Against the Current 2026

Kehilangan seluruh anggota keluarga, berjumlah 19 orang, memberi kepedihan yang mendalam bagi remaja bernama Shen Jialan. Namun hidup lebih kejam lagi. Dari status cucu pertama bangsawan ia menjadi budak pelayan bagi keluarga mantan tunangannya sendiri. Budi baik keluarga yang mengadopsinya meringankan penderitaan itu. Ternyata lagi-lagi takdir secara kejam membawanya pada status pernikahan yang tak bisa ditolaknya, karena berasal dari anugerah kaisar. Drama Cina Against the Current tak hanya Melawan Arus tetapi juga menegaskan anggrek nan anggun akan tetap anggun seberapa ekstrim pun lingkungan tumbuhnya.  




Apa hubungannya dengan anggrek? Sebenarnya ini menarik juga karena di beberapa adegan ada anggrek liar yang mirip rumput biasa di pojok terlupakan. Tanaman ini beberapa kali muncul dan memang merupakan simbol dari tokoh utamanya: Shen Jialan atau Xu Lanxiang. Meski beda nama namun keduanya punya nama lan yang berarti anggrek. Sesuai dengan judulnya yang tidak sama, antara judul asli dan judul bahasa Inggrisnya. Saya bahas di bawah saja.

Ada dua hal lagi yang baru dari drama ini, yaitu kehidupan personal para budak dan pelayan di kediaman bangsawan dan proses kreatif rumah teater Cina. Kita langsung saja ke sinopsis dan reviewnya, karena drama Against the Current atau “Melawan Arus”, atau dalam bahasa Cinanya Lan Xiang Ru Gu ini mulai tayang pada 11 September 2026 dan akan tamat dalam satu minggu ini. Drama ini memiliki 47 episode dengan durasi sekitar 45 menit dan dibintangi Tan Songyun sebagai Xu Lanxiang/Shen Jialan serta Liu Xueyi sebagai Lin Jinqi.

Hal lain yang menarik dari drama ini adalah keyakinan bahwa jodoh takkan ke mana. Ide romantis ini digarap secara dar der dor, mengaduk-aduk emosi penonton. Baru episode perdana saja darah sudah berceceran dan kesucian keluarga Shen mempertontonkan adegan yang bikin menganga, getir dan gerah. Memang bukan drama biasa. Ini jadi salah satu drama Cina yang membuat saya tertampar karena tak bisa sekuat Shen Jialan remaja belasan tahun yang setelah ini harus kita panggil Lanxiang. Gadis yang kehilangan keluarga, nama, kedudukan, bahkan identitas diri dalam waktu yang hampir bersamaan, dan ternyata nasib sebagai budak keluarga Lin membuatnya sangat rentan kehilangan nyawanya. Lanxiang, si anggrek liar itu tumbuh menjadi bunga indah di sebuah pojok terlupakan. Nah, mulai dari sini saya langsung merasa, wah... ini bakal seru.

Dan sampai tulisan ini dibuat, dramanya masih berjalan. Jadi jangan berharap saya membahas ending, ya. Namanya juga drama ongoing. Kita sama-sama belum tahu bagaimana semuanya akan berakhir.


Sinopsis Against the Current

Kisah bermula dari seorang gadis belasan tahun bernama Shen Jialan, yang tengah mempersiapkan pertemuan perdana dengan tunangannya. Nama tunangannya adalan Lin Jinqi, cucu pertama dari keluarga Lin. Keduanya sama-sama cucu pertama dan sama-sama dari keluarga bangsawan-cendekiawan dan terpandang dan menjadi tangan kanan kaisar yang (akhirnya) tergulingkan sehingga mereka terseret dalam pusaran nasib dan ternyata tetap bertemu.



Keluarga Shen dianggap sebagai pemberontak karena pernah mengusulkan pembatasan kekuasaan raja vassal. Seluruh anggota dihukum; laki-laki dipancung, perempuan jadi wanita penghibur.  Hukuman ini bisa dihindari jika keluarga Shen sebagai Penasihat Tinggi bersedia menulis petisi untuk mengecam kaisar yang ditumbangkan. Mereka memilih musnah bermartabat.

Keluarga Lin seharusnya mengalami musibah serupa, namun tuan besar Shen sebagai kepala menteri personalia memilih menulis petisi dan menikahkan cucu sulungnya, Lin Jinqi, pada Xingtang, cucu sulung keluarga Zhao, yang sekarang menjadi sekretaris agung. Prinsip mereka keselamatan keluarga lebih utama.

Shen Jialan berhasil diselamatkan, dan dunia hanya tahu bahwa keluarga Shen telah musnah seutuhnya. Ia berganti identitas menjadi Xu Lanxiang, dan menjadi budak di keluarga Lin. Cobaan beratnya bukan hanya kehilangan 19 orang yang dicintai dalam 1 malam, tetapi juga pernikahan Jinqi.

Nasib baik, suami istri Xu memperlakukannya dengan penuh kasih sayang namun juga rasa hormat, karena bagaimanapun dahulunya Lanxiang adalah gadis bangsawan. Satu sisi mereka merasa berduka untuk "putri" mereka karena hanya bisa memberikan kehidupan sebagai budak, satu sisi mereka memang menyayanginya dengan tulus.

Enam tahun berlalu dengan cepat, Lanxiang, namanya sekarang, telah menjadi gadis yang cantik. Ia sudah harus masuk dan menjadi pelayan di kediaman Ling. Berat hatinya sampai ke penonton, tetapi juga membuat ppremis cerita semakin menarik.

Satu demi satu musibah diselesaikan Lanxiang dengan cerdik dan bijak. Ia juga berhasil membuka perselingkuhan istri Jinqi, juga menyelesaikan musibah keluarga Lin yang berasal dari Du Hua Mei / Cui Que. Hal ini membuat Jinqi menyukai Lanxiang dan menggunakan titah kaisar untuk menikahinya. Tak ada yang dapat menolah anugerah kaisar.



Pernikahan paksa ini membuat Lanxiang tidak mau menggubris Linqi. Ia bahkan menampar suaminya di malam pertama, di depan keluarga dan tamu dekat. Linqi mengira Lanxiang tidak rela menikah dengannya karena mencintai Han Lin. Kesalahpahaman ini akhirnya terungkap, meskipun Linqi tetap tak dapat menebak tabir di balik sikap Lanxiang padanya. 

Bagaimana jika ia tahu bahwa Lanxiang adalah Jialan, tunangan yang seharusnya telah lama mati sebagai pemberontak? Apakah ia akan memilih cintanya ataukah pengabdian pada kaisarnya? Di sinilah nanti, yang akan terjawab di ending Against the Current.


Review Against the Current

Drama Cina Against the Current memiliki plot baru yang belum pernah ada. Unsur novelty-nya membuat saya betah menonton. Sebagai pecinta drama Cina yang selalu update, saya dapat mengatakan kebaharuan adalah alasan kuat mengapa sobat Susindra harus menonton.

Pecinta drama Cina garis keras seperti saya akan dengan cepat menyadari perbedaan dialek dan kecepatan percakapan daripada beberapa drama semisal Joy of Life, misalnya.

Bagi saya, alur ceritanya juga lambat jika dibandingkan drama seperti Road to Splendor, Blossoms of Power, Pursuit of Jade dan lainnya. Tetapi saya tetap setia menonton on time dan selalu mendapatkan update terbaru.


Episode pertama sudah dar der dor

Akan sulit memahami mengapa baru episode pertama sudah berdarah-darah. Keluarga Shen meninggal dengan keyakinan menjaga martabat lebih penting daripada nyawa. Meskipun ada satu ibu yang benar-benar berat mengambil hidup anaknya, yaitu ibunya Jialan. Jimat keselamatan yang dibawa Jialan dijadikan peneguh mengapa ia harus selamat. 

Episode awal ini juga menjadi pembuka penjelasan seluruh drama. Bahwa Jialan/Lanxiang memang berbeda dengan Jinqi bukan hanya dalam status namun dalam prinsip hidup dan prinsip keluarga. Jika keluarga Shen memilih musnah, keluarga Lin memilih mengikuti arus. Lanxiang tetap kukuh selamanya memegang prinsip, meski berarti melawan arus sebagaimana judul dramanya.

Lanxiang ini agak mengingatkan saya pada kondisi saat ini, ketika ada sosok-sosok yang teguh mengkritik penguasa. 

Kebetulan saya mengingat percakapan antara Shen Boru (ayahnya) dengan Jialan tentang hukum dan pemerintahan di episode 1. Jialan bertanya tentang budak pada ayahnya.

Jialan bertanya, "Apa itu budak?"

Boru menjawab,

"Budak adalah orang yang diperintah. Artinya budak diperlakukan seperti ternak. Mereka adalah aset keluarga majikan yang boleh diperlakukan sesuka hati. Namun, sebagai majikan, tetao harus menaati aturan dan tata susila. Harus mendidik dengan nilai kesetiaan, bakti, kesusilaan dan kebenaran, sebagai dasar mengelola sebuah keluarga."

Sekilas, di era itu, percakapan ini bukanlah sesuatu yang sangat istimewa. Status Jialan adalah calon istri dan calon menantu pertama di keluarga bangsawan Lin. Mengelola rumah tangga termasuk aset berupa budak adalah tanggung jawabnya kelak. Tak dinyata Jialan akan menjadi budak dan berganti identitas sebagai Lanxiang, tak sampai seminggu setelah pertanyaan itu.




Perempuan hanyalah aset keluarga

Seorang perempuan dipandang lemah kala itu. Mereka tak berhak memiliki harta pribadi apalagi keinginan pribadi. Mereka milik keluarga selamanya. Ketika sudah menikah mereka hanya berpindak pemilik saja. 

Dengan kondisi demikian, Lanxiang tetap bisa menyelaraskan kehidupannya. Sesekali melawan arus tanpa mencederai martabatnya sebagai perempuan dan menantu keluarga Lin. Ia bukan hanya cerdas tetapi tangguh. Bahkan beradaptasi dengan baik.

Ada satu hal yang unik dan menahan dirinya dari pernikahan yang ia jalani, yaitu keengganannya menjadi istri pejabat kekaisaran. Ia menyatakan itulah perbedaan antara dirinya dengan Jinqi.

Lanxiang bukan hanya anak bangsawan namun juga anak dari keluarga terdidik. Sebagai satu-satunya anak, Shen Boru mengajarkan semua ilmunya. Kakeknya juga sama. Dan ketika seseorang memiliki pendidikan, logikanya akan jalan. Ia mempertanyakan tentang kaisar dan menyatakannya sebagai pembunuh nomor satu. Ia juga mempertanyakan nasib perempuan. Semua diungkapkan dalam bentuk naskah teater Cina.

Momen paling kuat bagi saya, untuk tema perempuan adalah ketika Xingtong menanyakan,

"Mungkinkah ada dunia di mana perempuan bisa memiliki kebebasan memilih hidupnya sendiri?"

Kita sekarang ini hidup di zaman yang diimpikan Xingtong, namun sulit merasa enjoy bahkan dikungkung oleh anxiety.


Tumbal pemerintahan yang baru

Awal episode menunjukkan bencana keluarga Shen. Keluarga cendekiawan yang telah bergenerasi berada di samping kaisar musnah begitu saja. Semua laki-laki, bahkan yang terkecil pun, dipenggal, sementara para perempuan bundir karena tak mau menjadi penghibur. Saya menyebutnya sebagai tumbal.

Istilah ini sebenarnya tidaklah tepat jika digunakan di konteks masa kerajaan semacam ini. Kalau ditarik ke konteks tahun 1900an, lebih cocok dan memang demikian adanya.



Lepas dari perbedaan zaman, darah tetap mengalir deras dan pekat. Korban seperti keluarga Shen akan selalu ada. Penyebabnya adalah pada pergantian kekuasaan atau pemerintahan, sering terjadi krisis legitimasi dan perebutan kekuasaan. Bukan hanya taraf kaisar saja namun juga di level menteri dan ke bawahnya. Proses pembersihan politik, balas dendan dan pengamanan kekuasaan terjadi di level manapun. Kalau dilihat lebih jauh ada beberapa pola yang umum terjadi, yaitu:

1. Menghapus pusat loyalitas lama

2. Menghilangkan pesaing

3. Membalas konflik lama

4. Menciptakan ketakutan

5. Mencari kambing hitam.

6. Membangun narasi bahwa rezim lama telah berakhir.


Dalam kasus keluarga Shen, saya yakin ada peran keluarga Zhao dan kroni yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk naik pangkat. Jadi pembunuhan ini berbentuk eksekusi politik.


Jadi, apakah kamu penasaran dengan ending drama Against the Current 2026?


0 Komentar