Love Between Fairy and Devil. Siapa yang Suka?

Beberapa waktu ini saya jadi punya kebiasaan membuka aplikasi Video on Demand kesayangan. Bahkan marathon dua judul. Salah satunya Love Between Fairy and Devil. Ada yang suka juga, kah? Atau malah sedang cari rekomendasi drama romantis yang lucu-gemes dengan setting ala dewa? Yang satu ini paling cocok.



Penggemar Dylan Wang sudah seperti apa kalau pas hari "kencan" tiba. Cuma Selasa, Rabu, Kamis saja, dua episode setiap pertemuan. Saya sering buka chat box untuk tahu reaksi mereka tanpa niat pengen ikutan ngobrol. Penggemar Meteor Garden versi milenial pasti ngefans banget sama dia, karena berperan sebagai Dao Ming Si. Kita yang kaum senior mengenal karakter ini dengan nama Tao Ming Se.

Drama Love Between Fairy and Devil ini memang cukup nggemesin sih, dan sering bikin tertawa. Meski tak selucu Love Like the Galaxy yang kebangetan lucunya, tapi termasuk drama yang sangat menghibur. Apalagi kalau sambil baca reaksi para penonton. Banyak yang gemes pada Esther, si dewi yang lugu banget.

Kalau untuk saya yang sudah berumur, drama ini jadi sebuah renungan yang menarik, karena menceritakan tentang kehidupan tokoh yang mengalami reset seluruh emosinya. Dari sebuah buku putih menjadi buku warna-warni nan indah.

Kali ini saya membuat sinopsis dan review Love Between Fairy and Devil untuk semua sobat Susindra yang butuh referensi tontonan drama xianxia yang bagus di tahun 2022. Visual dan sinematografinya bagus, dan beberapa bagus banget. 

Sebenanya masih ada Immortal Samsara yang katanya lebih bagus. Saya belum menontonnya sehingga belum bisa membandingkan. Maklum, saya termasuk tim yang patah hati dengan tiadanya info tentang drama dua pemain di judul tersebut. Ada yang tahu apa judulnya? Yang sekarang sedang tayang versi donghua-nya dan saya tonton sebagai pengobat rindu.


Sinopsis Love Between Fairy and Devil

Xiao Lan Hua (XLH), seorang peri rendah diam-diam menyukai Dewa Perang. Sosok yang sempurna bahkan di alam dewa sekali pun. Wajahnya paling enak dipandang, baik hati, dan adiknya penguasa dunia Dewa nan agung. Otomatis raganya juga istimewa, atau istilahnya bertubuh emas. Namanya Dewa Chang Heng (DCH). 

Bisa dibayangkan bagaimana Xiao Lan Hua (artinya kalau tidak salah anggrek kecil) sudah seperti punguk merindukan bulan. Tapi dia baik hati dan lugu, juga rela berkorban. Ia menjadi yang pertama berkorban demi keselamatan DCH. Dan pengorbanannya ini mengubah takdir hidup dia selamanya.

Xiao Lan Hua dan Dewa Chang Heng


XLH masuk ke dalam penjara paling berbahaya di dunia Dewa. Ia membebaskan tahanan utama yang sudah di sana selama 10000 tahun. Dia yang disebut sebagai Raja Iblis karena dikenal kekejamannya. Manusia tanpa emosi yang berhasil menguasai api neraka.

Si Raja Iblis bernama Dong Fang Qing Cang (DFQC) memang benar-benar tanpa emosi karena saat kecil semua perasaannya dibuang oleh ayahnya. Sebagai inisiasi dan bukti perasaannya hilang adalah saat ia bisa membunuh ayah tersayangnya sendiri tanpa sedikit pun perasaan sesal. Bahkan ia juga tidak merasakan bahagia, karena 7 emosi yang ada telah sepenuhnya hilang. 

Tanpa perasaan membuat strategi perangnya menjadi sangat kejam dan menakutkan. Dia menjadi orang yang paling ditakuti di tiga dunia yang ada karena punya kekuatan dan kemauan untuk menghancurkannya. Makanya ia jadi tahanan nomor wahid di tiga dunia yang ada.

XLH bukan hanya terjebak dalam penjara tersebut, tapi juga membangunkan DFQC yang dorman. Ia juga menyentuh pohon emosi milik DFQC yang sudah mati-mengering. Dan, ia membangun koneksi antara dirinya dengan DFQC sehingga seluruh emosi XLH dapat dirasakan oleh si raja iblis itu. Mereka bahkan bisa bergantian tubuh. Love Between Fairy and Devil terjadi secara perlahan tanpa mereka sadari dan terus menguat.

Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika dewa kecil yang tak bisa apa-apa dan raja iblis terhebat di 3 dunia bertukar tubuh. Semua kekuatan yang ada tidak berguna. Menjadi iblis terkejam juga berarti ditakuti oleh semua orang bahkan dari Klan Bulan yang ia warisi dari ayahnya sendiri. Itu juga berarti setiap saat nyawanya terancam, karena begitu tahu Raja Iblis tidak bertenaga maka semua akan berlomba membunuhnya. Tapi bukan itu saja. Koneksi itu membuat luka di badan XLH menjadi luka di tubuh DFQC. 

Bagaimana dengan perasaan? Yang ini sangat menghibur. DFQC secara perlahan belajar tentang emosi melalui XLH yang cengeng, mudah bahagia, mudah sedih, dan penakut. 7 emosi terolah dengan baik dalam diri XLH. Ibarat air dan pupuk, lama-lama pohon emosi QFQC mulai bersemi. Saat ia menyadari dirinya jatuh cinta, pohon emosinya berbunga dengan sempurna. Sangat rindang dan indah. Ia bahkan bersedia menyerahkan segalanya tanpa kecuali demi XLH tetap hidup.



Bagaimana dengan Dewa Chang Heng (DCH)? Ternyata ia sudah lama diam-diam menyukai XLH. Ia menyembunyikannya dengan rapat karena dirinya sejak kecil sudah ditunangkan dengan Dewi Xi. Sang Dewi sudah hilang selama 30.000 tahun tanpa kabar. Ya jelas, karena ia berubah jadi anggrek kecil (Xiao Lan Hua) di pavilyunnya Dewi Shi Ming.... yang diam-diam ia cintai.

Keduanya harus bersatu dalam pernikahan agar bisa melindungi seluruh realitas dunia yang ada. DCH baru berani memperlihatkan cintanya setelah XLH "dibawa lari" oleh raja iblis DFQC. Ia bahkan memutuskan masuk ke dunia manusia agar bisa menikah dengan XLH versi manusia. 

Di dunia manusia itu dua musuh bebuyutan, DCH dan DFQC bersumpah menjadi saudara. Meski mereka saling waspada dan curiga, namun demi XLH akhirnya mereka saling bantu.

Siapa yang akhirnya berhasil bersama dengan XLH sampai akhir? Bisa menebak endingnya?

 

Review Love Between Fairy and Devil

Drama xianxia, kisah cinta yang lebih dari kata selamanya

Penyuka drama romantis komedi bakalan suka banget dengan drama Love Between Fairy and Devil. Apalagi penyuka xianxia alias cerita para dewa. Maklum, jenis ini biasanya dominan baik-buruk dan eternal love. Ibaratnya belum menetas sudah tahu bakalan dengan dewa siapa dan akan bertahan selamanya. 

Drama xianxia memang tak selalu berkisah alam dewa. Bisa juga alam Shangri-La lainnya seperti dalam judul drama di bawah ini:

1. A Tale of Twin Cities

2. Miss the Dragon

3. Ancient Love Poetry

4. Jade Dinasty


Setidaknya 4 judul di atas sudah saya buat sinopsis dan review lengkapnya di blog Cakrawala Susindra ini. Langsung klik saja dan siap-siap termehek-mehek dengan kisah cinta mendalam yang berurat berakar sampai ribuan tahun bahkan sampai bereinkarnasi berapa kali pun. Kalau nonton drama xianxia, siapin tisu yang banyak dan siapin mental kalau tiba-tiba jadi sering pengen memeluk kekasih yang halal dipeluk. Yang belum menikah, peluk pohon atau tiang di depan rumah saja.

Di drama Love Between Fairy and Devil ini juga selamanya yang lebih dari selamanya. DFQC rela menanti XLH hidup kembali dari sebiji benih memori yang tersisa sampai menjadi Dewi Xi yang mahapenyembuh. Lupa berapa ratus tahunnya, karena bagi kita penonton kan cuma sekian menit melihatnya menadah embun, memastikan dapat sinar matahari dan semacamnya. Jian tulus amat sih, si raja iblis yang satu ini.



Eh ternyata kemudian gantian, dong, DFQC butuh waktu 500 tahun (CMIW, lagi-lagi lupa) untuk menetas dari sebiji benih kecil berbentuk bulan yang super imut. Yah, bedanya si XLH cuma meletakkannya di pusat koleksi bunganya yang berjumlah 821 jenis. 

"Dasar perempuan, ya, ga seniat para laki-laki. Ga setulus mereka." Mungkin ada para bro di sana yang bilang gitu. Hmm... perempuan itu kerjaannya jauh lebih banyak daripada laki-laki, bro! Kalau kami menunggu setitik embun jadi semangkuk air, rumah akan kacau binalau dan semua makhluk di rumah mati kelaparan.

Wkwkwk. Jawaban sewot emak-emak.


Dylan lagi dan lagi

Ok, saya harus ngaku bahwa Dylan yang jadi centerpiece dari drama ini. Yang lainya jadi pemeran pendukung saja. Padahal mereka cantik dan ganteng.

Tapi sebenarnya sih perasaan itu didapatkan dari lawan mainnya, Esther Yu alias Yu Shu Xin memang bukan aktris yang $$-nya panjang. Kalah jauh dengan nominal Dylan Wang dan tentu saja kalah pengalaman. 

Saya sih bukan penggemar Dylan yang benar-benar suka. Dua drama xianxianya, Love Between Fairy and Devil dan Miss the Dragon tidak jadi drama favorit saya. Asal nonton saja karena ceritanya bagus.

Dylan di drama ini harus benar-benar berusaha agar bisa memerankan sosok raja iblis yang tanpa emosi tapi harus belajar mengolah emosi. Dia cukup sering bisa memerankan wataknya dengan baik, meski kadang failed juga. Memang tingkat kesukarannya sangat tinggi. 



Tapi mungkin juga karena jam tayangnya berbarengan dengan drama Love Like the Galaxy. Ia kalah dengan acting Wu Lei saat menjadi Ling Bu Yi yang keras, dingin dan kejam yang sedang jatuh cinta. Wes koyok opo rupane, silakan lihat dramanya. Silakan baca dua ulasan lengkap saya di:

1. Love Like the Galaxy: Sulitnya Mengasuh Anak

2. Love Like Galaxy: Rahasia Besar Ling Bu Yi

Kalau ga bareng tayangnya, saya harus memberi nilai melebihi jumlah jempol saya.

Tapi si Anggrek Esther Yu termasuk bagus juga kok. Masih perlu diasah dengan peran-peran lain yang lebih bervariasi dan menantang. Tapi overal sudah bagus. Bisa dilihat saat mereka berganti raga di bawah ini.




Takdir dewa masih bisa diubah

Bagian ini menjadi spoiler ending-nya Love Between Fairy and Devil. Jadi saya sengaja menulisnya setelah dramanya berakhir beberapa lama. Bukan hendak memberi spoiler tapi karena menurut saya unik saja.

Selama ini pakemnya adalah, "Semua hal di dunia ini bisa berubah kecuali takdirnya para dewa." Ibaratnya dewanya belum lahir, capaiannya sudah tercatat oleh langit dan diketahui oleh semua makhluk langit.

Mudahnya gitu. Jadi bisa bayangkan dong betapa lempengnya kehidupan para dewa. Eh, iya kah? Ya nggak gitu juga. Mereka harus melalui cobaan yang jauh lebih berat agar bisa jadi dewa dan agar bisa naik level lagi. Kalau mau jadi dewa biasa ya seperti para penghias alam dewa, yaitu dewa-dewi kecil yang sibuk mengejar cinta para dewa yang sibuk membuat prestasi. Hehehe.


Kalau bicara takdir, memang kalau sudah tercatat di langit maka akan terjadi. Dan agar terjadi para dewa ini harus memantaskan diri. Harus tekun memperbaiki kualitas diri. 

Nah, XLH adalah Dewi Xi yang agung, pelindung seluruh alam dewa. Oleh karena dunianya akan diserang oleh Raja Iblis DFQC, maka dirinya disembunyikan oleh kedua orangtuanya. menjadi benih bunga anggrek yang lemah, bahkan nyaris gagal tumbuh. 

Dewi Agung Xi saat masih menjadi dewi kecil yang lemah bernama Xiao Lan Hua


XLH diam-diam mencintai Dewa Chang Heng karena dialah yang berhasil meyakinkan guru XLH agar sabar menanti si benih kecil itu tumbuh. Menurut saya, cerita ini adalah karangan dari guru XLH, yaitu Dewi Shi Ming. Ia menceritakan kisah itu untuk menjaga takdir Xiao Lan Hua dengan Dewa Chang Heng yang memang ditakdirkan bersama sejak nenek moyang mereka. Dewa perang menikah dengan dewi pelindung, agar bisa melindungi seluruh alam dunia yang ada.

Ternyata akhirnya Dewi Shi Ming pun tahu bahwa takdir dewa utama seperti XLH adalah bersatu dengan mantan raja iblis DFQC yang menguasai api yang paling abadi di antara semua api yang ada karena bisa tulus mencintai, punya welas asih tiada kira. 

Raja iblis, bisa punya semua kualitas terbaik itu? Tentu saja karena dirinya belajar dari XLH versi naif dipadu dengan kekuatan dewa utamanya.

Eh, bukankah seluruh alam asal Xiao Lan Hua dihancurkan oleh Dong Fag Qing Chang bahkan semuanya terbunuh tanpa tersisa. Ga jadi dendam? Tonton saja ya.....


Sinematografi yang ciamik

Kalau bicara sinematografi dan CGI, drama Cina memang ahlinya. Banget. Bagus banget. Yah, tentu saja beda dengan versi seperti Avenger karena yang dibidik beda, ya.

Detail yang ditawarkan sangat bagus. Kualitasnya jauh banget kalau dibandingkan dengan drama xianxia seperti A Tale of Twin Cities. Di Love Between Fairy and Devil ini hasilnya bagus banget dan jadi nilai plus. Bikin mata terpukau.



Tapi itu kalau bicara detai, ya. Misalnya detail hewan abadi, latar cerita, dan semacam itu. Tapi kalau sudah menyentuh babak peperangan kolosal, nah, ini harus diakui kalau masih PR di beberapa tempat.

Yah, kayaknya sih memang di drama Cina, yang perang kolosal masih banyak yang kurang memuaskan. Memang bagus, memesona, tapi kurang detail jika dibandingkan dengan kualitas untuk adegan/babak lain. Ini masih bisa dimaklumi karena yang perang kan para dewa yang cuma sedikit menggerakkan tangan. Kalau kolosalnya drama Wuxia, nah itu sih super keren.


Adaptasi novel Cang Lan Jue

Penyuka drama adaptasi novel mungkin kenal dengan judul "Cang Lan Jue" atau tulisannya 苍兰诀. Novel karya Jiu Lu Fei Xiang. Novel ini cukup terkenal di antara novel bergenre xianxia. 

Versi drama serinya diberi judul Love Between Fairy and Devil. Literally memang kisah cinta dua entitas yang seharusnya menjadi musuh abadi. Itu mungkin menjadi pemantik keingintahuan penonton seperti saya yang hanya nonton versi drama seri saja. 

Lagian jumlah episodenya termasuk pendek, yaitu 36 saja, sehari 2 episode, dan tayang seminggu 3 kali, yaitu Selasa, Rabu dan Kamis. 

Seperti saya katakan di atas, drama ini sudah tamat. Sekarang saya sedang asyik nonton penggantinya, Si Rase Terbang alias Side Story of Fox Volant yang merupakan wuxia murni. Keren banget dan memenuhi ekspektasi para generasi tua seperti saya yang pernah menonton versi 1985. Zhang Shu Shu eh maaf, Qin Jun Ji, bagus banget memerankannya. Maaf, belum bisa move on dari Legend of Chusen. Sampai-sampai belum berani menonton Imortal Samsara yang dua pemain utamanya sangat saya tunggu di drama itu juga.

Yang mau menonton, bisa langsung ke aplikasi video on demand WeTV atau iQiyi. Cocok ditonton mulai usia 13 tahun. Ada sih satu-dua yang butuh BO alias bimbingan orangtua. 

Seperti kebanyakan drama Cina yang lumayan pendek, yaitu 40an menit, jadi menonton 2 episode per hari serasa menonton 1 drama Korea, saat masih on going dulu. Setelah tamat gini ya bisa santai semampunya. 

Meski ada minus dikit, masih termasuk bagus, lah. Harus tonton, deh. Masuk dalam rekomendasi drama xianxia terbaik tahun 2022. Jadi, bagaimana? Mau nonton Love Between Fairy and Devil

Atau butuh rekomendasi drama terbaik versi Cakrawala Susindra? Ingin baca ulasan yang panjang dan detail juga? Silakan baca the best drama versi Susindra.


Semua foto dari https://mydramalist.com/53117-cang-lan-jue/photos ya


2 Komentar

  1. Nonton ini juga, kisah cintanya epik banget sih. Fiks memang unik dari pertama mereka ketemu ehm sampai bikin melting, apalagi visual raja iblis beh. Drama fantasi China emang enggak bisa ditolak. Terima kasih reviewnya!

    BalasHapus
  2. wah mamaku suka banget c-drama, pasti udah masukin watch list nih

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)