Pup Gi berwarna kehitaman, 3 hari ini. Resah sedikit menelusup di dada emaknya. Aduh, ada apa, ini? Apa karena susu kotak yang diminumnya akhir 8 hari lalu? Jumlahnya memang agak banyak. 5 dalam 2 hari, karena saya tinggal ke luar kota. Duh... duh... apa arti warna pup bayi, ya?





Jadi emak baru memang gampang resah jika ada yang tidak biasa pada diri anaknya. Dari warna pup sampai bau keringat beda juga dicari arti dan penyebabnya. Saya yang emak lama rasa baru juga begitu. Setelah 12 tahun lulus dinamika perbayian dan perbalitaan, kecemplung lagi saat melahirkan Gi atau Giandra. Hihihi.

Ternyata, bentuk, bau dan warna feses bayi termasuk sering ditanyakan di Google. Sering juga dijawab oleh situs kesehatan yang terverifikasi. Alodokter, Nakita, The Asian Parent, Ayah Bunda, Halo Sehat, SehatQ, Pop Mama... masih banyak lagi. Cakrawala Susindra ikutan ah... Siapa tahu bisa pejwan, gitu. Jadi banyak ibu resah yang terbantu dengan postingan ini. Terutama menjawab pertanyaan penyebab pup baita berwarna hitam.


Warna pup dan gejala kesehatan

Warna pup bayi dan anak ternyata menandakan kesehatannya. Orangtua bisa cepat mendeteksi kesehatan anaknya dan cepat menindaklanjuti dengan membawa ke rumah sakit atau laboratorium pada warna dan kasus tertentu. Mengutip dari Nakita, berikut warna pup bayi dan penyebabnya. Saya pinjam beberapa data dari https://nakita.grid.id/read/0222043/warna-bentuk-dan-bau-pup-bayi-bisa-mendeteksi-kesehatan-bayi?page=all


Foto cute dari Freepik


1. Feses warna hitam seperti aspal

Feses hitam, kental dan lengket seperti aspal normal terjadi pada bayi yang baru lahir. Namanya mekonium. Asalnya dari makanan dalam kandungannya. Biasanya muncul pada 48 jam pertamanya. Jadi jika dalam 2 hari bayi belum pup hitam, baiknya konsultasi ke dokter/nakes terdekat. Waktu itu, pada hari kedua, Gi pup warna hitam campur kuning seperti pup bayi usia beberapa hari. Kata perawat di rumah sakit, tak apa. Sip, deh. Ga cemas lagi.

2. Feses warna kuning kusam

Feses warna ini dominan dikeluarkan oleh bayi ASI yang sehat. Alhamdulillah bayi saya juga termasuk. Baunya manis asam. Huhuhu.... meski normal, yang bersihin kadang rebutan ngeles. Wkwkwk. Begitulah kalau punya suami yang senang bantu bersihin pup bayinya. Ups....

3. Feses warna sawo matang dengan bau menyengat

Feses warna sawo matang dengan bau menyengat adalah pup normal anak susu formula. Kadang warnanya agak kekuningan atau agak kehijauan. Masih normal. Yang penting frekuensi, harus harian. Tekstur juga harus padat tapi lembek, ya. Jangan sampai keras seperti kerikil.

4. Feses warna coklat

Pup bayi dewasa, mungkin maksudnya anak MPASI, warna fesesnya coklat, agak mirip dengan feses orang dewasa. Yang perlu diperhatikan adalah konsistensi (kekentalan) atau tekstur harus semi padat dan lembek. 

5. Feses warna coklat kehijauan 

Feses warna coklat kehijauan akan terjadi saat bayi memulai MPASI. Jadi memang agak beda. Baunya juga sudah tidak sama seperti sebelumnya.


Mengapa bayi saya jarang gumoh?
Sumber foto dari Freepik (Jcomp)


6. Feses warna hijau tua

Feses berwarna hijau tua biasanya terjadi karena si kecil (batita) mendapatkan asupan zat besi berlebih. Biasanya berasal dari susu fomula atau suplemen yang mengandung tambahan zat besi. Jadi, jangan cemas, Mama!

7. Feses warna hijau cerah

Ternyata, terlalu sering berganti PD saat menyusui bisa menyebabkan feses bayi berwarna hijau terang. Mungkinkah karena kebanyakan hind milk? Saya kurang paham juga. Memang baiknya kalau mengASIhi itu, satu payudara sampai tuntas. Habis, bis, bis, bis! Jadi nanti isi ulangnya lebih cepat dan lebih banyak. 
Pada kasus tertentu, feses warna hijau terang juga bisa berarti serangan suatu virus. Apalagi jika disertai rewel. Segera bawa ke dokter, ya Ma!

8. Feses warna merah

Coba cek makana apa yang dikonsumsi bayi, apakah mungkin membuat feses berwarna merah. Misalnya makan buah naga. Jika tidak ada riwayat makanan yang semacam itu, perhatikan apakah ada darah yang menyertai. Baiknya sih langsung dibawa ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat, ya. Siapa tahu serius.

9. Feses warna putih kapur

Warna yang satu ini berarti serius. Bisa jadi karena ada gangguan serius pada hati (liver) atau kantung empedu. Saya rekomendasikan agar memeriksakannya.

Ini lho penyebab bayi menggigit.



Observasi bentuk feses bayi

Bentuk atau tekstur feses juga punya arti sendiri. Baiknya dipelajari sekalian untuk mengobservasi kesehatan bayi. Termasuk, mendeteksi apakah bayi atau anak punya alergi tertentu. Feses berlendir punya arti ada infeksi atau ada alergi tertentu. Maka, baiknya diingat dalam 2 hari sebelumnya, makanan apa saja yang dikonsumsi bayi (dan ibunya jika anak ASI).

Bau feses juga penting diketahui. Bau feses yang sangat menyengat bisa menandakan infeksi. Penyebabnya adalah, bau feses berhubungan dengan sisa makanan dan beberapa jenis bakteri di dalam usus. Hubungan keduanya menghasilkan warna, bentuk dan bau spesifik. Makanya, para nakes mengatakan bahwa pup bisa mendeteksi kesehatan.

Menulis ini, saya jadi ingat bau asam pada pup Gi saat bayi dan tambahan seperti bau nasi peram setelah MPASI. Selain bau itu pupnya selalu normal, coklat kekuningan dengan tekstur padat-lembek. Kadang ada sisa wortel dalam pup-nya karena ia suka nyemil wortel. Hihihi.


Penyebab pup berwarna hitam

Saya menulis ini karena perubahan pada feses Gi akhir-akhir ini. Awalnya, terjadi sepulang saya dari Jakarta pada tanga 30-31 Januari lalu. Ia memang tidak saya ajak karena acaranya sangat sebentar. Saya dan ayahnya sempat kepikiran membelikan botol dan susu formula. Akan tetapi, rasanya kok eman-eman, gitu. Akhirnya saya menyarankan membei beberapa susu kotak (UHT) saja sebagai pengganti ASI. Dia bisa minum susu kotak sambil tidur. Saya tertawa saat dikirimi foto dan videonya. Lucu!

Apa karena ia kebanyakan zat besi fortifikasi dalam UHT? Bisa jadi. Ia menghabiskan 5 kotak UHT ukuran kecil selama 2 hari!




Lalu saya ingat, seminggu ini dia nyemil tahu terus. Nasinya sedikit, karena ia makan potongan tahu, wortel dan kentang yang dimasak sop. Saya ingat, tahu itu bahan bakunya selain kedelai adalah cuka. Hmm... mungkin saya perlu menghentikan memberi makan tahu dulu sambil mengamati perubahan fesesnya, ya...

Mungkin butuh informasi cara membuat passport untuk anak single parent?

Menurut https://id.theasianparent.com/feses-bayi-berwarna-hitam, feses warna hitam bisa terjadi pada bayi yang diberi susu formula. Selain itu, pup warna hitam juga dapat disebabkan beragam faktor seperti makanan, minuman, produksi empedu, dan kondisi kesehatan saluran pencernaan. Jadi belum tentu menjadi gejala suatu penyakit. Tapi waspadai jika ada 4 gejala di bawah ini.
4 gejala bahaya feses warna hitam:

  1.  Tekstur cenderung cair, tandanya ada infeksi
  2.  Ada darah dalam feses
  3.  Warna hitam sangat pekat, menandakan ada pendarahan dalam saluran pencernaan
  4.  Ada lapisan putih dalam feses.


Feses Gi jauh dari 4 gejala di atas, jadi saya tetap kukuh menulis observasi makanan (susu UHT dan tahu) yang ia konsumsi berlebihan. Setidaknya, memang bisa membuat pup bayi atau batita menjadi hitam. Bagaimana, sobat Cakrawala Susindra? Dapat ilmu baru atau kecemasan baru? Tulis di kolom komentar, ya...