A note of Mom-blogger, craft-lover, & French Guide from Jepara

Nobar Film Untuk Angeline yang Berhias Air Mata: Review & Sinopsis

Saat ini di bioskop Indonesia sedang tayang sebuah film apik yang berasal dari kisah nyata, yaitu: Untuk Angeline. Meski saya tidak mengikuti perkembangan kasus nyata penyiksaan anak di Bali yang diberitakan secara massif, saya tetap memiliki ketertarikan tersendiri dengan kisah ini. Penyebabnya tak lain adalah poster foto Kinaryosih yang begitu mengiba. Apa kaitan seorang ibu yang menangis dengan kasus Angeline? Begitu pertanyaan saya. Maka saya menyatakan ya! ketika ada undangan Nobar Untuk Angeline di Citra XXI Semarang tanggal 25 Juli 2016 kemarin. 


Poster Film Untuk Angeline yang membuat penasaran
Saya beruntung tergabung dalam Blogger KOPI cabang Semarang. KOPI atau Koalisi Online Pesona Indonesia memang dibentuk untuk membuat berita positif di Indonesia lebih massif. Kami para kopiers (sapaan akrab kami) sepakat menjadi blogger berkabar baik. Meski menggunakan frasa Pesona Indonesia, tetapi konten kopiers tidak selalu harus bertema pariwisata. Budaya, sosial dan perfilman pun masuk. Maka jangan heran jika saya beberapa kali share film Untuk Angeline di Facebook, instagram atau twitter. Juga film Indonesia lainnya. 


Foto-foto dulu sambil menunggu semua komplit
Kemarin sore, tepatnya pukul 16:15, saya, Mbak Ika, Mbak Wati, Mbak Arina, Mbak Agustina, suami saya dan Mas Ari Budi janjian bertemu di Citra 21 Citraland Semarang. Kami akan nonton bareng film Untuk Angeline. Ini nobar film pertama saya dengan para blogger. Ada excited berlebih dalam diri saya, makanya saya datang lebih awal meski dari luar kota. Saya bertemu Mbak Ika di parkiran dan kami pun menuju ke lokasi bertiga dengan suami. Sambil menanti semua teman berkumpul, kami foto-foto bersama. Wajah kami tampak segar dan ceria. Iyalah... kan sekalian kopdar. Ini pertemuan saya yang kedua dengan Mbak Ika. Uhuy! Pukul 16:40, personil nobar sudah komplit. Berenam. Mas Ari Budi kebagian memotret sehingga tidak terlihat.


Mbak Wati, Mbak Ika, Mas Indra, saya, Mbak Arina, Mbak Agustina, dan Mas Ari ( yang memoto)

Sinopsis Film Untuk Angeline

Film dibuka dengan sidang Midah (Kinaryosih), seorang ibu yang menangis pilu karena kehilangan anaknya. Hakim perempuan (Ratna Riantarno) menanyai Midah mengenai proses adopsi dan cerita pun bergulir. 


Kesaksian Midah di sidang Penganiayaan Angeline jadi pembuka film
Midah melahirkan seorang bayi perempuan di sebuah rumah sakit. Pasca melahirkan, ia bersitegang dengan suami perihal cara membayar biaya rumah sakit. Satu-satunya cara adalah dengan menjual motor kesayangan Santo (Teuku Rifnu Wikana) namun Santo lebih memilih menyerahkan bayinya untuk diadopsi keluarga John (Hans de Krekker) dan Terry (Roweina Umboh). Sebagai ganti biaya melahirkan, bayi mungil yang diberi nama Angeline itu diadopsi selama 18 tahun.

Waktu berlalu. Di Bali, Hidup Angeline bagaikan putri kecil yang sangat berbahagia. John melimpahkan seluruh kasih sayang serta menyiapkan dana pendidikan yang sangat besar. Bahkan lebih besar daripada yang diberikan pada Kevin, anak Terry. Perlakuan istimewa John memicu kecemburuan dan dendam dalam dada keduanya. John bahkan sama sekali tidak peduli dengan Kevin dan Terry. Mereka sering cekcok perihal ketimpangan perhatian John pada kedua anaknya.

Angeline bahagia bersama John

Suatu pagi yang cerah, aktivitas pagi mereka berakhir dengan kematian John ketika sedang beradu mulut dengan Terry. Terry dan Kevin menyalahkan Angeline kecil (masih sekitar 5 tahun) atas kematian John. SI kecil menjadi bulan-bulanan dendam ibu dan kakak angkatnya. Dua pembantu yang dipekerjakan Terry tak bisa membantu karena mereka hanya bekerja di luar rumah.


Naomi memerankan Angeline dengan sangat baik
Angeline (Naomi Ivo) sudah masuk sekola SD. Ia sekolah di SD Negeri dan bergaul secara normal dengan teman-temannya. Bu Guru (diperankan Dewi Hughes) melihat beberapa tanda lebam di badan muridnya itu. Menjelang hari ibu, Bu Guru memberi tugas membuat sebuah karangan bertema Ibu. Angeline gagal menulis karena hanya ingat siksaan ibu angkatnya saja. 

Di Jakarta, Midah bekerja sebagai pembantu sekaligus pengasuh anak berusia lebih muda anaknya. Dia menganggap itu sebagai hukuman Allah karena telah menyerahkan bayinya. Ia mengirim semua gaji kepada suaminya di Bali. Santo, pria pengangguran itu menggunakan uang istrinya untuk menikah kembali. Midah yang sering bermimpi buruk meminta izin kembali ke Bali untuk mencari anaknya.

Perayaan Hari Ibu di Bali tiba. Seluruh siswa-siswi dan para ibu berkumpul di depan panggung. Mereka memakai baju adat Bali. Satu per satu murid membacakan karangan mereka sebelumnya. Angeline yang datang terlambat dengan rambut berurai segera dikepang oleh temannya. Sebuah pita merah dijadikan hiasan rambut. Hari itu, kisah penyiksaan Angeline terbongkar.


Kisahnya terbongkar di sini
Rumah Terry (dan Angeline) ternyata cukup dekat dengan rumah Midah dan Santo. Namun agaknya ketiganya tidak bisa bertemu. Midah terus mencari anaknya, pun dengan Santo, setelah diancam Midah. Mereka baru menemukan putri kandung mereka dalam keadaan mayat. Tangis dan penyesalan Midah tak dapat dibendung. Santo yang menyesal pun menghancurkan motor yang ia pilih alih-alih bayinya, 9 tahun lalu.

Review film Untuk Angeline Ala Susindra
Sinopsis saya di atas banyak spoiler-nya, ya, lengkap dengan ending film Untuk Angeline pula. Yah, karena film ini kisah nyata, dan tampaknya memang dibuat apa adanya sesuai peristiwa yang terjadi. Beberapa nama diganti, tentu saja. Ada kisah yang ditonjolkan dan ada adegan yang disamarkan. Tapi, bagaimana saya menahan informasi jika kisah itu sudah beredar sangat massif di berita luring maupun daring? 

Menonton film ini seperti menuntaskan imajinasi tentang berita kasus penganiayaan Angeline (tokoh sebenarnya). Tentu saja ada beberapa bagian yang ditonjolkan (dramatik) agar durasi film cukup dan penonton mafhum tentang sebab akibat penyiksaan.

Selama menonton film ini, saya sering melihat jam. Bukan karena bosan, tetapi menandai pergantian kerangka cerita. Selama 10 menit pertama saya dibuat terharu oleh akting Kinaryosih yang apik memerankan tokoh ibu melahirkan yang anaknya direnggut darinya. Saya gemas dengan Santo (Teuku Rifnu Wikana) yang kejam. Saya terharu dengan sukacita bule ganteng yang mau mengadopsi bayi perempuan. Namun saya membuat sebuah pertanyaan kecil, Mengapa menunggu 18 tahun? Sebodoh itukah Midah-Santo? Apa tak ada keluarga yang membantu? John kelihatan baik, tetapi memisahkan ibu dan anak selama 18 tahun? Ini adalah flaw yang cukup mengganggu. 

Ketika adegan keluarga John – Terry bergulir, tentang John yang lebih mencintai Angeline daripada anak dan istrinya, tentang kecemburuan Terry dan Kevin, saya kembali membuat catatan kecil “MENGAPA?” Pada 30 menit pertama terkuak, ternyata John menuduh Kevin bukan anaknya dan ia muak dengan keduanya. Tak dijelaskan lebih lanjut apa dan mengapa, tetapi seperti itulah adanya. Maka jangan heran jika Angeline sering disiksa pasca kematian John, begitulah kira-kira pesan lugu yang saya tangkap. 

Setelah memahami sumber masalah, saya pun lebih enjoy menonton film ini dan larut di dalamnya. Saya mulai meneteskan air mata ketika Angeline membacakan kisah hidupnya di atas panggung. Alih-alih bercerita tentang ibu seperti yang lain, ia menceritakan tentang Luna (bonekanya) yang tak punya ibu. Ceritanya mengalir sampai akhirnya ia menceritakan kasih sayang John, ayahnya. 

Akting Kinaryosih, Naomi Ivo, Teuku Rifnu Wikana, Roweina Umboh, dan pemain lainnya terlihat natural dan bagus. Saya didera keinginan kuat untuk memeluk Kinar dan Naomi. Saya ingin menampar Teuku Rifnu dan Rowena karena jengkel sekali. Saya mendengar isak tangis di bangku depan belakang dan samping saya. Saya tidak menangis sendirian ternyata.


Meski larut dalam kisah, saya tak melepas note untuk mencatat poin-poin penting. “Ari Hanggara” bisik suami saya tiba-tiba membuat saya teringat pada film drama penyiksaan anak tahun 1985 lalu. Kisah yang sampai saat ini masih dijadikan referensi berita penyiksaan anak. Memang agak jarang disebut, karena hanya generasi di atas 35 tahun yang ingat kisah/film ini. Dan film Untuk Angeline seakan kembali mengingatkan kita, bahwa ada anak-anak di sekitar kita yang harus dilindungi dari kekerasan rumah tangga. Kisah tragis Ari Hanggara dan Angeline menjadi pengingat, bahwa kita harus aware terhadap anak-anak di sekitar kita. Anak kita, anak tetangga, siswa sekolah, atau mungkin anak yang melintas di depan kita yang memiliki luka atau lebam. Kita harus waspada, dan siap melaporkan jika terjadi dugaan penyiksaan anak. Jangan sampai ada Arie-Angeline lain yang meninggal karena disiksa keluarganya. Jangan ada Angeline - Angeline lain yang sebenarnya ciri-cirinya mudah kita lihat tetapi kita memutuskan kondisinya baik-baik saja tanpa mericek kembali ke keluarganya. 

Apakah film Untuk Angeline bagus? Ya! Menurut saya bagus. Secara akting, saya puas. Penggarapannya apik meski terlihat jika budget kurang maksimal. Kesan buru-buru cukup terlihat namun tak mengurangi penggambaran setting yang kuat. Setting, dan budaya Bali sangat kental. Ritual sembahyang/doa setiap pagi, ritual doa sehari-hari, kewajiban anak sekolah SD mengepang rambut menjdai 2 berhiasi pita merah, peringatan hari ibujuga beberapa tempat khas di Bali ditunjukkan sehingga setting tidak terlihat seperti tempelan. Sangat unik dan berciri khas. Memang, sampai saya selesai menulis ini saya gagal mencari jawaban pertanyaan “Mengapa gadis kecil Bali harus dikepang 2 dengan pita merah?” Mengapa kematian John dan Angeline ditandai dengan 'Hujan Kematian'? Apa itu hujan kematian? Apakah hujan deras yang diawali satu suara petir keras? Tak ada referensi yang saya dapatkan dari google.



“Apakah film “Untuk Angeline” bisa ditonton anak-anak?” demikian pertanyaan seorang guru TK sekaligus teman saya di komunitas Ibu Profesional Jepara. Jawaban saya, “Tidak.” Film Untuk Angeline tidak cocok ditonton untuk anak-anak di bawah 13 tahun. Di atas usia itu, ketika sudah bisa memakai penalaran yang lebih kompleks, mereka bisa diajak menonton dengan Bimbingan Orang tua. Menurut saya, film ini cocok ditonton remaja, orang tua, guru semua yang berusia di atas 13 tahun karena:

1. Mengingatkan kita agar menjaga kesehatan saat hamil dan memastikan mempunyai dana cukup ketika akan melahirkan. Jangan sampai seperti nasip Midah.
2. Mengingatkan para suami, bekerjalah, bertanggungjawablah pada anak dan istrimu, jangan seperti Santo yang masih pengangguran.
3. Duhai ayah ibu, jangan membeda-bedakan pola asuh apalagi memiliki anak kesayangan, karena bagaimana pun sibling rivalry pasti terjadi, meski kita berusaha adil. Jangan picu cemburu dan dendam anak karena kurang memberikan kasih sayang. Tanamkan pola asuh yang baik, sikap jujur, welas asih, rutinitas agama, dan hormat menghormati. Jangan melampiaskan kemarahanmu pada anak yang tidak tahu apa kesalahannya.
4. Para guru dan warga sekolah, perhatikan lebih seksama siswa yang dititipkan padamu. Beri perhatian lebih pada semua. Perhatikan baik-baik arti diam, aktif, nakal yang kamu tangkap dari siswa didik dan cobalah cari tahu penyebabnya. 
5. Warga sekitar tentu tahu bagaimana anak sangat orang kaya yang terlihat aneh, bersepeda, memakai baju lusuh, tampak pucat. Mengapa tak ada yang memperhatikan? Apakah kita sedemikian sibuk sehingga tak ada waktu bertanya mengapa demikian?
6. STOP KEKERASAN PADA ANAK. Mari kita menjadi mata bagi anak Indonesia.

Itulah catatan penting yang saya tulis setelah menonton film Untuk Angeline. Itulah pesan yang saya tangkap selama menontonnya. Semoga para penonton menangkap pesan yang sama, atau mungkin lebih. Banyak yang menonton film ini ketika saya nobar kemarin. Kami semua terharu, tersentuh, tercabik, dan mengingat anak/adik di rumah. Mengingat bahwa kami pernah tanpa sengaja menghardik karena kesal. Ketika Angeline tiada, kami sadar betapa berharganya dia. Cobalah menontonnya. Ramaikan film nasional kita dengan menonton film-film yang bermutu, yang tak memperlihatkan sara dan saru. 
Share:

Cara Memilih Resep Masakan yang Mudah dan Praktis

Bagi saya pribadi, perempuan harus bisa memasak. Tak perlu ahli memasak. Cukuplah tahu cara membuat sarapan bagi dirinya dan keluarga. Lebih baik lagi jika bisa memasak menu untuk seharian sehingga tidak mengandalkan jasa catering atau jajan di jalan. Lebih bagus lagi jika punya menu andalan keluarga yang sesederhana apapun sangat diminati anak dan suami.


"Aduh, saya tidak bisa memasak, bagaimana ini?" Mungkin itu pertanyaan khas teman-teman yang belum bisa memasak atau masih pemula di bidang ini. Jangan khawatir, saya juga masih punya pengalaman memasak yang terbatas, kok. Saya belum bisa membuat kue kecuali beli bahan instan yang tingga dieksekusi. Saya hanya bisa memasak sekitar 50 resep dan stag di resep itu-itu saja. Kurang berani eksplore rasa dan kurang kreatif, keduanya jadi jawaban saya. Toh anak-anak sudah punya menu favorit yang ingin saya masakkan lagi dan lagi adalah alasan ngeles yang membuat saya malas mencoba masakan baru. Padahal mudah sekali kalau mau. 

Kamu tahu tidak, kalau ada situs yang menyimpan banyak sekali menu praktis siap coba? Ada kumpulan resep makanan lengkap yang bisa dicoba. Bahkan para pemula pun bisa mencobanya. Yang sudah ahli memasak pun bisa mengeksplore aneka resep pilihan. Saran saya bagi pemula, tak ada salahnya menggunakan buku resep setiap kali membuat masakan untuk keluarga di rumah. Namun jangan sembarang resep yang dipilih karena tidak semua resep dapat dibuat dengan mudah. Berikut ini beberapa cara memilih resep masakan yang mudah dan praktis untuk dicoba:

1. Bahan yang mudah didapatkan
  Perhatikan dan kenali bahan yang digunakan untuk membuat masakan adalah langkah pertama yang harus diperhatikan. Setelah mengetahui jenis bahan yang digunakan, cari bahan yang sekiranya mudah kamu dapatkan. Perhatikan baik-baik semua bahan yang dibutuhkan beserta takarannya. Perlu kamu ketahui bahwa setiap bahan masakan yang dibuat harus menggunakan bumbu yang lengkap. Apabila tidak lengkap, akan menyebabkan rasa masakan menjadi tidak sesuai harapan.


2. Cara memasak yang mudah
   Ketika belajar memasak, sebaiknya kamu juga memilih jenis menu masakan yang mudah untuk dibuat. Usahakan yang tidak membutuhkan teknik khusus ketika memasak. Pilih cara memasak yang lebih mudah. Jika kamu termasuk pemula dan ingin belajar memasak, apabila teknik memasak yang kamu pilih terlalu rumit, itu hanya akan menyulitkan dirimu sendiri. Jangan lupa, pilih cara masak yang mudah dan praktis untuk dibuat. Dengan demikian Anda akan lebih mudah untuk menyiapkan untuk keluarga dirumah.

3. Menu makanan sehari-hari
   Sebaiknya kamu memilih jenis dan cara memasak untuk sehari-hari. Dengan demikian, kamu akan menjadi lebih mahir ketika menyiapkan masakan setiap harinya. Juga, usahakan memilih jenis resep yang menggunakan bumbu yang ada setiap harinya. Akan lebih mudah jika kamu memiliki stok bumbu di rumah seperti bawang-bawangan dan bumbu dapur standar. Jika memang perlu bumbu yang tidak lazim seperti angkak, kayu manis dan sebagainya, jangan ragu untuk menyetoknya juga, siapa tahu butuh eksplor lebih banyak menu masakan. Dengan demikian, memasak akan menjadi lebih menyenangkan.

4. Adanya buku dan video panduan
   Masih ragu memasak sendiri? Saya sarankan membeli buku masakan yang memberikan buku dan video panduan. Dengan demikian akan memberikan kejelasan saat memasak masakan yang ada dalam resep tersebut. Ada banyak sekali jenis buku resep yang ada namun yang menggunakan video panduan akan membuat Anda mengerti lebih cepat. Selain itu pastikan bahwa buku ditulis langsung oleh ahli masak yang berpengalaman.

5. Memenuhi kriteria gizi
   Ketika memilih jenis resep masakan yang ada di dalam resep, ada baiknya juga memenuhi kriteria gizi. Kamu tentu ingin memenuhi kebutuhan gizi keluarga setiap harinya. Carilah resep masakan yang memiliki nilai gizi tinggi. Juga, pakailah selalu bahan masakan yang segar dan berkualitas. Juga, perhatikan proses pematangan. Sebaiknya jangan terlalu matang agar kandungan gizinya tidak hilang.


6. Makan yang disukai
  Memasak apapun, yang pertama adalah memasaklah menu yang  kamu sukai dulu. Ini penting agar ada kepuasan tersendiri selama memasak dan ketika selesai. Apabila kamu dan keluargamu menyukai masakan dalam negeri., ya masaklah menu dalam negeri. Jika suka makanan dari luar negeri, cobalah saja. Tak masalah, yang terpenting kamu senang melakukannya. Jangan mencoba masakan yang tidak kamu sukai walaupun resep makanan tersebut terlihat enak dan nikmat. Pun ketika membeli buku resep masakan, ada baiknya jenis masakan yang disukai saja sehingga lebih bermanfaat untukmu.

Bagaimana? Masih ingin mengatakan kamu tidak bisa memasak? Coba saja dulu... mudah kok. Tak ada yang sulit kalau mau mencoba. Awalilah dengan mencari resep masakan secara online jika kamu masih belum siap membeli buku resep masakan. 
Share:

Review dan Sinopsis Film Poltergeist 2015

Lama sekali saya tidak menulis review dan sinopsis lengkap film horor, ya. Kali ini bolehlah saya kembali menjajal kebiasaan saya mereview dan membedah film. Semoga masih ada teman-teman Susindra yang setia mengikuti posting saya tentang film di blog ini. Kali ini, saya akan mengulas Review dan Sinopsis film Poltergeist 2015.


Pindah ke rumah baru dan dihantui menjadi tema favorit pembuat film horor di dunia. Ada banyak sekali film yang dimulai dari tinggal di lingkungan baru dan terjebak dalam horor rumah berhantu. Biasanya keluarga yang terjebak menginvestasikan seluruh uangnya di rumah baru yang relatif jauh dari tempat tinggal keduanya. Sebut saja film The Conjuring 1 (2013) yang menceritakan teror keluarga Perron di Harrasville Rhode Island. Mereka membeli sebuah rumah dengan tanah sangat luas menggunakan seluruh uang yang mereka miliki. Atau, kisah Eve Parkin dan anak-anak yang dievakuasi ke Eel Marsh House di kota Crythin Gifford Inggris dan ternyata menemukan teror di film The Woman In Black2 (2014). Selain horor hantu/iblis, mereka terjebak oleh keadaan sehingga menambah jumlah teror. Bedanya adalah, jika The Perron terjebak oleh minimnya dana, Eva Parkin dan anak didiknya terjebak oleh banjir rawa-rawa setiap sore. Maka lengkaplah suda penderitaan mereka, dan puaslah kita dibuat takut oleh film horor yang kita tonton. 

Tahun 1982 lalu, ada sebuah film horor garapan Tobe Hooper dengan Steven Spielberg sebagai penulis naskahnya. Film horor ini sangat sukses dan mendapat 3 nominasi Oscar serta menang beberapa penghargaan serupa . Dengan dana $10.700.000, film ini mendapatkan lebih dari $123.600.000 pada tahun 1982. Penasaran film apa itu? POLTERGEIST jawabannya. Film ini mendapat rating yang tinggi dan mendapat tanggapan positif. “Salah satu film yang sulit kulupakan,” kata penggemar fanatiknya. 
Poster Poltergeist 1982
Tahun 2015 lalu penggemar Poltergeist 1982 diajak berreuni dengan rilisnya film Poltergeist versi baru. Saya menyebutnya Poltergeist 2015 agar bisa membedakan dengan film sebelumnya. Apalagi film berjudul poltergeist ada 9:
1. Poltergeist (1982)
2. Poltergeist (2015)
3. Poltergeist: The Legacy (1996 – film seri TV)
4. Poltergeist III (1988)
5. Poltergeist (2010) – film pendek
6. American Poltergeist (2015)
7. Poltergeist Activity (2015)
8. Poltergeist II : The Other Side (1986)
9. Poltergeisty (2012) film pendek

Sudah banyak film yang menggunakan judul Poltergeist, ya. Kata poltergeist memang mewakili kesan horor dan teror. Poltergeist jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah segala benda yang memiliki kekuatan magis atau roh (biasanya jahat) di dalam benda tersebut. Selain kata Poltergeist, kata insidious yang berarti sesuatu yang tersembunyi menyergap/menyerang ketika kita lengah. Arti lainnya adalah roh jahat yang mempunyai rencana jahat dan licik.

Poster Poltergeist 2015
Poltergeist di tahun 2015 sebenarnya adalah remake film Poltergeist 1982, namun memiliki kisah yang sedikit berbeda. Intinya sama, tetapi setting disesuaikan dengan masa sekarang. Nama keluarga yang tinggal dan poin ceritanya juga sedikit berbeda. Poltergeist 1982 menceritakan tentang keluarga agen perumahan sukses bermarga Freeling (Steve, Diane, Dana, Robbie dan Carol Anne). Film Poltergeist 2015 menceritakan keluarga bermarga Bowen (Eric, Amy, Kendra, Griffin, dan Madison) yang kehabisan uang ketika pindah rumah. Penasaran dengan sinopsis film Poltergeist 2015? Saya mulai ya.
*****

Film dibuka dengan adegan keluarga Bowen yang sedang berada di dalam mobil yang melaju ke rumah baru mereka. Eric Bowen (Ayah, diperankan Sam Rockwell) menyetir mobil dengan bantuan GPS. Amy (Ibu, diperankan oleh Rosemarie DeWitt) berada di sampingnya. Di dalam mobil mereka ada 3 anak, Kendra (sulung, 16 tahun, diperankan oleh Saxon Sharbino), Griffin (usia sekitar 9 tahun, diperankan oleh Kyle Catlett) dan Madison (sekitar 6 tahun, diperankan Kennedi Clements).  Mereka berbincang akrab meski diselingi keributan anak-anak. 

Mereka tiba di rumah baru mereka dan disambut agen perumahan. Seperti biasa, pengenalan singkat situasi rumah terwakili oleh anak-anak yang berlarian memilih kamar. Eric sebenarnya baru saja dipecat dari pekerjaannya dan bermaksud memulai hidup di kota baru bersama keluarga. Mereka menghabiskan seluruh uang untuk membeli rumah tersebut.

Madison dan jalan menuju alam roh jahat
Suatu kebetuan si kecil Madison memilih kamar yang menjadi gerbang ke dunia lain (tentunya begitu  karena si kecil ini menjadi pusat cerita). Mirip seperti konsep kita yang meyakini anak usia di bawah 7 tahun belum mendapat dosa atas perbuatannya sehingga dia masih suci. Griffin si anak laki-laki mendapat kamar di atap. Suatu malam, seluruh alat elektronik hidup sendiri sehingga membangunkan Griffin. Ia menuju ruang keluarga dan melihat Madison sedang bercakap-cakap dengan televisi. Melihat Griffin, Madison mengatakan “Mereka datang,”. Griffin berusaha keras mematikan daya TV dan menyebabkan lonjakan listrik.  Dari dalam TV yang menyala tanpa gambar itu tiba-tiba muncul sebuah tangan dan Madison dengan wajah polos berkata, “Mereka sudah tiba di sini.”
Roh jahat berinteraksi melalui TV
Pada pagi harinya Kendra marah-marah dan menuduh Griffin memainkan ponselnya sehingga rusak. Eric dan Amy mencoba melerai mereka dan dari sinilah kita tahu konflik keluarga mereka berkaitan dengan ekonomi. Juga ketika semua kartu debit dan kredit Eric ditolak di mini market. Selama beberapa waktu, Griffin menemukan banyak kejadian horor di sekitar mereka. Dia sangat sedih dan jengkel karena tak ada yang percaya padanya. 

Suatu malam, Eric dan Amy menerima undangan makan malam di keluarga teman mereka, keluarga Stoller. Di acara makan malam itu mereka tahu bahwa area perumahan mereka dahulunya adalah pemakaman umum. Juga, bisik-bisik sekitar bahwa pihak pengembang hanya memindahkan nisan saja.

Rumah The Bowen yang dihantui dalam film Poltergeist 2015 berdiri di atas makam
Di rumah, Kendra menjadi pengasuh adik-adiknya dengan senang hati karena telah dibelikan HP baru. Saat itulah teror nyata terjadi. Kendra ke lantai bawah karena mendengar suara aneh. Lantai pecah dan lumpur hitam keluar disambung dengan tulang tengkorak yang menahan kakinya. Kendra terjebak di sana. Griffin yang berada di kamar diserang oleh badut dan boneka yang tersembunyi di dalam lemari. Griffin berhasil menyelamatkan diri dan mencari Madison. Dia melihat Maddie atau Madison yang berdiri di depan lemari kamarnya. Sebelum bisa menolong Madison, Griffin ditangkap oleh dahan pohon di dekat kamarnya dan digantung di atas pohon. Madison masuk ke dalam lemari karena boneka kesayangannya bergerak ke dalam lemari.

Amy dan Eric pulang ke rumah dan menemukan Griffin dan Kendra yang terbebas dari teror yang menahan mereka. Mereka tak berhasil menemukan Madison. Dia hilang. Saat putus asa, mereka mendengar suara Madison dari dalam TV. 

Keluarga Bowen dan Time Dr Brooke yang diisengi roh jahat
Putus asa, Amy dan Eric menemui Dr Brooke Powell ( Jane Adam), seorang peneliti paranormal. Brooke membawa timnya Sophie (Susan Heyward) dan Boyd (Nicholas Braun) untuk meneliti fenomena supranatural di sekitar rumah. Boyd diteror ketika memasang kamera di kamar Madison. Saya paling ngeri ketika mesin bor Boyd bergerak sendiri di sekitarnya. Pegangan suami kencang (eh? Curhat). Boyd berhasil melarikan diri dengan bekas merah di tangan. Kursi dan perabot yang bergerak sendiri menyerang juga mengindikasikan kekuatan jahat pengganggu rumah. Brooke pun menyimpulkan bahwa apa yang mengganggu rumah Bowen adalah poltergeist, sehingga mereka membutuhkan tenaga ahli seperti Carrigan Burke(Jared Haris)  – paranormal yang memiliki program TV membersihkan (meruwat) rumah dari makhluk jahat yang terkenal. Acara TV Carrigan adalah program TV favorit Kendra. Dan ternyata, Carrigan adalah bekas suami Brooke. 

Ternyata Madison ditahan oleh penghuni kuburan yang tak berhasil mengikuti cahaya menuju alam baka. Dia harus menjadi penunjuk jalan dengan resiko ikut masuk ke alam baka selamanya. Beberapa cara dilakukan untuk menyelamatkan Madison namun gagal.  Di antara semua, Griffin yang merasa paling bersalah karena gagal melindungi adiknya. Ketika melihat semua keluarga lengah, dia berlari masuk perangkap madison untuk memandunya pulang ke rumah. Melihat aksi Griffin, maka Carrigan memutuskan mengorbankan dirinya untuk menggantikan kedua anak kecil tersebut. Apalagi roh yang mengganggu mereka sangat jahat.

Pemeran Griifin Bowen dalam Poltergeist 2015
Berhasilkah usaha mereka? Bagaimana mereka memadamkan kemarahan para roh yang terperangkap di dunia dan begitu mendambakan cahaya menuju alam baka sehingga menjadi sedemikian jahat? Apakah ada tokoh yang meninggal? Silakan menonton filmnya sendiri, ya. Hehehe.... Tak seru jika saya menulisnya lengkap sampai ending.

*******
Sutradara: Gil Kenan
Produser: Roy Lee, Sam Raimi, Robert G. Tapert
Penulis naskah: David Lindsay-Abaire
Berdasarkan naskah Poltergeist karya Steven Spielberg
Pemain film: Sam Rockwell, Rosemarie DeWitt, Jared Harris, Jane Adams
Pengarah musik: Marc Streitenfeld
Pemroduksi film: Fox 2000 Pictures, Metro-Goldwyn-Mayer, Ghost House Pictures, TSG Entertainment, Vertigo Entertainment
Pendistribusian film oleh: 20th Century Fox
Tanggal rilis: Mei 2015
Durasi film: 93 menit
*******

Film ini seru, menegangkan dan berusaha mengalahkan keberhasilan film Poltergeist 1982. Secara umum kisahnya agak mirip meskipun sudah disesuaikan dengan situasi saat ini. Jadi tidak seperti film The Conjuring yang setia di setting tahun 1970-1980-an. Sayang, usaha Gil Kenan (sutradara) menyaingi Tobe Hooper dikritik habis oleh penggemar yang kecewa. Memang tak mudah menyingkirkan kesan kuat dan teror film horor tahun 1982 itu. Maka upaya me-remake film ini terganjal oleh pesimisme penggemar Poltergeist asli. 

Lepas dari kekecewaan para penggemar film Poltergeist 1982 sehingga memberikan rating rendah, saya senang dengan film ini. Film ini berhasil membuat saya deg-degan selama menontonnya. Apalagi kesan keakraban keluarga menengah ke bawah di Amerika terwakili dengan baik. Hubungan harmonis dan kasih sayang keluarga juga terlihat lebih eksplisit dan saya senang dengan dialog keluarga. Jadi, belum tentu rating rendah berarti film buruk. Psst... sebenarnya film ini menang penghargaan Film Terburuk versi Chainsaw Award. Tetapi, jangan menyerah dahulu sebelum menontonnya. Toh ada 3 nominasi Young Artist Award yang diterima, jadi tak seburuk yang dikesankan. Untuk box office, film berdana $35 juta ini mendapat penghasilan kurang memuaskan, $95,6 juta. 

Bagaimana dengan rating film? Film ini termasuk PG-13 (parent guide untuk usia 13 tahun ke atas) karena masih termasuk sopan. Ada satu adegan di dalam kamar tetapi hanya candaan suami istri. Setidaknya, jangan tonton bersama anak, lah, ya. Adegan lain yang perlu diwaspadai adalah adegan meminum wiski meski sebenanya tidak terlalu dipahami sebagai miras. Adegan hot lain tidak ada. 

Terkadang perlu bagi saya menulisnya sekalian karena ada pembaca yang bertanya. Hihihi... alhamdulillah saya punya penggemar film horor sendiri meski sudah lama tak menulisnya. Maaf ya, saya sempat terganggu dengan sebutan Blogger Spesialis Horor. Aduh... padahal saya hanya menuliskan salah satu hobi saya yaitu menonton film horor. Sama saja? Iya! Sebenarnya sama saja, makanya, tunggu ulasan saya tentang film The Conjuring 2 : The Enfield Poltergeist

Selamat menonton film Poltergeist, ya! Terima kasih sudah membaca Review dan Sinopsis Film Poltergeist ala Susindra!
Share:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge