Pesona Pulau Peninsula Bali

Selama di Nusa Dua, saya ke pulau Peninsula 3 kali; malam, sore dan pagi hari. 3 hari di Bali, 3 kali ke sana. Bukan karena tak ada lokasi lain, tetapi waktu di sana sangat sebentar, sehingga hanya bisa menjelajah satu tempat lalu buru-buru menuju acara resmi Asus Zenfone 3 Press launch


Pertama ke sana, tanggal 7 September malam, pukul 10 malam. Tepatnya ketika mengikuti Asus Beauty Sky Light. Saat itu saya cukup kelelahan karena sebelumnya, jam 2 malam, menembus jalanan menuju Bandara A. Yani, dan harus bertahan mengikuti beberapa kegiatan sampai jam 11 malam. Lelah agak terminimalisir dengan menu makanan yang istimewa dan kegiatan bersama teman-teman blogger & media se Indonesia. 

View malam di Peninsula Bay (atau pulau Peninsula) membuat penasaran saya membuncah. Patung-patung bercahaya dari jauh. Kami diajak ke area Hellipad Paninsula yang diterangi lampu-lampu sorot. PIC kontes foto mengingatkan kami jangan jauh-jauh dari rombongan karena tepi laut sangat curam. Bagaimana jika tempat ini terang? Hmm... Maka saya pun kembali keesokan sorenya, pasca acara Asus Incredible Race. 
Hasil jepretan saya di Beauty Sky Contest
Asus Incredible Race selesai pukul 4 sore. Saya langsung mandi, mengguyur kaki yang lelah dengan air hangat di shower. Saya agak berharap mendapatkan kamar dengan bath up. Hahaha... Tapi saya bersyukur banget bisa tinggal di hotel Courtyard Marriot. Tahu maksud saya?

Tak butuh lama untuk meregangkan kaki yang agak kencang. Saya berganti baju, bersiap, dan keluar dari kamar hotel menuju Lobby. Waktu sudah menunjukkan pukul 17:15. Di Jepara sudah sunset, pikir saya. Tapi mengingat jam 6 pagi di Nusa Dua masih gelap, saya nekat mengejar sunset satu-satunya di Bali. dan saya berhasil!


Tanggal 9 September, hari terakhir di Nusa Dua. Saya sudah menikmati sunrise di pantai Menggiat (sendirian juga). Teman-teman blogger Semarang ingin melihat pantai. Saya ikut lagi, dong... Hahahaha. Saat itu pukul 8:45 pagi. Saya belum mempunyai foto patung Arjuna Krisna (karena kemalaman di hari sebelumnya). 

Jadi... 3 hari saya di Nusa Dua Bali, 3 kali saya ke pulau Peninsula demi sebuah foto dan sepotong kenangan. Bukankah itu yang terpenting ketika melakukan perjalanan?


Peninsula Island (saya beberapa kali menyebutnya Peninsula Bay) berada di kawasan BTDC (Bali Tourist Development Corporation. Masih sedikit yang tahu bahwa BTDC telah berganti dengan nama ITDC atau Indonesia Tourist Development Corporation sejak 12 Juni 2014). Saya tetap pakai BTDC karena lebih melekat karena ada kata Bali di situ. Menurut yang saya baca, asal kata Nusa Dua berasal dari 2 pulau atau nusa yang ada di sana, yaitu pulau Peninsula dan pulau Nusa Dharma. Kedua pulau tersebut sudah disatukan dengan pulau utama dan menjadi wisata gratis bagi semua. Ada apa saja di pulau Peninsula?

1. Water Blow, atraksi pertemuan air laut dengan tebing curam di sekitar pulau Peninsula. Air laut di pulau Peninsula cukup besar dan kuat. Beberapa kali percikannya terlalu kuat sehingga membasahi pengunjung yang berada di sana. meski begitu, Water Blow adalah salah satu destinasi wisata yang sering dikunjungi ketika berada di sana. Saya sudah menuliskannya di sini.


2. Patung Arjuna Kresna. Patung Arjuna Kresna atau sebaliknya Kresna menjadi ikon pulau Peninsula. Patung setinggi 17 meter tersebut berdiri di atas sebuah gudang seni berjendela dan pintu kaca. Patung ini mengisahkan kebimbangan Arjuna ketika perang Bharatayudha semakin dekat di tanah Kurusetra. Kresna memberikan wejangan pada Arjuna sehingga lahirlah buku Bhagawadgita. Patung ini dilaunching pada acara Nusa Dua Fiesta 2012 lalu.


3. Nusa Dua Fiesta. Nusa Dua Fiesta digelar setiap bulan Oktober saja, berupa pameran budaya, seni dan wisata. Tujuan utamanya tentu saja, untuk mempromosikan kekayaan budaya Bali khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Pastikan kamu datang ke acara ini bulan depan.

4. Pura Dalem Bias Tugel. Ini adalah lokasi sembahyang umat Hindu di sana. Saat saya di sana, akses jalan menuju ke sana ditutup dengan tulisan “dalam perbaikan”. Kalaupun terbuka, pura ini tak boleh dimasuki sembarang orang. Mereka yang masuk harus berbaju adat, tidak dalam kondisi haids, dan tidak dalam kondisi berkabung.

5.  Jogging Track. Saat pagi dan sore, Peninsula Island akan ramai dikunjungi. Sebagian melakukan jogging atau sekadar duduk santai menikmati rerumputan yang terawat. Pepohonan rindang di sekitar membuat siapapun betah duduk-duduk di sana. Angin laut membelai lembut membuat saya mengantuk. Damai sekali.


Ketika akan memasuki pulau Peninsula, kita akan melewati sebuah pantai yang landai dengan karang-karang yang hijau berlumut. Pantai di sekitar sini memang penuh karang-karang tajam. Banyak penduduk atau wisatawan lokal yang menikmati suasana pantai di sana. Saya pun bergabung dengan mereka. Menyenangkan sekali berada di sini. tempat yang asyik untuk bersantai dengan keluarga. Semua serba gratis, bersih, dan tak ada PKL yang menjajakan dagangan. Saya harap bisa mengajak keluarga ke sini lagi, suatu hari, tak lama dari hari ini. Aamiin

Share:

Sakuku: Solusi Praktis Para Food Enthusiast & Food Blogger

Menjelang senja, saya sampai di Nestcology Cafe untuk acara Ngobrol Bareng Blogger Semarang bersama Jiah, Rosa, dan suaminya. 20 menit sebelumnya kami bertemu di depan UKM Center Jawa Tengah di Banyumanik. Parkir mobil berderet di Jalan Tambora No 5A Semarang. Mobil yang kami tumpangi bergerak lambat mencari celah parkir. Di depan mobil, beberapa sahabat blogger berjalan sumringah dan saling sapa. Rasa hati saya ingin segera keluar dan bergabung. Tapi, menunggu sebentar selalu pilihan bijak. Dan penantian memang selalu berbuah manis. Keluar dari mobil, Cheila menyapa, lalu disusul Mbak Muna 5 menit kemudian. Maka kami pun berfoto bersama sebagai tanda bahagia bertemu sesama blogger


Usai foto, kami lanjut bercengkrama di spot iconic Nestcology bersama para sahabat blogger lain seperti Mbak Arina, Mbak Ika, Mbak Uniek, Mbak Tanti, Mbak Wati, Mbak Indri, dan masih banyak lagi. Di lokasi saya bertemu Mbak Gesang, Mbak Lestari, Mbak Rahmi, Mbak Inung, Mas Eko, Mas Asmarie. Sebenarnya masih banyak lagi nama, tetapi saya menyebutkan teman yang memang bersapa. Seperti itulah asyiknya pertemuan para sahabat blogger yang saling kenal meski sebagian baru pertama berjumpa. Acara Ngobrol Bareng Blogger with Nuno Orange yang diadakan oleh Bank Central Asia (BCA) dan Bblog mempertemukan saya dengan lebih banyak teman blogger. 

Waktu Magrib tiba, kami bergantian salat di belakang kafe. Usai salat, kami siap menyambut apapun yang disajikan tuan rumah. Ternyata, acara perdana kami adalah jamuan makan malam. Asyiik... Beberapa menu spesial telah disiapkan dan kami bebas mengambil. It’s a buffet time! Setelah selesai mengambil makanan yang disiapkan secara buffet... saya baru sadar ada menu istimewa di meja yang lain. Huaaa... saya hanya bisa mengabadikan di foto saja. Bukan karena malu, tetapi saya sudah mengambil makanan yang saya butuhkan. Tak apalah, ya, foto saja deh, buat portofolio. Wkwkwk...


Ternyata, itu salah satu materi yang disampaikan oleh pemateri pertama. Siapa dia? Tentu saja Mas Nuno Orange. He’s a food Enthusiast dari Semarang sekaligus seorang penyiar famous di Gadjah Mada FM. Teman-teman pasti kenal dengan pemilik instagram @nunoorange yang mempopulerkan #MakanGendutGaMakanLemes ini.  Foto-fotonya bikin saya pengen gigit HP. Mas Nuno punya blog yang diberi tagline sama dengan nama bekennya, Nuno Orange.

Mas Nuno memberi tips menjadi Foodies atau Food anthusiast. Bagi teman yang belum tahu apa itu food enthusiast, saya beritahu definisinya. Menurut urban dictionary, food enthusiast adalah orang yang suka makan, mencoba dan mencari menu makanan baru, mendatangi tempat makan seru, lalu mengunggah hasil “buruannya” di media sosial atau blog. Ini salah satu urban lifestyle yang sangat diminati. Kesempatan mendapat paid review cukup besar karena selalu ada restoran yang mencari jasa food enthusiast sebagai announcer menu baru atau malah restoran baru. Rasa-rasanya... saya jadi ingin mencoba profesi ini. Asyik kali ya kalau jadi the first profesional food enthusiast di Jepara. Ah, kepedean, saya nih. Kemungkinan sudah ada keleess... kan orang-orang Jepara doyan makan-makan di restoran.  Kalau profesi food enthusiast digabung dengan profesi food blogger... hasilnya lebih maksimal ya. Bentar… saya mau cari teman patungan bayar di restoran. Hahahaha…. Ups. 


Tips menjadi food enthusiast ala Mas Nuno:
1.  Keluar modal gak harus bayar. Lho… food enthusiast itu modal dulu? Ya iya! Siapa yang mau mengundang kita makan gratis kalo belum tahu profesi kita.
2.  Cari teman, tanggung renteng. Maksudnya, paling enak makan di restoran bareng teman, masing-masing pesan menu beda, lalu difoto. Bayarnya patungan. Jadi, sekali ke restoran ada banyak foto dan menu. Tips keceh, nih.
3.  Makin banyak menu, makin banyak foto, makin lengkap portofolio. Portofolio yang bagus bisa menarik pengusaha hotel dan restoran untuk mengundang kita sebagai profesional food enthusiast. Namanya pro, ya sudah pasti gratis dan dibayar pula. 
4. Ikut komunitas food blogger karena selain saling sharing, biasanya undangan review datang melalui komunitas.

Tips sudah. Sekarang, bagaimana cara jadi Food enthusiast? Saya menyebutnya kode etik Food enthusiast.

1.  Obyektif dan jujur. Jika kurang suka, cari kalimat halus. Lebih baik lagi jika menemui chef dahulu karena siapa tahu taste-nya memang seperti itu. Pun dengan harga. Jangan bilang murah atau mahal, tetapi cocok untuk kelas menengah atau kelas atas. Atau sebut harga saja jika dirasa perlu.
2.  Latihan foodgraphie agar hasil foto memikat. Ini penting sekali. Selain caption, hasil foto adalah portofolio kita yang paling terlihat.
3.  Gunakan media sosial secara aktif dan jalin interaksi dengan follower.


Mas Amin Laurent menjadi pemateri Ngobrol Bareng Blogger yang selanjutnya. Pria ganteng ini memberi solusi untuk menjadi food enthusiast yang all out. Namanya Sakuku. Sakuku adalah dompet elektronik yang dapat digunakan bertransaksi melalui aplikasi smartphone untuk pembayaran belanja, isi pulsa dan transaksi perbankan lainnya. Sakuku bikin hang out makin all out.

Keuntungan yang ditawarkan oleh Sakuku adalah:
1. Mudah. Semua orang bisa mempunyai aplikasi Sakuku di HP-nya. Tinggal unduh dari application store saja.
2. Praktis. Nomor handphone menjadi nomor kepemilikan Sakuku. Jadi pasti hafal luar kepala.
3. Gratis. Sakuku ini bebas biaya administrasi bulanan. 

Asyik banget kalau punya Sakuku. Bikin hangout kamu makin all out! itu yang jadi tagline Sakuku. Apalagi Sakuku Plus yang memiliki fitur lebih lengkap lagi. Cara mengaktivasi Sakuku Plus pun mudah. Ada 3 cara memiliki Sakuku:
1. Penawaran otomatis dari pemilik BCA mobile. Semua pemilik BCA mobile yang aktif bertransaksi dalam 1 bulan terakhir akan ditawari layanan Sakuku Plus. Kita tinggal mengiyakan dan isi data yang diminta.
2. Pemilik kartu ATM BCA dapat mengaktifkan Sakuku Plus secara manual dengan cara menginput nomor kartu ATM di dalam aplikasi Sakuku.
3. Datang ke cabang BCA terdekat membawa KTP dan HP yang akan dipakai. Cara ketiga ini memudahkan non nasabah BCA yang ingin punya Sakuku Plus.  

Agar lebih asyik, Sakuku membuat tambahan keuntungan jika sudah mengaktifkan fitur Sakuku Plus. Apa saja fitur asyik Sakuku Plus?
1. Transfer uang ke sesama pemilik Sakuku. Semisal ada teman, adik atau anak butuh uang, misalnya berulang tahun, kita bisa transfer sejumlah uang ke Sakuku mereka dengan minimal Rp 5000. Asyik, kan, apalagi untuk emak-bapak yang anaknya ingin mentraktir teman saat ulang tahun. Transfer saja via Sakuku. Praktis. Angkat HP, kirim uang.
2. Meminta transfer uang. Sedang hangout trus kehabisan uang? Minta ditransferin uang via Sakuku saja. Praktis, kan? 
3. Split Bill. Nah, ini. Makan bareng sahabat, tanggung renteng. Cara bayar patungan adalah salah satu cara yang lazim digunakan, jadi tak perlu malu. Fitur Split Bill memberi kemudahan membagi tagihan sampai 10 orang. Besaran pembagian bisa kita sesuaikan. Pukul rata atau meng-input jumlah tagihan pribadi, semua bisa.
4. Tarik Tunai di ATM BCA tanpa perlu kartu ATM. Ada banyak ATM BCA yang sudah bertanda Tarik Tunai Sakuku yang bisa dipakai untuk menarik uang tunai kelipatan Rp 50.000,- dengan maksimal penarikan Rp 1.250.000,- per transaksi. 
5. Limit Transfer terendah Rp 5.000,- (termasuk nominal Split Bill)
6. Minimal setoran Rp 10.000,- per transaksi. Tak ada saldo yang ditahan, jadi bisa dipakai sampai habis.
7. Saldo maksimum Rp 1.000.000,- (Sakuku) dan Rp 5.000.000,- (Sakuku Plus), top up (setoran) maksimal Rp 20.000.000,- per bulan per nomor Sakuku.
8. Bayar Belanja sesuai dengan tagihan dan tak ada tambahan biaya administrasi. Tapi pastikan saldonya cukup yaa.. 
9. Ada lebih dari 200 merchant yang menerima transaksi Sakuku.
10. Biaya pendaftaran Sakuku adalah 1 x SMS yaitu Rp 250 – Rp 350 sesuai tagihan operator dari pulsa prabayar atau pascabayar. Ini cuma dikenakan sekali aja loh waktu registrasi.


Asyik banget, ya, bisa ke mana-mana tanpa membawa dompet. Cukup bawa HP saja, bisa bayar apa saja di merchant sekitar kita. Rasanya, hidup kita makin ringan saja. Cukup bawa HP dan powerbank. Hahahaha... tapi dessert yang disajikan sambil mendengar penjelasan lengkap mengenai Sakuku benar-benar bikin hepi.

Penjelasan mengenai Sakuku ini menarik minat para blogger. Kami jadi berebut saling tanya. Saya salah satunya. Sayang, waktu membatasi. Saya ingin bertanya bilamana ATM kita hilang, apa yang perlu dilakukan. Ah sudahlah, saya mau tanya langsung ke BCA Cabang Jepara. Saya salah satu nasabah aktif di sana meski atas nama suami. Sistem pengaturan uang rumah tangga memang dicampur, jadi tak ada uang suami atau uang istri. 


Pukul 9, acara berakhir. Namanya blogger, pasti tak mau langsung cus pulang kecuali memang mengharuskan begitu. Kami bercengkrama dan foto-foto bersama. Fotobooth penuh! Blogger Semarang memang paling ramai dan kompak. Semoga ada lagi kegiatan semacam ini, ya. Saya selalu siap ke Semarang demi bertemu blogger-blogger kece Semarang.

Share:

Solusi Terbaru ASI Eksklusif untuk Bayi dengan Pompa ASI Elektrik

Memiliki bayi adalah sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi setiap wanita. Alhamdulillah saya sudah mendapat dua kali kesempatan hamil, melahirkan dan menyusui. 2 jagoan ganteng menjadi penyempurna rumah tangga kami.

Ketika masa menyusui, adalah wajar jika seorang ibu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. ASI memang selalu jadi pilihan utama. Tetapi, tak semua wanita seberuntung saya yang tinggal di rumah dan bisa menyusui bayi sewaktu-waktu. Banyak busui (ibu menyusui) yang bekerja. Perih di hati karena meninggalkan anak menjadi semakin menjadi kala ASI di payudara memaksa ingin keluar. Saya pernah mengalaminya (meski jarang) sehingga sangat paham, betapa busui dan bayi sebaiknya jangan dipisahkan. Namun, tentu saja kembali ke tugas dan kewajiban masing-masing. Jika memang harus bekerja, tak ada nilai tawar seperti misalnya cuti selama setahun. Tak ada, dan mungkin tidak akan pernah ada.
Salah satu pompa ASI elektrik
Busui, siapapun, di manapun, pastilah sangat menyayangi bayinya. Tak ada keraguan sedikit pun akan hal itu. Menyusui anak sewaktu-waktu hanya bisa pada hari libur saja. ketika bekerja, biasanya mereka memakai pompa ASI elektrik untuk mengumpulkan ASI dengan mudah. Asi yang terpompa dikumpulkan dalam botol kaca, lalu diletakkan di ruang pendingin atau termos dingin agar bertahan cukup lama sampai kembali ke rumah. Di rumah pun, para ibu cerdas ini tetap memompa ASI di sela-sela memberikan ASI secara langsung. ASI yang dipompa merupakan tabungan saat busui bekerja. Bukankah ibu sekarang lebih cerdas menepati kewajibannya?

Mengapa setiap ibu menyusui memerlukan pompa ASI elektrik? Karena ASI merupakan makanan khusus yang terbaik bagi bayi. Paling irit pula. Memang, ada bayi yang mengkonsumsi makanan selain ASI, namun menuntaskan ASI 2 tahun adalah yang terbaik bagi semua. ASI memiliki manfaat yang sangat besar untuk bayi dan ibunya, yaitu:

ASI memiliki kandungan yang sangat penting untuk bayi. Kandungan alami yang ada antara lain AA, SHA, Omega 6, protein, taurin, laktosa, laktobasius, kolostrum, zat besi, lemak, vitamin A, laktoferin, dan lizozim. Semua kandungan ini sangat penting untuk bayi.
ASI memiliki beberapa unsur yang dapat mendekatkan antara sang Bunda dengan bayinya.
ASI adalah susu yang paling higienis di dunia.
ASI merupakan pelindung terbaik yang pernah ada untuk bayi.
Bayi yang meminum ASI dapat terbebas dari berbagai alergi makanan.
Proses kedekatan bayi dengan ibunya 

ASI membuat bayi lebih sehat, berkembang, dan cerdas. Makanya, sesibuk apapun seorang ibu menyusui, bahkan di tempat kerja, ada baiknya tetap menabung  ASI. Ada banyak produk pompa ASI elektrik yang bisa membantu memerah cairan kehidupan yang menjadi hak bayi. Busui tidak perlu repot memerah susu murni menggunakan tangan atau alat karet yang tidak higienis. 

Cara menggunakan pompa ASI elektrik sangat mudah. Semua ada di petunjuk penggunaan. ASI yang terpompa sebaiknya langsung disimpan dalam botol higienis-tertutup dan diletakkan di dalam termos es atau kulkas. Cara ini mencegah ASI menjadi basi. Untuk penyimpanan lebih lama, bisa disimpan di dalam freezer. 

Sebenarnya banyak sekali manfaat jika seorang Bunda menggunakan pompa ASI untuk kebutuhan sehari-hari. Terlebih lagi jika pompa yang digunakan bertenaga listrik atau elektrik. Manfaat yang akan didapat antara lain:

Bunda tidak memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil ASI yang dipompa.
Bunda tidak perlu lelah memerah, karena pompa secara otomatis memerah sendiri.
Pompa memberikan perahan ASI yang memang tuntas dan hasilnya lebih banyak.
Bunda dapat melakukan aktivitas yang lainnya walaupun sedang dalam kegiatan memerah ASI.
Pompa ASI elektrik memberikan tenaga yang kencang, sesuai hisapan mulut bayi, sehingga prosesnya sangat efektif dan efisien.

Ada banyak manfaat ASI dan pompa ASI elektrik. Saran saya, setiap ibu menyusui yang bekerja mempunyai alat ini. Harganya sangat bervariatif dan sesuai anggaran. Kita semua ingin yang terbaik bagi anak, kehidupan rumah tangga dan karier, bukan?

Share:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge