Kedaulatan Digital, IndiHome, dan Narablog

Halo sobat bloger! Apa kabarmu hari ini? Masih semangat menulis, memberi inspirasi dan solusi? Alhamdulillah. Saya juga masih memelihara semangat itu. Selain menulis solusi yang dicari pembaca, saya menulis tentang sejarah untuk meningkatkan kecintaan pada bumi pertiwi dan rasa syukur karena hidup di zaman yang serba mudah.

Kedaulatan Digital, IndiHome, dan Narablog


Terima kasih pada perintis era digital, sehingga saya bisa memiliki diary online seperti Cakrawala Susindra. Sebuah blog yang saya gunakan untuk berdaya dan berbagi. Juga pada mereka yang membuat dunia digital menjadi ada dan selalu ada. Salah satunya tentu saja penyedia internet. Misalnya IndiHome.

Oh, nikmatnya hidup di era digital. Era yang mendekatkan apa yang jauh, tapi jika tidak bijak juga bisa menjauhkan yang dekat. Ajaib memang, betapa kita serasa hidup di era yang tak punya batas. Tak ada ujung, namun tentu saja tetap terlihat cakrawalanya.


Era digital dan dinamikanya

Era digital lahir dari perkembangan teknologi informasi berbasis internet. Teknologi ini membawa manusia ke dalam sebuah revolusi informasi yang melahirkan dunia baru berbentuk virtual. Sebuah dunia yang juga diberi nama dunia siber (cyber world). 

Aktivitas dalam dunia siber berbentuk virtual. Aktivitas ini melahirkan suatu interaksi secara global dengan karakteristik meniadakan batas ruang (boarderless) dan waktu (timeless). Sangkil mangkus adalah ciri khasnya, selain menawarkan "Aktivitas Tanpa Batas. 

bertukar data di dunia digital
Bertukar data di dunia digital


Di dunia siber, para pengguna dapat saling bertukar data dan informasi dengan cepat dan nyaris tanpa sekat. Jika pun ada pembatas, maka sekat tersebut sangatlah tipis dan bersifat kemampuan kendali dari pengguna tersebut. Terutama berkaitan dengan kemampuan literasi digitalnya.

Informasi pribadi yang seharusnya rahasia dibeberkan pemiliknya. Contoh paling sederhana adalah berfoto dengan sertifikat vaksin yang terlihat jelas. Atau saat masa akhir sekolah, beberapa ibu dengan bahagia mempublikasikan rapor sang anak termasuk bagian data pribadinya.

Hal-hal di atas sering menggerakkan sekelompok orang yang peduli untuk membuat postingan tanggapan atau saran yang intinya mengedukasi mereka yang belum tahu. Ini juga salah satu tugas para narablog.

Apakah narablog selalu tahu mana yang benar? Tidak semua. Kami para narablog juga demi mendapatkan job mengisi formulir demi formulir yang sebagiannya merupakan data pribadi yang harus disimpan. Kami tahu risikonya dan berusaha sebaik mungkin mengetahui pembuat form dan tujuannya, serta batas apa saja yang bisa diisikan.

Riak-riak semacam ini menjadi salah satu dinamika yang terjadi di dunia siber dan bisa saja mengundang orang berbuat jahat. Meski tak selalu demikian adanya. Namun kita perlu menyadari tentang berseliwerannya data-data pribadi di dunia maya tersebut bisa mengancam kedaulatan digital negara kita sendiri. Seserius itu?

Dengan adanya internet, kini seolah tidak ada lagi batas antarnegara
Dengan adanya internet, kini seolah tidak ada lagi batas antarnegara


Dengan adanya internet, kini seolah tidak ada lagi batas antarnegara (borderless). Batas fisik sebuah negara memang jelas dan mudah diidentifikasi, tetapi batas nonfisik dalam dunia maya jelas sangat sulit dikenali.

Mungkin pernah mengenal istilah kedaulatan digital (digital sovereignty)? Dengan bahasa singkat, kedaulatan digital adalah kemampuan suatu negara dan warganya dalam memegang kendali atas data dan aktivitasnya di dunia digital. Nah, kali ini saya akan menguraikan tentang 3 hal saling berkaitan, yaitu kedaulatan digital, Indihome, dan bloger.


Kedaulatan Digital 

Kedaulatan memiliki makna dan penafsiran yang cukup beragam, berdasarkan alat yang digunakan untuk mendedahnya. Apakah menggunakan ilmu hukum, ilmu politik, sejarah, filsafat dan bidang-bidang lain yang berkaitan dengannya? 

Nyatanya hasil aktivitas kita di dunia digital memunculkan sebuah istilah baru yaitu kedaulatan digital atau (digital sovereignty). Mudah ditebak jika istilah ini muncul setelah adanya teknologi digital. 

Apa sih definisi dari kedaulatan digital?

Kedaulatan digital mengacu pada kemampuan suatu negara dan warganya untuk memegang kendali atas data dan aktivitasnya di dunia digital. Kemampuan ini menjadi faktor kunci dalam melindungi pertumbuhan ekonomi negara dan keamanan nasional. 

Baca: Literasi Digital: Perlunya Perlindungan data diri



Pasti tahu kalau Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi digital paling pesat di Asia Tenggara. Jika pemerintah tidak membuat regulasi-regulasi yang mereduksi kesempatan para penjual asing maka ekonomi lokal berbasis digital bisa dengan cepat gulung tikar. 

Mengenai keamanan nasional, saya beritahu ya, data-data pribadi yang kita masukkan dengan alasan apapun tersimpan di pusat-pusat data. Saat ini ada 600 pusat data di dunia dan setengahnya dimiliki oleh tiga perusahaan raksasa: Google, Amazon dan Microsoft. 

Inilah sebabnya pemerintah mengupayakan kedaulatan digital, dengan memberlakukan peraturan tahun 2012 yang mengharuskan data digital untuk disimpan secara lokal. Juga sudah ada upaya-upaya membangun infrastruktur untuk mewujudkn kedaulatan digital. Misalnya infrastruktur fisik seperti pusat data di negeri sendiri untuk mendukung aktivitas warganya. 

Badan Litbang SDM Kominfo menyusun Manifesto TIK 2045 dengan menetapkan TIK merupakan penjaga kedaulatan dan kepentingan nasional pada sistem geopolitik dan ekonomi lokal (Badan Litbang SDM Kominfo, 2016, p. 27). Menjaga kedaulatan juga merupakan salah satu tujuan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional periode 2005-2025. Pemerintah mengakui bahwa globalisasi dan revolusi teknologi informasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025 merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia yang secara geografis merupakan negara kepulauan, multi etnis dengan demografi penduduk yang besar.



Peran Telkom Indonesia menjadi sangat penting di sini. Oh iya, tahu kan kalau IndiHome itu milik Telkom? 

"Sebagai penyedia telekomunikasi dan jaringan terbesar di tanah air, Telkom memiliki posisi yang strategis untuk memainkan peran aktif dan terdepan dalam pengembangan lanskap digital negara. Dengan status sebagai perusahaan milik negara, Telkom mampu memberikan kepercayaan dan keamanan yang kuat," kata Fajrin Rasyid, Direktur Digital Bisnis Telkom Indonesia.

Sebagai perusahaan telekomunikasi digital, Telkom melalui IndiHome membangun digital connectivity, digital platforms, dan digital services.

Baca juga: Revolusi Industri

IndiHome

IndiHome atau Indonesia Digital Home adalah salah satu produk layanan dari PT Telkom Indonesia Tbk berupa paket layanan komunikasi dan data seperti telepon rumah, internet, dan layanan televisi interaktif. IndiHome menawarkan layanan untuk "Solusi Internet Berkelas dan Cerdas Untuk Aktivitas Tanpa Batas". 



Keunggulan IndiHome adalah sudah tersedia di seluruh pelosok negeri dan punya 3 produk unggulan, yaitu:

  1. Internet cepat dengan akses internet broadband mencapai 300 Mbps,
  2. TV dengan beragam fitur menarik bahkan video on demand sehingga bisa menonton film/drama secara legal tanpa bayar lagi. Tentunya, sesuai dengan pilihan paket Minipack IndiHome TV yang dipilih.
  3. Bebas menelpon hingga 1000 menit, sesuai pilihan paket.


Sebagai contoh, yang menarik bagi sobat penyuka review lengkap ala Susindra, ini lho daftar Minipack IndiHome TV-nya....

Kalau mau menonton drakor Midnight, Secret Royal Inspector & Joy, dan lainnya yang original VIU, atau mau menonton beragam film terbaru dari Disney Hotstar, wajib banget langganan IndiHome. Masih ada Catchplay, iflix, selain original IndiHome. Masih ada beberapa layanan video on demand (VoD) yang dapat dinikmati melalui IndiHome. Jangan seperti saya sebelum kenal Indihome, punya 5 aplikasi VoD di ponsel pintar saya demi bisa membuat review film/drama terbaru di blog.



Apalagi, ya, ada fitur pause and rewind, TV Storage dan lainnya yang bisa jadi benefit bagi pelanggannya. 

Mereka yang cinema addict bisa menikmati IndiHome Cinema: Kini Nonton Film Bioskop Bisa di Rumah sendiri!

Naaah, bisa baca review dan sinopsisnya di bog ini sebelum menonton, kaaaan....

Untuk penyuka game yang bercita-cita menjadi atlet eSport, ada Lead by IndiHomeLead by IndiHome merupakan program akademi eSport dari IndiHome, yang bertujuan untuk mendukung perkembangan ekosistem olah raga elektronik (eSport), khususnya melalui kaderisasi atlet eSport di Indonesia. Beneran deh, Indihome itu “Internetnya Indonesia”.

Komplit, ya. Itu pun saya belum sebutkan program IndiHome Charity. Yang satu ini harus jadi bahasan terpisah agar lebih komprehensif. Saya lebih memfokuskan pada "Aktivitas Tanpa Batas Bersama IndiHome" sesuai peran saya sebagai narablog. 


Narablog dan kedaulatan digital

Blogger atau narablog adalah salah satu bentuk dari masyarakat digital. Kita bisa menyebutnya digital talent. Memang, pekerjaan ngeblog sekarang tidak hanya menulis saja akan tetapi hampir semua konten digital dikerjakan. 



Blogger bisa berarti platform untuk aktivitas blogging milik Google, lho.  Seperti blog ini, menggunakan platform dari Google tersebut. Saya hanya mengganti domain agar lebih mudah dan lebih mudah diingat. Agar lebih profesional juga.

Oleh karena itulah saya lebih banyak menyebut narablog saja. 

Bisa dikatakan, saat ini kita hidup di era disrupsi. Atau bisa dikatakan, internet memunculkan dunia siber dan era disrupsi. Di sinilah peran kita sebagai narablog menjadi sangat penting.

Apa itu era disrupsi? Dikutip dari divedigital.id era disrupsi adalah sebuah era yang diakibatkan oleh terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran yang secara fundamental, sehinga mengubah semua sistem, tatanan, dan landscape yang ada, ke cara-cara baru. 

Contohnya, jika dulu saran diberikan secara langsung melalui tatap muka, sekarang ini saya bisa memberikan solusi terhadap suatu permasaahan di blog untuk menjangkau pembaca tanpa batas waktu, negara, dan jumlah pembaca. Contoh lainnya adalah maraknya penjualan secara daring sehingga para UKM harus mengikuti UKM Digital jika ingin punya pasar dan mengembangkannya. 

Memang ya, era disrupsi ini menyaring benar siapapun; mereka yang masih menggunakan cara dan sistem lama akan kalah bersaing akhirnya. Narablog juga bisa jadi bagian dari kedaulatan digital dengan mengedukasi masyarakat untuk lebih aware terhadap keamanan data masing-masing. Juga ikut serta menghadang aneka hoax. Terang saja,  kedaulatan digital punya arti berkuasa sepenuhnya terhadap konten maupun peredaran informasi di dunia internet. 

Makanya saya sangat menantikan aneka pelatihan dan kerjasama dari IndiHome untuk para penulis blog di Indonesia. Dengan kuasanya, IndiHome bisa melakukan ribuan pelatihan menulis blog dengan peserta para siswa sekolah menengah. Ini akan menjadi sebuah program yang sangat baik untuk mencapai kedaulatan digital. Juga tentunya untuk menaikkan indeks literasi secara signifikan. Narablog dan kemampuan membaca bagaikan pinang dibelah dua. Sama rata sama rasa. 

Interaksi secara global dengan karakteristik meniadakan batas ruang (boarderless) dan waktu (timeless) bisa menjadi pisau dengan dua sisi. Mana yang tajam dan bisa dimanfaatkan, kitalah yang harus pandai mengatur. Semoga kedaulatan digital bisa segera terwujud. Pemerintah, korporasi dan warga, termasuk kita para warganet harus bahu membahu untuk mewujudkannya. 


Data:

https://indihome.co.id/

https://id.techinasia.com/indonesia-mewujudkan-kedaulatan-digital

https://www.telkom.co.id/

https://divedigital.id


Foto: Canva Pro, Telkom, dan IndiHome

0 Komentar