Bahagia itu sederhana.


Pernah dengar kalimat pembangkit semangat yang satu ini? 
Banyak yang mengamini, 
Banyak yang menyangsikan,
Banyak yang menertawakan. 

Kamu pilih yang mana, teman?

Saya termasuk yang menyatakan dengan bahagia, tentang BAHAGIA ITU SEDERHANA. Mengapa? Karena bahagia itu dari hati. Punya semua harta di dunia tidak menjamin bahagia jika hati masih ingin mengejar tambahan harta. Tiap hari keluar masuk Starbuck tidak akan bahagia jika cicilan kredit di depan mata. Atau... Makan kue kering Syahrini atau Princess cake yang berjargon Kacida Raosna juga tidak terasa lezat jika hati gundah akibat sakit gigi. 

Bahagia saya sederhana. Tinggal di desa, menyapa para tetangga yang lewat, berpanas-panas di kebun, berangkat PKK, makan bakso usai berkebun, atau seperti saat ini, menulis ditemani kopi hitam buatan suami; adalah letupan bahagia yang konstan dan membuat saya bahagia. Sederhana sekali. Jika teman-teman sulit percaya, silakan tulis semua hal yang membuat bahagia hari ini. Memang, untuk bisa memaknai arti bahagia, sebaiknya membuat semacam buku diary yang berisikan hal-hal yang membahagiakan hari ini. Silakan dicoba. Dalam satu hari, setidaknya ada 30 peristiwa bahagia yang bisa dituliskan. 

Saya mencoba merangkum 7 kebiasaan orang bahagia. Boleh juga disebut 7 kunci hidup bahagia yang seerhana dan pasti bisa.


1. Bangun pagi 
Bangun pagi membuat perasaan riang apabila diawali ibadah lalu jalan-jalan di sekitar rumah dan menyapa setiap bertemu kenalan. Kelihatannya sederhana sekali, tetapi udara pagi yang sejuk membuat hati sangat ringan. 
Bangun pagi dan menghindari riuhnya media sosial adalah solusi bahagia paling pertama.

2. Sedikit bicara.
Saya seorang ibu. Pagi hari para ibu selain tangan disibukkan rutinitas menyiapkan keperluan semua anggota keluarga, mulut juga biasanya sama sibuknya. Bangunkan anak, mengomel, lalu balik ke dapur menjadi rutinitas. Tengok anak kembali, mengomel kembali, lalu kembali ke rutinitas. Siapa yang begitu? Bukan saya. Pagi saya hampir selalu sedikit bicara. Menjaga perasaan saya sendiri karena banyak bicara = banyak mengingat = banyak berpikir, dan ujung-ujungnya merusak hari. 
Sedikit bicara juga salah satu cara hidup bahagia. Baik di dunia nyata maupun di dunia digital.

Yah, dunia maya atau dunia digital sudah jadi bagian yang menyatu di kehidupan kita. Sayangnya, saya melihat kecenderungan sekarang adalah, apapun yang terjadi di depan mata (atau hanya di benak) disampaikan ke media sosial yang merupakan ruang publik. Maka gesekan antar teman pun sering terjadi dengan mudahnya.

3. Mengabaikan ucapan yang mengganggu
Begitu riuhnya dunia nyata dan dunia maya. Begitu banyaknya kata dan ucapan yang disampaikan. Di antara milyaran ucapan yang kita dengar/baca, tentu banyak sekali yang mengganggu. Maka, saringan yang dipakai harus elastis dan mengenali pola. Di dunia nyata, saya mengenal banyak orang yang diksi/pilihan katanya pahit-pahit, dan kepadanya, saya menyaring makna positifnya saja, bukan per kata. Di media sosial pun saya melakukan hal yang sama. Makanya, teman saya tetap banyak, multi kultural, dan tidak memandang kasta. Jika membaca status baik saya like, melihat status yang bertentangan saya abaikan (seakan tidak pernah membaca). Maka, saya tetap bahagia.

4. Banyak tertawa.
Saat sedih, tubuh kita membuat hormon adrenokortikotropik yang memacu produksi kortisol. Hormon kortisol adalah hormon yang dikeluarkan saat stres atau terjadi emosi negatif yang besar. Kedua hormon ini membuat sangat ampuh menghapus bahagia sehingga perlu segera dihilangkan. Dan cara yang paling mudah adalah dengan tertawa sehingga tubuh menghasilkan hormon endorfin. Hormon yang diproduksi kelenjar pituitary ini membuat perasaan menjadi nyaman, bahagia, dan berenergi. Setidaknya ada 7 reaksi unik tubuh saat tertawa yang perlu kamu tahu.


5. Tidak menuntut.
Tuntutan hidup memang semakin banyak. Pelajar dituntut mengikuti pelajaran yang semakin seabrek-abrek dan semua dijejalkan jadi satu. Lulusan kuliah dituntut segera menikah cari kerja dan pay back biaya belajar yang melebihi harga sebuah rumah. Para orangtua dituntut memenuhi kewajibannya setelah diberi amanah putra/putri. Belum termasuk kebiasaaan konsumeris di depan mata sehingga ada letupan dalam hati untuk melakukan/membeli yang sama. Lelah? Iya. Jika kamu masuk ke dalam gelombang tuntutan.

Tidak menuntut adalah rahasia orang bahagia. TERIMA SAJA APA ADANYA. Jika sangat membutuhkan sesuatu dan tidak bisa didapatkan, cari solusi yang paling mudah dan kreatif. Kebiasaan menuntut bisa membuat tubuh menghasilkan kortisol. Sudah saya sebutkan di atas, kan? Nah, kortisol ini sebenarnya bukan hormon yang buruk karena berada di dalam darah Tugasnya mempengaruhi kinerja berbagai organ tubuh seperti jantung, sistem saraf pusat, ginjal, dan kehamilan. Namun hormon kortisol juga terlibat pada respon stres, sistem kekebalan tubuh, peradangan, metabolisme karbohidrat, pemecahan protein, mengatur kadar elektrolit darah dan perilaku. Makanya, ada ambang batas yang tak boleh dilewati. Silakan baca efek hormon stress untuk mengetahui hormon kortisol lebih banyak.

6. Belajar hal baru yang diminati 
Belajar hal baru sangat menyenangkan. Selain memuaskan curiosity yang secara alama terinstall di tubuh kita, di proses belajar itu juga energi seperti durable. Apalagi saat menyadari bahwa diri berhasil memahami hal baru tersebut. Percikan-percikan bahagia akan terasa. Apalagi jika berhasil menguasainya. Belajar hal baru itu nyandu. Apalagi jika dibarengi enjoy, easy, Excellent, dan Earn. Subhanallah...


7. Membantu tanpa pamrih
Saya pernah membaca, saat kita tersenyum, bagian otak yang mengatur bahagia akan bekerja meningkatkan hormon pembangkit semangat dan mengurangi hormon stress. Hanya tersenyum saja, bisa dikatakan kita memberi sedekah pada orak kita sendiri dan orang yang bahagia melihat senyum kita. Hanya senyum. Bayangkan jika kita membantu lebih banyak lagi. Membantu tanpa pamrih bisa meningkatkan ketulusan dan kepuasan pribadi, serta menurunkan egosentris. Ada kebanggaan saat berhasil mengalahkan ego yang satu ini, sehingga saya semakin bahagia. Kamu bisa coba.

Ada banyak cara membantu tanpa pamrih yang bisa kamu lakukan. Misalnya menyingkirkan batu di jalan, membantu kakek/nenek tak dikenal menyebrang jalan, membawakan belanjaan tetangga, mengirimkan masakan coba-coba ke tetangga sebelah rumah, atau berdonasi kecil-kecil, Bahkan, bagi blogger seperti saya, membantu publikasi sebuah kegiatan charity pun bisa. Salah satu cara berdonasi kecil di bidang literasi bisa dibaca di Geliat Literasi di Indonesia.

Nah, itulah 7 kebiasaan saya orang bahagia ala saya. Sederhana sekali dan sehari - hari. Disadari atau tidak, bahagia itu sederhana, karena bahagia itu berasal dari hati. Bahagia bisa diciptakan, dan alaminya, otak kita lebih banyak menghasilkan hormon bahagia, namun kita meracuninya dengan hal-hal remeh yang membuat sedih.

Selamat berbahagia, teman!