Mama, Destin Ingin Makan Ikan Hiu Lagi.

Dari bulan kemarin, Destin menyatakan keinginannya makan ikan hiu lagi. Mungkin karena dia tidak perlu menyingkirkan tulang ikan hiu. Atau ... agak negatif thinking - mengingat usianya baru 5 tahun, dan di usia ini anak cenderung saling menyombongkan diri (:p) - Destin ingin bercerita pada teman sekolahnya tentang rasa ikan hiu. Mungkin saja, kan? Sebagai orang yang pernah belajar psikologi anak, aku tidak terganggu dengan perilaku ini karena sebentar lagi kebiasaan ini akan hilang.
Dengan aktivitas kerja yang sepadat ini (Alhamdulillah), aku hanya bisa menjawab ikan hiu susah didapat. Ini bukan jawaban bohong karena memang agak susah mencari ikan hiu, kecuali di Pasar Demaan. Sayang, aku tidak tahu berapa harganya. Dan aku lebih suka membeli di Pasar Ikan Wedung Demak, karena ada kakak yang bisa membelikanku dengan harga normal. Terlebih, aku bisa sekalian silaturrahmi ke sana. Tapi kapan, ya?
Aku sendiri juga kangen dengan dagingnya yang kenyal dan manis. Sangat cocok dimasak jenis steak dan ikan bakar.
Share:

2 comments:

  1. wah apa tuh rasanya ikan hiu mbak?

    ReplyDelete
  2. Rasanya tawar, mbak. Jadi harus dibumbui. Tapi dagingnya kenyal/mengkal. Jika digoreng, beri ketumbar dikit, langsung jadi istimewa. Jika dibakar, kecap membantu memberi rasa. Di Jepara cukup banyak yang jual dagingnya. Sirip ikan hiu juga banyak. Tapi mahal. Bahkan ada yang jual bakso hiu di pusat kota.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra