Drama Korea Not Others Jangan Ditonton Remaja

Baru selesai menonton Not Others, sebuah drama Korea yang menceritakan tentang relasi ibu-anak. Selesai menonton saya jadi tergelitik untuk menulisnya di blog dengan warning yang dipertegas: Jangan ditonton oleh remaja, kecuali dengan pendampingan orangtua maupun orang tua.



Ceritanya tentang Eun Mi, usia 40 tahun, memiliki anak usia 20an tahun yang sudah jadi kapten polisi. Sebuah kejadian langka, mungkin, ya, karena kalau dihitung berarti ia melahirkan di usia belasan. Dan begitulah adanya. Dia melahirkan dan berusaha menamatkan sekolah SMA secara bersamaan. 

Sebuah fenomena yang mungkin selalu terjadi di sepanjang zaman. Jumlahnya saja yang semakin lama semakin banyak. Sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah dengan kedekatan orangtua dengan anak. Sesuatu yang terbilang mahal di dunia sibuk ini.

Saya akan melanjutkannya di bab review saja nanti. Sobat Susindra juga bisa menuliskan pendapat apapun di kolom komentar.


Judul: Not Others, Namnam, Strangers, 남남

Adaptasi novel: Namnam (남남) gubahan Jeong Young Ryong

Sutradara: Lee Min Woo

Penulis naskah: Min Sun Ae

Jumlah episode: 12

Waktu tayang: Juli - Agustus 2023

Perilai: ENA, Genie TV, Hulu, VIU

Durasi: 60 menit

Jenre: Detektif, komedi. romansa


Sinopsis Not Others

Kim Jin Hee dimutasi ke kantor kepolisian yang lebih kecil karena tuntutan masyarakat dan media sebagai jembatannya. Ia bertemu mentor yang ia kagumi sejak lama.



Rekan kerja di tempat kerja barunya ternyata mengucilkan dirinya karena insiden sama yang membuat dirinya dimutasi ke sana. Mereka sakit hati karena ada 2 anggota di sana yang dimutasi ke desa. Di tempat ini kebersamaan adalah hal yang dipentingkan. Tantangan Jin Hee yang pertama adalah bagaimana diterima di sana dan akhirnya ia berhasil membuktikan dirinya layak dijadikan teman baik.

Tantangan di rumah lebih berat. Ibu sekaligus sahabatnya sering berulah. Kadang bertingkah seperti remaja yang mudah ngambek. Peran ibu dan anak kadang seperti tertukar saat mereka bertengkar.

Pasalnya memang Kim Eun Mi, sang ibu, melahirkan saat masih menjadi pelajar SMA, tanpa dukungan orangtua. Beruntung ia punya sahabat baik yang punya ibu baik juga. Sang ibu menerima Eun Mi sebagai anaknya, dan Jin Hee yang dilahirkan sebagai cucunya. Sahabatnya ini bernama Kim Mi Jung. Sebuah kebetulan karena bermarga sama.

Jin Hee tumbuh tanpa tahu siapa ayahnya dan siapa kerabatnya. Eun Mi adalah ibu, ayah, dan semua kerabat yang seharusnya dimiliki oleh semua orang. Kim Mi Jung dan ibunya hadir sebagai keluarga dekat, sedikit banyak melengkapi baterai cinta Jin Hee sehingga ia menjadi anak baik. 

Prestasi belajar Jin Hee sangat baik tapi ia memilih sekolah di akademi polisi yang tidak perlu mengeluarkan uang. Uang yang ditabung ibunya dibelikan sebuah apartemen untuk mereka hidup berdua.

Jin Hee memang sering terlihat seperti lebih dewasa daripada ibunya. Ibunya jika dikisahkan dari sudut pandang Jin Hee adalah seorang perempuan paruh baya yang masih bertumbuh kesadaran emosionalnya alias belum dewasa. Setidaknya di awal-awal cerita. 

Beberapa sisi Eun Mi memang belum meninggalkan sisi keremajaannya. Ia masih sering makan es krim ketika ada sesuatu yang mengganjal hatinya. Es krim jadi salah satu yang sering muncul di drama Not Others.

Eun Mi bekerja sebagai seorang terapis ortopedi di klinik milik Dokter Park Sang Goo. Dia terapis andalan dengan beberapa pelanggan setia. Di antara mereka ada 3 neli alias nenek lincah yang selalu datang setiap hari. 

Eun Mi punya karakter penolong juga seperti anaknya. Dia menyelamatkan seorang gadis yang dirundung oleh seseorang. Tanpa diketahui, perundungan ini berbuntut panjang, malahan jadi alasan anaknya diskors dan dimutasi. Meski sangat akrab tapi beberapa hal jadi rahasia mereka karena ingin saling melindungi.

Kehidupan mereka berubah banyak karena kehadiran Eun Jae Won (mentor Jin Hee) dan Park Jin Hong (cinta pertamanya Eun Mi). Jin Hee memecahkan beberapa kasus dengan Eun Jae Won dan menjadi dekat, sedangkan Eun Mi bertemu dengan Park Jin Hong yang sudah menjadi dokter.



Saat masih sekolah SMA, Eun Mi dan Park Ji Eun bersahabat erat dan mereka berdua berlagak ala preman sekolah. Ju Eun anak orang kaya sedangkan Eun Mi anak orang miskin yang bapaknya selalu mabuk sedangkan ibunya tak tahu entah ke mana. Ketika Eun Mi di rumah Ji Eun itulah ia bertemu dengan kakak laki-laki sahabatnya itu: Jin Hong, cinta pertama sekaligus bapaknya Jin Hee.

Alur selanjutnya bisa ditebak, yaitu proses kedekatan ibu-anak dengan pujaan hatinya. Tentu saja diselingi intrik dalam kantor polisi dan poli ortopedi tempat mereka bekerja. Ceritanya mengalir lambat tapi tetap bisa dinikmati. Ending-nya tentu saja sudah bisa ditebak, karena tak ada sml alias second male lead.



Review Not Others

Para altruis 

Kim Jin Hee adalah seorang polisi yang baik. Sering berlagak pahlawan karena seperti itulah karakternya. Ia merasa harus menjadi yang paling bisa diandalkan karena satu insiden kecil yang selalu ia ingat: ia adalah kotoran ikan emas.

Heh? Kurleb begitulah yang mendasari semua prestasi dan sumber karakternya. 

Karakter ini menurun dari ibunya yang tak bisa diam saja saat ada yang kesusahan. Meski hidupnya susah tapi ia tak mau melihat orang susah tanpa membantu. Dari sinilah ia mendapat masalah karena menolong seorang gadis yang hampir dibunuh. Kasus di gadis ini kebetulan viral sehingga mempengaruhi penanganan kasus di kepolisian.

Ibu dan anak ini punya sifat altruis yang dominan. Mereka beruntung karena bertemu dengan orang berkarakter sama. Bisa dilihat jika pesan/amanat drama seri Not Others ini adalah jangan ragu membantu sesama. Mungkin ada dampak tidak baik tapi nanti akan ada yang indah pada masanya, dan itu takkan lama.


Anak SMA yang melahirkan tak selalu berkarakter buruk

Kisah pertolongan Eun Mi jadi gambaran jelas tentang karakter kuatnya. Kita bisa memaklumi mengapa ia memilih mempertahankan Jin Hee meskipun hal itu pastinya sangat sulit. Bayangkan, seorang anak SMA harus keluar dari rumah orangtuanya saat sedang mengandung dan tetap menyelesaikan sekolahnya. Pastinya sangat langka. 

Tapi karakter ini akan berbalik jika memakai kacamata Jin Hee seperti di episode-episode awal yang menceritakan ketidakdewasaan ibunya. Saya tak bisa memuji atau mencela kejanggalan ini, hanya bisa menyatakan drama ini memang menggunakan dua kacamata pemain utamanya. Ketika "kotoran ikan emas" muncul barulah bisa sedikit dipahami mengapa demikian penggambaran ceritanya.

Bagaimana sih sebenarnya sifat/watak Eun Mi? Mungkin hanya terlihat saat ia sekolah dan merundung temannya untuk kesenangan. Kenakalan yang dipilih beberapa anak untuk mencari identitas. 

Dikisahkan bahwa Jin Hee pun pernah demikian, meski penonton mungkin akan tidak menyadari hal itu karena pemerannya sama, seragamnya tidak berbeda. Yang menunjukkan hanyalah sang ibu yang datang membubarkan. 

Karakter keduanya juga muncul di masa sekarang melalui gadis SMA yang menjadi tetangga mereka dan hamil juga. Akhir kehamilan dibuat berbeda, jika Eun Mi melahirkan putrinya, si gadis - saya lupa namanya - dibawa ibunya ke rumah sakit untuk digugurkan.

Kasual. Sekasual itu cerita tentang kehamilan di masa SMA dan penyelesaiannya. Itulah sebabnya saya menyatakan jangan ditonton oleh remaja tanpa pendampingan orangtua yang bisa menjelaskan mengapa seperti itu.



Bukan budaya Indonesia

Saya mungkin akan ditertawakan dengan sub bab yang ini. Tentu saja bukan budaya Indonesia. Hanya saja, drama/film/budaya Korea sudah sangat masuk ke dalam keseharian generasi muda kita. 

Di atas saya mengulas tentang kebiasaan makan di luar untuk menyelesaikan masalah yang ada dalam drama Not Others. Saya juga harus membuat sub bab ini karena selain makan juga ada budaya minum soju dan miras untuk mengatasi masalah, kesenjangan hubungan, dan apapun itu, semuanya selesai dengan minum sampai mabuk.

Ini merupakan hal yang sangat berbahaya bagi masyarakat Indonesia yang mayoritasnya beragama muslim. Yang anaknya sejak usia dini sudah terpapar dengan budaya Korea. Cucu keponakan saya masih TK sudah akrab dengan beberapa budaya khas sana, tak hanya makanan dan musiknya, karena sang ibu sangat suka.

Proses transfer ilmu antara ibu dan anak secepat kita melihat bayangan saat berada di dekat cermin. Kebetulan saya pernah menyebut bahaya ini dalam review cdrama berjudul My Fated Boy. 

Salah satu yang sering tampak di drama Not Others adalah ikatan/kelekatan/bonding yang didapatkan dari acara makan di luar. Ada juga yang dari melakukan perjalanan bersama, yang memang dampaknya sangat siknifikan.

Kebiasaan menyelesaikan masalah di meja makan di luar rumah memang bagus dan efektif, tapi untuk masalah akut, bepergian bersama adalah cara terbaik. Sangat bisa ditiru, jika saat makan itu bonding benar-benar dijalin. Jika hanya makan saja, tentu saja tak ada kesannya. 

Saya bisa mengatakan demikian untuk yang menjawab sudah melakukannya tapi tak ada hasilnya. Jadi jika hanya makan di luar dan diam saja sepanjang waktunya, bisa dikatakan itu hanyalah makan bersama. Beda jika mendiskusikan sumber masalah sambil makan. Bisa dipastikan sebelum selesai sudah ada pernyataan saling meminta maaf.


Sahabat adalah segalanya

Entah karena saya sedang dalam posisi sangat ingin punya sahabat atau karena kebetulan, akhir-akhir ini tontonan saya tentang persahabatan. Ada persahabatan 3 laki-lakidetektif dalam memecahkan kasus di drama Mysterious Lotus Casebook, yang sangat apik dengan ending menggantung. 

Saya suka jenis ending cliff hanger yang bikin penonton sibuk membayangkan akhir kesukaannya. Bahkan yang liar pun bisa. Apakah Lianhua benar meninggal atau terselamatkan lalu mengasingkan diri. Apakah nelayan yang hanya tampak sekilas itu benar nelayan atau orang sakti yang membuatnya hidup kembali. Bebaaas...

Kisah persahabatan terdekat yang saya tonton adalah cdrama Soul Mate dan drakor Soulmate, yang punya akar sama. Persahabatan tulus dua perempuan yang menyakiti keduanya namun tetap saja mereka jaga sampai akhir. Bahkan mereka bertukar buku takdir karena hal itu. Boleh baca ini kalau penasaran.

Kali ini persahabatan jualah yang membuat Eun Mi bisa merawat dan mendidik anak sehingga lahirlah sosok Jin Hee yang diceritakan di sini. Bedanya adalah persahabatan mereka ini saling dukung, bukan saling menyakiti.

Kim Mi Jung adalah sahabat Eun Mi yang sangat baik. Bahkan terjaga di sepanjang cerita. Dikuatkan dengan pernyataan Ibu Kim adalah ibu yang dipilih dan Jin Hee adalah cucu yang dipilih. Ini menjelaskan bahwa tak selalu ikatan darah yang menang. Bahkan diperjelas dengan Park Jin Hong yang sudah 10 tahun tak menemui ibu-bapaknya karena selalu diatur kehidupannya.


Ceritanya lambat merayap

Memang bukan drama yang biasa meskipun gaya penceritaannya biasa saja. Itu menurut saya. Tak ada plot-plot yang akan dilanjutkan dengan plot twist yang jadi salah satu kesukaan sineas Korsel. Mengalir lempeng sesuai alur kehidupan yang mungkin terjadi di dunia nyata.

Meski saya mengatakan alur ceritanya lambat dan biasa saja tapi saya betah menonton tiap episode sampai akhir. Saya sering meninggalkan sebuah judul karena bosan. Saya juga sering mengulangi lagi alias menonton kembali. 

Drama Not Others ini saya betah menontonnya sampai habis. Sengaja meluangkan waktu bahkan menonton sampai tengah malam. Saya senang saja sih dengan perkembangan emosional yang terlihat di cerita. Menuju ending juga penonton akan diberitahu mengapa karakter dan pilihan mereka berbeda. 

Memang inti ceritanya ada pada ibu-anak ini. Yang lainnya hanya punya porsi kecil sebagai pendukung cerita. Not Others, cuma kamu duniaku, itulah pesan kuat di drama ini. 

Apapun yang dilakukan Eun Mi adalah demi Jin Hee, dan begitupun sebaliknya. Tak masalah jika tak ada cinta dengan laki-laki karena mereka sudah saling berjanji di rumah mereka hanya ada mereka berdua. 

Memang jadi aneh saat Kim Jin Su menginap di rumah mereka seperti keluarga, padahal ia laki-laki. Mengapa jadi canggung ketika Jin Hong yang menginap di sana. Semua kerut dahi terjawab dengan mengikuti semua episodenya.


Daftar pemain utama:

Jeon Hye Jin sebagai Kim Eun Mi

Choi Soo Young sebagai Kim Jin Hee

Ahn Jae Wook sebagai Park Jin Hong

Park Sung Hoon sebagai Eun Jae Won


Daftar pemain pendukung utama

Woo Mi Hwa sebagai Park Ji Eun

Kim Hye Eun sebagai Kim Mi Jung

Seo Ye Hwa sebagai Lim Tae Kyung

Im Sung Kyun sebagai Kim Jin Su

Kim Sang Ho sebagai Park Sang Goo


Yah, kiranya sekian dulu review dari saya kali ini. Sekali lagi, Not Other jangan sampai ditonton oleh remaja tanpa didampingi. Bukan hanya kebiasaan minum minuman keras tapi juga karena betapa kasualnya saat membahas kehamilan anak SMA dan penyelesaiannya. 

Di Korea memang aborsi bisa ditempuh dengan jalur legal hukum dan mungkin tak dilarang agamanya. Dan lagi, hidup bersama tanpa menikah bukanlah sesuatu yang diharamkan di Korea. jadi, bijaklah saat menikmati sebuah tontonan yang budayanya bertentangan dengan budaya kita.



10 Komentar

  1. Unik premis dan konfliknya.
    tapi ya memang remaja jangan nonton sendirian sih ya.

    makasi review nya mba Susi
    bs jd tontonan nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget nih kak, pendampingan ortu untuk tontonan anak-anak juga penting, supaya ada batasan yang jelas mana yang penting dicontoh dan yang tidak. Karena takut mencontoh hal yang gak bener, ya kan?

      Hapus
  2. eh iya, ya, baru kepikir. karena aku gak soal minum soju, tapi setelah diinget-inget, di drakor minum soju itu hal yang biasa. padahal untuk sebagian penonton Indonesia kan haram, ya. bener memang, harus ada pendampingan.

    btw umur 20 udah jadi polisi, pendidikannya berapa lama, ya? apa beda sistemnya di sana..

    BalasHapus
  3. Dari sebuah tayangan dapat diambil hikmah agar tidak untuk ditiru hal² yang kurang tepat ya, sehingga perlu didampingi. Dan daku setuju usul dengan statement mbak Susi ini.
    Jadinya sebagai pereview film maupun drama memang perlu menggaris bawahi hal ini, biar jadi hisab yang bermanfaat juga buat si pengulasnya. Siip mbak

    BalasHapus
  4. Di kepala anak-anak harus sudah ditanamkan bahwa tontonan hanya sebatas tontonan, bukan untuk ditiru. Kalau budaya asing seperti drakor, orangtua mungkin lebih mudah memberikan pemahaman karena beda budaya. Kalau tontonan sinetron yg bakal bikin puyeng.
    Reviewny jadi penasaran mau nonton drama Not others.

    BalasHapus
  5. Kalau saya sangat memahami, kenapa Kim Eun Mi, seorang ibu yang berusia 40 tahun, masih kadang kekanakan dibandingkan anaknya. Ini karena mungkin Kim Eun Mi kehilangan dari masa-masa remajanya, sampai masuk ke masa dewasa. Masa yang sulit dari hamil di usia seolah lalu merawat anaknya. Wajar sih, kalau dia makan es krim saat sedang galau.

    Nah, kalau minum soju itu, saya memang perhatikan selalu ada di drakor atau film korea. Apapun profesinya, termasuk guru, kalau ada masalah, pasti minum soju hehehe.

    BalasHapus
  6. Salah satu drama yang saya suka
    Jung Young-Rong pembuat webcomic-nya dengan cerdik menggambarkan bahwa hubungan anak dan ibu bisa asem manis karena berbeda pendapat
    Tapi rukun kembali karena mereka ibu dan anak.

    BalasHapus
  7. Aku pikir, drama Not Others ini tentang pertengkaran anak gadisnya dan ibunya yang berbeda usia gak jauh. Ternyata, mereka layaknya temen yang bisa ngobrolin apaaa aja. Hal rahasia sekalipun. Dan menurutku, ibunya sukses mendidik anaknya untuk gak jadi seperti beliau dengan cara yang tepat, bukan dari nasehat.

    BalasHapus
  8. Diawal memang drama ini tidak direkomendasikan untuk anak 15 tahun ke bawah, karena memang ada beberapa hal yang takutnya ditiru oleh mereka. Pergaulan bebas, aborsi dan lainnya. Tapi buat, kita orang dewasa, menurutku bagus. ambil hal baiknya, bagaimana sang ibu bisa dekat dengan anak perempuannya.

    BalasHapus
  9. Eh loh, awal liat Drakor ini kupikir cuma drama biasa antara anak sama ibu, eh ternyata bukan sekedar itu ya topiknya. Kalau anak-anak dibawah umur mau nonton ini pastinya harus didampingi orang tua atau nunggu cukup umur ya

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)