Terima Kasih 2020 dan Semangat 2021

Malam tahun baru 2021 sudah tiba beberapa jam yang lalu. Mi ayam khas tahun baru Susindra sudah sepenuhnya masuk ke dalam perut. Nikmat, kenyang dan puas. Maka saatnya menulis tentang rasa syukur di tahun 2020 sekaligus menyambut tahun 2021. 

Terima Kasih 2020 dan Semangat 2021


Tahun 2021 penuh kesan; perjuangan, kepayahan, belajar, semangat, dan pelajaran hidup. kalau diminta satu kata saja yang mewakili tahun 2020, maka saya memilih "perjuangan".

Ketika mengetahui tentang Miss C dari berita internasional, tepatnya di Wuhan, saya tahu bahwa ini akan lama. Saya termasuk yang banyak didera oleh flu. Bukan karena daya tahan buruk tapi karena kehidupan saya sangat keras dengan jumlah istirahat yang tak banyak. Bahkan saat flu dan seharusnya beristirahat pun saya tak mengendurkan pekerjaan dan tidak menambah jam istirahat. Justru tenaga saya yang selalu dminta oleh keluarga besar secara berkala, bahkan saat saya sedang sakit. 
Jika sudah sangat kepepet, saya akan meminta tolong pada saudara yang tinggal di luar kota untuk datang membantu beberapa hari. 


Kilas Balik Januari 2020

Sedikit kilas balik, Januari 2020, saya langsung tahu bahwa flu, apapun bentuknya adalah penyakit yang disepelekan dan ditertawakan. Maka saya sudah memperkirakan ini akan jadi pandemi jangka panjang. Saya bahkan tak berani menyebut berapa bulan. Yang jelas usaha kami akan sangat sangat terimbas. Potret Jati adalah kado yang belum populer dan harganya juga tidak murah untuk sebuah kenang-kenangan.

Realistis, saya langsung membersihkan pekarangan depan yang tak terurus saat hamil sampai satu tahun pertamanya Gi. 

Saya tak seberapa berhasil meyakinkan suami bahwa tanah di depan rumah jika diolah akan jadi sumber makanan harian. Maka saya melakukannya perlahan. Lama-lama suami ikut membantu bahkan membuatkan rak-rak tanaman. Dan prediksi saya tidak meleset. Hasil berkebun saya jadi sumber serat, vitamin dan minuman herba harian.



Mengapa langkah awal saya adalah berkebun?

Budget harian terbesar ketiga saya adalah sayur. Tiap 1-2 minggu saya akan ke pasar untuk membeli berkilo-kilo sayur untuk seminggu. Sayur standarnya adalah wortel, kol, tomat kentang dan labu siam masing-masing 1-2 kg. Jika ada sayur yang melimpah sehingga sangat murah, saya akan beli yang grosiran 5 kg. Tentu saja artinya mengurangi sayur yang standar dibeli. Sesekali membeli sayur eceran seperti kecambah, buncis, sawi, kacang panjang karena tidak selalu bisa ke pasar seminggu sekali. 

Budget sayur harus dipangkas, minimal separuhnya, kalau bisa hanya membeli 1 -2 jenis sayur. Dan misi penghematan saya berhasil!! Bisa dikatakan saya hanya butuh wortel karena semua sayuran sudah ada di kebun saya. Seperti kelinci, wortel 1 kg hanya untuk 4 hari.

Saya beberapa kali bercerita tentang kegiatan berkebun saya dan bagaimana saya membuat Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dalam waktu 3 bulan sudah bisa panen harian, misalnya artikel Cara memperbanyak gingseng Jawa untuk warung hidup

Masih ada aga banyak di kategori Bertanam


2020 adalah tahun perjuangan

Saya tidak hanya berbicara tentang misi berkebun yang menjadi me time berfaedah saya, karena bagi yang paham pasti tahu berapa peluh yang keluar setiap kali berkebun gila-gilaan seperti saya. Apalagi sambil momong anak usia 1+ dan momong hati seorang ibu berusia 80+.

Saya harus mengakui bahwa tahun ini sangat berat dari sisi tenaga, emosi dan mental. Jatuh bangun dan kelelahan. Setiap hari hanya bisa tidur 3-4 jam membuat badan saya makin terasa berkurang kebugarannya. 

Jumlah anggota keluarga resmi saya hanya 5: 2 ortu + 3 anak. 1 anak remaja, 1 anak pra remaja, dan 1 anak usia 1+. Sekarang si 1 plus sudah jadi threenager, yang artinya akan banyak bertentangan karena ia harus berkenalan dengan ego dan menetapkan otonominya.

Sudah terlihat. Sejak usia 18an bulan ia sudah cukup menuntut saat ingin ditemani. "Duduk!" serunya saat ingin bermain sementara orang yang menemaninya masih berdiri. "Sana!" serunya jika ingin mengajak ke suatu tempat. Masih ditambah mau pakai baju ini, mau itu, ingin inu.

Begitulah fase yang harus dilalui anak dalam mempelajari dunianya....


Anggota keluarga membengkak

Saya sudah menyatakan di atas, anggota resmi Susindra hanya 5 orang. Saya meminta keponakan dari Demak untuk sekolah Mts di dekat rumah. Memberinya lingkungan baru dan kebiasaan serta pengalaman untuk hidupnya kelak.

Seorang anak tetangga nyaris tiap hari di rumah kami, dan sejak 6 bulan ini tiba-tiba nyaris setiap malam menginap. Nyaris full kecuali saya memintanya pulang dengan paksa. Setelah melihat saya melunak ia akan kembali hidup di rumah kami dan siklus berulang. Jangan tanya orangtuanya, saya belum pernah bertemu sekali pun selama anaknya di rumah kami nyaris 3 tahun dikurangi setengahnya.

Sudah 7 orang, ya. Ibu juga ingin dirawat putrinya, sehingga sebulan sekali akan tinggal di rumah kami antara 7-14 hari. Pernah sampai 2 bulan. Ibu sudah tidak dapat berjalan, sehingga apa-apa harus saya bantu. 

Saya makin fakir istirahat jika beliau menginap.... Beliau selalu mengeluh sakit dan yah, saya bisa memaklumi karena tak mudah jika sudah tua apalagi tak bisa berjalan atau melakukan hal lainnya. Di rumah saya tak ada hiburan TV.\


Daan....

Jangan heran jika bertemu dengan saya sekarang, saya tampak lebih tua, hitam, dan sangat tidak terawat. Yang jelas, tambah gemuk dan tambah pelupa. Wkwkwk.


2020 adalah tahun belajar

Satu yang saya tandai adalah tahun ini adalah tahun belajar. Saya rajin ikut belajar secara daring jika ibu sedang tidak menginap. Padahal seharusnya saya memilih istirahat. Tapi tidak. Saya perlu upgrade diri. 

Belajar juga me time saya. Belajar adalah bentuk continous improvement yang saya lakukan. Pernyataan kuat bahwa saya adalah sosok yang tangguh dan pembelajar sejati. Banyak yang langsung saya aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, memberi kemudahan dalam hidup.

Pelajaran tentang blogging, sosial media, dan marketing adalah favorit saya, selain pelajaran tematik sejarah. Yang terakhir ini porsinya masih kurang dan saya masih mencari-cari. 


Bagaimanapun tahun 2020 adalah tahun yang sangat istimewa. Jika ada yang saya sesalkan adalah bonding keluarga berkurang. Tahun ini seharusnya adalah tahun kelekatan keluarga, tapi saya terlalu banyak peran sehingga tak sempat menyentuh yang ini. Saya malah kepayahan mengkritisi kelekatan anak dengan gawainya. Begitulah.... Memang layak disesalkan.

 

Tapi saya tetap punya 6 hal yang harus saya syukuri di tahun 2020




Selamat datang 2021!

Berkaca dari pengalaman 2020, maka saya membuat resolusi yang super sederhana:

Tahun 2021 saya akan:

Lebih banyak menulis buku

Lebih banyak silaturahmi

Lebih banyak makan bakso


Sesederhana itu. Tahun 2020 saat senggang saya merangkum sejarah dan menyimpannya di blog unpublished. Agar memudahkan saja karena bisa dipanggil sesuai tema. Jadi jika saya hendak menulis tentang "kapal jung Jepara", misalnya, tinggal baca tentang itu.

Di laptop saya juga sudah ada 3 judul buku yang menjadi folder. Hanya saja, laptop saya rusak dan sekarang saya pakai laptop yang syukur alhamdulillah waktu itu tidak diloakkan. Hanya saja, memang, saya agak kesulitan di bulan pertama karena setelah seminggu, harddisk atau laptop tiba-tiba mati sehingga hilang sebagian hasil kerja saya. 1 laptop setengah hidup bergantian memakai 3 HD setengah rusak. 

Makanya saya pakai blog privat saja untuk kerja. 

Jangan tanya kenapa bakso masuk ke resolusi saya ya. Hihihi. Lahacia. Kapan-kapan traktir saya bakso aja agar misi tercapai. Saya memang orang yang sederhana dan mudah dibahagiakan, kok.


Semangat 2021

Ya! Saya menyebutnya semangat 2021 sehingga saya menulis saat ini. Padahal sekarang ini adalah jam tidurnya Gi. Dia masih belum berhasil disapeh padahal sudah 25 bulan. Duh, doakan segera berhasil menyapih, ya.

Saya tahu 2021 akan luar biasa. Tahun 2021 saya akan lebih santai menjalani hidup. 

Saya tidak bisa menjanjikan akan menambah jam tidur, karena penting bagi saya untuk tetap menjalankan peran sebagai penulis atau kreator konten. Tahulah punya anak batita itu tak boleh meleng matanya. Saya hanya bisa nyaman menjalani 2 peran yang saya sebutkan barusan jika Gi sudah tidur. Sayangnya alarm malam saya sudah lama aus sehingga kadang lupa kalau hari sudah berganti saat berangkat tidur. Maka pagi saya mulai dengan badan yang tidak fit karena kurang tidur.

Bagaimanapun saya memiliki keyakinan bahwa tahun 2021 yang tinggal sedikit jam ini akan lebih indah, lebih menjanjikan, dan lebih luwes. Saya sudah mengisi tahun ini dengan banyak belajar dan banyak pengalaman sehingga bisa digunakan pada tahun depan.

Saya sudah menetapkan resolusi tahun 2021 di atas. Saya juga sudah menulis beberapa target kecil yang praktis sekaligus cepat dieksekusi. Saya sudah mulai eksekusi beberapa. 

Ah iya, artikel ini juga untuk menyambut hangat ajakan Partai Kapal untuk membuat rasa syukur pada tahun 2020. Makasih sudah membaca sampai akhir.

Saya siap menyambut 2021!



Terima Kasih 2020 dan Semangat 2021



Semua foto dari Canva

1 Komentar

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)