Belajar Menjadi Penulis Konten Pada Mbak Rahayu Pawitri

Saya beruntung memiliki teman-teman blogger yang hebat dan punya keunikan masing-masing. Saya bisa belajar menjadi penulis konten dari teman-teman bloger. Ketika menuliskan ini, ingatan saya fokus pada grup Arisan Bloger V yang saya ikuti. Ada beberapa penulis buku terkenal yang gabung. Juga penulis konten dan penulis skenario. Penyuka bahasa, traveler terkenal, dan bloger kondang. Di hadapan mereka saya sering merasa kurang keren. Cuma IRT yang suka menulis, sedikit tahu tapi banyak membagi ilmu menjadi definisi terdekat saya. Makanya, jika ada yang memuji, saya sering menjawab, "Semoga pujian ini tidak salah alamat dan saya layak menjadi pribadi yang dipuji itu." Tetapi karena setting yang diminta adalah saya menjadi yang dituakan dan ditanyai, ya saya jawab saja apa adanya. Sebatas apa yang saya tahu. Kadang saya mesem sendiri karena keterbatasan pengetahuan saya. Tetapi menjalankan peran yang ditawarkan menjadi pilihan. Selain, tentu saja, keyakinan saya bahwa ilmu, sesedikit apapun jika baik dan bermanfaat, serta tidak menimbulkan fitnah, maka ia layak dibagikan. Makanya, alih-alih merasa rendah diri, saya memantapkan diri berbagi. Siapa tahu bermanfaat.

Belajar Menjadi Penulis Konten Pada Mbak Rahayu Pawitri - source pixabay

Salah satu sosok bloger yang aktif belajar adalah Mbak Rahayu Prawitri. Kami memanggilnya Mbak Wiwit. Ia pembelajar yang baik, dan memang penulis yang baik. Saya merasakan energi belajarnya saat ia membicarakan kuliah online “REPARASI BISNIS” yang diikuti. Ternyata, Mbak Wiwit juga ikut kelas daring berbayar lain seperti kelas menulis artikel dan kelas FB Ads. Zaman sekarang memang memudahkan kita ikut kelas-kelas online dengan pendampingan tenaga ahli di bidangnya. Yang kita butuhkan adalah semangat belajar dan komitmen belajar dan praktek sampai tuntas. Maka jangan heran jika Mbak Wiwit yang menjadi ibu rumah tangga ini juga menjadi penulis konten dan content writer yang baik.  Eh, memang apa bedanya penulis konten dan content writer? 

Menurut artikel Mbak Wiwit yang berjudul Cara Menjadi Penulis Konten/Content Writerkeduanya sama tetapi tidak serupa. Jadi bukan hanya beda bahasa, tetapi job description-nya beda.

Penulis konten:
1. Sebelum menulis mereka menganalisa pengguna situs, riset, baca buku dan wawancara sebelum menulis.
2. Artikel lebih organik.
3. Biasanya tayang di situs/media berita online, blog korporasi, e-commerce, atau bisnis start up.
4. Memahani SEO, Google Trends, teknik menulis baik, dan mengetahui user experience yang akan ditulis.
Sosok Mbak Wiwit _ Rahayu Pawitri

Content Writer : 
1. Analisa sebelum menulis cukup dengan referensi google lalu ditulis ulang
2. Ada kemiripan dengan artikel lain, meski porsinya kecil
3. Menulis berdasarkan pesanan kata kunci meski tidak mereka kuasai.

Hampir sama, kan? Makanya jangan heran jika banyak yang menganggapnya sama. Sah-sah saja. Sesuai dengan pemahaman kita.

Masih mau belajar cara menjadi penulis konten ala Mbak Wiwit? Mari kita lanjutkan.
source image : pixabay

Dari pembagian di atas, pasti sudah bisa menebak bahwa menjadi penulis konten maupun content writer  membutuhkan skill khusus yaitu:
1. Kemampuan menulis yang baik, ditandai dengan tulisan yang enak dibaca dan bersih dari typo serta kesalahan eyd.
2. Kemampuan analisa baik, mau membaca dan melalukan riset sebelum menulis.
3. Selalu memenuhi rumus 5 W 1 H. rumus ini bisa menjadi panduan menulis efektif meski sehari diminta menulis 3-5 artikel. Untuk bujang-perawan, its easy. Bagi kami yang menjadi full time mom tanpa IRT, napas menulis harus diatur agar tak tersendat.
4. Pandai mengatur waktu agar tak melewatkan DL. Kelihatannya Cuma begitu, tetapi ini yang terberat. Terlambat 5 menit masih bisa dikejar. Terlambat 30 menit ya salam... kita bisa kehilangan peluang. Jadi.. atur waktu menulis dengan baik dan perhatikan tenggat waktu.

Saya sudah pernah menjadi content writer sebuah start up business di bidang travel. Sehari harus menulis sekian artikel dengan keyword tertentu, yang mostly tidak saya kuasai. Plus, pesanan berupa gaya menulis featured yang melibatkan rasa namun saya belum pernah ke sana. Apa yang saya lakukan? Saya googling sebanyak-banyaknya, mencari foto target destinasi dalam berbagai angle, memanfaatkan google map dan google earth, mencari video di youtube… Analisa saya lumayan kompleks agar mendapatkan tulisan yang menurut saya bagus. Untungnya, 1 keyword bisa untuk 20 artikel sehingga meski analisa rumit, tetapi bisa ditulis dalam banyak angle. Bagian yang bikin sedih adalah, saya tak boleh mengakui tulisan saya. Memang ini salah satu "derita" yang ditanggung penulis konten.

Apakah kamu ingin menjadi penulis konten atau content writer? Saya sarankan kamu membaca Cara Menjadi Penulis Konten/Content Writer dan Pengen Nyoba Jadi Penulis Konten? Siapkan Diri Untuk Kerja Lembur

Nah, karena saya sangat ingin kembali menjadi penulis yang baik, maka saya dengan senang hati belajar kembali dengan Mbak Wiwit dan teman-teman yang berkomitmen di bidang ini. Apakah kamu mau belajar juga?

Share:

10 comments:

  1. Sangat mau! Saya masih baru dalam dunia per blogging an yang 'serius'. Jadi merasa tertatih-tatih. Baaanyak sekali yang belum saya ketahui dan kuasai. Tapi lewat jalan blognya bu Susi, banyak juga hal-hal bermanfaat yang bisa saya terapkan. Terimakasih atas informasi dan inspirasinya bu :)

    ReplyDelete
  2. Hihihihi kirain sama aja..job descriptionnya juga beda karena bahasa..ternyata gak se-sama itu ya mbak. Aih keren nih tulisan arisan linknya, mendalam.

    ReplyDelete
  3. Wih, beruntung sekali bisa dapat ilmunya. sampai sekarang gaya menulis saya masih gaya majalah atau koran yang kurang akrab dengan google sebagai mesin pencari. semoga dengan membaca tulisan ini berulang-ulang saya makin paham ya mbak.

    ReplyDelete
  4. Keren niy mba wiwit, aku selalu salut sama penulis konten/content writer/copy writer/sales content yang mencurahkan ide pemikirannya kedalam tulisan.

    Aku banyak belajar di kantor sama anak2 content writer, dan teman2 juga, udah ngasih ilmu ini itu. Tetep ada porsinya masing2 ya, akuh ga bisaaa, aku nulis diblog aja yang mengalir apa adanya deh hahahaa..
    *bisanya cuma bawelin jangan gini jangan gitu eeaa

    Pokoke sukses mba wit, mba sus!

    ReplyDelete
  5. Keren, ya? Aku harus banyak belajar dari beliau. ^_^

    ReplyDelete
  6. Pengen juga bisa menulis seperti itu. ^_^

    ReplyDelete
  7. ga boleh mengaku tulisan sendiri...hiks...etapi bayarannya ehem ya mbak?

    ReplyDelete
  8. Terus belajar belajar dan belajar ya mbaak agar tulisannya juga makin berkualitas dan memberikan banyak manfaat untuk yg membaca. Sekarang selain tulisan yg menarik biasanya disertai infografis atau gambar yg memudahkan dalam mengingat konten ๐Ÿ˜ Tfs mbak susii. . Salam kenaal ๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  9. au baru tahu lho mba bedanya hihi kirain sama aja

    ReplyDelete
  10. Hi hi hi dirikuh jadi malu ditulis seperti ini sama mbak susi. Harusnya aku tu yang banyak belajar sama mbak susi. Tulisan jenengan selalu enak, mengalir gituh.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)

Sahabat Susindra