Corona di mana-mana. TV berlomba membahasnya. Media berita tak lupa. Media sosial gegap gempita dengan segala baik-buruknya. Bahkan WhatsApp yang seharusnya pribadi tak luput dari bahasan Covid-19. Saya mau cari promo hotel di Karimunjawa saja, lah!


laut landai di breve azurine



Mengapa Karimunjawa


Suasana seperti ini membuat imaji berkelana, ke sebuah tempat tetirah nan indah. Duduk menyendiri di pantai pribadi sebuah resort. Menikmati ombak yang berkilau oleh cahaya matahari. Tak ada ombak memburu. Syahdu. Riak-riak ombak kecil yang suaranya menenangkan. Saya butuh liburan!

Bagaimana caranya liburan saat situasi tak menentu seperti ini? Saat seruan di rumah saja menggema. Distancing social terus digaungkan. Bahkan surat edaran perpanjangan status keadaan darurat bencana wabah akibat virus corona di Indonesia berlaku hingga 29 Mei. 

Whaaaat....? Padahal 24 Mei 2020 lebaran, dan itu artinya, sejak seminggu sebelum dan setelahnya, hampir semua hotel dan resort di Karimunjawa full book! Saya pernah jadi bagian kecil dari sebuah resort mewah di sana, yang bertugas membeli tiket, mengatur antar jemput dan menemani tamu mereka. Lebaran pun tetap kerja. Hahahaha. 

Itu dulu... entah sekarang.


Promo hotel

Kalau sekarang... saya sedang tengok-tengok promo hotel dulu. Lokasinya tetap di Karimunjawa. Kepulauan yang satu ini memang sangat memesona. Indah sekali. Luar biasa. Jamaika-nya Jawa. Maldives-nya Jepara. 

Saya ingin mencari hotel bagus tapi termurah di Karimunjawa. Saat saya ketik Karimunjawa di kolom pencarian... Wow! Banyak banget bermunculan promo terbaik. Ada yang berani menawarkan promo hampir 50%. Kebanyakan sekitar 30an persen. Lumayaaaan....


Main house paling besar. Di belakang atas adalah kamar-kamar berbentuk cottage


Yang menarik hati saya adalah Breve Azurine Resort. Sebuah tawaran wisata all in. Kalau menginap di sini untuk menikmati ketenangan, debur ombak, biru laut, sinar matahari yang kaya, pantai pribadi, makan yang enak atau khusus, dan lokasi menginap yang sangat baik.... resort ini punya semuanya. Saya khawatir para tamu akan enggan keluar karena lebih enak menyepi di sini. 

Duh! Ngayal!

Nggak kok. Saya tidak ngayal. Saya sudah 2x ke resort ini sebagai tamu. Jadi saya memang tahu. 


Breve Azurine Resort

Ada kamar-kamar uang didesain dengan apik di sini. Dari namanya cukup terlihat jenis kamarnya. Sea Hill Cottage misalnya, berarti kamar berbentuk cottage dan ada di atas. Dari jauh terlihat seperti bukit. Padahal sebenarnya kontur tanah. Resort ini menata sesuai kontur tanah dan dikelola oleh dua orang Perancis yang sangat baik.


Saya menikmati duduk menyendiri di pantai pribadi. Hanya saya, Giandra, HP dan ombak nan tenang dengan laut biru. Ada bukit elok di sana dengan warna hijau segar, yang pastinya memanjakan mata. Jikalau bosan, bisa masuk ke main house untuk menikmati pemandangan berbeda. 

Atau berjalan menyusuri dermaga di depan main house untuk menikmati laut bening yang menampakkan dasarnya. Ganggang dan rumput laut terlihat menari di antara kilat cahaya matahari. Di ujung dermaga ada beberapa cushion yang siap menemani tamu menggosongkan kulit. Datang putih pulang coklat tropis. 


susindra dan pengelola breve azurine resort
Foto bersama Mbak Julie, salah satu pengelolanya. Di belakang sebelah kiri saya adalah privat beach Breve Azurine Resort


Kalau saya... datang coklat butek pulang hitam. Wkwkwk

Tapi tetaplah seru. Apalah artinya ke Karimunjawa jika pulang tidak jadi legam? Takkan ada yang percaya kalau pulang dari sana kecuali update status di media sosial. 

Heu... heu... Karimunjawa memang begitu. Dari sejumlah perjalanan saya ke sana, selalu saja, ada pengalaman seru. Ada skincare yang harus dianggarkan. Dan yang jelas, ada kenangan yang terus tersisa.


Jangan lewatkan Sea Tour

Eh, saya belum bercerita tentang pengalaman pertama saya sea tour atau tour laut di Karimunjawa, nyebur laut sambil menekan rasa takut, dan saat itu saya sedang hamil muda. Saya jadi ingat Bang Doel yang menggandeng saya. Juga pertemuan perdana dengan ikan badut. Ealah....

Untungnya saya sudah sedikit menceritakan tentang perjalanan ke Pulau Seruni sebelum pengalaman bermain air di sekitaran pulau. 

Ih, saya merinding, mengingat alunan arus laut perlahan menggerus, mengajak kami yang terlena untuk bergerak sesuai alurnya. Untung ada sebuah batang pohon bercabang yang bisa jadi pegangan. 

Ah, ini sih Cuma cerita tentang si ibu hamil yang tak pernah mau menceburkan diri ke laut, tapi akhirnya ingin punya pengalaman berkesan sehingga melakukannya untuk pertama kali.

Memang, ya... Karimunjawa itu punya banyak cerita. Baru cerita tentang mencari promo di Karimunjawa saja, sudah seru-seruan sendiri. Dasar! 

Nginep Mana Lagi di Karimunjawa? Bisa Jadi Cerita indah sepanjang masa. Yakin, deh! Kan selalu terkenang selamanya.