Mengapa Bayi Jarang Gumoh?

Memiliki bayi kembali, setelah 11 tahun, membuat saya sangat bersemangat. Saya selalu bertanya pada situs kesehatan yang diampu dokter. Saya juga sengaja menginstal dua aplikasi pemantau perkembangan ibu hamil dan anak. Semua saya tanyakan ke sana. Tanya dari artikel yang sudah ada, ya. Salah satunya bahaya bayi memasukkan jari ke mulutnya. Saya dapat jawaban bahwa sebaiknya proses itu jangan diintervensi. Jangan dilarang. Saya tak tahu kalau itu akan memberi manfaat besar seperti mencegah gumoh



Semua busui tentu pernah resah dengan fenomena gumoh ini. Baru selesai minum, bayi langsung memuntahkan susu. Pasti sedih. Saya juga begitu. Apalagi jika muntahan susu tersebut keluar dari hidung juga. Bayi gelagepan lalu menangis. Lalu ibu jadi bingung, mengganti baju dulu atau memberi minum dulu. Rasanya beragam, ya.

Hal seperti ini terjadi pada semua ibu menyusui. Hampir tak ada yang tidak mengalaminya. Frekuensinya yang berbeda. 

Gi di usia 4 bulan.


Mengapa Bayi Saya Jarang Gumoh?

Pengalaman mengasuh bayi Gi tahun ini sangat istimewa bagi saya, sekaligus sering muncul tanda tanya. Kenapa bayi ini nyaris tidak pernah gumoh hebat, ya? Kalau Cuma keluar susu karena kekenyangan, tentu pernah. Tapi hanya sedikit. Karena benar-benar kekenyangan dan ASi keluar terlalu banyak. Pernah sekali, kalau tak salah, saat berusia 2-3 bulan, dia gumoh dari hidung. Saya penasaran. Ada deg-degannya juga. Anak ini normal atau tidak.  Khas emak-emak galau, ya. Para ibu bertanya mengapa bayinya gumoh, saya malah bertanya mengapa bayi tidak gumoh. Aneh.

Jawaban pertanyaan saya di atas baru terjawab hari ini, saat belajar tentang anatomi mulut bayi dan perkembangan bayi untuk persiapan MPASI. Dokter Luh dengan gamblang menjelaskan tentang hal ini.


Respon muntah bayi berada di seluruh mulut; dari ujung sampai ke pangkal. Berbeda dengan orang dewasa yang respon muntahnya sudah berada di pangkal mulut, dekat kerongkongan. Bayi perlu ‘mendesak’ respon muntahnya ke dalam. Caranya adalah dengan membiarkannya memasukkan jari ke dalam mulut. Orangtua jangan melarang bayi usia 0-4 bulan memasukkan jari ke dalam mulut. Jika dilarang, ia mungkin akan melakukannya saat sudah lebih besar, dan sulit dihentikan meski sudah sekolah dasar. Tentu saja, kemungkinan ini juga dipengaruhi pemakaian dot dan empeng.
Bonusnya, saat berusia 6 bulan, Gi bisa memasukkan makanan ke mulut dengan benar. Dia jadi senang makan biskuitnya secara mandiri.

Ketika Gi lahir tanggal 18 Desember 2018 lalu, saya memakaikan sarung tangan hanya sampai puput. Hanya seminggu saja. Setelah itu saya membiarkan tangannya terbuka. Ada saat hawa malam sangat dingin. Sekitar jam 8, baru saya pakaikan lagi sarung tangannya. Tapi hanya jika cuaca terlalu dingin. 

Banyak ibu-ibu yang mengingatkan wajahnya Gi kena kuku nanti jika tidak pakai sarung tangan. Saya jawab dengan senyum manis saja. Saya tak tahu harus jawab apa. Yang saya tahu, sih, dari hasil mengikuti Channel DRTiwi TV, perkembangan bayi terbesar ada pada oromotornya. Justru itu yang membuatnya cerdas. Banyak kemampuan motorik kasar dan halus terangsang saat ia memasukkan jari ke mulutnya. Dan seperti saya sebutkan di atas, ternyata kegiatan mengemut jari pada bayi juga bisa membuat reaksi muntahnya membaik. Ia jadi tidak mudah muntah atau gumoh.




Bayi di bawah 4 bulan sangat senang memasukkan jari ke mulutnya. Ternyata bisa mengurangi jumlah gumoh yang sangat signifikan.

Tentu saja, kegiatan ini bukan satu-satunya yang membuat Bayi Gi tidak gampang gumoh. Teknik menyusui yang benar juga membuatnya hanya menghisap ASI. Mungkin sulit dipercaya, bahwa masih banyak bayi yang juga menghisap angin saat ngASI. Biasanya terjadi karena perlekatan mulut bayi dengan puting tidak sempurna. Bayi yang minum lewat botol lebih rentan minum ASI bersamaan dengan udara. Makanya, bayi sering kembung, kan.... Kita yang kembung saja bisa muntah, apalagi bayi.




Sementara baru ini yang saya pahami dan bisa bagi tentang mengapa bayi saya jarang gumoh. Jika lain waktu ada pemahaman baru, akan saya sampaikan lagi di blog. Semoga bermanfaat, ya. 

1 Comments

  1. Ternyata itu manfaat bayi memasukkan jari ke dalam mulut, baru tahu saya. Kebetulan anak saya baru 4,5 bulan dan suka bangad masukin jempol ke mulut. Baik saat minum susu formula maupun nggak.

    Kadang suka dilarang ama istri saya bahkan neneknya kalau lagi suka begini. Sedangkan saya lebih banyak membiarkan, tapi ujung-ujungnya jadi nggak enak hati sama mertua.

    Terima kasih untuk informasinya yang bermanfaat ini.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)