Review dan Sinopsis Film Flipped

Cinta kanak-kanak, mungkinkah bertahan selamanya? 


Julie Baker bertemu tetangga barunya, Bryce Loski ketika 7 tahun (kelas 2 SD). Sejak pertemuan pertama itu, Julie selalu berharap Bryce adalah cinta pertamanya. Di kelas, Julie terus menguntit Bryce yang jelas terlihat tidak nyaman. Apalagi reaksi berlebihan Julie membuat anak-anak mengolok-olok mereka berpacaran. Dunia Julie berpusat pada mata indah Bryce.


Bagi Bryce, Julie adalah gadis kecil aneh yang sulit dihindari. Dia selalu mempunyai cara untuk mengganggu hidupnya. Mengelilinginya. Julie tampak sama sekali tidak menyadari ketidaknyamanan Bryce. Di kelas 6, Bryce berpacaran dengan Shelly Stalls yang ia tahu, adalah gadis yang paling dibenci Julie. Hubungan mereka hanya bertahan seminggu karena Shelly tahu Bryce memacarinya hanya untuk menghindari Julie. Julie sangat bahagia mengetahui hubungan mereka putus. Dia memiliki hobi baru, yaitu mengendus wangi rambut Bryce.

Julie senang sekali memanjat pohon Sycamore milik tetangga. Julie melihat pemandangan indah dari atas pohon. Warna-warni horison memikat hatinya. Ketika suatu saat pohon tersebut ditebang pemiliknya, Julie bertahan di atas pohon. Ancaman demi anacaman para penebang pohon tak dihiraukan. dia bertahan di atas sampai akhirnya berhasil dibujuk Richard Baker. Tak banyak kata bujukan yang diberikan Ayah Julie, lebih banyak mata yang berbicara, tetapi dampaknya sangat dalam. (Saya selalu menangis di scene ini). 

"Sudah waktunya," bujuk sang ayah, Richard Baker, dengan sorot mata menyesal dan berkaca-kaca. 

Penolakannya disorot surat kabar lokal. "Dia mencintai pohon ini karena bisa menunjukkan padanya dunia dengan cara berbeda" demikian isi surat kabar tersebut. Rupanya, kecintaan dan upaya Julie mempertahankan pohon itu membuat kakek Bryce tertarik sehingga terus mengamatinya. Semangat Julie mengingatkannya pada istrinya yang telah meninggal.

"Beberapa dari kita hidup sangat datar, beberapa lainnya hidup seperti kain satin yang berkilau. Tapi di antara mereka, kamu akan menemukan perempuan yang tak terpengaruh dunia. Ketika kamu menemukannya, tak ada satupun yang setara nilainya lagi," nasihat Chet yang tidak bisa di[ahami Bryce. Baginya Julie hanya tetangga depan rumah yang sangat mengganggu. 


Julie yang kecewa pohon kesayangannya ditebang menjadi penyendiri. Dia sering merenung dan menangis sendiri. Pada minggu kedua, ayah Julie yang pandai melukis menghadiahinya lukisan pohon Sycamore. Lukisan yang dipajang di depan ranjang Julie mengembalikan semangat putrinya itu. Julie kembali ceria. Dia memandang dunia dengan perpektif yang lebih cerah karena lukisan pohon Sycamore tersebut menjadi pembuka dan penutup matanya sebelum tidur setiap hari. Apalagi ayam-ayam betinanya mulai bertelur dan terus bertelur sampai mereka kewalahan memasaknya. Julie menemukan keceriaannya kembali. Kelebihan telur diberikan pada tetangga, termasuk pada keluarga Loski. Beberapa tetangga sangat ingin membelinya, tetapi bagi Julie, senyum Bryce ketika menerima telur yang dia berikan bernilai lebih mahal. Padahal Bryce selalu membuang telur dari Julie. Hubungan mereka memburuk ketika Julie tahu, Bryce tidak mau menerima telur pemberiannya dengan alasan takut terkena Salmonela dan pekarangan keluarganya gersang dan tak terawat. Julie akhirnya berkeras ingin membuat pekarangannya asri. Dia banyak dibanti Chet.


Bryce tidak mengerti mengapa Chet Duncan, kakeknya yang tak banyak berbicara itu tertarik pada Julie. Apalagi Chet membantu Julie memperbaiki tamannya. Chet nampak asyik bercerita dan tertawa. Bryce yang sedang diabaikan Julie mulai merasa sepi. Dia merasa sangat bersalah dan ingin meminta maaf pada Julie. Pada saat yang sama, Julie mulai mempertanyakan rasa cintanya pada Bryce.

Julie masih tersinggung karena mengetahui telur yang dia berikan selalu dibuang oleh Bryce. Dia mulai berpikir bahwa Bryce bukan pemuda yang dia tunggu lagi. Apalagi dia mendengar sendiri, Bryce dan Garret membicarakan paman Julie yang mengalami keterbelakangan mental. Julie semakin menghindari Bryce. Bahkan ketika akhirnya keluarga Loski mengundang mereka makan malam bersama, Julie tetap abai meski duduk berdekatan. Di akhir makan malam, Julie bersyukur memiliki kelurga yang meski kekurangan, tetapi saling menghargai dan mencintai. Dia semakin yakin bahwa Bryce tidak layak mendapat cintanya.

Bryce yang terbiasa dikelilingi Julie mulai merasa ada yang kurang. Dia resah, namun tampaknya apapun yang dia lakukan selalu berakhir salah. Dia selalu melukai hati Julie, dan rasa bersalahnya semakin menekan. Parahnya, Julie sama sekali tidak mau bertemu dengannya. Bagaimana akhir kisah mereka?


Film Flipped (jungkir balik) adalah film remaja dengan setting tahun 1957 (Julie-Bryce pertama kali bertemu) dan tahun 1963 ketika keduanya memasuki kelas 7. Film ini terasa ringan, renyah, dan gurih. Mengambil 2 sudut pandang membuat beberapa adegan sering diulang sesuai sudut pandang yang diambil. Tapi percayalah, meski pengulangan, tetap beda rasa. Saya asyik menontonnya. Saya senang dengan plotnya, yang meski sederhana dan sehari-hari, namun kuat penggambarannya. Setiap babak yang dilalui keduanya mengalir alami dan sering membuat saya tersenyum sendiri. Pada bagian penebangan pohon, saya ikut menangis (padahal sudah kali keempat saya menonton). Karakter ayah Julie sangat kuat dan membuat saya mudah memahami karakter Julie. 

Selintas, bagi yang belum melihat film ini, mungkin akan sulit mengetahui keistimewaan film ini. Saya pribadi, langsung jatuh cinta pada cara penyampaian cerita, juga pada acting pemerannya. Morgan Lily yang memerankan Julie di usia 7 tahun memiliki mata yang sangat indah, terlihat imut, dan sulit untuk tidak menyukainya. Ketika Julie remaja diperankan Madelaine Caroll, saya makin jatuh cinta pada karakter gadis cerdas, baik hati, bersemangat dan sangat rajin ini. Bryce remaja yang diperankan oleh Callan McAuliffe juga mempesona saya. Pemuda ganteng dan pemalu ini memiliki mata indah yang mempesona. Dia tipikal remaja baik hati yang tidak tahu harus bersikap bagaimana jika disukai gadis. Sangat mengingatkan saya pada Destin, sulung saya yang enggan berdekatan dengan teman perempuannya karena malu. Menurutnya, teman perempuan sangat merepotkan di banyak hal, termasuk kemanjaan dan dan kecerewetan mereka. Tak sabar melihat reaksi si sulung saya yang baru berusia 11 tahun ini. Sejauh ini dia tetap berpendapat bahwa pacaran itu haram. Saya penasaran akan masa remajanya - karena hati yang lebih banyak bicara.


Film tahun 2010 ini termasuk film istimewa jika dibandingkan dengan film lain pada tahun yang sama. Seperti oase. Seperti pengingat, bahwa Amerika pernah memiliki era yang mirip adat ketimuran sebelum semaju sekarang ini. Pada tahun setting film ini, wanita masih berada di bawah laki-laki. Mereka memasak di dapur dan para lelaki bekerja. Para guru memiliki kendali atas muridnya yang sopan di kelas. Pun dengan pakaian, sangat sopan dan menyenangkan mata. Keluarga boleh miskin, tetapi sangat membahagiakan dan harus sangat disyukuri, demikian pendapat Julie yang bangga pada keharmonisan keluarganya. Kehidupan sehari-hari yang nyaris hilang di sana. Ada scene percakapan Julie dengan ayahnya yang menarik hati saya:

Julie : "Mungkin ada sesuatu di indah matanya, atau mungkin senyumnya." 
Richard: "Bagaimana dengan tanggapannya? (Bryce)
Julie : "Apa?"
Richard : "Kamu harus melihat semuanya dulu (sebelum jatuh cinta)."
Julie : "Maksudnya apa?"
Richard : "Lukisan itu seperti satu kesatuan dari bagian-bagian terpisah. Lukisan sapi hanyalah sapi. Rumput hanyalah rumput, yang berbunga. Matahari yang mengintip di rimbun pohon hanya kilauan cahaya. Tetapi ketika kamu menggabungkan semuanya di lukisan, hasilnya akan memukau seperti berkekuatan magis."


Beberapa nasihat mungkin terlalu puitis bagi anak remaja, termasuk nasihat Chet pada Bryce sebelumnya dan nasihat Richard pada Julie di atas. Novel dan film ini memang bukan miliki remaja saja meski kemasannya begitu. Padahal menurut saya, setting film di tahun 1960-an ini memiliki misi khusus yaitu mengajak bernostalgia kembali pada masa ketika cinta masih murni, tidak terkotori oleh pikiran kotor yang meracuni otak remaja Amerika saat ini. Masa ketika remaja masih malu-malu mengutarakan cinta dan first kiss masih menjadi peristiwa sakral. Wendelin Van Draanen sang novelis menulisnya dengan apik dan diterbitkan secara terbatas pada. Tak sampai sebulan, novel ini laris dan diterbitkan ulang secara umum. Di tangan dingin Rob Reiner lah, novel ini digarap apik mengusung tema film komedi romantis yang naif namun mempesona. Menggunakan 2 sudut pandang (Julie dan Bryce bergantian untuk beberapa peristiwa) tidak terasa membosankan meski beberapa scene sering berulang. Sangat renyah, manis, asam, dan di saat yang lain, legit dan lezat. Apalagi film ini termasuk sopan dan bahkan tanpa adegan ciuman. Sangat renyah dan enak dinikmati semua usia termsuk anak ABG. Ceritanya mengalir secara natural sehingga saya senang menontonnya lagi dan lagi. 

Silakan menontonnya, dan biarkan dirimu jatuh cinta pada film ini. 


Terima kasih sudah berkenan membaca review dan sinopsis film Flipped ala Susindra. Selamat berburu DVD-nya dan selamat menonton (bersama anak ABG masing-masing).


Sumber pendukung data dan foto-foto dari http://www.imdb.com/title/tt0817177/
Share:

27 comments:

  1. Sy sngat suka film2 spt ini...ada karakter dan cara pandang berbeda dr setiap manusia...kata-kata yg mempunyai makna yg dlm... Hemmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Saya senang koleksi film yg menunjukkan sisi lain manusia dan belajar dirinya

      Delete
  2. Alurnya santai yah. Bagus, Julie. Cowok begitu emang harus dicuekin aja. Eh,

    ReplyDelete
  3. Kayanya baguuus. Noted buat dicari filmnya. :D

    ReplyDelete
  4. Film yang bagus. Aku suka film seperti ini. Maknanya dalam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Sederhana tapi ada yg bisa dipelajari

      Delete
  5. kata orang, roda itu berputar, untuk mengisyaratkan tidak selamanya manusia berada di situasi yang sama. Ya, saya terpuaskan saat roda itu berputar. Entah bagaimana saya pun jatuh cinta pada sorot mata Julie yang selalu berbinar-binar saat ia melihat Bryce.

    ReplyDelete
  6. kisah cinta yang bagus, ceritanya mudah diserap....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Begitulah. Ada yg istimewa di kesederhanaan.

      Delete
  7. Pendapat si sulung selain bahwa "pacaran itu haram", mengenai film ini apa, Mbak Susi? saya koq kepo ya hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha....
      'Hati2, benci bisa jadi cinta, " katanya.
      Tapi wajahnya jadi terlihat lebih sumringah krn ditunjukkan proses jatcin orang lain. Hahahaha.
      Semoga dia belajar. Bbrp kali sengaja kuajak nonton film full BO agar dia lebih imajinatif.

      Delete
  8. Penuh energi, imajinatif, tidak ada yang lebih bahagia dari anak-anak. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali.
      Anak2 tahu cara menyederhanakan yg rumit dgn tidak memaksa.

      Delete
    2. Benar sekali.
      Anak2 tahu cara menyederhanakan yg rumit dgn tidak memaksa.

      Delete
  9. Jadi pengin nonton film ini lagi. Pertama kali nonton, film ini agak "krik krik" menurutku. Begitu nonton kedua kali dan nontonnya serius, maknanya dalem.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang perlu kembali, 2 x untuk melihat batu akik di sebuah batu. Hihihi

      Delete
  10. mumpung minggu depan aku libur cari ah film ini

    ReplyDelete
  11. Saya juga suka film amerika dengan settingan tahun yang lampau mbak, sayang saya sudah lama nggak minjem DVD nih,bisa jadi referensi nih.

    ReplyDelete
  12. Saya juga suka dengan film yang memberikan sudut pandang berbeda. bisa mengajarkan sesuatu dan kita bisa mengambil banyak manfaat dari hal itu

    ReplyDelete
  13. Eh tumbenan gak horor. Inget2 pemainnya eh si cewek pernah main sma jacky chan....

    Trus2 endingnya??

    ReplyDelete
  14. Bagus filmny mba aku belum pernah nonton,

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra