18 Manfaat Juwet yang Harus Kita Tahu

Sedang musim buah juwet, nih. Bisa makan juwet sepuasnya. Apalagi si tengah sering ngebolang ke bantaran kali dengan temannya, dan pulang bawa juwet. Kadang bawa juwet yang kecil-kecil buahnya, kadang yang besar dan ndaging. Yah, namanya juga dibawain anak, yang mana saja, tetap dimakan dengan rasa syukur.



Di dukuh saya, Kecapi Telahap, pohon juwet tumbuh di sembarang tempat. Tinggal sedikit, tapi ada. Setiap musim, saya selalu bisa makan buah ini sepuasnya. Anak-anak juga begitu. Mereka mengambil satu kresek penuh, dicuci bersih lalu diberi garam. Juwet jadi tidak sepat dan terasa lebih manis. Tapi saya kurang suka cara itu. Saya suka yang masih alami, tidak dalam bentuk asinan instan begitu. 

Buah juwet atau Syzigium cumini adalah buah tropis bentuknya lonjong kecil seukuran anggur. Kulitnya mulus mengkilap. Warna kulitnya hitam atau ungu kehitaman. Daging buahnya putih agak bening. Buah mudanya berwarna hijau, makin lama berwarna merah muda, lalu ungu, dan semakin menghitam. Jika dimakan, lidah kita akan berwarna ungu.

Biji juwet cukup besar. Rasanya manis asam campur sepat. Jika makan buah yang sudah sempurna hitamnya, rasanya lebih dominan manis sepat. Jika masih ada semburat merah, akan ada rasa asam yang cukup mengganggu mereka yang tak suka asam. Inilah sebabnya, anak-anak di Rumah Belajar Ilalang lebih suka menggarami juwetnya. Selain menghilangkan rasa asam dan sepat, cara ini juga membuat buah juwet lebih empuk. 

Juwet juga dikenal dengan nama duwet atau jamblang. Buah ini sudah cukup langka dan tidak selalu ada di pasar tradisional. Mungkin karena masyarakat desa mengira itu hanya juwet yang tidak mungkin disukai orang kota. Dianggap sebagai pohon tidak produktif yang mungkin tidak lolos saat eliminasi pohon dilakukan. Lazimnya warga desa akan menebang beberapa pohon yang dianggap tidak produktif sekali waktu. Ada yang karena laku kayunya, ada juga yang karena akan membuat hajatan. Yang terakhir ini sudah agak lama tidak dilakukan karena stok sisa kayu selalu melimpah. Tapi pohon juwet sekarang memang sudah tinggal sedikit dan banyak yang sudah lama ditebang. Beberapa pohon juwet muda saya temukan di jalanan depan rumah. Saya pernah meminta daunnya untuk obat diabetes seorang kenalan.



Pastinya sudah sangat penasaran dong, dengan manfaat juwet?

Saya coba sarikan beberapa manfaat juwet dari situs manfaat.co.id dan berbagai sumber lokal lainnya, berikut ini 18 manfaat juwet.

1. Baik untuk mengatasi perut kembung. Perut kembung dan gas yang tak mau keluar bisa diatasi dengan makan buah juwet segar atau membuatnya menjadi minuman.

2. Mengatasi sembelit. Mungkin karena kandungan serat juwet cukup tinggi, yaitu 0,9 gram per 100 gram.  Juwet bisa dikonsumsi dalam bentuk segar, atau ekstrak kulitnya yang telah dikeringkan.

3. Mengatasi pendarahan usus. Cara yang sama seperti mengatasi sembelit, juga bisa menyembuhkan pendarahan di usus karena infeksi.



4. Mengatasi sakit perut. Senyawa antosianin, kaemferol dan asam elagik membuat metabolisme pencernaan menjadi lancar.

5. Mengatasi maag dan penyakit lambung. Meminum jus juwet bisa meredakan sakit maag dan penyakit lambung. Caranya dengan mengambil daging buah juwet dan menjadikannya sebagai jus. Jus yang disimpan selama 5 hari akan lebih baik lagi khasiatnya.

6. Sumber energi yang baik. Dalam 100 gram buah juwet terdapat 0,132 gram protein, 0,5 gram lemak, dan karbohidrat 5 gram.  Cocok sekali dimakan saat sedang lapar dan tak ada makanan lainnya.

7. Menjaga kesehatan tulang dan gigi. 100 gram buah juwet segar mengandung 16 mg kalsium, 36 mg magnesium, 16,7 mg pospor, dan 1,7 mg zat besi.  Keempatnya adalah nutrisi untuk menjaga kepadatan tulang dan menambah kalsium.

8. Membentuk sel darah merah. Zat-zat yang saya sebutkan di atas juga akan menambah suplai darah merah sehingga bagus di makan anak-anak yang biasanya sulit makan makanan tertentu sehingga risiko anemia cukup mengancam. 

9. Menambah kecerdasan. Anemia adalah ancaman terbesar anak, yang dapat mengurangi pertumbuhan dan kecerdasan mereka. Buah ini bisa dimakan anak agar menstabilkan kebutuhan darah mereka.

10. Menjaga kesehatan mata. Juwet dianggap sebagai obat anti rabun dan mengurangi risiko kebutaan jika dikonsumsi secara rutin. Berita baik untuk kita yang tiap hari terkena radiasi layar HP dan laptop. Kandungan vitamin A-nya 81 IU dalam 100 gram juwet. 

11. Menjaga kesehatan jantung. 23 mg sodium dan 56 mg kalium dalam 100 gram juwet membuatnya masuk dalam makanan yang baik untuk kesehatan jantung. 

12. Mengobati sakit batuk. Kadar vitamin C yang tinggi membuat juwet akrab  sebagai pengobatan anti batuk di Madagaskar. Caranya dengan memakan juwet segar dengan madu.

13. Membantu mengatasi radikal bebas karena kandungan flavanoid-nya cukup tinggi.



14. Menurunkan kadar gula bagi penderita diabetes tanpa efek samping. Caranya dengan merebus daunnya. Resep wedang daun juwet adalah: 8 lembar daun juwet direbus dengan 1 liter air, sisakan menjadi 1 gelas. Tambahkan satu sendok madu murni untuk rasa dan khasiat yang lebih baik.

15. Mengatasi sakit kepala. Kandungan asteringen dalam juwet membuatnya dapat meredakan sakit kepala.

16. Membersihkan gigi dan guzi. Di pedalaman Zanzibar, daun juwet dihancurkan sampai menjadi pasta dan digunakan sebagai obat gosok gigi. Kandunagn fosfor yang cukup tinggi membuat kesehatan gigi terjaga, dan kuman penyebab gigi berlubang mati.

17. Mengobati gigitan kelabang/kaki seribu. Caranya, tumbuk 2 lembar daun juwet sampai halus, tempelkan pada luka gigitan kelabang. Kandungan tanin dan enzim esteras akan bekerja menawarkan racun.



Selain sangat lezat, ternyata, juwet punya banyak sekali manfaat, ya. Sudah makan juwet, hari ini?

17 Comments

  1. Mirip anggur ya mbak, Aku baru tahu loh buah juwet ini, ternyata begitu banyak manfaatnya ya. ^^

    ReplyDelete
  2. Di Sumatera aku gak pernah tau buah jamblang atau juwet ini kak Susi. Kayak nya gak ada.
    Paling tau cuma buah boni.
    Itu pun terakhir pas aku masih kecil.
    Rasanya enak banget. Tapi sayang, gak eksis lagi sekarang.

    Jadi kepengen makan juwet, di mana ya,, haha

    ReplyDelete
  3. Ini kalau di Makassar namanya buah Coppeng, Mbak Susi.
    Saya waktu masih tinggal di sana, sering makan. kebetulan ada tetangga punya pohonnya yang lumayan besar dan kalau malam cukup menyeramkan hahaha. Di pasar atau penjual sayur juga sering jual.
    Duh, jadi pengin makan buah Juwet, Mbak. Ada mungkin 20 tahun lebih tidak makan buah ini.

    ReplyDelete
  4. Sering denger dan baca loh tentang buah juwet mbak, tapi belum pernah sekalipun coba makan. Rasanya gak pernah ya ketemu di pasar atau supermarket. Baca artikel ini jado ponasaran krn aku suka buah2 yang masam dan kecut seger

    ReplyDelete
  5. Huaaa ... Aku mengenal buah ini dengan nama duwet. Kangeeen banget makan duwet ini. Terakhir kali makan sewaktu kelas 2 SD. Sampai aku usia sekarang belum pernah ketemu lagi. Rumahmu di mana sih, Mbak? Mau dong kalau pas lagi berbuah. Rindu setengah mati ini. Soalnya aku ini penggemar buah rasa asem gitu, hahaha ...

    ReplyDelete
  6. Boleh nggak sih kalau panen aku dikabari, Mbak? Udah belasan tahun nggak makan buah ini padahal suka banget. Di sini belum pernah nemu, hehehe ... Kali rumah kita deketan gitu, ya kan? Wkwkwk ...

    ReplyDelete
  7. saya baru tau buah yang namanya juwet ini.
    ngilu rahang saya membayangkan buah yang masih asam seperti cerita di atas

    ReplyDelete
  8. Jadi teringat dulu suka keliling komplek di Warigalit Krapyak, mungutin Juwet yang jatuh. Tau tuh sekarang masaih banyak gak pohon juwet di sana.

    ReplyDelete
  9. Kalau dikampungku namanya duwet kak, cuma beda huruf depannya aja ya. hihi

    ReplyDelete
  10. Aku biasanya nyebutnya Duwet. dulu di tempat nenek di Jogja masih banyak pohonnya. Rasanya manis sepet seger. Jadi kangen duwet

    ReplyDelete
  11. Di Bogor namanya jamblang. Dan... Aku suka buah ini, pernah ada acara ke salah satu kebun gitu. Eh, buah jamblang lagi berbuah dan melimpah. Aku cobainlah... Ternyata enak manis sedikit asam.

    Ternyata jamblang enak. Aku lg cari bibitnya buat ditanam...

    ReplyDelete
  12. Makasih yaa Mbak Susindra,, lewat tulisan mbak saya jadi tau apa itu buah Juwet atau Jamblang..banyak khasiatnya ya,, menambah kecerdasan pula ya bagus buat anak2. Mudah2a one day bs makan buah Juwet juga saya.

    ReplyDelete
  13. Mbak, di Kediri disebutnya duwet dan masa kecilku kenyang makan ini kalau berkunjung ke rumah mbahku di Blitar. Sekarang sudah susah nemuin duwet ini. Pas mudik pernah makan, tapi dikasih saudara, pohon sendiri..bukan beli.
    Nah, kalau di Jakarta, namanya jamblang..dan belom pernah nemu sayangnya.
    Dan, ternyata manfaatnya banyaaak

    ReplyDelete
  14. Ya ampuuunn dah lama gak makan juwet mbak, lama gak nemu. Keinget zaman SMP dulu ada yang jual deket sekolah trus dicocolin garam hehe. Ternyata manfaatnya banyak banget yaaa.
    Bahkan bisa menjaga kesehatan gigi ya padahal kalau abis makan itu bisa ungu2 tu mulut dan gigi haha

    ReplyDelete
  15. Wah baru tau aku manfaatnya banyak banget ternyata. Sekarang udah jarang pohon juwet ini. Di daerahku ada satu tapi tumbuhnya di tanah kuburan

    ReplyDelete
  16. Oalaaahhh, ini toh yang namanya Juwet. Asli, saya baru tahu. Kalau di toko buah mungkin ada tapi enggak begitu ngeh. Masya Allah ya, manfaatnya banyak banget!

    ReplyDelete
  17. Sampai usia segini, baru kali ini daku mendengar buah juwet mba. Baca ulasannya berikut manfaat buah juwet yang spektakuler rasanya jadi pengen nyuruh pak suami keliling kota Medan nyari buah begini adanya dimana.
    Asem seger diulek pake Lombok rawit dan kecap, duuuuh kemlecerrr daku

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)