Queen: Love and War

Film Korea Selatan berjudul Queen: Love and War sudah sampai episode 12. Itu artinya, tak lama lagi akan selesai. Jumlah episodenya hanya 16 saja, dengan durasi 70 menit. Saya tidak penasaran dengan ending filmnya, karena sudah pasti Kang Eun Bo yang menjadi ratunya. Siapa penjahatnya juga sudah ditunjukkan sedari awal cerita. Jadi bisa dikatakan, tak ada elemen kejutan  di film ini. Akan tetapi, saya tetap menontonnya karena menurut saya ceritanya cukup apik. 

Semua foto diambil dari situs MyDramaList Queen Love and War


Saya bukan penggemar drakor, apalagi penggemar militan yang banyak menulis dan membeli merchandise. Saya bahkan sudah hampir 2 tahun tidak menonton drama Korea. Bukan karena tidak suka, akan tetapi saya sulit hapal wajah dan nama mereka. Terkadang menonton sampai 8 episode, saya tak hapal mereka. Terkadang tertidur karena ceritanya tertebak oleh pikiran liar saya. 

Sekedipan mata tentang film Queen: Love and War

Film Queen: Love and War ternyata menarik minat saya. Awalnya tertarik pada trailer, kemudian pada senjata api dan tahun yang menjadi latar film. Ternyata sudah di zaman modern. Abad ke-19, saat Jawa masih memegang teguh feodalisme. 



Film ini memang menarik bagi saya karena hal di atas. Apalagi pembuka film to the poin sekali, yaitu pembunuhan raja dan ratu Joseon. Ini film misteri yang berbau romantis dan sejarah. Atau film sejarah romantis berbau misteri? Entahlah. Saya sendiri kurang update dengan film drama Korea. Mas Arigetas lebih paham tentang drakor dan punya rekomendasi film Drama Korea Romantis Terbaik. Bisa langsung ke sana setelah selesai berkomentar di sini. *_^

Informasi penting 

Film Queen: Love and War punya beberapa judul, yaitu “Gantaek - Yuindeuleui Jeonjaenglit” dan “Selection: The War Between Women”. TV Chosun (TV berbayar) yang menayangkannya setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 22.50 waktu Korea. Oleh karena selisih waktu dengan Indonesia tak banyak, kita bisa menonton pada pukul 20.00 WIB. Hore! Saat ini masih on going, lho.

Eh, saya sudah bilang di paragraf pertama.

Sinopsis film

Raja Joseon, Lee Kyung, masih sangat muda. Hal ini membuat para menterinya bertarung memperebutkan kekuasaan. Mereka bahkan bisa menekan raja agar membuat keputusan yang sesuai dengan kehendak mereka. 



Raja muda ini sejak kecil jatuh cinta pada putri Kepala Sarjana Kang Yi Su. Ternyata, saat kecil, mereka pernah mengalami petualangan hidup mati bersama. Maka, sang raja menjadi sangat bahagia ketika ternyata putri Kang Yi Su yang bernama Kang Eun Ki menjadi juara pertama pemilihan ratu. Ternyata usia pernikahan mereka hanya terhitung jam. Kang Eun Ki meninggal karena ditembak. Meninggalnya sang ratu yang masih gress ini membuat keluarganya dihukum sebagai penghianat. 

Tak ada yang tahu bahwa Kang Eun Ki memiliki saudari kembar bernama Kang Eun Bo yang hilang bertahun-tahun lamanya. Hanya keluarga ini dan sahabat keluarga bernama Baek Ja Yong yang tahu. Pada saat itu, beredar ramalan yang menyatakan akan ada anak kembar perempuan dari keluarga bangsawan yang akan mengubah tatanan kerajaan. 



Kang Eun Bo ternyata menjadi penyidik swasta di ibukota kerajaan. Ia tidak memiliki ingatan tentang siapa dirinya. Ia mendapatkan ingatannya saat melihat ayahnya diarak sebagai penghianat kerajaan. Pada akhirnya, sang ayah dihukum penggal, sementara ibunya menjadi budak. 

Kang Eun Bo, dengan bantuan Baek Ja Yong dan pangeran Lee Jae Hwa, mengikuti pemilihan ratu, dengan niat akan membongkar kejahatan yang membuat keluarganya terbunuh. Kembalinya ia ke pemilihan ratu membuat beberapa orang istana, termasuk raja, ibu suri dan ibu suri agung mengira dia adalah ratu yang terbunuh. Termasuk rival utamanya, Jo Yong Ji, yang pada akhirnya memenangkan kontes pemilihan ratu. Eun Bo harus puas dengan menjadi selir. 

Pangeran Lee Ja Hwa, saudara jauh raja yang menjadi pewaris tahta kedua

Selir Eun Bo (namanya jadi Selir Hong) tidak tahu, bahwa dirinya telah terperangkap ke dalam intrik perebutan kekuasaan, dan beberapa kali nyawanya terancam. Bagaimana ending-nya? Tonton 3 episode saja, sudah bisa ditebak. Hahahaha.

Review positif film Queen: Love and War

Meski ending dan siapa dalang kejahatan mudah ditebak, akan tetapi film ini layak banget dijadikan sebagai tontonan. Aur ceritanya cukup unik dan sinematografinya bagus. Kita harus memberi applause untuk Kim Jung Min sebagai sutradara dan Choi Soo Mi sebagai penulis naskah.



Yang unik dari film ini adalah temanya yang mengkhususkan tentang teknis seleksi ratu di Korea pada masa kerajaan. Yah, ini salah satu keunikan film Korea. Selalu ada tema yang diangkat. Saya terkesan dengan film kerajaan yang bertema keramik, dayang detektif, koki, pembuat gaun, dan masih banyak lagi. Banyak hal tentang kerajaan yang dieksplor menjadi kisah sejarah romantis, meski sebagian besar adalah fiktif. Jadi tidak benar-benar film sejarah Korea.

Jin Se Yeon memerankan Kang Eun Bo dan Kang Eun Ki dengan baik. Gadis yang satu ini, paling cantik dilihat dari bawah dagu. Ahai... maaf. Saya terkesan dengan adegan saat ia pingsan setelah diserang seseorang.  Kalau diminta memilih antara Jin Se Yoen dengan Lee Yeol Eum (pemeran Jo Young Ji yang akan jadi ratu kedua), saya masuk tim Lee Yeol Eum. Satu yang jelas, Eun Bo memiliki karakter berani, cerdas, dan berpegang teguh pada kemanusiaan. Agak sedikit berbeda dengan almarhum kakaknya yang pendiam dan kutu buku. 

Jo Young Ji, diperankan oleh Lee Yeol Eum

Setting film 1800an (saya lupa tepatnya, harus menonton episode kedua lagi) menjadi hal menarik selanjutnya. Saya terkejut saat tahu bahwa pada tahun itu, pakaian Korea masih jadoel. Belum terlihat modernisasi, padahal senjata api sudah dapat dibeli di toko senjata. Tak tampak sedikit pun budaya barat di film ini, tak juga proses penyebaran agama Nasrani, misalnya. Tak jua ada selintas orang Barat yang tertangkap kamera. Ini aneh, bagi saya, tapi saya terima saja. Saya cukup menikmati film drama seri Korea ini.

Review Negatif

Para pecinta drakor boleh skip ini daripada seneb alias jengkel. Hehehe.

Salah satu yang membuat saya malas menonton drakor tapi tetap menontonnya sampai tamat adalah sosok raja lemah dan plin plan. Ini sungguh menyiksa. Apalagi jika berbonus cengeng. Tak ada ruang untuk perasaan mellow bagi pengeran atau raja yang hidupnya keras. Apalagi sudah jadi raja. Maka, saya harus tahan menghadapi Lee Kyung (diperankan oleh Kim Min Kyu).

Kejengkelan saya yang kedua adalah selalu ada sesi masuk penjara dan mengalami siksaan. Diri saya yang lemah ini merasa seperti dicabik. Paling parah menurut saya adalah saat film The Moon that Embrace The Sun (untuk kategori raja lemah dan siksaannya). Film ini membuat saya berhenti total nonton film Korea (padahal saya menonton 2x).


Perselisihan antara Utara dan Selatan adalah hal yang harus dimaklumi, dan saya tak mempermasalahkan itu. Bahkan sampai sekarang Korea terbagi dua, kan, Korea Selatan dan Korea Utara. Awalnya saya capek sih, melihat dua kubu ini bertikai memperebutkan kekuasaan. Tapi di film ini ada kubu tengah yang ternyata juga diam-diam ikut bertikai. Hmm... ini hal baru dan uniknya film Queen: Love and War. Yang satu ini, seharusnya masuk pada bagian review positif.  

Kesimpulan
Secara umum, film ini sangat layak ditonton. Termasuk film yang bagus. Saya suka, hanya saja saya yang terlalu rewel ketika menonton sebuah film. Tapi bukti bahwa saya selalu menanti kelanjutan filmnya, tak bisa dibantah. Beberapa pereview film bahkan memasukkannya ke dalam film kerajaan terbaik tahun ini. 

Apakah Sobat Cakrawala Susindra punya pendapat seperti saya? Apakah film Queen: Love and War layak ditonton? Saya kembalikan ke teman-teman. Ingat! Masih ada 5 episode lagi, itu berarti, film ini akan selesai dalam satu minggu lagi. Iya, satu minggu lagi, karena hari ini tayang episode 12, besok 13, lalu Sabtu dan Minggu depan akan tayang episode ke 14 dan 15. 


17 Comments

  1. Sepertinya filmnya seru ya mbak. Terakhir nonton drakor dengan genre mirip seperti ini tuh yg judulnya 100 days my prince. Itu tipenya masih ringan dan lucu sih. Kalau ini kayaknya lebih serius ya...

    ReplyDelete
  2. Sy suka drakor, Mbak tapi memang jarang nonton Karena benar-benar menghabiskan waktu. Kecuali saya pengen sesekali. Sy juga susah hapal nama tokoh2nya. Bahkan yang sudah diulang ��

    ReplyDelete
  3. Whoaa jalan ceritanya seruuu, pemainnya juga super beninggg, kece-kece amaaat.
    Kapan2 aku nonton ahh, semoga ngga addicted Drakor heheheheh

    ReplyDelete
  4. Kalau nonton drakor pakai baju khasnya ini seneng sih, karena ada sisi sejarah biasanya yang diangkat. Cuma dakunya nggak ngikutin ceritanya

    ReplyDelete
  5. Mbak coba nonton splash splash love. Hanya 2 episode. Tentang Raja juga

    ReplyDelete
  6. Suka deh nonton drakor tradisional pakai baju hanbok udah gitu make up mereka terlihat flawless.

    ReplyDelete
  7. Saya belumpernah menonton film ini, Mbak. Tetapi, film apapun yang saya tonton memang suka bikin gregetan kalau tokoh utamanya plin plan :D

    ReplyDelete
  8. Kalau Mbak Susi terakhir nonton Drakor 2 tahun lalu, kalau saya 10 tahun lalu hihihi. Dulu jaman yang nyiarin cuma Indosiar - tahun 2000 an awal saya penonton setia bahkan bisa dibilang kecanduan. Apalagi saya tinggal di Kabupaten Langkat saat itu. Sampai pernah HP kerendem gara-gara drakor, anak jatuh dari tempat tdur, masakan gosong beberapa kali...duh, diprotes berat sama suami hihi. Terus saya pindah Jakarta setelahnya, eh malah enggak rutin nonton lagi, terus enggak sama sekali. Waktu luang buat ngeblog atau yang lain :)
    duh, malah curhat.haha
    Btw, cerita berlatar kerajaan begini saya suka:)

    ReplyDelete
  9. Saya gagal fokus sama alisnya. Cantik, sesuai sama bentuk wajah oval. Remaja sekarang banyak yang ingin mengubah bentuk alis lurus seperti ini. Tapi kan bentuk wajahnya belum tentu cocok.

    Eniwei, uniknya film drakor itu memang spesifik temanya ya. Ada yang khusus tentang per-tabib-an dan pengobatan, ada yang tentang koki, jadi ceritanya terasa solid.

    ReplyDelete
  10. Wah pingin nonton banget
    Terlebih pemainnya familiar
    Eniwei
    Film bisa ditayangkan beberapa episode ya?
    Bikin tambah penasaran :)

    ReplyDelete
  11. Jarang nonton Drakor, tapi sering nonton film, alasannya waktunya lebih memungkinkan :)

    Saya juga suka nonton film kolosal Korea Mba, tapi kok ya selalu nemu yang serem-serem, adegannya soooo vulgar hahahaha.

    meskipun juga ada hal manfaat yang bisa saya ketahui, bahwa ternyata zaman dulu tuh daleman perempuan kek gurita gitu, diikat pakai tali.

    rempong banget ya, kalau kebelet pipis malah sibuk bukain tali CD hahahahahaha

    ReplyDelete
  12. Belum pernah nonton Queen Love and War ini, Mbak. Pada dasarnya aku juga bukan penyuka drama Korea. Sky Castle adalah drama Korea pertama yang aku tonton setelah Full House. Jadi kebayang deh tuh, sudah berapa tahun aku off, hahaha ...

    Tapi, aku selalu menyukai film-film kolosal. Sinematografi, setting tempat, waktu, dan juga pakaiannya, selalu membuat aku terpana. Sebatas itu aja sih, hihihi ...

    ReplyDelete
  13. Iya bener, suka gemes kalau tokoh pemimpinnya memble, plin plan, dan cengeng. Mungkin karena terbiasa hidup di lingkungan kerajaan, jadi kesannya tokoh perempuan dari luar lebih tangguh, berani, dan bisa diandalkan. Jadi penasaran pengen nonton.. 😆

    ReplyDelete
  14. Kemarin sudah ada yg merekomendasikan film ini, tapi karena masih on going saya belum minat untuk menonton (paling ga kuat nunggu episode lanjutan)
    Dari review yang dijabarkan tampak menarik, meski intrik perebutan kekuasaan masih mendominasi

    ReplyDelete
  15. Makasih infonyaaaa
    Saya jadi pengen nonton, soalnya suka film mandarin hehe

    ReplyDelete
  16. Setuju sama sinematografi drakor yang memanjakan mata ya.
    Padahal beberapa diantaranya juga adalah hasil olah digital juga.

    Kebetulan aku jarang nonton drakor, bukan apa-apa sih, tidak tahan sama perasaan kepo ending filmnya, hahaha.

    Nah, kalau sudah begini bawaannya pengen diselesaikan hari itu juga.

    Deritaku :)

    ReplyDelete
  17. Drakor ini masuk wishlist saya Bu..karena ada Jin Se-yeon dan main Sageuk lagi. Tapi entahlah nontonnya kapan huhuhu :(

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)