Kelas Ulat, salah satu kelas di Bunda Cekatan yang ada di Institut Ibu Profesional telah berakhir dengan baik. Delapam Selasa terlewati dengan nilai penuh. Yeay! Saya sangat bersuka hati. Hal ini tak lepas dari ketatnya saya memberlakukan sistem belajar yang gue banget dan harus on track dengan Peta Belajar Susindra. Makanya, saya cukup baik membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Saatnya membuat selebrasi dan aliran rasa di penghujung Kelas Ulat sambil menanti Kelas Kepompong!


Cakrawala susindra melakukan selebrasi dan aliran rasa




Masuk di kelas Bunda Cekatan, dengan diawali mengenal diri sendiri, apa yang paling disukai dan membuat bahagia. Menemukan aktivitas yang membuat bahagia. Menentukan ilmu yang bisa dipelajari dengan bahagia. Semua saya ceritakan di Kelas Telur.

Bahagia... bahagia... bahagia... itulah kuncinya.


Fokus dengan Peta Belajar

Saya seorang narablog yang ingin berkembang maka tak heran jika saya memilih aktivitas ngeblog yang saya pilih. Peta Belajar saya adalah uborampe-nya narablog. Ternyata dari 2000 sekian mahasiswi Bunda Cekatan, ada 20 orang yang mempunyai aktivitas yang sama. Bahagianya....

Sekarang sudah jadi 50 orang anggota keluarga....

Sebenarnya, jika di awal sudah mantap memilih sesuatu, pasti bisa berkacamata kuda. Tidak sibuk tolah-toleh belajar apa dan di mana. Saya pilih SEO ya saya mantap di Kelas WeBS yang memang untuk pelajar SEO.

Baru pada minggu keempat saya mulai goyah; ambil Kelas Desain dan Kelas Fotografi – Videografi. Minggu keenam ikut keluarga Sustainable Family karena saya suka berkebun. Kelas ini jadi favorit kedua, karena sangat aktif berbagi ilmu gardening. Kami diperkenalkan dengan teknik permakultur. 


Ragam camilan di Kelas Ulat

Kalau bicara ingin, rasanya apa saja bisa jadi keinginan. Lihat banyak sekali makanan prasmanan di meja, 50 menu misalnya, wajar jika ingin mencoba semua makanan yang ada. Satu per satu, tak peduli dengan perut yang kekenyangan. Atau... lupa kalau sedang diet untuk suatu keluhan kesehatan, misalnya.

Bunda Cekatan juga menawarkan banyak menu. Seperti saya katakan di atas, kami dipersilakan mencari apa yang paling kami sukai dan ilmu yang kami butuhkan. Masukkan ke dalam Google Form yang disediakan. 

VoilĂ ... dari situ dikelompokkan menjadi 40 kelas dengan ilmu pokok yang berbeda. Kelas saya misalnya, menampung 3 ilmu yaitu website, blog dan SEO. Kelihatannya sama tapi ini tidak sama.

Bayangkan, ada 40 kelas yang digelar secara terbuka dengan akses masuk ke link yang dibagikan. Banyak yang berpindah-pindah kelas dan makan dengan lahap. Sampai lupa dengan kebutuhan ulatnya.


Keinginan vs Kebutuhan

Kebutuhan bisa diartikan sebagai semua barang atau jasa atau apapun yang dibutuhkan oleh seseorang untuk menunjang aktivitas dan kehidupannya sehari-hari. Contohnya saya butuh sarapan, maka saya makan secukupnya.

Jika sarapan 3 porsi itu artinya mengaburkan antara kebutuhan dan keinginan. Porsi pertama adalah kebutuhan, porsi kedua agak sulit diklasifikasikan, porsi ketiga jelas keinginan karena melihat ada makanan enak. Abai dengan perut yang kekenyangan, kolesterol yang mungkin mengintai, atau malah penyakit gula dan lainnya.

Jadi, keinginan juga kadang berasal dari kebutuhan yang dipenuhi secara berlebihan. Atau... tidak tepat waktu dan jumlah. Keinginan hanya berupa tambahan dari kebutuhan pokok yang sudah dipenuhi.

Makanya saya memilih SEO untuk memperbaiki Cakrawala Susindra.

Peta Belajar on Track

Meski saya akhirnya ikut 4 kelas, tapi saya tetap melakukannya sesuai dengan jalur peta belajar. Tak boleh melenceng. Dalam satu minggu saya membaca minimal 3 artikel tentang SEO, merangkum, dan praktik. Kurang 1, yaitu membuat list atau daftar yang harus dicentang. Untuk mengikat ilmu, saya menulis dengan pemahaman saya di blog baru bernama SEO MAM. 


https://seomam.blogspot.com/2020/03/backlink-yang-disukai-google.html

Jika ditanya apakah saya bahagia dengan kelas ini?
Iya! Tentu.



Selebrasi 

Ini adalah postingan selebrasi karena berhasil belajar dengan baik, tulus, dan tertarget. 

Ada beberapa episode yang terlalu seru untuk tidak dikabarkan. Misalnya, di Kelas Ulat ini, saya harus  membuat video tutorial sederhana, padahal saya pemalu. Ada sesi networking, mencari teman baru untuk membuat daftar kelas populer. Yang terdekat adalah harus melamar teman baik, yang akan diajak bersanding dan saling kirim camilan berupa ilmu pengetahuan. 

Saya melamar 3 teman yang menurut saya sudah melakukan riset keyword, ilmu yang masih belum saya pelajari. Ternyata saya gagal mendapatkannya. Hehehe.

Gapapa, tak semua keinginan bisa direalisasikan.

Eh? Belajar riset keyword itu bagian dari kebutuhan saya, kok disebut keinginan?

Balik lagi ke konsep belajar itu setahap demi setahap. Satu ilmu demi satu ilmu. Jika belum dapat, berarti belum waktunya. Berarti ada kebutuhan pokok yang lebih mendesak. Dan saya tahu apa itu... 


Menulis blog dengan baik dan benar, sesuai dengan checklist. 

Dan tebak.... checklist ini masih wacana, belum saya bikin sampai sekarang. Daebak!

Kayaknya saya cukupkan sekian saja, nih selebrasi dan aliran rasa saya di Kelas Ulat Bunda Cekatan Ibu Profesional ini. Saya rasa, melihat kembali kebutuhan dan keinginan akan tetap jadi isu sensitif bagi beberapa ulat yang masih belum madep mantep dengan peta belajarnya. Masih ada? Masiiiih... Tapi bukan saya. Saya.... bahagia belajar di Kelas WeBS. Website, Blog, dan SEO. Salam!

#bundacekatan
#kelasUlat
#institutibuprofesional
#aliranrasatahapUlat