Busi Bosch UR6DC untuk Motor Revo Susindra

Piknik… hore!
Saya paling suka piknik. Apalagi piknik keluarga. Piknik berdua dengan suami? Wuah… lebih seru lagi. Meski sudah berumah tangga selama 14,8 tahun, kami tetap sering piknik berdua. Anak-anak sudah cukup besar sehingga sering bentrok jam. Tapi alasan paling utama adalah, memang kami senang piknik dekat-dekat rumah ketika mereka sekolah sampai sore. Yang terpenting adalah, saat masanya anak-anak pulang, kami sudah di rumah. 


Piknik dengan motor itu ISTIMEWA
Bicara piknik, saya lebih suka jelajah kota sendiri. Bentang alam di Jepara memang luar biasa. Menurut saya. 72 kilometer pantai dari perbatasan Demak sampai perbatasan Pati, memiliki jenis pantai yang berbeda. Pantai di Kecamatan Kedung, yang berbatasan dengan Demak, memiliki pantai berlumpur yang kaya akan kerang. Kami paling suka beli kerang, kepiting atau udang di daerah kidul Jepara itu. Makin ke utara, mengikuti garis pantai, pasir putih mulai ditemukan di pantai Semat Kecamatan Tahunan sampai pantai Benteng Portugis di Kecamatan Donorojo. Itu berarti jauh kea rah utara Jepara. Mulai sini, warna pasirnya hitam atau kecoklatan. Pantai berpasir hitam yang terkenal di Jepara adalah pantai Suweru di Kecamatan Kembang. Tapi… saya punya satu pantai rahasia di dekat pusat kebupaten yang berwarna hitam legam. Pantai ini juga punya penanda batu yang menurut mitos disebut Jungporo. Yup… betul. Letaknya di Kelurahan Ujungbatu. Kalau ingin ke sana, ajak saya saja, tak perlu saya jelaskan di sini. 

Itu baru bicara pantai. Kalau bicarakan air terjun, lebih fantastis lagi jumlahnya. Perbatasan terluas kedua setelah pantai adalah gunung Muria yang kaya akan sumber air. Ada satu kecamatan yang memiliki 16 air terjun besar dengan lokasi yang cukup tersembunyi sehingga harus membuat ekspedisi kecil-kecilan. See… betapa kayanya alam Jepara. Tahun lalu saya agak terobsesi menjelajah alam di kota tinggal saya ini. Namun lama-lama makin surut jumlahnya karena keterbatasan waktu dan tenaga. Alhamdulillah sudah semakin kelebihan usia dan berat badan. Tapi bukan berarti tidak pernah, ya… masih sesekali jelajah Jepara dengan motor Honda Revo kesayangan – yah, karena belum ada yang baru dan kami tidak mau kredit dalam bentuk apapun. 
Berburu view indah di Jepara
Yuhui… karena enggan kredit itulah kami bertahan dengan motor yang ada. Biarlah dia sudah tua. Kami pun sama tuanya, sehingga kurang suka nggaya. Honda Revo ini juga hasil kerja kami berdua dan merupakan benda bernilai sejarah di rumah tangga kami yang Februari depan berusia 15 tahun. Yang terpenting perawatannya bagus, mesin motor juga masih bagus, dan bisa dibawa ke mana saja. Keluar kota juga masih oke banget. Jarak Jepara – Purwokerto termasuk di antaranya. 

Punya motor lawas tapi masih sehat itu tidak sulit perawatannya. Kuncinya sih di ‘rutin check up’. Kami sering ke bengkel sehingga akhirnya akrab. Lama ngobrol sambil menunggui general check up kendaraan, lama-lama suami bisa diagnosa sendiri dan mengobati kerewelan kecil. Laki-laki memang sangat mudah menguasai hal-hal mekanik, ya. Sampai – sampai berlagak bisa memperbaiki mobil sendiri jadi salah satu scene favorit di film. Itu terjadi juga di sini. MasBojo eh suami sering sok tau dengan masalah di motornya. Yah… dia memang cukup peka, sih ya. Telinganya telinga pemusik, perasaannya halus pula. Jadi dia cepat merasa jika ada yang kurang pas pada mesin motornya. Ndredet dikit saja dia langsung kerasa. Saya juga sih. Bolehlah jadi pembonceng, tapi pembonceng yang mawas diri di jalan. 
Sumringah kalau piknik
Busi itu alat yang kecil, lho. Harganya juga tidak mahal. Tapi.. si kecil cabe rawit ini sangat mempengaruhi performa motor. Busi bisa bikin motor mogok atau sulit distarter. Pernah tidak, saat touring dengan beberapa teman, bermotor, lalu setelah beristirahat sejenak ada yang motornya ngadat tidak mau distarter sehingga membuat perjalanan tertunda? Biasanya yang dicek ada dua, yaitu bensin dan busi. Yup… 2B ini sering jadi yang pertama diingat. 

Busi mempunyai fungsi vital dalam pembakaran di mesin, yaitu memercikkan bunga api yang dibutuhkan untuk menghidupkan motor. Nama lainnya adalah spark plug. Saat motor distarter, arus listrik tegangan tinggi dibangkitkan oleh ignition coil atau koil pengapian. Arus listrik tersebut akan mengalir menuju kabel distributor menuju busi, yang akan memercikkan arus tersebut sehingga bisa membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam motor. Pembakaran inilah yang menjalankan roda motor. Kecil tapi harus ada dan berperforma baik, kan?

Bukan cari yang termurah jika Mas Indra memilih busi UR6DC untuk motor Revo-nya, tetapi memang tipe ini yang paling cocok. Busi ekonomis dengan kinerja handal. Dan yang jelas, menambah performa kendaraan. Itu kan yang utama. Apalagi sudah Bosch Suku Cadang Berkualitas sudah lama dipercaya oleh bengkel di sekitar. 

Busi Bosch UR6DC termasuk tipe busi Super Plus dari Bosch. Lebih awet dan lebih menghemat bensin. Yup... Ini salah satu point pentingnya. UR6DC memang cocok banget untuk jenis kendaraan rumahan seperti motor Revo, Blade, Kirana, Mega Pro, Supra, juga Karisma.  Karena, Bosch solusi berkendara aman, dan merawat kendaraan dengan suku cadang berkualitas. Tepat memilih onderdil termasuk dalam keamanan berkendaraan.

Apa istimewanya busi Bosch? 
Busi Bosch bisa digunakan untuk semua jenis kendaraan, mulai dari sedan, truk sampai motor: produksi lokal atau impor. Bosch punya semua jenis busi untuk semua jenis kendaraan. Teknologi Jerman untuk Asia. Tak heran jika semua produknya menjadi pilihan bengkel maupun konsumen. Yang lebih asyik lagi, ada corporate website Bosch Automotive Aftermarket

Nah, itu kisah kami bersama salah satu suku cadang berkualitas dari Bosch. Kamu punya kisah apa? Yuk dibagi di sini
Share:

4 comments:

  1. Aku mau kalau lebih awet dan bisa menghemat bensin. :D Biasa, ibu2 kan suka yang irit-irit. :D Hehehehe

    ReplyDelete
  2. Memang mau upgrade busi sih. :D Kayanya wajib kepo ke bosch deh. :D

    ReplyDelete
  3. Ternyata bagus juga ya performa busi Bosch ini. :D

    ReplyDelete
  4. Motorku juga motor lawas banget Mbak, Revo keluaran tahun 2007, sampai sekarang Alhamdulillah masih digunakan dengan baik. Semua karena perawatan yang baik dan penggunaan yang tepat. termasuk pembelian suku cadangnya,

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra