Pink Manis #GaAdaMatinya Idaman Saya

Lebih dari seminggu ini saya tergoda dengan HP Asus Zenfone 3 Max Warna Pink. Memang saya sedang suka yang warna-warna kalem cenderung ke merah muda. Entah mengapa, makin ke sini saya makin suka warna girly. Padahal ketika remaja saya suka hitam sebagai simbol rebellion (pada siapaaaa?) dan kadang masih mix dengan warna merah pemberi semangat. Karena pengaruh suami yang mantan anak bank slowrock-an, saya masih identik dengan dua warna di atas. Dan somehow, ada yang berubah. Saya suka warna pink!


Setahun ini saya mulai sering beli baju, jilbab, barang lain warna pink, salem dan gold. Simbol dewasakah? atau sebaliknya? yang penting saya suka dan nyaman. Ketika dolan ke rumah teman sepantaran dan dia memakai HP warna pink, saya kok suka banget. Dia jadi terlihat lebih elegan. Padahal usia kami kan sangat dekat dengan usia 40 tahun. Pikir saya, alangkah menyenangkannya jika punya HP Zenfone 3 Max ZC553KL warna pink. Pink-nya berupa pink metalik atau yang biasa disebut pink rose. Bagus, kan? Mbaknya yang ini terlihat sangat serasi dengan HP yang saya minati ini.


Mengapa saya ingin memiliki HP ini?
Saya sudah membuktikan kualitas HP Asus Zenfone 3. HP kesayangan saya adalah ZE520KL warna black. Desain-nya bagus, warna hitamnya terlihat mewah (dan bisa digunakan untuk berkaca), cameranya sangat mumpuni (paling sering saya ulas, nih) dan kinerja HP-nya juara! Saya enak saja memasukkan aneka aplikasi ke dalam HP karena RAM-nya besar dan memakai OS Nougat yang ringan. Hmm… Saya makin cinta produk Asus. 

Dengan kualitas HP yang sudah saya miliki di atas, maka wajar jika saya berminat pada saudara mudanya. 11 Februari 2017 lalu Asus Zenfone 3 Max ZC553KL dirilis di Indonesia dengan tagline #GaAdaMatinya. HP ini menawarkan kapasitas baterai besar 4100mAh. Baterai Lithium Polymer dengan densitas tinggi sehingga badan HP tetap tipis. Hanya 8,3 militemeter. Iya! Meski menawarkan kapasitas baterai besar tetapi body HP tipis. Makin pengen, kan? Kalau kamu pengen tahu spesifikasi lengkapnya, bisa buka site Zenfone 3 Max, lho. Lengkap banget.


Daya baterai 4100mAh membuat daya hidup HP jadi lebih maksimal. Melalui uji internal, didapatkan hasil seperti di bawah ini:
1. HP bisa dipakai hingga 38 hari saat dalam kondisi standby di jaringan 4G. 
2. HP bisa dipakai komunikasi suara selama 17 jam di jaringan 3G
3. HP bisa dipakai dengarkan musik sampai 72 jam nonstop
4. HP bisa dipakai untuk jelajah internet sampai 19 jam. 

Masa aktif baterai diperoleh dari prosesor terbaru yang lebih efesien dalam pemanfaatan energi. Dengan durasi pemakaian sepanjang itu, memungkinkan saya beraktivitas secara maksimal tanpa khawatir kehabisan baterai. Karakteristik pemakaian HP saya termasuk yang berlebihan. Kadang saya menyindir diri sendiri sebagai FOMO atau Fear Of Missing Out karena setiap saat saya tergoda membuka jejaring sosial atau berita. Juga saya memiliki jumlah Wag (whatsapp group) di atas rata-rata. Kebayang kan berapa pemakaian HP saya dan berapa kali charge-nya? Sudah pasti ke mana-mana bawa powerbank dong. Nah, Zenfone 3 max pink ini adalah idaman saya banget. Karena ia bisa berfungsi sebagai powerbank juga. Kok bisa?


Selain kapasitas baterai besar, teknologi penghemat daya, juga ada tambahan fitur reverse charging. Fitur reverse charging membuat Zenfone 3 Max ZC553KL bisa membagikan kapasitas energi yang disimpan di baterainya ke perangkat lain. Makanya, ia bisa menjadi powerbank bagi smartphone lain. Tak perlu khawatir kehabisan daya, jika baterai tinggal 30%, fitur ini akan berhenti secara otomatis. Dengan daya 30% si pinky manis ini bisa bertahan seharian. Tak akan ada alasan kehabisan baterai selamanya. Kebayangkan, rasanya punya powerbank plus-plus seperti ZC553KL ini? Hiks… makin pengen…. Pink manis #GaAdaMatinya idaman saya. Membayangkan ke mana-mana bawa 2 HP Asus yang kualitas fotografinya tak diragukan, yang satu warna hitam yang satu warna pink… Duh Gusti… 

Mas Indra… beliin!!!!

Share:

Bakti Negeri Dimulai dari Diri Sendiri

Apa yang bisa kamu lakukan untuk negaramu?

Apa saja yang sudah kamu lakukan?

Bikin list yuk… lalu dicentang mana yang sudah dikerjakan. Bisa jadi endless list jika kamu cukup kreatif. Apalagi jika kamu sadar, bahwa membangun negara bisa kita lakukan mulai dari rumah kita sendiri. Kamu tidak salah, DARI RUMAH SENDIRI. Bakti negeri dimulai dari diri kita sendiri.

Bakti negeri dimulai dari diri sendiri 
Menjadi seorang ibu memberi saya peran sebagai agen perubahan sebuah generasi. Tugas saya adalah mendidik dan menyiapkan anak yang diamanahkan pada saya. Bagusnya kualitas anak saya juga berarti bagusnya kualitas generasi pemegang negeri ini di masa depan. Percaya kan sekarang?

Coba lihat siapa dan peran apa yang bisa kamu lakukan. dari situ, kamu bisa susun misi BAKTI NEGERI. Pekerjaan yang saat ini kamu lakukan dengan hati dan bermartabat menjadi modal utamanya. Karena jatuhnya negara juga berasal dari kita sendiri. Contohnya adalah komentar atau pendapat di jejaring sosial yang sangat kasar dan memalukan. Dengan menuliskan komentar buruk, kamu sudah mencoreng wajah negeri kita, lho.

Menjalankan peran sebagai ibu yang tepat bagi anak juga wujud bakti negeri 

Nah, apa dong peran kamu untuk negara kita? Sekecil apa? Sebesar apa? Karena jika dengan membaca statement di atas lalu kamu merasa sudah membangun negara dan berhenti berkiprah, berarti misi saya gagal. Karena membangun negara pun tak sesimpel yang kesimpulan mendadak kamu pasca membaca imi. Mari cermati 2 pokok utama yang ingin saya sampaikan:

“Tugas saya adalah mendidik dan menyiapkan anak yang diamanahkan pada saya. Bagusnya kualitas anak saya juga berarti bagusnya kualitas generasi.”
(mengenai ini akan saya bahas lain waktu dengan tema Mendidik satu PEREMPUAN berarti mendidik satu GENERASI)

“Pekerjaan yang saat ini kamu lakukan dengan hati dan bermartabat.”
2 poin itu adalah cara termudah untuk membangun negara. Wujud bakti negeri yang bisa kamu lakukan. Cara lainnya lebih banyak. Misalnya menjaga lingkungan, mencegah pengrusakan fasilitas-fasilitas umum, dan membayar pajak. Di antara sumbangsih yang umum dan bisa dilakukan semua orang, menurut saya 3 contoh di atas yang termudah.

Kita pasti tahu bahwa ada saja orang-orang yang melakukan kejahatan lingkungan. Mencorat-coret dinding atau merusak fasilitas umum, misalnya. Atau contoh lain yang mudah dan meresahkan saya adalah maraknya penggalian sawah di beberapa desa di utara Jepara. Selain membuat sekitar rawan longsor, juga rawan banjir. Karena sawah di dekat sungai dikeruk sampai habis. Beberapa upaya telah dilakukan teman-teman termasuk mem-blow up di jejaring sosial agar ada tindakan keras. Menyuarakan keresahan ini sudah termasuk bentuk bakti dan cinta negeri, lho. Tapi jangan hanya share dan reshare, ya. Bantu awasi sampai tuntas.

Contoh lain yang meresahkan adalah budaya membuang sampah sembarangan yang masih melekat kuat. Sampah adalah apa yang tersisa setiap usai acara di tempat publik. Menyedihkan sekali. Padahal sampah juga bisa bermanfaat jika tahu cara mengolahnya. Yang menyedihkan adalah acara seperti karnaval, pengajian, sepeda santai, dan acara pengumpulan masa lainnya. Kita perlu membuat gerakan sadar sampah dari bawah. Saya sudah memulai dengan membuat karya dari sampah. Rencananya akan kami sebarkan ilmunya ke warga. Semoga segera terealisasi.

Pemanfaatan limbah ala Susindra. Masih ada banyak lagi, lho. 

Nah, jika ternyata kamu sudah bekerja mapan sebagai PNS atau salah satu pegawai yang dibayar pemerintah dengan pajak, kira-kira, apa imbal balikmu? Sebagai salah satu lulusan universitas pendidikan, setengah teman dan kenalan saya adalah guru PNS. Saya sering mengelus dada jika melihat teman yang lupa diri. Tapi saya juga bangga jika melihat teman PNS yang berdedikasi. Karena mereka adalah wajah utama negeri. Makin bermartabat mereka, makin tinggi derajat negara kita. Sumbangsih mereka sangat berarti. Jika kamu termasuk PNS, jadilah PNS yang berdedikasi, ya!

Apa pun pekerjaanmu, wujud bakti negara termudah namun banyak yang enggan melakukan adalah MEMBAYAR PAJAK. Jumlah dana yang dibayarkan untuk pajak tidaklah besar. Hanya 1% dari omzet penghasilan. Cara pembayaran dan pelaporan pun sudah dipermudah sedemikian rupa. Tak ada lagi antrian panjang seperti 5 tahun lalu. Jika kamu bisa bermain-main di facebook, kamu pasti bisa mengisi e-form pajak di DJP Online, Bahkan untuk konsultasi pun bisa kita lakukan kapan saja dan akan dilayani dengan ramah. Wajah tenang dan ramah para pegawai pajak akan membuatmu betah berada di kantor Pajak Pratama kota mana pun. Dasar pelayanan KPP adalah CARE: Committed, Aware, Responsive, dan Empathic. Khusus untuk KPP Pratama Jepara, kamu harus tahu bahwa kantor yang satu ini sangat melek medsos. Buktinya mendapatkan juara 1 Akun Twitter Terbaik yang disampaikan pada Workshop Konten Situs Pajak dan Media Sosial DJP.

Bukti KPP Pratama Jepara melek medsos. Ada pertanyaan? Jangan ragu bertanya
Bayar pajak memang wujud bakti negeri termudah, namun, masih banyak yang enggan membayarnya. “Lebih baik disedekahkan,” katanya. Saya beberapa kali terlibat debat mengenai ini dengan teman-teman yang termasuk kalangan berada. Atau “Daripada dimakan pegawai pajak, mending dimakan anak istri,” adalah salah satu jawaban kasar yang saya terima. Well, memang, tak semua orang dibekali akal panjang dan mata jeli. Pajak kecil yang kita bayarkan akan selalu kembali ke kita. Termasuk perjalanan lancer yang tiap har kita tempuh. Jawaban saya untuk kata lebih baik disedekahkan adalah, “Selama tinggal di tanah Indonesia, kamu juga wajib menyedekahkan sedikit harta yang kamu keruk di bumi Indonesia kepada negara Indonesia melalui pajak. Jika kamu bekerja dan tinggal di Amerika, kamu membayar pajak lebih tinggi lagi di sana. Di negara mana pun tetap bayar pajak selama kamu menginjak di bumi. Jangan khawatir, di luar angkasa masih kosong, silakan bermgrasi ke sana.”

Jangan lupa bayar pajak, ya... (Dokpri saat HAKS 2016)
Sebenarnya saya bisa membuat banyak sekali daftar bakti negeri. Endless list seperti yang saya sebutkan di atas. Karena memang ada banyak cara untuk negara kita. Saya yakin kamu lebih kreatif dari saya. Makanya, saya mau ajak-ajak kamu untuk ikut lomba menulis blog bertema “Aku, Kamu dan Bumi Kartini.”

Ayo ikut lomba menulis blog ini

Lomba menulis blog bertema Aku, Kamu dan Bumi Kartini ini adalah salah satu dari rangkaian Olimpiade Pajak 516 (Jepara) yang bisa kamu ikuti. Lomba ini adalah kerjasama KPP Pratama Jepara dengan kampus UNISNU Jepara. Lomba ini terbuka bagi umum. Syaratnya juga mudah sekali. Bahkan bagi teman-teman blogger yang tidak tinggal di Jepara juga boleh ikut. Keterangan lengkapnya bisa di-download di artikel Olimpiade Pajak ini. Atau bisa juga baca infografis di bawah ini. Memang syaratnya sesimpel ini sih. Tidak berat, kaaaaann....

Syarat lomba menulis blog di Olimpiade Pajak 516


Meski tidak berat, jangan lupa follow dan mention twitter @kppJepara dengan hashtag #OlimpiadePajak516  dan salah satu dari hashtag #BayarPajakKeren atau #PajakMilikBersama. Yang tak boleh lupa lagi adalah mendaftarkan tulisan di email : unisnuhmja@gmail.com agar tercatat sebagai peserta. Mudah, kan?

Nah... di bawah ini adalah hadiah bagi 3 pemenang. 

Hadiah lomba menulis blog di Olimpiade Pajak 516

Lomba semudah ini, masa sih masih bingung mau menulis apa. Iya, kan?

Selamat berlomba, ya. 


Share:

Bagaimana Menjadi Ibu yang Tepat Bagi Anak?

Bagaimana cara menjadi ibu yang tepat bagi anak? Pertanyaan ini sering saya tanyakan berulang-ulang pada diri sendiri. Saya sering melakukan adjustment demi menjadi ibu yang paling pas bagi anak. Apakah saya berhasil? Jawabannya BELUM. Saat ini saya hanya bisa berusaha menjadi ibu yang tepat bagi anak.


Menjadi ibu memberi saya banyak pengalaman indah dan buruk seusai pemahaman saya saat itu. Saya memiliki masa buruk menjadi ibu ketika Si Sulung masih batita. Saya ingat sekali, anak manis yang saya sayangi dan menjadi sinar matahari kami tiba-tiba menjadi anak yang sering tantrum di usia 2,5 tahun.  Saya sulit memahami permintaannya yang disampaikan sambil jejeritan memekakkan telinga. Usia 2 sampai 4 tahun memang masa anak sangat keakuan. Di saat yang sama, saya hamil kedua. Bisa dibayangkan beratnya mengatasi fase egosentris dan kecemburuan adik pada saat yang sama. Pesan “Pahami aku, Ma!” disampaikan anak dalam tuntutan yang sulit dipahami. Saya menangis ketika tanpa sadar telah mencubitnya. SAYA IBU YANG BURUK. Begitu klaim saya pada diri sendiri di saat itu. Beruntung, saya tidak mengalami gejolak emosi berlebihan meski sedang hamil. Saya tetap menjalani kehamilan dengan baik dan menjadi bumil bahagia.

Tahun 2006 saya mulai rajin membeli tabloid wanita. Pilihan saya ada 3, yaitu tabloid Nova, Aura atau Nakita. Saya membelinya bergantian di kios tepi jalan. Tahun 2008 saya lebih banyak membeli majalah Paras dan Muslimah dengan cara yang sama. Jika ke Semarang, saya usahakan membeli buku parenting anak. Saya selalu menyediakan budget khusus untuk membeli tabloid, majalah dan buku. Saya ingin mengupgrade diri. Syukur Alhamdulillah, saya bisa melampaui masa tantrum anak yang disebabkan oleh usia (2-4 tahun) dan masa hamil kedua.

Agar sahabat Susindra tidak mengalami hal serupa, atau minimal bisa belajar sedikit tentang cara menjadi ibu yang tepat, saya akan menuliskan 4 hal yang perlu diketahui agar bisa menjadi ibu yang tepat bahkan mungkin versi terbaik bagi anak.

1. Terima diri kita apa adanya dan berdamai dengan masa lalu. 

Dalam ilmu parenting modern, ada yang namanya clearing dan cleansing: membersihkan trauma didikan orang tua di masa lalu. Banyak orang yang tidak puas dengan cara mendidik orangtuanya, atau malah dididik dengan sangat keras sehingga pola tersebut terpatri. Meski sudah berusaha tidak mengikuti pola parenting orangtua, biasanya, kita berakhir menjadi seperti mereka. Bagaimana solusinya? Perbanyak silaturahmi dan sedekah pada orangtua. Hati kita akan ringan setelahnya. Apalagi melihat kebahagiaan orangtua ketika kita datang. Berapapun yang kita berikan, orangtua akan mengembalikan lebih banyak lagi, meski tak selalu berupa materi atau saat itu juga.

2. Kembangkan dirimu menjadi pribadi yang bahagia dan bersungguh-sungguh menjalani peran ibu.

Seperti saya katakan di atas, perubahan saya terjadi saat saya mulai rajin membaca dan BELAJAR. Belajarlah menjadi pribadi menyenangkan, maka semua akan berubah.

First thing to change, I must change first – Septi Peni Wulandani

3. Pahami 4 bekal utama setiap anak yang lahir, dalam kondisi apapun. 

Secara kodrati, anak lahir membawa 4 bekal utama, yaitu:

a. Anak memiliki intellectual curiosity – rasa ingin tahu yang luar biasa
b. Creative imagination – daya kreatif imaginasi sangat tinggi
c. Art of discovery – seni menemukan
d. Noble attitude – akhlak mulia

Keempat bekal seperti basic needs atau kebutuhan dasar.  Keempatnya dimiliki oleh anak yang terlahir normal maupun menyandang cacat tertentu. Maka, galilah keempat bekal utama tersebut agar anak menjalani hidupnya dengan bahagia dan terpenuhi keempat basic needs di atas.

4. Pahami Fitrah Anak:

Fitrah adalah pembawaan, kemampuan atau potensi  yang dibawa manusia sejak lahir. Meski ada, namun bisa hilang karena pengaruh lingkungan. Mungkin pernah membaca hadis “Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua ayah dan ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi (HR Bukhari dan Muslim).

Dulu saya mengartikannya secara harfiah. Dan itu benar adanya. Namun semakin saya belajar, saya menemukan konklusi menarik bahwa ayah dan ibunya di hadis tersebut bisa berarti lebih luas yaitu lingkungan anak berkembang, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial.

Fitrah anak:
a. Fitrah Ilahiah. Setiap anak lahir membawa fitrah ilahiyah, yaitu kekuatan untuk mendekati Tuhannya. Setiap anak memilikinya. Makanya, di agama Islam, adzan yang dikumandangkan ayahnya menjadi suara intens pertama yang didengarkan bayi. Ibarat rumah, fitrah adalah pondasi. Bangunan yang berdiri di atasnya mestinya adalah bangunan kebaikan. Jika terjadi sebaliknya, pasti ada faktor penyebabnya.

Gambar diambil dari buku #parentlearn karya Munif Chatib

b. Fitrah belajar. Setiap anak yang lahir telah siap menjadi seorang pembelajar. Tugas ibu untuk membuatnya suka belajar sehingga mau belajar. Dimulai dari pilihan bahasa ibu, bermain bersama alam, membentuk kecintaan pada buku, membangun kerangka berpikir anak, sampai menunjukkan cara membuat ilmu tersebut bermanfaat di masyarakat.

c. Fitrah bakat. Setiap anak terlahir membawa bakat. Bakat tersebut bisa diturunkan dari kedua gen bapak ibunya, bisa juga dibentuk oleh lingkungan. Kenali bakat anak dan kembangkan potensinya. Cara termudah melihat bakat anak adalah dengan selalu memperhatikan apa yang disukainya. Pupuk bakat tersebut dengan membantunya lebih menguasai sehingga anak lebih menyukai.

d. Fitrah perkembangan. Setiap anak akan berkembang. Kita ingat bahwa anak berasal dari 1 sel yang membelah menjadi jutaan sel sehingga bagian-bagian tubuhnya terbentuk. Perkembangan anak mutlak terjadi. Terkadang ada sesuatu yang menghambatnya atau malah melejitkannya. Tugas kita adalah memastikan perkembangan anak sesuai indikator perkembangan anak.

e. Fitrah seksualitas. Sejak lahir, anak telah dibekali fitrah ini. Di mulai dari fase oral ketika bayi, yaitu semua sumber aktivitasnya berpusat di mulut, sampai ia matang secara fisik dan mental, Perlu diketahui bahwa fitrah seksual tidak hanya berkaitan dengan kematangan tubuh, tetapi juga jiwanya. Kebiasaan-kebiasaan dari rumah membentuk kematangan anak, sehingga takkan menyulitkannya saat tiba waktunya untuk mandiri.


5. Pahami 2 hal ini untuk membuat anak suka belajar:

a. Anak adalah Homo Luden atau makhluk yang senang bermain. Sehingga ketika kita mendidik mereka dengan melarang bermain, maka perkembangan anak tidak optimal. Ibu yang baik adalah ibu yang bisa bermain bersama anak. Ibu yang ketika mengajak anak bermain, sebenarnya ia sedang mengajarkan sesuatu.

b. Rentang konsentrasi anak. RKA adalah 1  menit x usianya. Jika anak usia 5 tahun bisa konsentrasi selama 5 menit, itu normal.  Rentang konsentrasi bisa naik seiring dengan stimulasi yang diberikan. Jika ingin anak konsentrasi belajar dalam waktu 30 menit, maka setiap jumlah rentang konsentrasi habis, beri ice breaking. Untuk anak usia 5 tahun, belajar 30 menit berarti 5 x ice breaking, kecuali anak enjoy belajarnya.

Anak adalah makhluk luar biasa yang diamanahkan kepada kita. Mereka lahir dari kita sudah membawa 4 bekal ini. Maka selayaknya, bersama kita, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih dahsyat. Jika  ternyata bersama kita, bekal anak kita semakin menurun atau habis, pertanyaannya adalah, ADA APA DENGAN KITA? Apalagi jika anak-anak menjadi makhluk yang apatis. Ini fenomena yang buruk. Maka, sekali lagi, KENALI DIRI KITA sambil berusaha selalu ada untuk anak dengan perasaan bahagia. Dengan komitmen bersungguh-sungguh, insyaAllah berhasil. Hasil tak pernah mengingkari proses.

Artikel ini disarikan dari beberapa sumber, termasuk bahan matrikulasi Institut Ibu Profesional dan tips-tips parenting yang pernah saya baca dan saya praktekkan. Saya masih berproses menjadi ibu yang tepat bagi anak. Dan saya ingin mengajak teman-teman berproses juga, jadi kita bisa saling mensupport.

Semoga tips bagaimana menjadi ibu yang tepat bagi anak kita ini bermanfaat. Beritahu saya jika sobat merasakannya.



Share:

Sahabat Susindra