Perjalanan Jepara-Surabaya yang super seru

Tadi malam jam 8.30 Susi berangkat ke Kudus sebagai awal perjalanan ke Surabaya. Sebagai kota terujung utara pulau Jawa, Jepara memang tidak dilewati bis-bis antar kota. Agak merepotkan juga membawa barang sekoper besar di atas motor, tapi tetep saja Susi enjoy saja dengan aneka keterbatasan yang kuhadapi. 
Di jalan tembus terdekat dari Jetak ke Terminal utama Kudus jalanan sangat rusak dan tak berpenerangan. Kami yang tengah melaju tanpa mengenal medan sekitar langsung terjatuh tanpa ampun. Sangat beruntung Dwi yang mengantarku mampu mengendalikan motor hingga kami semua terjatuh di pinggir sawah dan berumput. 
Secara umum, kondisi kami cukup baik. Aku hanya menderita lecet-lecet di jempol kaki dengan sedikit daging terbuka dan sedikit bengkak di tangan kanan. Dwi hanya lecet di kaki juga. Si motor orange “eye catching” Dwi agak bengkok di stang. Uh.. uh.. kasian sekali. So far, aku hanya bisa bersyukur karena luka kami sangat minim, apalagi dari warga sekitar sudah banyak sekali korban kecelakaan yang parah. PR Infrastruktur yang sangat mendesak untuk dibenahi pemkab Kudus, nih. Amat disayangkan jika banyak korban melayang atau luka patah tulang permanen yang diderita pengguna jalan yang tidak mengenal medan jalan semacam kami berdua.
Singkat cerita, Susi naik bis menuju Surabaya tepat jam 11 malam dan tiba di terminal Purabaya pada pukul 6 pagi. Langsung bersih-bersih di toilet sebelum menuju hotel Ming Garden Palace hotel, lokasi pertemuan dengan buyer. Sambil menunggu, Susi segera membuka laptop untuk mengecek keadaan lepi yang sempat jatuh. Alhamdulillah baik dan aman terlindung 2 tas tebal. Semua serba baik dan patut disyukuri.
Jatuh kemarin malam membuatku sedikit lega karena akhirnya resahku terjawab. 2 hari ini aku memang agak resah & sering trataban – padanan bahasa Indonesianya apa ya? Mungkin sering kaget & deg-degan. Dan Susi paling tidak suka trataban karena selalu ada “sesuatu” yang menunggu di depan. Setelah jatuh Susi hanya bisa berpositif thinking, “oke, bad happen sudah terjadi, semoga setelah itu semua lancar.”
Dalam kegelisahan Susi terfikir untuk mengabadikan beberapa foto keluarga padahal Susi paling tidak suka & bingung jika difoto. Ini dia


Nah, dimana Susi saat ini? Hehe… 5 jam dari Surabaya, yaitu Besuki di sebuah hotel bernama Utama Raya. Hmm… 4 hari ini bakal extra spesial postingnya karena Susi bisa berada dimana saja. :D
Share:

22 comments:

  1. aku ikuti kegiatan mbak susi ya.semoga dengan positif thingking bisa mendapatkan yg terbaik

    ReplyDelete
  2. Terima kasih, mbak.
    Amin ya rabbal alamin.

    ReplyDelete
  3. ya mba, masih berpikiran baik dalam kondisi jelek...tetap ada semangat...semoga tidak ada lagi aral melintang ^_^

    ReplyDelete
  4. Amin YRA. Terima kasih, mas. Saat ini halangannya berupa lebam-lebam di kaki tangan yang tidak kuperhatikan awalnya. :D
    Lumayan juga. Tetap bekerja dengan semangat seperti biasa.
    Salam dari Besuki

    ReplyDelete
  5. Kalau sudah di Surabaya lagi kontak saya ya jeng.
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  6. alhamdulillah, masih bersyukur ya mbak, cantik gitu kok gak suka difoto jeng...

    ReplyDelete
  7. kalo sedang di perjalanan, banyak hal yang bisa kita ceritakan ya mbak.. seruu..

    semoga segalanya berjalan lancar

    ReplyDelete
  8. Asyiknya jalan2. Insya Allah besok subuh keluarga kami pun akan berjalan-jalan ke Cilacap. Mohon doanya ya ^_^

    ReplyDelete
  9. Semoga kegiatan selanjutnya lancar ya mbak. Good luck :-)

    ReplyDelete
  10. Waah...semoga besok2 perjalanannya lebih lancar ya Mba Sus ;)

    ReplyDelete
  11. Pakde, maaf. Kelihatannya kami langsung ke Solo - Jogja - Jepara, tidak kembali ke Surabaya.

    Mbak Fitri IbuFai: Selalu, Jeng. Hidup anugrah, tak perduli seberapa beratnya. Jadi harus tetap bersyukur. Makasih bilang aku cantik. Kalo kopdar, jauh loh dari kata cantik. Semoga kelak kita ada jodoh bertemu. :D

    ReplyDelete
  12. Hilsa: Terima kasih do'anya. Semoga semua lancar & tetap bisa bercerita di sini. :)

    Bang Aswi: Semoga perjalanannya lancar, Bang. Dan acaranya sukses. Wah dekat sama rumah mertuaku, nih. Di Wangon Purwokerto.

    ReplyDelete
  13. Mbak Ririn: Terima kasih do'anya mbak. Maaf loh kalo baru siap konsen ke blog hari minggu. Ga terkejar kalo kerja sengebut sekarang.

    Mbak Orin: Terima kasih do'a dan kebaikannya mbak Orin.

    ReplyDelete
  14. Untung lukanya cuman sangat minim. Coba kalau agak beratan, apa mungkin masih nekad ke Surabaya :D

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ReplyDelete
  15. Mas Sugeng: saya orang nekad jika sudah berurusan dengan janji & moral. Jadi pasti tetap datang.
    Kata orang2 dekat saya, saya gila, unik, bodoh, dan terlalu baik hati (yg terakhir ini asli muji diri sendiri.:D)

    ReplyDelete
  16. semua ada hikmahnya mbak, salam kenal dari saya

    ReplyDelete
  17. Salam kenal juga mas Ibnu. Ya, semua ada hikmahnya. tapi kalo saya dikasus ini, selalu ada yang harus disyukuri.

    ReplyDelete
  18. Pengalaman yang tidak terlupakan jatuh dari kendaraan di ruas jalan yang rusak dan minim penerangan. Melihat kondisi jalan seperti itu, kita juga ikut prihatin. Tampaknya pemerintah daerah cukup 'kesulitan' untuk merehabilitasi jalan di wilayahnya. Walau sudah otonomi daerah, namun sebagian besar kabupaten di Indonesia sumber pembiayaannya masih tergantung kepada pusat. Pendapatan Asli Daerah relatif kecil. Ketika kami melewati jalan di daerah dekat Surabaya beberapa waktu lalu, malah di tengah jalan tersebut ditanami pohon pisang. Kita pemakai jalan harus hati-hati dan waspada menghindari 'lubang' di jalanan yang 'rusak'. Syukur mBak Susindra sampai dengan selamat di kota pahlawan Surabaya. Semoga sukses misinya, amin.

    ReplyDelete
  19. Mas Herdoni: Terima kasih do'a & penjelasannya. Pohon yang ditanam di jalan itu sebagai bentuk protes karena tidak dibenahinya jalan yang rusak, ya?
    Pernah ada yang menanam lele juga. Hiks... kasian lelenya jika terinjak mobil.

    ReplyDelete
  20. saya juga punya mebel dari kayu gembol yang gede banget. Harus 6 orang untuk angkat mejanya.
    Sekarang saya taruh di Jombang.

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  21. kenapa mbak ndak suka difoto? kalo moto diri mbak sendiri suka ndak?

    ReplyDelete
  22. wuuuueh Mbak Susi... jalan jalan terus kayaknyaaa

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra