di ruang koleksi buku Jepara demi mengenal kota tercinta secara lebih dekat. Keluarga saya senang melakukan tur wisata kecil-kecilan. Ada wisata alam, budaya, atau bahkan heritage di sini. Slogan Jepara Mempesona memang layak disematkan.


Wisata alam di Jepara sangat elok. Ada 33 air terjun (besar dan kecil) yang sebagian besar tersembunyi. Jumlah embung dan telaga ada belasan. Jumlah pantai lebih banyak lagi. Selain itu, ada desa budaya, persawahan terasering, wana wisata, sampai tambak udang dan garam. Saya dan suami beberapa kali melakukan wisata heritage dan budaya dengan cara mengunjungi tempat atau bangunan bersejarah Hindu, Budha, Islam, Khonghucu, dan hasil asimilasinya. Alhamdulillah jumlah yang sudah kami kunjungi cukup banyak. Kami juga ke galeri-galeri seni yang mempertahankan seni kriya kuno plus tekniknya. Jepara tak hanya memiliki seni kriya ukir, tetapi juga seni kriya perhiasan monel, batik, patung, dan tenun. Luar biasa sekali. Padahal, saya baru menjelaskan tentang kota Jepara saja. Saya belum menyebut kepulauan Karimunjawa nun jauh di sana yang secara administratif menjadi bagian dari pemerintahan Jepara. Jika Kepulauan Karimunjawa masuk ke sini, daftarnya akan lebih panjang lagi. 

Selain kepulauan Karimunjawa, kota Jepara punya 2 pulau kecil yang indah, yaitu pulau Panjang dan pulau Mandalika. Pulau ini memiliki armada perahu khusus bagi wisatawan. Jika tak suka berperahu, ada candi, prasasti, pura, gereja dan masjid kuno bisa dikunjungi ketika ke Jepara. Sisa-sisa peninggalan penjajah juga bisa ditelusuri jika mau. Memang, jepara adalah salah satu pesona Jawa Tengah yang harus diperhitungkan. Alhamdulillah, Jepara masuk dalam video Jateng Gayeng di bawah ini. Suatu kebanggaan bagi saya dan warga Jepara.



Saya cukup sering menulis tentang Jepara. Kata Susindra sudah lekat bersanding dengan  Jepara. Saya dengan senang hati mem-branding diri sebagai Bloger Jepara. Alhamdulillah, banyak teman yang sangat menantikan Cerita dari Jepara sehingga posting di kategori itu mempunyai komentar yang banyak. Sebagian besar sahabat bloger yang membaca, menyatakan ingin ke Jepara. Hmm… kalau saya berhasil membujuk Pemda Jepara dan teman-teman komunitas untuk mengajak sahabat blogger berwisata ke Jepara secara gratis, siapa yang mau? Bismillah… semoga angan saya terwujud.

Jepara terletak di ujung utara pulau Jawa. Letak geografis ini membuat Jepara tidak dilalui bis antar kota antar provinsi, kecuali memang bis Jurusan Kudus- Jepara, Semarang-Jepara, Jakarta-Jepara, Surabaya- Jepara dan Bali- Jepara. Khusus bis lintas provinsi, hanya berangkat sehari sekali. Makanya, pariwisata Jepara sangat mengandalkan wisatawan yang transit menuju Karimunjawa dan para peziarah. Adanya wahana permainan air Jepara Ourland Park yang terbesar  di Jateng cukup menambah jumlah pengunjung. Promosi-promosi wisata juga cukup berhasil. Untuk membantu memberi pandangan baru, saya ingin membuat artikel Itinerary Wisata Sehari di Jepara via Semarang. Siapa tahu bermanfaat dan memang dibutuhkan.

Jika melakukan wisata ke Jepara sehari dari Semarang, sebaiknya dimulai dari jam 05:00. Bisa membawa kendaraan pribadi atau menyewa sehari.  Berikut jadwal perjalanan wisata Jepara via semarang.


Mari kita jalan-jalan ke Jepara bersama….

Jika melakukan wisata ke Jepara sehari dari Semarang, sebaiknya dimulai dari jam 05:00. Bisa membawa mobil pribadi atau menyewa Taxi sehari.  Berikut itinerary wisata Jepara:

1. Museum Kartini. 

Museum Kartini menjadi destinasi pertama yang asyik dikunjungi. Estimasi kedatangan pukul 7:30 sampai jam 8:00 pagi. Biaya masuknya hanya Rp 3000 rupiah per orang. Anak-anak atau siswa setengahnya.  Lokasinya di pusat kota. Museum seluas 5.210 m2 tersebut terdiri dari 4 ruang:
a. Ruang koleksi peninggalan Mbah Kartini.
b. Ruang koleksi Mbah Kartono, kangmas kandung Mbah Kartini yang dikenal sebagai Mandor Klungsu atau Joko Pring.
c. Ruang ketiga untuk peninggalan sejarah di Jepara mulai dari candi sampai zaman penjajahan.
d. Ruang keempat berisi tulang ikan paus gajah raksasa sepanjang 16 meter serta peralatan terkait budaya Jepara.


2. Pantai Kartini di jam 10:00 pagi


Pantai Kartini menjadi destinasi kedua yang asyik dikunjungi. Jaraknya hanya dua kilometer dari museum Kartini. Biaya masuk pantai Kartini hanya Rp 5000 rupiah per orang. 


Pantai Kartini termasuk indah dan sejuk. Pepohonan asam belanda sudah ada sejak sebelum saya lahir masih menjadi peneduh. Di dekat parkiran ada panggung terbuka. Di sekitar situ ada arena bermain yang mengasyikkan untuk anak seperti kereta mini, motor-motor elektrik kecil, ayunan, seluncuran, kolam (renang) terbuka, panggung catur, rumah baca anak, dan  masih banyak lagi. 

Saran saya, masuklah ke gedung Kura-kura Ocean Park dengan biaya Rp 20.000,- untuk melihat aneka ikan dalam gedung berbentuk kura-kura raksasa ini. Ada aquarium ikan, kolam sentuh, spa fish, mini theater dan lounge di dalamnya. Tips kecil, sebelum memasuki gedung kura-kura, pesanlah makan siang di warung makan depan gedung sebagai bekal menuju destinasi ketiga. Apa itu?

3. Pulau Panjang


Jika timing pas, kita bisa sampai di pulau Panjang pada jam 12:00 siang. Biaya sewa perahu Rp 15.000,- per orang. Jarak tempuh berperahu hanya 15-20 menit. Di pulau ini sudah ada gazebo-gazebo bersih untuk menikmati view laut sambil makan siang. Jika lupa membawa bekal, di sana sudah ada penjual minum dan snack ringan. Belum ada warung makan, tetapi selalu ada mi instan dalam cup yang siap mengganjal perut lapar. Makan siang di sana… uh… surga…. 

Usai makan, kita bisa menjelajah pulau dengan berjalan menyusuri setapak. Saya sarankan, mulailah dari arah kiri. Tak sampai 10 menit berjalan, ada sebuah musala yang bersih. Selalu ada peziarah di makam Syeh Abu Bakar Ba’alawy di bangunan sebelah musala. Usai salat Duhur, silakan lanjutkan perjalanan menyusuri  keindahan pulau Panjang. Sesekali, turuti rasa ingin tahu dengan belok ke kiri, ke arah pantai. Hidden paradise terletak di sepanjang garis pantai di pulau Panjang, dan jika ada setapak seukuran kaki, berarti sudah ada yang menjejak ke sana. 

Pulau Panjang bukan pulau besar. Jadi, usahakan jam 2 sudah di perahu dan sampai di pantai Kartini jam 2:30. Mau ke mana kita? Ada dua pilihan wisata: pantai Bandengan atau ke Gong Perdamaian di desa wisata Plajan. Pilih mana? Sambil memutuskan yang mana, kita melakukan super quick visit ke masjid Agung Jepara dan Fort Japara yang letaknya cukup berdekatan. Kebetulan, letaknya di pusat kota Jepara.

4. Masjid Agung Baitul Makmur Jepara 


Masjid Agung Baitul Makmur terletak di pusat kota. Masjid ini dibangun oleh Pangeran Arya, putra angkat Ratu Kalinyamat yang menjadi raja terakhir Jepara (Kalinyamat) sebelum dikalahkan pasukan Panembahan Senopati dari Mataram pada tahun 1559. Dari literatur dan gambar masjid di 1660, terlihat bahwa unsur Tiongkok sangat terlihat di sini. Dahulu, bangunan masjid memiliki atap lima. Pasca pemugaran besar di tahun 1686, 1929 dan 1989, saat ini hanya tinggal 2 atap. Atap asli masih dipertahankan di bagian belakang, namun agak sulit diabadikan karena tertutup atap masjid yang lebih tinggi di bagian depan. Silakan salat Ashar di sana seraya mengagumi keindahan masjid ini sebelum melakukan kunjungan singkat ke Fort Japara.


5.  Fort Japara XVI atau Benteng VOC Jepara.


Usai sholat Ashar di Masjid, kita bisa menuju ke arah utara, menuju desa Bandengan (pantai) atau desa wisata Plajan (Gong Perdamaian Jepara). Tepat setelah alun-alun akan ada jembatan, beloklah ke kiri karena di sana ada peninggalan sejarah VOC. Masyarakat sekitar menyebutnya gunung Lodji karena view yang kita lihat seakan-akan kita berada di bukit, padahal ketinggian hanya 85 dpl. Tepat sebelum memasuki area benteng, kita akan melewati makam Islam, China, Belanda, dan makam Pahlawan. Tidak seram, kok, malah ada taman buah manga, belimbing, sukun dan jambu (Taman Giri Dharma). Biaya masuk ke Fort Japara XVI gratis. 


Fort Japara XVI atau benteng VOC ini tidak luas. Hanya sebuah area pepohonan rindang dengan 3 bangunan gazebo yang asyik untuk duduk-duduk santai. Tak ada penjual atau area bermain di sini. Saya sarankan menuju ke area Timur, atau lurus saja. Dari situ view laut dan aneka bangunan yang sangat indah. Tak perlu lama-lama, karena kita belum menentukan mau ke mana? Pantai lagi? Atau desa wisata? Silakan pilih salah satunya:

6.a. Desa wisata Plajan.


Desa Plajan letaknya sekitar 22 KM dari pusat kota Jepara. Jarak tempuhnya sekitar 30 menit. Desa ini disebut desa wisata karena memiliki beberapa tempat wisata, seperti: Gua Sakti, Wana Akar Seribu, Museum Gong Perdamaian Dunia, pasar Payung (wisata kuliner siang-sore), belik Pengantin, pura Manggala Dharma, dan beberapa lagi. Karena satu desa punya banyak wisata, maka desa ini dijadikan desa wisata. Apalagi pemandangan sawah dan rumah-rumah khas memang sangat memanjakan mata. Namun kita hanya akan fokus ke Gong Perdamaian saja. Jika timing pas, jam sebelum jam 5 kita sudah sampai di sana. Tak butuh waktu lama karena Gong Perdamaian tidaklah besar. 30 menit sudah cukup. Di sana ada 3 gazebo sebagai rumah dari 3 gong:
a. Gong perdamaian Nusantara,
b. Gong perdamaian Asia Afrika
c. Gong perdamaian Dunia

Ada bangunan yang disebut pusat bumi, ada ruangan penyimpan 202 tanah di dunia, dan penyimpanan 202 bendera. Di sana juga terdapat Kendi Pancasila yang memiliki 5 lubang minum. 

6.b. Pantai Bandengan


Pantai bandengan bisa jadi wisata pilihan di sore hari. Sunsetnya indah. Air laut yang bening dengan sedikit riak menjadi cermin sempurna bagi cahaya matahari senja yang merona. Senja di pantai Bandengan bisa didapatkan jika membawa mobil lurus sampai penghabisan pantai. Sekitar area warung es Kopie sampai Ujung Kuniran sangat bagus tuk menikmati senja. Pantai ini asyik dikunjungi kapan saja. Pagi sampai malam, selalu cocok. Bahkan di terik matahari pun, wisata keluarga pun OK saja. Seperti video dari Tribun Jateng di atas. 

Pantai Bandengan dari depan warung makan ikan Bu Gipah
Pantai Bandengan memang istimewa. Kita bisa melihat sunrise di sisi dekat pintu gerbang masuk, dan sunset di sisi lainnya. Jika sunrise atau sunset tak terkejar, pantai indah ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Wisata kuliner yang terkenal di sana karena kelezatan dan harga terjangkau adalah warung ikan bakar Bu Gipah. Di sebelahnya ada warung makan sekaligus hotel naturalis yang lebih cozy yaitu Kampung Nelayan. Mau yang lebih wah? Menu di restoran Palm Beach Resort akan memanjakan lidah. Selamat makan malam di cahaya senja ditemani semilir angin laut yang lembut…. Jika sudah kenyang, mari kita pulang. 
Peta pilihan makan malam di Bandengan

Berhasil tidaknya itinerary ini sangat tergantung pada kedisiplinan kita. Bisa juga dibantu guide agar tidak tersesat dan terus bertanya arah, karena akan menghabiskan waktu. Namun, jika ingin memutuskan bertualang sendiri, semoga peta saya cukup membantu. GPS di ponsel pintar bisa menjadi pemandu yang baik. Silahkan dicoba.

Saya sendiri pernah melakukan traveling ala Pesona Jawa Tengah, dengan tema wisata heritage Kudus dan Semarang dalam 1 hari menggunakan transportasi umum. Saya dan Mas Lozzakbar, sahabat bloger dari Jember, melakukan perjalanan wisata heritage ke Kudus dan Semarang dalam satu hari. Saya, suami dan Jiah sudah menemaninya ke beberapa destinasi wisata Jepara selama 2 hari. Sebelum pulang, saya mengajaknya jalan-jalan ke kota tetangga. Jarak Jember Jepara bukan main-main, maka ia harus pulang membawa kenangan indah. Seharusnya saya menyertakan Masjid Agung Demak, namun kami berangkat kesiangan.



Kami berangkat dari rumah jam 8 pagi. Destinasi wisata pertama kami adalah masjid Menara Kudus dan Museum Kretek. Jam 2 siang kami sudah naik bis menuju Semarang. Tujuan wisata kami adalah Lawang Sewu dan Tugu Muda, lalu diakhiri dengan kuliner Kafe Wedangan di Museum mandala Bakti. Pukul 7 malam kami berpisah. Saya menuju ke Jepara menggunakan travel, Mas Lozz menuju Surabaya pukul 9 malam dengan kereta api. 2 kota 4 destinasi wisata berhasil kami lalui dengan awalan yang kurang bagus, yaitu jam 8 pagi. Naik transportasi massa pula. See… semua kembali ke kita. Jadi… kapan mau ke Jepara? Jepara Mempesona akan membuatmu teringat perjalanan berkesanmu di sini. Jika butuh panduan, saya siap ditelpon atau menemani. Atau.. bisa ke kantor TIC yang berada di dekat alun-alun kota Jepara. Letaknya sebelah museum Kartini. 

Alhamdulillah, saya selesai membuat jadwal perjalanan wisata sehari di Jepara via Semarang. Semoga bermanfaat ya. Saya harap semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Jepara. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah