Review dan Sinopsis Film Edge Of Tomorrow

Ketika saya hiatus ngeblog cukup lama itu, saya sering menulis review dan sinopsis film yang saya tonton selam arehat. Bagaimanapun keinginan menulis saya sangat kuat sehingga tak surut ketika harus hiatus karena suatu sebab yang sangat penting. Salah satunya adalah Review dan Sinopsis Film Edge Of Tomorrow ini. Ketika menulis review & sinopsis ini, saya ingat pernah membuat review dan sinopsis film Pasific Rim bertema Alien dan alat buatan manusia untuk membuat tentara super. Alat atau mesin besar yang membantu manusia melawan Alien bertubuh besar. Aneh juga rasanya, mengapa alien selalu identik dengan makhluk super besar dan super cerdas, ya? Daripada menjawab itu, silahkan mulai membaca review dan sinopsis film Edge Of Tomorrow ini. Oh iya, ketika menonton nanti, siapkan diri untuk ikut kelelahan melihat si ganteng Tom Cruise selalu kembali menjadi perwira lugu yang didakwa sebagai pengkhianat. Karena selama menonton film ini saya benar-benar ikut lelah, selelah wajah ganteng pemeran utama. Halah.. lebay.... haha

***


Kisah tentang serbuan alien ke dunia telah begitu sering dijadikan tema sebuah film. Aksi heroik seorang pahlawan yang menyelamatkan bumi setelah pertarungan sengit. Terkadang, sang pahlawan memang seseorang yang terlatih, atau seseorang dengan bakat tertentu, dan tentu saja dengan keinginan kuat untuk melawan. Lalu apa yang terjadi jika sang pahlawan penumpas alien adalah seorang pengusaha yang terjebak menjadi perwira humas yang bahkan mual melihat sepercik darah? Maka belajar menerima takdirnya adalah satu-satunya cara yang harus ia lakukan, baik suka atau tidak. Dan cara ia belajar adalah dengan mereset hari melalui kematiannya. Karena setiap kali ia mati, ia kembali ke keadaan semua ia memulai hari, “menjadi desertir pengecut.”

Di kisahkan di awal, bumi telah diserang sebuah ras alien bernama Mimic. Bumi dapat bertahan karena seluruh negara bersatu. Pun begitu, kekalahan demi kekalahan harus ditanggung para tentara. Mimic seakan tahu semua taktik perang dan persenjataan mereka. Adalah si ganteng Tom Cruise yang memerankan tokoh Perwira lembek Willian Cage yang bertugas menjadi humas. Sebelumnya ia hanyalah pengusaha yang pandai mengambil hati dengan mulut manisnya. Ia dianggap membahayakan posisi Jendral Brigham karena dapat menggiring opini publik bahwa kekalahan yang terus terjadi karena kesalahan atasannya. Maka ia ditugaskan ke garis depan sebagai hukuman. Ia ditugaskan terjun ke garis depan peperangan melawan Mimic  di garis pantai Perancis. Ia menolak keras sehingga terpaksa dilumpuhkan. Ia sadarkan diri di sebuah pangkalan perang udara Heathrow yang dipimpin Sersan Farrel dalam keadaan diborgol. Ia dilaporkan sebagai perwira gadungan dan desertir yang harus ikut berperang besok. 

Cage tak tahu apa-apa tentang perang, apalagi tentang senjata. Pengalaman pertamanya berperang sangat menakutkan. Mungkin hanya keberuntunganlah yang membuatnya bertahan sedikit lebih lama dari temannya, apalagi membunuh sebuah Mimic Alfa. Mimic Alfa adalah ketua dari para Mimic yang berperang. Setiap Alfa yang terbunuh akan membuat Omega mereset waktu kembali ke 24 jam sebelum kematian Alfa. Cara itu digunakan alien untuk mempelajari taktik terbaru melawan manusia. Pun demikian dengan manusia yang membunuh Alfa, waktu hidupnya direset 24 jam sebelum kematiannya. Cage selalu kembali menjadi perwira gadungan yang tertangkap sesuai surat laporan di sakunya. 

Cage kembali ke kejadian awal, ketika ia diborgol di pangkalan perang Sersan Ferrel. Ia melewati hari dengan mendengar kalimat yang sama dan kejadian di perang yang sama. Ia mati lagi dan terbangun di kondisi yang sama lagi dan mengulang hari yang sama. Tak ada yang percaya ketika ia memberitahu bahwa invasi besok adalah penyergapan akhir para Mimic sebelum mengusai bumi. Ia selalu mati saat berusaha menolong teman-temannya sampai kemudian ia maju terus. Salah satunya adalah Vrataski , pahlawan perang wanita. Sebelum mati untuk ke sekian kalinya, Rita Vrataski berkata, “temui aku besok.” 

Ternyata Vrataski pernah mengalami kejadian serupa sehingga ia menjadi ikon perang. Pahlawan wanita yang membunuh banyak alien karena waktu mereset ke 24 jam sebelum kematian pertamanya. Ketika ia terluka dan mendapat donor darah, ia berhenti mengulang. Ia langsung menyadari kemungkinan Cage mengalami apa yang terjadi padanya sehingga ia secara khusus memerintahkannya menemuinya besok. Vrataski  sadar, Cage adalah harapan bumi menaklukkan Mimic. 

Cage memulai edisi baru dalam menjalani hidupnya. Ia menyelinap ke kamp Vrataski  dan mendapat penjelasan apa yang terjadi padanya dan bertemu Dr Carter, seorang ahli biologi Mimic. Rupanya, Alfa yang terbunuh akan membuat Omega dapat mereset waktu mundur 24 jam untuk mempelajari taktik manusia. Itulah yang membuat mereka hebat dan mendapat julukan “Peniru”. Dan menemukan Omega adalah cara mengalahkan Mimic, karena Omega adalah otak dari semua Mimic yang ada. 


Vrataski  mengajari Cage cara berperang agar dapat mengalahkan para Alien peniru ini. Tak terhitung jumlah kematian Cage. Terbunuh adalah satu-satunya cara memulai semua dengan benar. Cage menjalani hidup matinya sampai kemudian ia memutuskan berhenti. Ia melarikan diri dan minum-minum di bar. Saat itulah ia tahu, penyergapan yang ia tinggalkan itu adalah pertahanan terakhir manusia sbelum Mimic menguasai bumi. Maka ia kembali mati dan memperbaiki kesalahannya. Ia mendapat penglihatan bahwa Omega bersembunyi gunung Bavarian Alps Jerman. Ia dan Vrataski berusaha memenangkan pertempuran esok dan meneruskan perjalanan ke Jerman melalui jalur darat. Tak terhitung puluhan kali Vrataski mati sehingga Cage harus membunuh dirinya agar waktu kembali ke awal. Sampai kemudian ia memutuskan pergi sendiri ke sana dan menyadari itu hanya jebakan. Sebelum ia dibunuh Alfa yang lain, ia membunuh dirinya dan mengulang hari yang sama kembali. Kali ini Cage mempunyai persiapan yang lebih baik, salah satunya adalah temuan Dr Carter yang menemukan alat untuk menemukan posisi Omega sebenarnya. Alat itu disita di kantor Jendral Brigham. Setelah mengalami beberapa kali kematian dan penjelasan serupa, akhirnya Jendral Brigham percaya dan memberikan alat tersebut pada mereka. Alat itu menunjukkan lokasi Omega berada di museum Louvre Perancis. Sayang sekali mereka berdua mengalami kecelakaan.

Cage tersadar telah berada di rumah sakit dengan selang darah di lengannya. Ia tahu, tak adalagi kesempatan untuk mereset waktu. Ia hanya memiliki 1 hidup dan harus memanfaatkan kesempatan itu untuk membunuh Omega. Ia berhasil membujuk teman-teman 1 kompinya agar berperang bersamanya di Paris. Mereka pun menuju museum Louvre untuk menghadapi 1 pertempuran terakhir. Cage berhasil membunuh Omega dan sebuah ledakan besar terjadi. Para Mimic mulai kalah dan Cage pun kembali hidup. saat ia kembali ke pangkalan Heathrow, ia telah menjadi sosok yang berbeda. 

Menonton film ini memang cukup membuat frustasi, terutama jika terjebak alur “reset waktu”. Saya ikut frustasi melihat wajah frustasi Tom Cruise. Dan tertawa membayangkan frustasinya Alfa yang terus terbunuh sebelum melakukan apa-apa dan Omega yang terus menyalurkan energi baru untuk merecharge karena harus mereset waktu. Si pengecut Cage yang lemah membutuhkan ratusan kali terbunuh sebelum bisa menjadi tentara sesungguhnya. Jika Cage frustasi, Alfa dan Omega tentu lebih frustasi lagi. Hehe... oh iya, saya menyisakan 1 spoiler kecil tentang nasip Vrataski dan kawan-kawan. Silahkan tonton sendiri ya jika penasaran. 


Film The Edge of Tomorrow memang menyajikan tema lama yang tak pernah usai digarap. Perang melawan alien dengan alat-alat berat yang belum pernah dibuat (atau mungkin masih disimpan?). alat-alat yang lebih besar dari ukuran manusia dibuat karena anggapan global bahwa ras alien lebih besar dan lebih hebat dari ras manusia seperti di film .... yang pernah saya tulis di sini. Pun begitu, ada yang lain di film ini. Lompatan waktu atau reset waktu ke awal yang dimanfaatkan kedua belah pihak (manusia dan alien) untuk mempelajari taktik mengalahkan satu sama lainnya setelah kematian 1 Alfa. Lompatan waktu ini mengasah seorang pengecut bermulut manis menjadi real hero yang menyelamatkan dunia. Juga, seorang pahlawan utama berjenis kelamin wanita merupakan sedikit tokoh yang diangkat, bahkan di film Hollywood. Tokoh Vrataski yang kuat melatih perwira Cage. Ada hubungan tak terlihat di keduanya karena begitu seringnya mereka bertemu. Setidaknya dari sisi Cage yang jatuh cinta secara sepihak padanya. Hmm.... romantika memang tak pernah lepas, bahkan di film perang. Jangan khawatir, tak ada adegan ciuman dan yang lain di sini, karena mereka selalu baru bertemu, dan kurang dari 24 jam. Nonton ya...  

Share:

20 comments:

  1. hhmmmm kayaknya wajib nonton neh....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan tonton mas, ga bakal rugi deh. seru filmnya

      Delete
  2. yap, masuk list film yang harus ditonton nih! :D
    makasih reviewnya bun~ :)

    ReplyDelete
  3. dari sisopsisnya aja udah kebayang kalo Filmnya itu seru hmmm .. jadi penasarann nih :) salam kenal yah gan dari cinta teknologi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal mas Ainnul. Filmnya memang seru banget

      Delete
  4. Resensinya komplit bgt maaak...kayaknya Tom Cruise sering bangeeet ya dapet perran serupa..untuk beberapa tahun terakhir :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak, beberapa tahun belakangan ia lebih suka film genre seperti ini.

      Delete
  5. Asikk ada reviewnya mau nonton ah pas weekend hehehhe

    ReplyDelete
  6. Wah..ini serunya kalo ditonton sekeluarga..suami n anakku suka nih kalo ada perang2an kaya gini

    ReplyDelete
  7. makasih reviewnya mbak, nanti aku cari filmnya

    ReplyDelete
  8. nggak cuman wajib, kayanya emang harus nonton :D.. deh

    ReplyDelete
  9. dilihat dari SS diatas.. animainya keren nih..
    masuk list film untuk ditonton waktu weekend :D

    ReplyDelete
  10. Emg keren banget filmnya..ide reset waktu di film ini mampu digambarkan secara menarik dan penuh aksi menegangkan...genius seriously!!

    ReplyDelete
  11. Saya suka sekali dengan film ini, kenapa? awal nya saya tidak ngerti film ini tentang apa, ending story alien bisa dibunuh dan semua selamat sebenarnya bukan itu inti sisi positif nya, musti nonton film ini minimal 2 Kali baru terasa deh benefit nya apa dari film ini, saya saja nonton film ini 3 x, nonton yg pertama dan kedua belum kena, lalu yg ketiga saya baru sadar ttg film ini, jadi inti nya jika manusia melatih diri karena niat dari lubuk hati maka ia menjadi ahli dalam bidang nya dan menjadi super yang tak terkalahkan dalam hal apa saja, jadi disini ingin di ungkapkan teory latihan 10.000 jam atau sama dengan 10 tahun pengalaman melakukan aktiitas rutin yang sama maka anda menjadi ahlinya, dalam hal ini Cage menjadi ahli sebagai fighter soldier, dan nggak usah dipikirin kenapa nggak logik, nama nya juga film science fiction, use your imagination....ambil saja sisi positif nya..... selamat nonton lagi secara berulang ulang seperti cerita di film ini..... he.... he.... he.... good luck guys..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra