A note of Mom-blogger, craft-lover, & French Guide from Jepara

Cara Memilih Resep Masakan yang Mudah dan Praktis

Bagi saya pribadi, perempuan harus bisa memasak. Tak perlu ahli memasak. Cukuplah tahu cara membuat sarapan bagi dirinya dan keluarga. Lebih baik lagi jika bisa memasak menu untuk seharian sehingga tidak mengandalkan jasa catering atau jajan di jalan. Lebih bagus lagi jika punya menu andalan keluarga yang sesederhana apapun sangat diminati anak dan suami.


"Aduh, saya tidak bisa memasak, bagaimana ini?" Mungkin itu pertanyaan khas teman-teman yang belum bisa memasak atau masih pemula di bidang ini. Jangan khawatir, saya juga masih punya pengalaman memasak yang terbatas, kok. Saya belum bisa membuat kue kecuali beli bahan instan yang tingga dieksekusi. Saya hanya bisa memasak sekitar 50 resep dan stag di resep itu-itu saja. Kurang berani eksplore rasa dan kurang kreatif, keduanya jadi jawaban saya. Toh anak-anak sudah punya menu favorit yang ingin saya masakkan lagi dan lagi adalah alasan ngeles yang membuat saya malas mencoba masakan baru. Padahal mudah sekali kalau mau. 

Kamu tahu tidak, kalau ada situs yang menyimpan banyak sekali menu praktis siap coba? Ada kumpulan resep makanan lengkap yang bisa dicoba. Bahkan para pemula pun bisa mencobanya. Yang sudah ahli memasak pun bisa mengeksplore aneka resep pilihan. Saran saya bagi pemula, tak ada salahnya menggunakan buku resep setiap kali membuat masakan untuk keluarga di rumah. Namun jangan sembarang resep yang dipilih karena tidak semua resep dapat dibuat dengan mudah. Berikut ini beberapa cara memilih resep masakan yang mudah dan praktis untuk dicoba:

1. Bahan yang mudah didapatkan
  Perhatikan dan kenali bahan yang digunakan untuk membuat masakan adalah langkah pertama yang harus diperhatikan. Setelah mengetahui jenis bahan yang digunakan, cari bahan yang sekiranya mudah kamu dapatkan. Perhatikan baik-baik semua bahan yang dibutuhkan beserta takarannya. Perlu kamu ketahui bahwa setiap bahan masakan yang dibuat harus menggunakan bumbu yang lengkap. Apabila tidak lengkap, akan menyebabkan rasa masakan menjadi tidak sesuai harapan.


2. Cara memasak yang mudah
   Ketika belajar memasak, sebaiknya kamu juga memilih jenis menu masakan yang mudah untuk dibuat. Usahakan yang tidak membutuhkan teknik khusus ketika memasak. Pilih cara memasak yang lebih mudah. Jika kamu termasuk pemula dan ingin belajar memasak, apabila teknik memasak yang kamu pilih terlalu rumit, itu hanya akan menyulitkan dirimu sendiri. Jangan lupa, pilih cara masak yang mudah dan praktis untuk dibuat. Dengan demikian Anda akan lebih mudah untuk menyiapkan untuk keluarga dirumah.

3. Menu makanan sehari-hari
   Sebaiknya kamu memilih jenis dan cara memasak untuk sehari-hari. Dengan demikian, kamu akan menjadi lebih mahir ketika menyiapkan masakan setiap harinya. Juga, usahakan memilih jenis resep yang menggunakan bumbu yang ada setiap harinya. Akan lebih mudah jika kamu memiliki stok bumbu di rumah seperti bawang-bawangan dan bumbu dapur standar. Jika memang perlu bumbu yang tidak lazim seperti angkak, kayu manis dan sebagainya, jangan ragu untuk menyetoknya juga, siapa tahu butuh eksplor lebih banyak menu masakan. Dengan demikian, memasak akan menjadi lebih menyenangkan.

4. Adanya buku dan video panduan
   Masih ragu memasak sendiri? Saya sarankan membeli buku masakan yang memberikan buku dan video panduan. Dengan demikian akan memberikan kejelasan saat memasak masakan yang ada dalam resep tersebut. Ada banyak sekali jenis buku resep yang ada namun yang menggunakan video panduan akan membuat Anda mengerti lebih cepat. Selain itu pastikan bahwa buku ditulis langsung oleh ahli masak yang berpengalaman.

5. Memenuhi kriteria gizi
   Ketika memilih jenis resep masakan yang ada di dalam resep, ada baiknya juga memenuhi kriteria gizi. Kamu tentu ingin memenuhi kebutuhan gizi keluarga setiap harinya. Carilah resep masakan yang memiliki nilai gizi tinggi. Juga, pakailah selalu bahan masakan yang segar dan berkualitas. Juga, perhatikan proses pematangan. Sebaiknya jangan terlalu matang agar kandungan gizinya tidak hilang.


6. Makan yang disukai
  Memasak apapun, yang pertama adalah memasaklah menu yang  kamu sukai dulu. Ini penting agar ada kepuasan tersendiri selama memasak dan ketika selesai. Apabila kamu dan keluargamu menyukai masakan dalam negeri., ya masaklah menu dalam negeri. Jika suka makanan dari luar negeri, cobalah saja. Tak masalah, yang terpenting kamu senang melakukannya. Jangan mencoba masakan yang tidak kamu sukai walaupun resep makanan tersebut terlihat enak dan nikmat. Pun ketika membeli buku resep masakan, ada baiknya jenis masakan yang disukai saja sehingga lebih bermanfaat untukmu.

Bagaimana? Masih ingin mengatakan kamu tidak bisa memasak? Coba saja dulu... mudah kok. Tak ada yang sulit kalau mau mencoba. Awalilah dengan mencari resep masakan secara online jika kamu masih belum siap membeli buku resep masakan. 
Share:

Review dan Sinopsis Film Poltergeist 2015

Lama sekali saya tidak menulis review dan sinopsis lengkap film horor, ya. Kali ini bolehlah saya kembali menjajal kebiasaan saya mereview dan membedah film. Semoga masih ada teman-teman Susindra yang setia mengikuti posting saya tentang film di blog ini. Kali ini, saya akan mengulas Review dan Sinopsis film Poltergeist 2015.


Pindah ke rumah baru dan dihantui menjadi tema favorit pembuat film horor di dunia. Ada banyak sekali film yang dimulai dari tinggal di lingkungan baru dan terjebak dalam horor rumah berhantu. Biasanya keluarga yang terjebak menginvestasikan seluruh uangnya di rumah baru yang relatif jauh dari tempat tinggal keduanya. Sebut saja film The Conjuring 1 (2013) yang menceritakan teror keluarga Perron di Harrasville Rhode Island. Mereka membeli sebuah rumah dengan tanah sangat luas menggunakan seluruh uang yang mereka miliki. Atau, kisah Eve Parkin dan anak-anak yang dievakuasi ke Eel Marsh House di kota Crythin Gifford Inggris dan ternyata menemukan teror di film The Woman In Black2 (2014). Selain horor hantu/iblis, mereka terjebak oleh keadaan sehingga menambah jumlah teror. Bedanya adalah, jika The Perron terjebak oleh minimnya dana, Eva Parkin dan anak didiknya terjebak oleh banjir rawa-rawa setiap sore. Maka lengkaplah suda penderitaan mereka, dan puaslah kita dibuat takut oleh film horor yang kita tonton. 

Tahun 1982 lalu, ada sebuah film horor garapan Tobe Hooper dengan Steven Spielberg sebagai penulis naskahnya. Film horor ini sangat sukses dan mendapat 3 nominasi Oscar serta menang beberapa penghargaan serupa . Dengan dana $10.700.000, film ini mendapatkan lebih dari $123.600.000 pada tahun 1982. Penasaran film apa itu? POLTERGEIST jawabannya. Film ini mendapat rating yang tinggi dan mendapat tanggapan positif. “Salah satu film yang sulit kulupakan,” kata penggemar fanatiknya. 
Poster Poltergeist 1982
Tahun 2015 lalu penggemar Poltergeist 1982 diajak berreuni dengan rilisnya film Poltergeist versi baru. Saya menyebutnya Poltergeist 2015 agar bisa membedakan dengan film sebelumnya. Apalagi film berjudul poltergeist ada 9:
1. Poltergeist (1982)
2. Poltergeist (2015)
3. Poltergeist: The Legacy (1996 – film seri TV)
4. Poltergeist III (1988)
5. Poltergeist (2010) – film pendek
6. American Poltergeist (2015)
7. Poltergeist Activity (2015)
8. Poltergeist II : The Other Side (1986)
9. Poltergeisty (2012) film pendek

Sudah banyak film yang menggunakan judul Poltergeist, ya. Kata poltergeist memang mewakili kesan horor dan teror. Poltergeist jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah segala benda yang memiliki kekuatan magis atau roh (biasanya jahat) di dalam benda tersebut. Selain kata Poltergeist, kata insidious yang berarti sesuatu yang tersembunyi menyergap/menyerang ketika kita lengah. Arti lainnya adalah roh jahat yang mempunyai rencana jahat dan licik.

Poster Poltergeist 2015
Poltergeist di tahun 2015 sebenarnya adalah remake film Poltergeist 1982, namun memiliki kisah yang sedikit berbeda. Intinya sama, tetapi setting disesuaikan dengan masa sekarang. Nama keluarga yang tinggal dan poin ceritanya juga sedikit berbeda. Poltergeist 1982 menceritakan tentang keluarga agen perumahan sukses bermarga Freeling (Steve, Diane, Dana, Robbie dan Carol Anne). Film Poltergeist 2015 menceritakan keluarga bermarga Bowen (Eric, Amy, Kendra, Griffin, dan Madison) yang kehabisan uang ketika pindah rumah. Penasaran dengan sinopsis film Poltergeist 2015? Saya mulai ya.
*****

Film dibuka dengan adegan keluarga Bowen yang sedang berada di dalam mobil yang melaju ke rumah baru mereka. Eric Bowen (Ayah, diperankan Sam Rockwell) menyetir mobil dengan bantuan GPS. Amy (Ibu, diperankan oleh Rosemarie DeWitt) berada di sampingnya. Di dalam mobil mereka ada 3 anak, Kendra (sulung, 16 tahun, diperankan oleh Saxon Sharbino), Griffin (usia sekitar 9 tahun, diperankan oleh Kyle Catlett) dan Madison (sekitar 6 tahun, diperankan Kennedi Clements).  Mereka berbincang akrab meski diselingi keributan anak-anak. 

Mereka tiba di rumah baru mereka dan disambut agen perumahan. Seperti biasa, pengenalan singkat situasi rumah terwakili oleh anak-anak yang berlarian memilih kamar. Eric sebenarnya baru saja dipecat dari pekerjaannya dan bermaksud memulai hidup di kota baru bersama keluarga. Mereka menghabiskan seluruh uang untuk membeli rumah tersebut.

Madison dan jalan menuju alam roh jahat
Suatu kebetuan si kecil Madison memilih kamar yang menjadi gerbang ke dunia lain (tentunya begitu  karena si kecil ini menjadi pusat cerita). Mirip seperti konsep kita yang meyakini anak usia di bawah 7 tahun belum mendapat dosa atas perbuatannya sehingga dia masih suci. Griffin si anak laki-laki mendapat kamar di atap. Suatu malam, seluruh alat elektronik hidup sendiri sehingga membangunkan Griffin. Ia menuju ruang keluarga dan melihat Madison sedang bercakap-cakap dengan televisi. Melihat Griffin, Madison mengatakan “Mereka datang,”. Griffin berusaha keras mematikan daya TV dan menyebabkan lonjakan listrik.  Dari dalam TV yang menyala tanpa gambar itu tiba-tiba muncul sebuah tangan dan Madison dengan wajah polos berkata, “Mereka sudah tiba di sini.”
Roh jahat berinteraksi melalui TV
Pada pagi harinya Kendra marah-marah dan menuduh Griffin memainkan ponselnya sehingga rusak. Eric dan Amy mencoba melerai mereka dan dari sinilah kita tahu konflik keluarga mereka berkaitan dengan ekonomi. Juga ketika semua kartu debit dan kredit Eric ditolak di mini market. Selama beberapa waktu, Griffin menemukan banyak kejadian horor di sekitar mereka. Dia sangat sedih dan jengkel karena tak ada yang percaya padanya. 

Suatu malam, Eric dan Amy menerima undangan makan malam di keluarga teman mereka, keluarga Stoller. Di acara makan malam itu mereka tahu bahwa area perumahan mereka dahulunya adalah pemakaman umum. Juga, bisik-bisik sekitar bahwa pihak pengembang hanya memindahkan nisan saja.

Rumah The Bowen yang dihantui dalam film Poltergeist 2015 berdiri di atas makam
Di rumah, Kendra menjadi pengasuh adik-adiknya dengan senang hati karena telah dibelikan HP baru. Saat itulah teror nyata terjadi. Kendra ke lantai bawah karena mendengar suara aneh. Lantai pecah dan lumpur hitam keluar disambung dengan tulang tengkorak yang menahan kakinya. Kendra terjebak di sana. Griffin yang berada di kamar diserang oleh badut dan boneka yang tersembunyi di dalam lemari. Griffin berhasil menyelamatkan diri dan mencari Madison. Dia melihat Maddie atau Madison yang berdiri di depan lemari kamarnya. Sebelum bisa menolong Madison, Griffin ditangkap oleh dahan pohon di dekat kamarnya dan digantung di atas pohon. Madison masuk ke dalam lemari karena boneka kesayangannya bergerak ke dalam lemari.

Amy dan Eric pulang ke rumah dan menemukan Griffin dan Kendra yang terbebas dari teror yang menahan mereka. Mereka tak berhasil menemukan Madison. Dia hilang. Saat putus asa, mereka mendengar suara Madison dari dalam TV. 

Keluarga Bowen dan Time Dr Brooke yang diisengi roh jahat
Putus asa, Amy dan Eric menemui Dr Brooke Powell ( Jane Adam), seorang peneliti paranormal. Brooke membawa timnya Sophie (Susan Heyward) dan Boyd (Nicholas Braun) untuk meneliti fenomena supranatural di sekitar rumah. Boyd diteror ketika memasang kamera di kamar Madison. Saya paling ngeri ketika mesin bor Boyd bergerak sendiri di sekitarnya. Pegangan suami kencang (eh? Curhat). Boyd berhasil melarikan diri dengan bekas merah di tangan. Kursi dan perabot yang bergerak sendiri menyerang juga mengindikasikan kekuatan jahat pengganggu rumah. Brooke pun menyimpulkan bahwa apa yang mengganggu rumah Bowen adalah poltergeist, sehingga mereka membutuhkan tenaga ahli seperti Carrigan Burke(Jared Haris)  – paranormal yang memiliki program TV membersihkan (meruwat) rumah dari makhluk jahat yang terkenal. Acara TV Carrigan adalah program TV favorit Kendra. Dan ternyata, Carrigan adalah bekas suami Brooke. 

Ternyata Madison ditahan oleh penghuni kuburan yang tak berhasil mengikuti cahaya menuju alam baka. Dia harus menjadi penunjuk jalan dengan resiko ikut masuk ke alam baka selamanya. Beberapa cara dilakukan untuk menyelamatkan Madison namun gagal.  Di antara semua, Griffin yang merasa paling bersalah karena gagal melindungi adiknya. Ketika melihat semua keluarga lengah, dia berlari masuk perangkap madison untuk memandunya pulang ke rumah. Melihat aksi Griffin, maka Carrigan memutuskan mengorbankan dirinya untuk menggantikan kedua anak kecil tersebut. Apalagi roh yang mengganggu mereka sangat jahat.

Pemeran Griifin Bowen dalam Poltergeist 2015
Berhasilkah usaha mereka? Bagaimana mereka memadamkan kemarahan para roh yang terperangkap di dunia dan begitu mendambakan cahaya menuju alam baka sehingga menjadi sedemikian jahat? Apakah ada tokoh yang meninggal? Silakan menonton filmnya sendiri, ya. Hehehe.... Tak seru jika saya menulisnya lengkap sampai ending.

*******
Sutradara: Gil Kenan
Produser: Roy Lee, Sam Raimi, Robert G. Tapert
Penulis naskah: David Lindsay-Abaire
Berdasarkan naskah Poltergeist karya Steven Spielberg
Pemain film: Sam Rockwell, Rosemarie DeWitt, Jared Harris, Jane Adams
Pengarah musik: Marc Streitenfeld
Pemroduksi film: Fox 2000 Pictures, Metro-Goldwyn-Mayer, Ghost House Pictures, TSG Entertainment, Vertigo Entertainment
Pendistribusian film oleh: 20th Century Fox
Tanggal rilis: Mei 2015
Durasi film: 93 menit
*******

Film ini seru, menegangkan dan berusaha mengalahkan keberhasilan film Poltergeist 1982. Secara umum kisahnya agak mirip meskipun sudah disesuaikan dengan situasi saat ini. Jadi tidak seperti film The Conjuring yang setia di setting tahun 1970-1980-an. Sayang, usaha Gil Kenan (sutradara) menyaingi Tobe Hooper dikritik habis oleh penggemar yang kecewa. Memang tak mudah menyingkirkan kesan kuat dan teror film horor tahun 1982 itu. Maka upaya me-remake film ini terganjal oleh pesimisme penggemar Poltergeist asli. 

Lepas dari kekecewaan para penggemar film Poltergeist 1982 sehingga memberikan rating rendah, saya senang dengan film ini. Film ini berhasil membuat saya deg-degan selama menontonnya. Apalagi kesan keakraban keluarga menengah ke bawah di Amerika terwakili dengan baik. Hubungan harmonis dan kasih sayang keluarga juga terlihat lebih eksplisit dan saya senang dengan dialog keluarga. Jadi, belum tentu rating rendah berarti film buruk. Psst... sebenarnya film ini menang penghargaan Film Terburuk versi Chainsaw Award. Tetapi, jangan menyerah dahulu sebelum menontonnya. Toh ada 3 nominasi Young Artist Award yang diterima, jadi tak seburuk yang dikesankan. Untuk box office, film berdana $35 juta ini mendapat penghasilan kurang memuaskan, $95,6 juta. 

Bagaimana dengan rating film? Film ini termasuk PG-13 (parent guide untuk usia 13 tahun ke atas) karena masih termasuk sopan. Ada satu adegan di dalam kamar tetapi hanya candaan suami istri. Setidaknya, jangan tonton bersama anak, lah, ya. Adegan lain yang perlu diwaspadai adalah adegan meminum wiski meski sebenanya tidak terlalu dipahami sebagai miras. Adegan hot lain tidak ada. 

Terkadang perlu bagi saya menulisnya sekalian karena ada pembaca yang bertanya. Hihihi... alhamdulillah saya punya penggemar film horor sendiri meski sudah lama tak menulisnya. Maaf ya, saya sempat terganggu dengan sebutan Blogger Spesialis Horor. Aduh... padahal saya hanya menuliskan salah satu hobi saya yaitu menonton film horor. Sama saja? Iya! Sebenarnya sama saja, makanya, tunggu ulasan saya tentang film The Conjuring 2 : The Enfield Poltergeist

Selamat menonton film Poltergeist, ya! Terima kasih sudah membaca Review dan Sinopsis Film Poltergeist ala Susindra!
Share:

Tips Membuat Perbandingan Asuransi Kesehatan Agar Tak Salah Pilih

Lebaran ini lebaran paling komplit dan “istimewa” bagi saya dan suami. Komplit plit plit plit plit dan semoga tak terjadi lagi. Semoga sekali ini saja. Badan dan dompet tercabik-cabik sampai terkapar. Bahkan sampai sekarang pun badan saya masih terasa pegel linu nyeri otot. Acara masak-memasak makan keluarga, berpindah-pindah rumah dan kota, dari mulai tanggal 1 syawal dan baru selesai hari Jumat kemarin. Genap 10 hari saya menclok dari acara keluarga satu ke satu yang lain. Mulai dari selapanan, sunatan, pernikahan sampai 40 hari kematian. MasyaAllah.. semua ditimpakan di bulan Syawal. Yang terberat adalah di saat pesta pernikahan karena saya lembur sambatan 4 hari dan masih pula ikut acara unduh mantu. Terbayang, kan, rasa di badan dan dompet mendadak terkena penyakit kanker kantong kering akut? 

Ih.. apa pula saya ini, seakan mengeluh sahaja. Padahal aslinya hanya ingin menandai peristiwa bersejarah. Bisa jadi saya lupa rasanya. Tetapi... yang paling utama adalah pada masalah KanKer alias kantong kering. Karena saya jadi ingat tentang asuransi kesehatan lagi. Biasalah... kalau berada di kondisi mengkhawatirkan memang membuat otak menjadi berlari cepat mengikuti laju jantung. 

Acara keluarga sedemikian rupa membuat saya hanya bisa senyum manis (padahal aslinya menyembunyikan perih) ketika ibu saya yang menghabiskan masa tua di kasur dan kursi roda mengeluh darahnya tinggi lagi. Salah saya juga yang tak sampai hati menuruti keinginannya memakan sedikit ukir yang diblender (karena tak punya gigi). Belum termasuk lontong opor dan kawan-kawan khas lebaran. Duh... saya ini pendamping sakit yang buruk. Saya tidak satu rumah dengan ibu, jadi hawanya ingin terus menuruti keinginan beliau. Menurut dokter yang mengobati, Ibu memang masih boleh makan apa saja asal porsi kecil. Tapi.. gabungan aneka makanan lebaran memang cukup jahat bagi ibu sehingga darahnya langsung naik. Nah, tahu sendiri kan biaya berobat di Indonesia itu mahalnya seperti apa? Cuma konsultasi sebentar saja dan tebus obat, uang ratusan ribu melayang. Padahal, beberapa obat yang diberikan termasuk generik, loh, setengahnya lagi impor. Halah...

Tingginya biaya sakit di Indonesia sudah terkenal di mana-mana. Mencekik leher. Itu pun masih ditambahi dengan pelayanan yang kadang kurang profesional. Bukan fitnah, sih ya, tetapi beberapa kali tengok pasien di rumah sakit, kondisi yang ada adalah keluarga si pasien yang sibuk bertanya-tanya “nanti bayar pakai apaaa...”. Beberapa ada yang sudah ayem karena mengantongi BPJS kesehatan. Tetapi lagi-lagi, biaya ganti BPJS yang jauh lebih murah dari biaya yang dibayar pribadi membuat perawat atau dokter kadang kurang perhatian. Terkadang malah judes. Bisa jadi karena keluarga yang menunggui dan pasien dalam kondisi emosi yang labil sehingga terlalu peka, tetapi kisah yang sama sering dirasakan. Mereka kecewa dengan pelayanannya. Makanya, meski punya BPJS, banyak yang tetap mengambil asuransi lain.



Saya dapat bocoran dari teman, bahwa pelayanan mantap pasti diterima pemilik asuransi kesehatan swasta. Mungkin karena mereka sudah pasti membayar, ya. Dan jelas dianggap keluarga berada. Asuransi kesehatan di Indonesia memang belum sepopuler di negara maju. Padahal sudah ada banyak asuransi kesehatan yang menawarkan premi dan tunjangan berbeda-beda. Menyesuaikan kemampuan kita. Makanya kita harus pandai mencermati perbandingan asuransi kesehatan satu dengan yang lainnya  yang saya ambil dari Futuready. Jangan asal memilih produk asuransi karena nama besar. Pilihlah yang paling tepat untuk kita. 

Apa saja sih biaya yang mungkin kita perlukan jika sakit?
1. Biaya kamar dan makan
2. Biaya ICU/ICCU
3. Biaya kunjungan dokter
4. Biaya kunjungan dokter ahli di Rumah Sakit
5. Biaya perawatan (obat, laboratorium, tes, darah)
6. Biaya dokter bedah
7. Biaya perawat pribadi (jika ada)
8. Biaya ambulan
9. Biaya pemeriksaan pasca pulang dari RS 
10. Biaya rawat jalan



Lumayan banyak, kan? Saran saya, coba bandingkan satu per satu biaya di atas sebelum memilih suatu produk asuransi. Ah ya, masih ada lagi yang perlu ditanyakan yaitu:

11. Adakah santunan kematian
12. Batas maksimum ketidakmampuan kita akan dibayar
13. Batas limit jumlah tahun 
14. Sistem penggantian klaim 

Kelihatannya sepele, tetapi pada saat kejadian, detail di atas sangat kita butuhkan. Jangan sampai menyesal di belakang karena tidak menelisik semua hak atas premi yang kita bayarkan. Tetapi jangan pula jadi takut mengambil asuransi kesehatan. Coba ingat-ingat kembali apa saja biaya yang kita keluarkan jika menginap di Rumah Sakit. Luar biasa banyaknya. Bayangkan jika kita tak punya persiapan berupa asuransi kesehatan. Duh... 



Saya ingin menambahkan sedikit tips lagi dalam memilih dan membuat perbandingan asuransi kesehatan dari situs Futuready.com agar dapat memilih asuransi kesehatan yang benar-benar tepat bagi kita, yaitu:

1. Selalu pilihlah asuransi yang memakai metode cashless atau metode pembayaran menggunakan kartu asuransi. Jadi keluarga atau pasien cukup menggesekkan kartunya saja saat pembayaran. Cashless ini penting sekali karena pada saat urgent kita tak perlu mengambil uang talangan terlebih dahulu baru mengklaim ke perusahaan asuransi. Nah... pastikan produk asuransi yang dipilih memakai metode ini ya...

2. Asuransi berlaku di banyak jaringan Rumah Sakit. Teliti dengan baik jaringan Rumah Sakit yang menerima asuransi kesehatan terpilih. Jeli memilih lebih baik daripada menyesal kemudian.

3. Premi sesuai kemampuan atau plafond tertinggi? Ya iyalah... kita harus memastikan bisa membayar asuransi karena jika tidak dibayarkan akan hangus. Dan yang tak kalah pentingnya adalah memastikan manfaat terbanyak yang bisa kita ambil dari pembayaran bulanan/tahunan kita. Tengok kembali 14 poin yang saya jabarkan di atas dan bandingkan semuanya agar dapat memilih produk asuransi terbaik bagi kita.

Bagaimana? Sudah mulai tertarik mengambil produk asuransi? Jangan sampai terlambat, lho. Ingat selalu, bahwa kita tak bisa menghindari resiko sakit jika memang ditakdirkan begitu. Yang terbaik adalah bersiap sebisa mungkin sambil terus menjaga kesehatan demi keluarga tercinta. 

Share:
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
badge