Eksplorasi Pulau Panjang Jepara: Ngrujak & Nyate!!

Lanjut dari posting sebelumnya di Pesona Pulau Panjang pada tanggal 25 September 2011, seharian itu kami sengaja ingin berpesta di pulau Panjang sambil melepas kerinduan kami menikmati pesonanya. Yah, terakhir kami ke pulau itu pada tanggal 20 agustus 2006. Lama sekali, kan? Ini dia bukti otentiknya. 
Kami membawa 150-an tusuk sate siap bakar, bumbu sate siap makan, aneka buah dan bahan rujak siap iris, nasi serta lontong, tak lupa pisau serta peralatan menghaluskan bumbu rujak. Pokoknya ready to show. 
Pukul 9 pagi sesuai kesepakatan, hanya ada 5 orang yang datang. What? Capek-capek siap-siapin ternyata ga ada yang mau ikut padahal semalam sudah konfirm ikut. (Aku tahu alasannya tapi ga usah dibahas, ya. Kasihan yang bersangkutan). Terbayang sudah, bagaimana repotnya kami menghabiskan bekal.
Ternyataaa..... diberi solusi oleh pemilik perahu. Kami akan ditinggal di pulau panjang seharian dan akan dijemput kembali jam 4 sore. Kebayang, kan berapa lama kami si sana? Dari jam 9.30 sampai jam 4 sore. Bayarnya sama pula.
Sampai di pulau panjang, acara nyate dimulai. bakar.. bakar.. bakar... setelah matang langsung santap bersama. kami hampir lupa memotretnya dan inilah yang tersisa.
Hampir lupa mendokumentasikan
Info kecil & tak penting, nih. Susi satu-satunya wanita di rombongan ini. jadi usai makan, Susi kebagian bersih-bersih dan menunggu perbekalan yang terlihat di belakang mereka. Beruntung Susi selalu siap membawa buku di dalam tas. Ambil buku Chicken Soup for the soul hadiah mbak Hilsya, dengerin musik di hape, ikhlas melambaikan tangan pada para lelaki yang bereksplor. Entah sudah keberapa buku in kubaca. Kebetulan ukurannya yang mungil & cukup di tas slempang eiger andalanku hingga sering terbawa.

Tak berapa lama, semua rombongan merapat dan kami menyiapkan pesta rujak. Usai berjalan di terik matahari, makan rujak adalah solusi segar melepas panas dan penat. Lihatlah bakul rujak dadakan ini berpose. (Mumpung narsis)
Bakul rujak in action
Jangan tanya apakah daganganku habis kali ini. Karena jawabnya sudah PASTI!. Kenyang, segar, dan angin semilir membuat mereka menyebar mencari tempat berbaring. Eits..... tunggu dulu! Berhubung Susi belum jalan-jalan, semua "kupaksa" pindah tempat dengan alasan akan lebih menyenangkan merapat ke pantai agar mereka yang suka bermain air/pasir bisa bersenang-senang. Semua "lapak" dibersihkan dan kami mengekslpor kembali pulau panjang. Setelah menemukan pojok yang asyik, kami menggelar kembali "lapak" kami. yang ingin tidur, monggooo... yang ingin foto-foto silahkan. Kursus singkat digelar karena tak semua bisa mengoperasikan kamera digital. Sementara yang lain beraktivitas sesuka mereka, Susi pamit "menyepi" di masjid dan lanjut ziarah ke makam Syeh Abu Bakar yang terletak di pulau Panjang juga. Adeeeemmm....
Jam 3-an Susi kembali ke rombongan dan menyiapkan pesta sate kedua. Well, kami malas membawa pulang sisa makanan, jadi ya mending dihabiskan. Tidak rugi juga karena semua doyan makan (tahu sendiri para lelaki, kan? hehe....). Pokoknya pulang super kenyang dan membawa memori indah!
Pesta sate episode 2, ludes sampai setermos nasinya. hahaha...
Kenyang, pulang. tak lupa bernarsis ria di atas kapal. Ini lah foto-fotonya



Terima kasih sudah membaca sampai di sini. Foto-foto pemandangan indah di pulau Panjang telah ada di Pesona Pulau Panjang di posting sebelumnya. Enjoy your life!
Share:

21 comments:

  1. Weh, seruuuuu
    Kok nggak ngajak2 saya, Mbak? *pengen...

    ReplyDelete
  2. wah si Anaz nyrundul aja nih.. Masih banyak engga satwa di pulau itu mbak Sus..?

    ReplyDelete
  3. Mbak Anazkia: Monggo... monggo...
    Lozz akbar: Satwa yang ada dan khas burung blekok. bahasa Indonesianya lupa, nih. Kalau tahu burung yang secara luar biasa menghuni kawasan Srondol Semarang, nah itulah satwanya. Masih banyak dan sering jadi bahan penelitian.

    ReplyDelete
  4. tamasya model begini selalu bikin nafsu makan meningkat mbak Susi, apalagi ada rujakan hasil ulekan mbak bakul yang sekseh.... aw..jadi ngeces

    ReplyDelete
  5. ada bakar²an toh disini,,mau satenya Mbak,,,selain dapat pemandangan yang indah suasananya sangat akrab sekaliiii

    ReplyDelete
  6. Mbak Monda: Perut kekenyangan, mbak.

    Kang Sofyan: Ayo mengadakan kumpul2 di Jepara, nanti bisa nyate & ngrujak di pulau Panjang juga.

    ReplyDelete
  7. wahhhhhh, wangi satenya sampe sini..
    duuh saya jadi pengen ngerujak :D

    ReplyDelete
  8. waduuh.. lain kali aku minta diajak aah :)
    salam buat D&B

    ReplyDelete
  9. Walah jadi sampean yangperempuan sendiri di rombongan itu, dan jadi seksi bebersih. Hm .... betul2 penyiksaan terhadap wanita. Bisa di tegur itu lelaki yang ikut di rombongan itu :D
    ##nyengir

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    ReplyDelete
  10. Saleum
    Asyiknya berlayar.... :)
    saleum dmilano

    ReplyDelete
  11. waaduhhhh jadi pengen nih, kapan bisa ke sana ya
    salam kenal gan saya dari ponorogo nama saya aziz gan

    ReplyDelete
  12. dan saya biasa dipanggil zendun sehingga saya beralternatif menggunakan nama zendun untuk blog saya,salam kenal

    ReplyDelete
  13. waw acara makan di pantai itu yg asyikk mbak...
    :)

    ReplyDelete
  14. asik banget mba ke pulau terus makan rame2 disana, ngebayanginnya aja kayaknya seru bgt
    eh mba susi cewe sendiri, jadi seksi sibuk dunk mba hehe :P

    ReplyDelete
  15. wah aku telat berkunjung kesini mbak, maaf ya .
    seru ya habis jalan-jalan gitu, foto makan2nya asyik banget mbak. Penjual rujaknya manissss

    ReplyDelete
  16. masih belum selesai nih nyatenya mbak?

    ReplyDelete
  17. Memang cocok untuk liburan keluarga ya Mbak...

    ReplyDelete
  18. mbak susi bagi rujaknya dong..walah bersantai bersama sanak sodara, rekreasi sambil bawa bekal gitu enak yah mbak...:)

    ReplyDelete
  19. Mbak Meidi & Enny Law: Satenya sudah habis semua.

    Mbak Hilsya: Kemarin waktu di jepara-demak-semarang terlalu sebentar, ya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra