Wanita antara Tahta atau Legend of Two Sisters in the Chaos

Menulis tentang film/drama yang baru ditonton menjadi tantangan mudah kalau sedang senggang. Kalau sedang sibuk? Bisa jadi drama. Saya baru bisa menonton kemarin malam dan langsung menulisnya. Demi ikut OWOP Pojok WB (Warung Blogger). Drama yang saya pilih agak asal, karena Aarif Rahman pemainnya. Saya menonton drama Cina Wanita antara Tahta atau Legend of Two Sisters in the Chaos di WeTV. Aplikasi video on demand ini sudah punya banyak sekali koleksi drama dan film. Mayoritas drama Cina, namun ada juga drama Korea dan Indonesia. 

Wanita antara Tahta atau Legend of Two Sisters in the Chaos


Aslinya saya mau menulis tentang film Kartini 1982. Kebetulan ada tugas memvisualkan bentuk Pendopo Kabupaten pada masa kolonial. Film ini paling dekat yang bisa diraih. Setelah saya pertimbangkan, mungkin next time saya tulis film ini, tapi dalam bentuk lain. Kebetulan saya sedang butuh me time berupa menonton drama kolosal dulu.


Lebih mudah menulis yang tahunnya dekat daripada jauh. Lagian nanti akan serasa membaca sejarah Jepara


Sinopsis Legend of Two Sisters in the Chaos

Seorang peramal kenamaan membuat ramalan bahwa salah satu anak perempuan keluarga Fu akan menjadi permaisuri di masa mendatang. Ramalan ini cukup mengacaukan situasi karena diyakini sudah pasti terjadi. Hanya saja, anak perempuan dari keluarga Fu yang mana? Keluarga berpengaruh ini merupakan keluarga besar yang beranak-pinak di banyak kota dan negara. 


Meski demikian, beberapa orang akan langsung menunjuk ke keluarga Menteri Fu. Dia punya 2 anak perempuan yang menonjol di masyarakat. Fu Yu Zhan adalah perempuan yang sangat berani dan terkenal dengan kejeniusannya. Tak bisa membela diri secara fisik namun bisa mengalahkan semua orang dengan otaknya. Mungkin dia sedikit terbantu dengan kejeniusan putri Kaisar, meski masih kalah jauh jika dibandingkan Fu Yu Zhan. Setidaknya tak ada yang berani mengintimidasi kejeniusannya. Kaisar sendiri hanya bisa berkata, "Perempuan tidak boleh terlalu pintar."


Putri kedua, Fu Jin Zhan, adalah anak yang pemberani dan pandai silat. Dia cenderung sembrono kalau dibandingkan kakaknya. Kelebihannya memang di otot. 

Menteri Fu, ayah mereka, juga menjadi pejabat tertinggi di kerajaan karena memegang cap kerajaan untuk mengelola seluruh tentara.

Wanita antara Tahta atau Legend of Two Sisters in the Chaos



Kelebihan ini membuat mereka diwaspadai, bukan didekati. 

Pasalnya, kerajaan tidak punya pewaris resmi. Sang kaisar hanya punya 1 anak perempuan dan 1 anak angkat laki-laki (dari keluarga permaisuri). 

Adiknya, Putri Pertama, mempunyai 1 anak laki-laki bernama Xue Fai Jin. Si jenderal muda ini sangat mencintai Fu Hin Zhan. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Ia yang dicintai, ternyata mencintai seorang pemuda berjiwa pengelana, yang kelak diketahui sebagai satu-satunya putra kaisar. 


Keberadaan keturunan asli kaisar langsung disadari sedari awal. Namun ia tidak segera mengakuinya. Jiang Shao berjiwa pengelana seperti ibunya. Sang kaisar adalah ayah, yang tahu karakter pembawaan anaknya, sehingga ia ragu mengakui serta menyerahkan tata padanya. Demi negara yang dititipkan padanya, sang kaisar mantap memilih hanya Raja Jin yang pantas menggantikannya meski tak ada darah keluarga setetes pun padanya.


Kaisar sedari awal sudah menyiapkan Xue Rong atau Raja Jin sebagai penggantinya. Makanya ia memberikan banyak ujian berat untuk diselesaikan. Ujian beratnya masih diperberat oleh adik perempuan kaisar yang tak ragu membunuh demi tahta. Atas jasanya ia mendapatkan gelar Raja Jin. 


Putri Pertama tahu bahwa Raja Jin akan jadi saingan berat dalam memperebutkan tahta. Dia lebih narrow minded dibanding kaisar. Baginya, darah lebih utama. Karena darah ini pulalah ia berkali-kali diampuni saudara kaisarnya saat berusaha mencelakai keponakan angkatnya itu. 

Tujuannya hanya satu, menjadikan anaknya sebagai kaisar. Andai ia tidak memandang rendah keluarga Fu, dia tentu akan menikahkan anaknya dengan Fu Jin Zhan, daripada selalu mengkritik cinta putranya itu. Tapi lagi-lagi ramalan itu membuat semua orang menjadi waspada.


Atau mungkin dia mengambil posisi aman dari kecurigaan kaisar? Zaman itu kekuasaan kaisar sangat absolut. Kaisar bisa menyuruh keluarganya sendiri diusir dari kerajaan karena dianggap menentang pamornya. Psikologi yang dibangun di drama ini kurang lebih seperti drama Joy of Life: tentang masa chaos di sejarah Cina lama. 

"Disebut masa chaos karena belum ada tata aturan kenegaraan yang baku."


Seorang raja bahkan bisa membunuh seorang menteri yang dianggap bersalah dan menjadikan seluruh anak istri dan keluarga besar sebagai budak. Jadi perubahan nasib sangat tidak pasti.


Posisi aman juga diambil oleh sang anak angkat, Raja Jin. Jelas sekali kalau dia mencintai Fu Yu Zhan dan sangat menghargai kecerdikannya. Namun ia tidak berani mengambil inisiatif karena khawatir dicurigai kaisar dan dianggap lancang. Ia takkan bisa menyelamatkan kepalanya dan seluruh anggota keluarga besarnya jika kaisar menganggapnya mengincar tahta secara terang-terangan. 


Semua memang menjadi tidak pasti dan sulit ditebak.


Hal-hal ini tidak lepas dari pengetahuan Fu Yu Zhan, si tokoh utama. Demi keselamatan seluruh keluarga, dia membuat banyak rencana brilian untuk meyakinkan semua orang bahwa bukan keluarga Fu-nya yang diramalkan itu, tapi keluarga lain di luar negeri. 


Dia membuat gosip berupa lagu anak-anak tentang ramalan itu agar menyebar luas sampai ke negara-negara tetangga. Banyak keluarga Fu di luar sana yang berbesan dengan raja atau bangsawan. Kaisar meski geram pun tak bisa menyerang. 


Fu Yu Zhan sudah pasti jatuh cinta pada Raja Jin, namun menutupi dengan rapat. Keluarganya harus hati-hati memilih posisi karena siapa yang kalah akan habis tanpa sisa. Pada akhirnya Fu Yu Zhan berhasil meyakinkan ayahnya bahwa mendukung Raja Jin akan menyelamatkan seluruh keluarga dari kemusnahan. Dukungan ini diberikan secara terang-terangan karena Yu Zhan berseteru denan Putri Pertama dalam upaya menyelamatkan Raja Jin. 


*_*_*_*

Sebagian besar karakter dan misinya dalam drama ini sudah saya tulis. Tinggal konfliknya, ya. Konflik utamanya adalah perebutan tahta kerajaan antara dua sahabat baik. Dalam pertarungan itu ada dua perempuan kakak beradik yang sudah jelas membela siapa sehingga mereka berseberangan. Kebetulan kedua pasangan itu punya kekuatan berbeda, yaitu otak dan otot. 


Saya sulit membayangkan pusingnya Menteri Fu, karena 2 putrinya berseteru memperebutkan tahta.


Kaisar dengan kekuasaan absolut dan Putri Pertama dengan ambisinya, hanyalah onak duri yang perlu disingkirkan. Medan utamanya adalah pertaruhan ego 2 sahabat dan pasangannya. Raja Jin yang sejak kecil dididik menjadi penerus tahta dan darah daging kaisar sendiri yang secara alami akan menjadi penerus. 


Saya jadi membayangkan mengapa setelah masa Kerajaan Wei berakhir, tak ada lagi gelar Putri Pertama. Posisi Putri Pertama, rawan disalahgunakan. Saya agak sulit membayangkan mengapa Putri Pertama pada drama Joy of Life bisa punya anak tanpa suami, namun tidak kehilangan gelarnya. 


Review, Pemain, dan uborampe drama Legend of Two Sisters in the Chaos 

Saya memutuskan memilih drama ini karena Aarif Rahman sebagai pemeran utama, yaitu Raja Jin. Namanya mirip nama orang Melayu dan itu tidak salah. Dia punya darah Cina, Arab, dan Melayu (Malaysia). 


Zoey Meng dan Aarif Rahman


Dia selalu jadi tokoh yang tenang namun penuh perhitungan. Drama yang ia bintangi memang lebih banyak yang ada unsur berpikir. Mending saya bilang gitu dan cari alasan daripada langsung bilang, "Cuma kisah cinta saja dipanjang-panjangkan."


Sebenarnya tidak demikian. Drama Cina memang panjang dengan konflik yang rumit. Jadi bukan jenis drama yang mudah dicerna dan langsung bikin jatuh hati dengan jalan ceritanya. Yang pertama-tama mungkin suka dengan busana, sinematografi dan arsitekturalnya. Ini memang keunggulan drama dan film Cina. Rata-rata 1 drama dikerjakan selama 3 tahun. Jika dalam prosesnya ternyata ada adegan yang harus diulang, mereka akan mengupayakan sama persis. Ini tantangan berat. 


Saya termasuk yang suka menonton drama Cina dengan alasan belajar sejarah dan kondisi masyarakat pada masa lampau: geografis, kebudayaan, administrasi, ekonomi, politik, dsb. Beberapa bisa dijadikan benang merah dalam mengurai sejarah Jawa kuno.


Artis Zoey Meng sebagai Fu Yu Zhan, jujur saya tak seberapa mengenal. Sama seperti Mao Xiaohui yang tahu-tahu punya 5 drama di tahun 2019-2020 sebagai pemeran utama. Saya sudah menulis salah satunya, The Twin Flower Legend.


Zoey Meng punya beberapa film bagus, tahun-tahun belakangan ini, yaitu: 

Tahun 2016 - People's Prosecutor (33 episode) - sebagai Zhou Wen Wen (pemeran utama)

Tahun 2017 - The Legend of the Condor Heroes (52 episode) - sebagai Mu Nian Ci (pemeran utama)

Tahun 2018 - Double Life (42 episode) - sebagai Yu Meng Meng (pemeran utama)

Tahun 2019 - The Untamed (50 episode) - sebagai Wen Qing

Tahun 2019 - The Untamed Spesial Edition (20 episode) - sebagai Wen Qing


Tahun 2020 ini ia bermain di 3 drama, yaitu: 

Rebirth of Shopping Addict (44 episode)

Legend of Two Sisters In the Chaos (40 episode)

The Legend of Xiao Chuo (50 episode)


Tahun 2021 nanti sudah menyelesaikan 2 drama, yaitu: 

Sword Snow Stride (50 episode)

The Great Pei (24 episode)


Dua karakter lainnya, Li Yi Tong sebagai Fu Jin Zhan dan Marius Wang sebagai Jiang Shao bisa digoogling, ya. Sudah kelewat panjang.


Tonton trailer-nya saja ya. Dari WeTV Inggris. Keyword judul versi Indonesia bikin pusing karena nyerempet ituan.



Kesimpulan

Saya baru menonton sampai 30 dari 40 episode yang direncanakan. Jadi ya belum bisa memberikan spoiler ending drama Legend of Two Sisters in the Chaos atau di WeTV Indonesia diberi judul Wanita Antara Tahta. Tapi tebakan saya sih, akhirnya Kaisarnya akan berganti. Tebakan ini berasal dari trailer, tampak bahwa Jiang Shao akan menjadi kaisar. Namun saya yakin itu tidak lama. 


Saya agak menyepelekan peran Fu Jin Zhan karena dia ceroboh, kekanak-kanakan. Ternyata... dialah perempuan Fu yang dikatakan akan mengantar suaminya ke posisi tertinggi di masa itu. Dia menikah dengan Xue Rong atau Raja Jin, dan ia jadi permaisuri. 

Nantinya dia akan menikah dengan Jiang Shao, dan mengantarkan suami keduanya itu jadi penguasa. Bahkan menurunkan Kaisar Xue Rong.


Tebakan saya lho ya. Masih ada 10 episode tapi belum tampak clue-nya. Saya agak kesal karena ada tambahan konflik perempuan keluarga Fu dari luar negeri yang balas dendam. Aaaah, bikin lama aja nih.


Kesimpulan lagi...

Ending drama Cina memang tidak selalu manis. Kadang meski happy ending juga dengan cara nelangsa, yaitu mengenang mereka yang telah tiada. Contoh yang agak nggemesin adalah drama The Twin Flower Legend. Setelah semua daya upaya cucuran darah dan keringat, Yuan Feibei sudah pasti jadi raja, dan memang iya. Tapi hanya sebentar. Setelah itu dia menjadikan saudara kembarnya menjadi raja, tanpa disadari semua orang, karena dia ingin berkelana. Bosan jadi anak emas seumur hidupnya. Happy ending untuk semua tokoh yang diceritakan. Saudara kembarnya, Sima Yun, tak pernah ada yang tahu keberadaannya. Sejak kecil dia menjadi penguasa dunia bawah.

Apakah akan sama seperti cerita The Twin Flower Legend?

Belum terlambat untuk mengikuti drama ini. Di WeTV per tanggal 16 OKtober 2020 ini masih 22 episode. Penyuka streaming bisa enjoy, tipe SKS juga bisa nonton. Karena tak mungkin menghabiskan 40 episode dalam 1 minggu. Jangan lupa menonton Joy of Life yang masih satu zaman dengan drama ini, yaitu dimasa chaos dengan kekuatan absolut raja. Lumayan refreshing plus kening berkerut karena penasaran.

25 Komentar

  1. Fu Hin Zhan mencintai seorang pemuda berjiwa pengelana, yang kelak diketahui sebagai satu-satunya putra kaisar. .... Berarti ada bermenit-menit durasi film tentang keberadaan si putra kaisar ya, Mbak Susi?

    BalasHapus
  2. Wah si ganteng Aarif Rahman yang main, saya nonton drama Princess Silver
    Taktik drama Cina emang banyak pakai pemain muda ya mbak karena saingannnya, drama Korea banyak pakai pemain tua 😀😀😀

    BalasHapus
  3. Seru banget ya, konfliknya. Kalau dari alur ceritanya sepertinya akan mengalami ending yang sama. Tapi ga seru dong kalau sama hihihi..

    BalasHapus
  4. Udah lama gak nonton serial genre begini, boleh juga lah nanti ditonton marathon, kayanya seru deh hehe

    BalasHapus
  5. Mbak, yang Fu Hin Zhan itu siapa mbak? Raja Jin mencintai 2 orang kah: Fu Hin Zhan dan Fu yu Zhan? Terus yang sahabat yang manakah mbak? Kayaknya aq perlu nonton juga deh.

    BalasHapus
  6. Aku kira tadi siapa Aarif Rahman, ternyata pemeran utama. Dan memang merasa pangling kok ada nama yang biasa dipakai orang Indonesia dalam drama China, sempat mengira ini drama lokal yang bercerita tentang kerajaan Cina haha.

    Di WeTV banyak drama bagus ya. Sepertinya aku mesti install aplikasinya, karena kemarin juga abis baca review drama Cina di blog Bu Maria, jadi pingin nonton. Pas pula baca ulasan mbak Susi, jadi ada 2 drama yang nanti bisa aku tonton di sana. Sama, buat me time juga :))

    BalasHapus
  7. Saya belum berani nonton Drama Cina karena episodenya panjang-panjang. Takut bosan di tengah jalan. Kalau sudah gitu kan akhirnya jadi sia-sia yak hahahaha.

    BTW saya salfok sama nama pemeran utamanya. Aarif Rahman. Tak kira tadi aktor dari Indonesia. Tapi ternyata bukan ya.

    BalasHapus
  8. Hm, kebayang pusingnya Menteri Fu, karena 2 putrinya berseteru memperebutkan tahta....Jadi masih ada 35 episode lagi yang mesti ditonton biar tahu ending-nya ya..Penasaran, siapa akhirnya yang akan meraih tahtanya
    Dam Aarif Rahman...namanya itu ga asing di telinga orang Indonesia ya..pantesan, ada Melayunya

    BalasHapus
  9. Aku masih bingung mencerna ceritanya. Jujur aku belum nonton dan jarang nonton film cina atau drama korea. Tapi aku suka dapat insight kalau habis selesai nonton film apa aja. Harus baca ulang ulasan mbak Susi dan pelan2 aja, haha... btw malah aku tertarik sama tulisan tentang Jepara mbak. Nunggu yang itu aja

    BalasHapus
  10. Lengkap ulasannya, setelah menonton semoga terhibur dan dapat pelajaran hidup

    BalasHapus
  11. Pengen juga nonton tapi takut kecanduan. Hehe.. rumit juga sistem kerajaan karena memang tergantung dengan keturunan.tapi sistem demokrasi juga tidak kalah rumit. Sekilas Raja Jin berkonotasi negatif. Hehe.. rupanya dia punya karakter baik juga. Saya sudah penasaran dengan Aarif Rahman. Saya kira orang Indonesia. .kok bisa main film kolosal Cina. Hehe...eh rupanya keturunan.

    BalasHapus
  12. Ah, kl dah nonton series nih penasaran terus sampe tuntas. Apalagi ceritanya menarik fua putri berebut tahta.. 😀

    BalasHapus
  13. Saya harus mengernyitkan dahi dalam membaca ulasan ini, sangat tergambar bahwa dramanya tidak kalah rumit

    BalasHapus
  14. Terbayang situasi di masa chaos di saat aturan ketatanegaraan belum baku..sehingga perebutan takhta pun bisa terjadi. Sampai dua bersaudara pun bisa berseteru. Tak peduli lagi meski ada darah yang sama mengalir di sana
    Selalu suka drama yang berlatar kerajaan atau sejarah begini saya...

    BalasHapus
  15. Pusing deh si ayah ya melihat dua anak gadisnya berseteru karena perebutan tahta.
    Film bernuansa kerajaan kayak gini yang paling aku suka itu dress code sama adegan fighting nya mba Susi.

    BalasHapus
  16. Aarif Rahman bikin aku salfok mba.. biasanya nama cina kan selalu tiga suku kata. Ini jauh banget. Namanya emang nuansa Arab dan Melayu.
    Btw cerita kolosal emang gak jauh dari perebutan tahta ya Mba..

    BalasHapus
  17. Aku Suka serial kolosal gini jadi suka membayangkan gimana rasanya kehidupan di istana raja jaman baheula hehehe

    BalasHapus
  18. wow, 40 episode ya mbak. Sungguh menantang nih. Saya yang 16 episode aja Crash landing on you rasanya ngos ngosan ngejar biar bisa nulis reviewnya. Hehehe

    BalasHapus
  19. Wew 35 episode lagi ya mbak. Ditunggu ceritanya ya kira-kira siapa putri yang berhasil merebutkan tahta. Hihihi. Aku gak kuat nonton lama-lama. Gak kuat diomelin suami.

    BalasHapus
  20. Duh mba kalau drama china, saya kibarkan bendera putih aja deh. Episodenya ga ada yg dibawah 20. Minimal 24. Tapi baca sinopsisnya, boleh laah jadi wL.

    BalasHapus
  21. gara2 ramalan ya. akhirnya ada cinta yt tak bertepuk, ada obsesi di dalam perebutan tahta. duh ada cinta bersegi2 jg di dalamnya. pemainnya cakep, jd bakal betah nontonnya

    BalasHapus
  22. Masih relevan banget "Harta- Tahta- Wanita" dan wanita dalam pusaran kekuasaan selalu menarik karena bukan hanya intrik politik tapi cuma intrik hati.. rumit. Eniwei, saya ga sabaran kalau nonton drama berseri yang panjang gini sukanya yang cepet kelar.. hehehehe

    BalasHapus
  23. Tertarik banget nontonnya kalau baca ulasan di atas, tapi ternyata 40 episode ya T_T takut nggak sempat, maklum emak-emak banyak acara. Saya nonton drama jarang banget kelar kalau ceritanya nggak benar-benar kuat, soalnya pasti ketunda-tunda urusan rumah dan anak :D

    BalasHapus
  24. wahh ini drama china yaa, jarang banget aku nemuinnya, ini tuh we tv yaa, menarik buat dicoba nih cari-cari tontonan baru di we tv

    BalasHapus
  25. Menarik sekali kisah dalam film in mba.. Aku pernah baca cerita dari dataran Cina, pasti sarat akan makna kehidupan, sosial budaya juga.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)