A note of Mom-blogger, craft-lover, & French Guide from Jepara

Wisata Khas Semarang dan Menginap di Crowne Plaza Semarang

Jika ada sumur diladang, izinkan saya melepar batu. Jika kamu berkunjung ke Semarang, jangan lupa mampir ke Lawang Sewu.

Lawang Sewu - sumber: Mapio
Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata Lawang Sewu? Hampir mirip. Lawang Sewu merupakan salah satu tempat wisata yang paling terkenal di Kota Semarang. Lawang Sewu adalah gabungan dari dua kataLawang yang berarti pintu, dan sewu yang berarti seribu. Jadi, secara istilah, Lawang Sewu adalah seribu pintu. Orang Jawa menyebutnya begitu. Tetapi jika dihitung, jumlah pintunya tak sampai seribu. Lawang sewu jadi tempat yang wajib dikunjungi jika kamu berencana untuk pergi ke Semarang. Daya tariknya bukan hanya bangunan Belanda yang masih berdiri kokoh, indah dan megah, tetapi juga nilai sejarahnya. Keindahan bangunan membuat banyak sesi foto pre-wedding diambil bersetting gedung ini.

Gedung Lawang Sewu terletak di sebelah timur Tugu Muda Semarang. Di zaman Belanda, gedung ini adalah kantor pusatperusahaan kereta api milik Belanda. Pembangunan gedung memakan waktu 3 tahun, yaitu dari tahun 1904-1907. Makanya jangan heran jika Lawang Sewu menjadi saksi bisu pertempuran -pertempuran di Semarang. Salah satunya adalah perlawanan para Angkatan Pemuda Kereta Api (AMKA) melawan penjajah Jepang. 

Cerita mengenai Lawang Sewu tak lepas dari kisah misteri di bagian bawah gedung. Ada beberapa ruang bawah tanah yang dijadikan sebagai penjara pada zaman penjajahan. Uniknya, penjara di Lawang Sewu tak hanya satu jenis. Di bawah tanah, terdapat 2 macam penjara, yaitu penjara berdiri dan penjara jongkok. Bisa bayangkan siksaan para tahanan? Saya tak berani bayangkan. Syukurlah Indonesia sudah lama merdeka dan pada 5 Juli 2011 Lawang Sewu disahkan sebagai tempat wisata. Semoga kita selalu ingat perjuangan para pahlawan, ya. 

Setelah puas berjalan-jalan di Lawang sewu, pastinya kamu masih ingin melanjutkan wisata khas Semarang lainnya. Ada banyak tempat wisata yang harus dikunjungi di Semarang. Ada pantai Marina, pantai Maron, pantai Tirang, air terjun Benowo, air terjun Kali Pancur, Pecinan (Semawis), taman Kampoeng Lele, dan tempat wisata lainnya. Tak mungkin sehari selesai. Makanya kamu butuh tempat menginap yang recommended banget. Mau tahu? Jawaban terbaik saya adalah Hotel Corwne Plaza Semarang. Hotel Crowne Plaza hanya berjarak sekitar 800 meter dari Lawang Sewu. Yang pasti, hotel ini cocok banget untuk melepas lelah setelah seharian berjalan-jalan.

Hotel Crowne Plaza juga terletak dipusat kota, yakni berdampingan dengan Paragon Mall tepatnya di Jalan Pemuda 118, Semarang. Hotel ini hanya berjarak enam kilometer dari Bandara Internasional Ahmad Yani dengan waktu tempuh dua puluh menit. Jadi, cocok juga bagi kamu yang lelah karena penerbangan jauh dan memutuskan beristirahat di sini. Atau, kamu ke Semarang menggunakan kereta api? Hotel Crowne Plaza Semarang sangat dekat dengan stasiun Kereta Api Tawang. Jaraknya yang hanya dua kilometer dengan waktu tempuh lima belas menit. Corwne Plaza Semarang sendiri merupakan hotel berskala internasional, kesan mewah langsung dapat kamu rasakan ketika baru saja memasuki hotel ini
 Loby dan Koridor Lantai - sumber Traveloka
Pelayanan dan fasilitas di Corwne Plaza Semarang sudah sesuai standar hotel bintang lima. Pasti sangat memuaskan. Fasilitas Hotel juga terbilang lengkap, dari mulai kamar yang berjumlah 270 ruangan, Ballroom, 4 ruang rapat, fitness center, kolam renang anak, kolam renang outdoor, kafe, juga restoran yang bisa kamu kunjungi setiap saat yaitu Gris Restaurant, Crystal Palace Chinese Restaurant, dan tentunya fasilitas lain seperti hotel bintang lima pada umumnya. Corwne Plaza Semarang menyediakan beberapa macam kamar yang dapat kamu pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan seperti jenis tempat tidur, ruangan khusus merokok, dan fasilitas lainnya.

Superior Room, 1 King Bed. Sumber Traveloka
Secara umum terdapat 3 jenis ruangan yaitu, Superior Room, Deluxe Room, dam Executive Suite. Apapun jenis ruangan yang kamu pilih, tetap terasa nyaman banget untuk beristirahat setelah berwisata seharian. Tinggal pilih sesuai selera dan budget saja. Atau jika kamu bingung harus berwisata ke mana? Hotel Crowne Plaza Semarang menyediakan meja layanan wisata untuk mengatur jadwal wisata harian selama di Semarang. Wah keren banget kan, so untuk kamu yang belum pernah ke Semarang jangan ragu buat datang kesini karena hotel ini sudah menyiapkan segala kebutuhan yang kamu perlukan.

Wedding Gallery di hotel Crown Plaza Semarang - sumber Traveloka
Selain menginap untuk berwisata maupun kepentingan bisnis lainnya, kamu juga bisa mengadakan acara pernikahan juga. Corwne Plaza Semarang bekerjasama dengan berbagai vendor yang bergerak di bidang jasa  pernikahan, termasuk Even Organizer. Kamu bisa mengatur dan mewujudkan pernikahan impian di hotel ini. Apapun kegiatan kamu di Semarang, baik untuk wisata, kepentingan bisnis maupun urusan lainnya, Corwne Plaza Semarang adalah tempat yang patut kamu jadikan pilihan utama.

Jika kamu tertarik dengan hotel ini, kamu bisa coba memesannya lewat situs travel online nomor satu di Indonesia yaitu Traveloka, selain proses pemesanannya cepat tentu akan sangat memudahkankamu untuk mendapatkan informasi mengenai hotel tersebut.

Share:

Cerita Renungan Malam: Wanita Berwajah Rata

Dari judulnya sudah seram banget, ya. Tapi kalah seram karena tidak ditulis di malam Jumat Kliwon. Hahahaha… 

Jangan salahkan saya, salahkan para Blogger KAH yang memaksa saya jadi blogger tamu di posting mereka yang bertema “Cerita Renungan Malam”. Mereka memaksa saya mengembalikan blog ini ke aura mistis. Siapa saja mereka? 

1. Mbak Rany R. Tyas dengan artikel Hantu Genit di Belakang Kos
2. Mbak Arinta Ardiningtyas dengan judul : Saat Dia Tertawa di Sampingku
3. Widut eh Widi Utami 

Dan sebagai tamu, saya tak mau kalah. Saya telah menyiapkan cerita horor tentang wanita berwajah rata. Hayo… siap-siap merinding. Pastikan ketika membaca bahumu menempel ke tembok ya. Jadi gak kaget kalo tiba-tiba ada suara di belakangmu. Tembok kan tak mungkin bicara. Jadi ingat lagunya Celine Dion yang berjudul If Walls Could Talk. Ah, abaikan… ini bukan kisah romantis. Ini murni kisah mistis. Saya sedang mengerjai kamu, dan ini kisah tentang pertemuan saya dengan seorang wanita berwajah rata.


Ketika kuliah, adakalanya saya merasa ditemani oleh sesuatu yang tak bisa saya jelaskan. Berkali-kali saya terbangun karena merasa ada seseorang di dekat kepala. Dipan kos saya kecil, hanya ukuran 90 x 180 cm, jadi tidurnya agak ngepas di badan. Jadi paham kan kalau suara sekecil apapun di samping dipan akan terdengar cukup jelas? Beberapa kali saya terbangun karena merasa ditemani seseorang di kamar yang lokasinya tepat di sebelah deretan 4 kamar mandi kos dan dapur.

Kalau boleh jujur, pada hari kedua tinggal di situ, saya mendengar cerita bahwa ada penunggu wanita di kos. Ada seorang gadis yang bunuh diri di dekat rumah kos kami yang memang berupa tanah kosong. Tetapi informasi segamblang itu membuat saya mengadem-ademi pikiran dengan alasan mungkin karena persaingan kos-kosan. Tempat tinggal saya selama kuliah memang milik pendatang yang hanya datang sebulan sekali. Meski uang sewa kamar hampir sama, tetapi kos kami termasuk bagus, dibangun lebih tinggi sehingga view Perpustakaan dan taman kampus terlihat jelas sebagai background. Terlebih, di kos hanya satu teman yang mengaku melihat penampakan. Saya? Saya mana mau mengaku kalau hal-hal begini. Saya cukup tenang menghadapi hal-hal begini, tetapi saya tahu banget kalau teman-teman kos pasti super heboh. Menjadi penyebab kepanikan, ketakutan, atau kemarahan adalah sesuatu yang saya hindari. Lha… kok sekarang menakutimu?

Saya tipe mahasiswa yang belajar sampai tengah malam. Saya senang sekali dengan pelajaran bahasa Perancis dan sering mengerjakan soal 2 x. Kalau sudah selesai, saya membaca buku. Saya lebih sering tidur jam 2 dinihari daripada jam 10 malam.  Di tengah malam, terkadang saya ingin ke kamar mandi. Biasanya langsung ke kamar mandi saja tanpa khawatir. Tetapi, kadang rasa takut saya kumat juga. Namanya juga manusia. Pikiran logis bisa dikalahkan oleh ketakutan jika tak siap mental. Nah.. jika saya sedang penakut, saya menunggu sampai ada teman yang ke kamar mandi jika kebelet. Jika ada teman yang ke kamar mandi saya akan langsung menyusul. Karena tembok saya berbatasan dengan kamar mandi, pasti saya dengar jika ada yang “bermain air”.

Suatu hari, saya menahan p****s dari jam 12 malam. Tumben, biasanya saya berani ke kamar mandi tanpa menunggu teman. Tetapi aura malam itu memang agak beda. Bulu kuduk saya cukup sering berdiri sendiri. Maka, saya pun hanya punya satu opsi, yaitu menunggu teman ke kamar mandi. Jam 1 malam, terdengar suara pintu kamar terbuka. Tak lama kemudian, terdengar suara gebyuran di dalam kamar mandi. Saat itu bulan Juli, udara sangat panas dan air sangat sulit. Kontan saya marah dan mengingatkan, “Jangan boros mandinya, oy!

Sore sebelumnya saya jadi ngangsu air karena kipas berdengung tanpa air. Tak ada air! Kampus saya termasuk miskin air. Mendengar gebyuran air sekeras itu membuat saya jengkel sekali. FYI, kami biasanya memulai antri mandi jam menjelang jam 4. Saya yang mandi cepat sudah punya 2 ember air mandi tuk persediaan.

Tak ada jawaban. Ketukan saya berubah jadi gedoran karena jengkel. Tenaga gedoran saya membuka pintu yang memang tak dikunci. Kamar mandi kosong dan kering!! Saya langsung lari ke kamar kembali. Lupa kalau tadi kebelet

Agustus, para mahasiswa telah selesai tes semester. Banyak teman-teman yang pulang ke rumah. Saya masih punya tugas di kampus. Alhamdulillah masih ada 2 teman yang menemani. Saya mulai merasa terganggu karena “peristiwa mandi penghuni maya”. Tetapi… rupanya keberuntungan tak berpihak lama. Pukul 7, seorang teman didatangi pacar sesama aktivis karena ada even seminar yang harus disiapkan. Jam 8, saat saya memasak mi instan, teman saya diajak pacarnya pergi. Saya pasrah. Saya sendirian di rumah. 

Ketika sedang memakan mi instan, saya mendengar suara dari tangga atas (tempat menjemur pakaian). Suara bakiak menuruni tangga besi. Bisa bayangkan suaranya? Yap. Keras sekali. Saya tahu pasti bahwa saya sendirian. Tak mungkin ada orang lain. Saya menatap awas ke tangga. Jarak kami hanya terpisah oleh tempat jemuran bawah (Kos berbentuk O, dengan area jemuran di tengahnya). Tak lama, sesosok berbaju hijau dengan atasan berwarna merah terlihat menuruni tangga dengan lambat. Wajahnya terhalang rambutnya yang lurus sepanjang bahu. 

Saya mendekatinya. Penasaran bercampur takut, atau takut tapi penasaran? Saya tidak tahu. Tetapi, pintu kamar saya berada di depan anak tangga terakhir dan terbuka lebar. Mungkin defensif saya menyatakan saya harus menutup kamar agar dia tidak masuk ke dalam kamar.

Jarak kami cukup dekat. Kurang 2 kamar lagi sampai ke pintu kamar saya. Dia masih harus melewati beberapa anak tangga sebelum sampai di lantai bawah. Saat itulah wajahnya terlihat sempurna. Oval memanjang, agak tirus namun berwajah rata. Rata, seperti disetrika. Tak ada cerukan sama sekali. Tak ada mata, alis hidung, mulut, bibir, bahkan pipi. 100% rata. (jangan tanyakan punya telinga atau tidak). Saya terkesiap kaget. Terpaku menatap sosoknya yang turun dengan lambat. Saya terus menatapnya turun tanpa bisa bergerak. Saya terus membaca ayat kursi berulang-ulang agar tenang dan kembali bergerak.

Wanita berwajah rata itu berjalan lurus memasuki kamar saya yang terbuka. Saya sontak bisa bergerak dan lari ke dalam kamar. Tentu saja kamar saya kosong. Saya buka lemari dan menyibak baju yang menempel di pintu untuk memastikan. Dia hilang! Saya langsung mengambil celana dan jilbab, memakainya di ruang tamu lalu lari menyusul seorang teman yang menyusul ke kampus. 

Kyaaaa….. apakah kamu ketakutan ketika membacanya? Saya agak merinding ketika bercerita. Pasalnya ada 2, saya menghadap tembok (padahal saya menyarankan ketika membaca kamu bersandar di tembok, hahahaha) dan membelakangi pintu yang terbuka ke luar rumah. Masih kurang horor? Anak-anak berada di kamar dan suami sedang ke rumah temannya karena ada teman lama dari Kalimantan yang datang ke Jepara. Klop, dong? Ah.. saya sih gitu… kalau bercerita horor harus menunggu suasana rumah sepi tanpa gangguan agar lebih mudah bercerita yang seram-seram. 

Bagaimana? Sudah merasa horor? Salahkan pada para BLOGGER KAH. Jangan salahkan saya. Saya dipaksa mereka. Hahahahaha….

Share:

9 Destinasi Wajib di Kupang ala Susindra

Desember tahun lalu, saya mengikuti pelatihan UKM Jahit di BPSDM Semarang selama 20 hari. Saya datang bersama rombongan satu bis berisi 20 orang. Dari kota lain, jumlah peserta bervariasi. Waktu belajar selama dua puluh hari. Di saat yang sama, sekitar seminggu sebelumnya, serombongan peserta dari Kupang tiba terlebih dahulu. Mereka belajar selama empat puluh hari, termasuk pelatihan menjahit khusus sesuai minat, menyulam, anjangsana ke beberapa tempat, dan magang di pabrik garmen. Rombongan peserta dari Jepara sangat beruntung karena bertetangga kamar dan kelas kami sering bersebelahan dengan mereka. Lebih beruntung lagi, akhirnya kami menjadi satu kelas. Kami bergabung di kelas khusus yaitu membuat pola dan membuat tas sulam pita.

Berdekatan selama 20 hari, membuat saya yang memang mudah tertarik dengan wisata dan budaya tertentu, sering terlibat perbincangan seru dengan mereka. Saya bahkan belajar sedikit (sekali) kalimat penting seperti sapaan, perubahan kaidah bahasa (ber ba, ter ta), nama buah/benda, dan beberapa lagi. Pada dasarnya sih, teman-teman dari Kupang berbicara bahasa Indonesia  - melayu, campur belanda dan beberapa bahasa lain. Bahasa Chreole, atau bahasa campur aduk. Saya yang senang mempelajari bahasa baru mengamati beberapa tambahan khusus sehingga cukup paham. Namun, kecepatan berbicara tema-teman Kupang sungguh luar biasa. 4 kalimat bisa diucapkan dalam satu nafas! Hahahaha…. Tidak semua, sih, tetapi saya beberapa kali mendengar tanpa sengaja ketika mereka bercerita sesuatu. Saya paham, tetapi tidak paham. Hahaha..

Fotber dengan tas sulam buatan sendiri
Contohnya: Oma-opa (nenek-kakek), susi (Mbak – dari kata suster), batanam (bertanam), balia (melihat - dari kata berlihat atau melihat), balari (berlari) telempar (terlempar), beta kasturun tadi (aku sudah menurunkannya tadi). Jadi.. meski sedikit mengerti pola bahasanya, dengan kecepatan bicara yang setara motor melaju, saya kepayahan menerjemahkan hingga otak kecil beta pun barasap jua.

Saya beneran ingin ke Kupang Lho. Banget-banget inginnya. Meski 70% perbatasan Jepara berupa laut dan pantai, tetapi saya tetap pengen ke beberapa pantai di Kupang. Juga air terjun indah di sana. Di Jepara ada banyak air terjun, tetapi pastilah beda sensasinya. Berwisata tidak dilihat dari lokasi yang dituju saja, tetapi juga petualangannya. Apalagi ada teman-teman di sana yang siap menerima traveler nekat seperti saya. Berikut destinasi incaran saya:

1. Pantai Lasiana. Pantai ini disebut Brazilnya Indonesia. Pantai indah berkarang dan berpasir putih yang membentang luas dengan banyak nyiur pohon kelapa. Sunset berwarna orange kemerahan adalah panorama andalan dan sering menghipnotis pengunjungnya. Apalagi yang menarik? Es kelapa muda, pisang bakar dan jagung bakar.
2. Pantai Kolbano dengan keistimewaan bebatuan aneka warna. Dari jauh terlihat berwarna pink dan peach, tetapi jika didekati, ada lebih banyak warna.

Pantai Kolbano - sumber

3. Pantai Pasir Panjang. Pantai ini berada di kota Kupang dan mudah diakses. Disebut Pasir Panjang karena pasirnya yang memanjang dari ujung ke ujung. Pasti asyik bisa duduk-duduk manis sambil menikmati birunya laut. 
4. Pantai Neam, pantai dengan pasir sangat luas dengan ombak yang selalu menghapus jejak di pasir. Berlarian di pantai ini sambil sesekali balapan dengan ombak akan sangat menyenangkan.
5. Pantai Tablolong, pantai berpasir putih dengan pohon bonsai yang unik. Keistimewaannya ada pada pasir berwarna pink dan air laut dua warna, biru dan hijau. Pantai ini sudah dikelola dengan baik sehingga sudah ada warung, kafe dan semacamnya. Lokasinya 30 KM dari kota.
6. Air terjun Oehala, air terjun bertingkat karena terdiri dari cerukan-cerukan alami yang meneruskan debit air ke bawah. Sekilas mirip air terjun Rahtawu di kaki bukit Muria, tetapi lebih besar dan debit air selalu ada meski musim kemarau. Ada lopo-lopo (gazebo) untuk menikmati gemericik air. Damai.
7. Air terjun Oenesu yang bentuknya mirip singa bermulut gorilla. Unik sekali pastinya.
8. Gong Perdamaian Nusantara di Kupang yang sudah berusia 450 tahun. 
9. Pulau Rote  untuk menikmati alam dan pembuatan tilangga, topi khas dari daun lontar. Juga mendengarkan musik dari sasando, alat musik khas Kupang yang berasal dari daun lontar.


Belum pergi, khayalan saya sudah ke mana-mana. Saya bahkan sudah membayangkan makan kelapa muda dan pisang bakar sebanyak-banyaknya. Juga memuaskan diri makan ikan mahal karena di sana sangat murah. Karena di sana jumlahnya melimpah. Maka jangan heran jika banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang merapat ke sana. Panorama indah dipadu makanan murah. Perfect combination, apalagi nginepnya gratis.

Namanya destinasi impian, tak boleh hanya ditulis, tetapi harus dibuat planningnya. Mumpung sedang senggang, juga saat sedang kangen, saya mencoba mencari tiket pesawat murah menuju ke sana. Karena saya tinggal di Jepara, bandara tujuan saya adalah Semarang (SRG) - Kupang (KOE). Saya sampai di sebuah situs penjualan tiket pesawat termurah yang menjual tiket ke sana. Namanya tiket2.com. Jangan lupa angka 2 setelah kata tiket ya. Beda dengan yang satunya, kok. Awalnya, saya melihat tiket pesawat seharga Rp 190.000,- untuk Surabaya - Lombok. itu yang menarik minat saya di awal. Murah bangeeeettt..... Maka saya pun mencoba beberapa simulasi harga tiket pesawat di sana. Biasaaaa.... cari yang termurah.

Harga tiket pesawat yang sangat murah membuat saya stalking promo tiket di tiket2.com. Saya cek promo yang diberikan beserta daftar harganya. Teknologi bernama “promo flash tracker” yang dipakai memungkinkan kita menemukan promo tiket pesawat termurah mulai dari last minutes sampai beberapa bulan ke depan. Iya, mitos tiket pesawat termurah hanya bisa dibeli jauh-jauh hari terpatahkan oleh tiket2.com. setiap ada perubahan harga tiket, database selalu memperbarui informasi. Maka saya pun mencari tiket pesawat Semarang - Kupang yang termurah se-Indonesia.


“Setiap hari Promo Flights Tracker kami melintasi Internet untuk mencari penerbangan promo dan maskapai bertarif rendah.” Demikian kalimat yang disematkan di tagline website-nya. Makanya jangan heran jika ada 200-an penawaran tiket murah yang selalu bisa diakses, dan dimulai dari tiket terendah saat itu. Makanya pengunjung yang suka window shopping tiket pesawat termurah bisa puas-puasin diri menelusuri penawaran termurah. Cukup klik tiket pesawat promo selanjutnya sampai habis.

Malas memakai sistem itu dan ingin mencari berdasarkan maskapai pesawat? Bisa. Klik Maskapai yang diminati lalu isi kota keberangkatan dan tujuan serta tanggal. Kita bebas mengganti tanggal tanpa mengulang dari awal. Cukup klik tanggalnya. Saya sudah mencobanya untuk destinasi Kupang, Lombok, Makassar dan Surabaya. Awalnya iseng sih, ingin tahu tiket pesawat ke destinasi impian saya harganya berapa. Ternyata memang lebih murah daripada yang lain. Sudah termurah, masih ada diskonnya pula. Kalau untuk tiket pesawat harga seratusan, diskon tersebut kelihatan kecil, tetapi untuk maskapai seperti Garuda, diskonnya lumayan sekali. Sudah dicarikan yang termurah, masih didiskon pula! 
Cara mencari promo tiket pesawat termurah di tiket2.com

Kok bisa murah seperti itu, ya? Penjelasannya sederhana banget.
1. Usia. Bisa dikatakan, Tiket2.com adalah website pembanding harga tiket pesawat pertama di Indonesia. Tepatnya sejak 2010 lalu, sehingga lebih banyak pengalaman.
2. Database terluas. Usia 5 tahun membuat tiket2.com memiliki database maskapai dan rute terlengkap.
3. Algoritma flash tracker yang canggih menjamin data tiket pesawat termurah selalu up to date.
pesan tiket via HP lebih mudah di tiket2.com

Dengan 3 keunggulan di atas, makanya jangan heran jika selalu ada di menit-menit terakhir penerbangan dengan diskon menggiurkan. Jikalau kamu bosan dan tiba-tiba ingin mengunjungi teman atau mantan di kota yang jauh, kamu bisa bepergian secara mendadak. Oh, ya, pembayaran tiket tidak harus kartu kredit, lho. Bisa melalui transfer bank atau ATM. Setelah proses pemesanan dan pembayaran, e-tiket akan dikirim ke e-mail kita. Ketika akan berangkat, kita bisa mencetaknya. Caranya seperti biasa. Merasa ribet? Ya sudah, pesannya via HP di depan ATM. Karena mobile friendly, kita tak perlu download aplikasi. Cara membeli tiket anti ribet ala Tiket2 adalah:

1. Pergi ke ATM (Jika punya Mobile Banking dengan token, atau tetap nyaman memesan di rumah, abaikan tips pertama ini)
2. Buka tiket2.com. Cari promo yang ingin dibeli.
3. Klik pesan, lalu isi form yang disediakan. Di keterangan bagian tengah ada jumlah jam perjalanan. Jika berwarna biru, berarti ada pilihan lain (yang kadang lebih cepat dari jumlah jam yang ditunjukkan.
4. Tunggu informasi no rekening yang harus di transfer. 
5. Bayarkan sesuai jumlah ke rekening yang dituju
6. Verifikasi pembayaran, dan terima e-tiket
7. Tunjukkan e-tiket dari HP ketika memasuki bandara. 

Mudah sekali, ya, beli tiket di tiket2.com? Atau masih bilang ribet? Berarti tidak punya niat traveling. Hahahahaha…. 

Mungkin sekilas info jika teman-teman berminat mendapatkan tiket pesawat gratis. Di tiket2.com sering ada kontes tiket pesawat gratis, lho. Mumpung masih ada waktu ikut kontes. Sangat layak dicoba. Dari page-nya, saya lihat sudah ada 36 pemenang tiket gratis. Saya kurang tahu berapa minggi sekali ada kontes ini. Lebih baik sering-sering ke sana saja. Kamu bisa cari promo pesawat terbaru sambil mencari informasi kesempatan mendapatkan tiket pesawat gratisnya. Silakan dicoba. Saya mau ikut lagi dengan semua akun media sosial saya. Siapa tahu saya beruntung. 
Share:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge