Drama Cina Blooms at Ruyi Pavilion

Siapa yang sedang menantikan drama terbarunya Ju Jingyi berjudul Blooms at Ruyi Pavilion atau Ruyi Fang Fei? Wah, ini sih drama yang paling ditunggu sepanjang 2020 ini. Ya maklum saja karena ada si mantan personel SNH48 itu. Bagi yang sedang menanti, ini saya buatkan review dan sinopsis lengkapnya.

Sinopsis dan review drama Cina  dracin blooms at ruyi pavilyun atau Ruyi Fang Fei
Sinopsis dan review drama Cina Blooms at Ruyi Pavilion ala Susindra

Saat poster drama Cina Blooms at Ruyi Pavilion atau 如意芳霏, banyak yang matanya berbinar. Kemistri Ju Jingyi dan Zhang Zhehan pernah menghipnotis para penggemar. Mereka berdua sudah seperti sebuah janji kalau drama akan digarap bagus. 

Saat menonton ini, awalnya saya agak bingung. Apa maksudnya karena si dua tokoh utama mengalami kejadian dan ternyata mimpi. Ternyata memang, inti kisah ini adalah keduanya punya semacam ikatan dalam bentuk mimpi. Ju Jingyi sebagai Fu Rong bermimpi mendapat banyak kesulitan karena menikah dengan Duke Su, sementara Duke Su sendiri bermimpi mengalami kecelakaan yang mengambil jiwanya. Yang satu mimpi romantisme gadis remaja, yang satunya mimpi seorang pejuang perang. Sederhana, kelihatannya, tapi bukan drama Cina kalau tidak dikembangkan secara megah dan kolosal.


Sinopsis Blooms at Ruyi Pavilion

Fu Rong adalah anak seorang menteri kerajaan yang berhubungan dengan bahan berjenis besi-besian. Mungkin menteri pertambangan atau semacamnya. Sayangnya tak dibahas secara mendalam. Mereka hanya konsern dengan sebuah bangunan ibadat lawas yang tiba-tiba tersambar petir dan terbakar. Keluarga Fu, kita bisa menyebutnya demikian.

Fu Rong punya saudara perempuan yang sangat cantik jelita dan sangat terdidik bernama Fu Xuan. Sosok yang sempurna tiada tara. Beda jauhlah dengan Fu Rong yang gegabah, tomboi kelas akut dan sering mengandalkan otot. Tapi kalau kecantikan, memang Fu Rong yang menang. Hanya saja, di masa lampau, siapa coba yang mau punya menantu gadis pecicilan?

Nah, Fu Rong mendadak punya kemampuan melihat masa depan melalui mimpi sejak dirinya jatuh dari pohon. Mimpinya seram, dia menikah dan mengalami perundungan di sana. Dia jelas tidak mau mengalami hal itu. Menurut kepercayaan, dia harus mencuri celana orang yang tidak mau dinikahi dan membakarnya. Untuk memutus rantai jodoh.

Kemistri Ju Jingyi dan Zhang Zhehan dalam dracin blooms at ruyi pavilyun
Kemistri Ju Jingyi dan Zhang Zhehan

Detektif Su, atau Xu Jin, adalah Pangeran Su yang harus menjadi sosok pelindung kerajaan. Dia dikirim ke medan perang sejak kecil. Menurut yang kita ketahui nanti, karena dia ceroboh saat menjaga lilin dan di saat itu permaisuri yang sakit meninggal pada saat yang sama. Jadi seakan dihubungkan gitu, sehingga dia dikirim ke medan perang untuk menyelamatkannya dari keusilan netijen zaman lampau berupa gerombolan menteri oposisi. 

Saya agak kurang paham di sini, menyelamatkan putranya dari gerombolan menteri serigala ke medan perang, yang notabene malah jauh lebih kejam dan menakutkan.

Wes pokoke intinya gitu.

Dua tokoh kita ini saling berusaha menjauh tapi malah ketemu terus. Fu Rong yang ingin mencuri celana Pangeran eh Duke Su dikira mata-mata pembunuh. Hubungan mereka akhirnya cair saat Fu Rong berusaha mencari bukti bahwa calon Iparnya, Qi Ce adalah orang jahat. Meski saat melakukannya ia harus melukai sahabat perempuan satu-satunya Qi Zu. Qi Zu ini adalah adiknya Qi Ce. Keduanya anak mantan orang kaya yang secara keuangan sering dibantu oleh keluarga Fu.

Qi Ce ini lho, sudah dibaiki, lamarannya diterima, kok malah mengambil pekerjaan sampingan sebagai otak percobaan pembunuhan anak raja. Qi Zhu juga nyebelin, sudah dibaiki, malah jadi salah satu musuh utama sebagai syarat menjadi Putri QingPing. Yaaa... gara-gara kematian ibu dan masnya itu, dia dendam tiada tara pada sahabatnya Fu Rong.

Byuh! Saya baru menceritakan berapa tokoh kok sudah sepanjang ini. Hahahaha.

Masih ada pemilik Pavilyun Ruyi  yang misterius, bernama Liu Ru Yi. Fu Rong dan Fu Xuan adalah murid di pavilyun yang berkedok sebagai penjual perhiasan itu. Saya agak curiga sedari awal, dari cara melihatnya yang seperti anjing penyelidik. Apalagi saat ia tiba-tiba dipenjara karena mengirimkan perhiasan bertema burung peoni. Pada keterangan awal dari pelayannya, “Nyonya sudah lama tidak membiarkan ornamen peoni itu.” 

Nah, lho... kenapa kah? Dasar saya penyuka Detektif Poirot. Saya mencium sesuatu yang mencurigakan dan itu benar. Apakah? Tonton sendiri aja. Yang jelas super seru, sih. 

Ada beberapa tokoh utama yang seru juga, lho. Masih ada Pangeran An (Xu Ping), adik lain ibu dari Duke Su. Dia pria paling ganteng di kerajaan dan paling berbudi karena karya seninya yang level dewa. Ibaratnya, bersendawa saja semua kagum. Wkwkwk. Perfect prince, yang super cuek, dingin dan penyendiri, tapi kalah kalau disandingkan dengan Nong Nong. You know lah, tentunya si Fu Rong. Nama kecilnya gitu.

Beruntung amat si Fu Rong, dua calon raja mengejar dia, dan dia berusaha agar jangan sampai menikah dengan pangeran karena sudah pasti hanya akan jadi selir. Dia tak mau dipoligami, lebih tidak mau lagi jadi selir yang bisa dimarahi oleh istri lain dari suaminya. 

Masih ada tokoh imut lagi, yang dipanggil Litle Marquis. Namanya Wu Bai Qi. Dia anak bangsawan terpandang yang ingin jadi jenderal tapi juga buka toko perhiasan. Apa tidak bertentangan, coba. Nah, si bapaknya ini termasuk antagonis yang mempermainkan hidup para pemeran utama kita. Biasa... karena harta dan tahta.

Masih ada banyak pemain pendukung, yang menjalin cerita dengan kerumitan khas drama Cina.....



Review Blooms at Ruyi Pavilyun

Kalau tidak suka menonton drama dengan cerita rumit, memang sebaiknya jangan menonton drama Cina. Eposidenya panjang. Kali ini hanya 40 episode. Termasuk standar. Biasanya sih 50, 52, 56, 58. Beda dengan Drakor yang hanya 16 episode. 

Tapi kalau saya pribadi sih, drama cina selalu menawarkan latar cerita yang indah, sinematografi yang memanjakan mata, dan tata busana yang sangat menarik. Saya selalu suka dengan gaya rumah di drama kolosal Cina karena sarat dengan cerita sejarah. 

Beberapa bisa jadi bahan imajinasi saya dalam menginterpretasi arsitektur bangunan pada masa lampau. Yah, mau tidak mau sejarah Indonesia berselingkuh dengan sejarah Cina. Di semua kota pesisir pasti ada pecinan. Dan pecinan itu sudah ada bahkan sejak sebelum kota tersebut disebut kota. Jauh sebelum ada bangunan kabupaten, biasanya. Sebagian besar bangunan bersejarah di Indonesia juga diarsitekturi oleh orang-orang Cina yang pada masa itu menyebar ke seluruh dunia karena negaranya diambil alih bangsa mancu. Beberapa dari mereka memang bekerja, lebih banyak lagi yang menjadi budak.

Beda lagi dengan pedagang Cina yang menetap di Nusantara sejak berabad lampau sebelumnya, mereka memang berdagang dan menetap di sekitar dermaga kuno. 

Yang suka meneliti sejarah kota atau sejarah lokal akan melihat tentang keberadaan kaum etnis Cina di kotanya sebagai bagian dari pembentuk sejarah kota. Yang nggak sih akan selalu saja bertahan dengan politik devide et impera-nya VOC yang membuat kita bermusuhan dengan orang Cina. Lha, sebagian dari mereka memang mengerjakan dirty job-nya para penguasa sejak masa kerajaan sampai masa penjajahan, yaitu sebagai penarik pajak. Tugas ini diberikan pada bupati sejak masa Tanam Paksa, meski sebagian saja. Hayo siapa yang suka sinau sejarah?

Drama Blooms at Ruyi Paviliun juga menawarkan bangunan rumah nan indah. Rumah yang berupa kumpulan bangunan dengan arsitektur megah dan taman yang indah. Beberapa taman sangat istimewa sehingga si pemain tampak seperti dewi. 

Bicara tata busana? Lebih istimewa lagi. Biasanya memang sesuai dengan pemahaman mereka akan trend busana pada zaman yang dipilih sebagai latar cerita. Kalau suka menonton dracin akan paham maksud saya. 

Memang tidak tematik seperti drakor, tapi dracin juga punya kekhasan, misalnya saat harus menyelesaikan tantangan membuat perhiasan untuk selir raja. Beberapa episode akan menceritakan detail pengerjaan.

Makanan juga hampir selalu jadi alat untuk mencairkan suasana, dan Cina lawas punya masakan yang unik-unik. Drama tahun 2008, berjudul Scarlet Heart, selain bertema kehidupan masa dinasti Qing juga menceritakan tentang kehidupan seorang pembuat teh bagi raja. Drama ini mengilhami banyak orang tentang bunga-bungaan yang bisa dijadikan cha alias teh bunga

Drama yang bagus ini menceritakan kisah cinta pangeran XVIII dinasti Mancuria dengan seorang gadis dari masa depan. Si gadis jatuh hati padanya meski tahu si pangeran kelak akan mati karena perebutan kekuasaan. Demi membantunya, dia jadi gadis pembuat teh, yang pastinya hampir selalu di samping raja. Namun lama-lama dia jatuh cinta parah pada pangeran IV yang ia tahu dari sejarah, akan jadi kaisar paling cemerlang di masanya. Dia berusaha menjauh karena takut dan merasa mencurangi nasib. 

Ada drama lain yang menjadi kebalikan kisah cinta ini, judulnya Dreaming Back to Qing Yun, diceritakan tentang lawan Pangeran VIII, yaitu Pangeran XIII yang jatuh cinta pada perempuan dari masa depan, yang bekerja sebagai arsitek. Si perempuan cerdas ini seperti seharusnya, terjebak pada perebutan tahta, bahkan dicintai oleh si Pangeran IV yang akan jadi kaisar. Tema minornya tentang arsitektur. Begitulah. Selalu ada hal yang bisa dipelajari. 

Dan saya belum pernah menulis review dan sinopsinya di blog mana pun....

Kalau mau yang agak berat ya teror psikologis yang dihadapi oleh para keturunan raja/kaisar. Mereka akan dirawat dengan semua yang terbaik sampai akhirnya diadu untuk menjadi yang terbaik dengan hadiah kekuasaan absolut. Yang kalah kalau tidak mengasingkan diri, diasingkan, atau dibunuh. Ya nggak eksplisit, gitu, tapi dari pemahaman akan sejarahnya. Saya memang suka mengawinkan sejarah dengan drama kolosal Cina. Eh terbalik. Mengawinkan drama kolosal dengan sejarah.

Drama Cina The Blooms at Ruyi Pavilion tayang mulai 21 Oktober 2020 lalu. Saya menontonnya di Kanal YouTube resmi iQiyi. Rencananya sih habis bulan ini. Sebagai penonton gratisan, kudu sabar ya. Meski di aplikasi resmi para pemilik akun VIP sudah nonton episode ke-18, di versi gratisnya baru 8 episode. Kalau mau nonton di aplikasi, tayangnya hari Rabu, Kamis dan Jumat. Lamanya menonton hanya 45 menit saja. Lumayan pendek, lah ya. 

Oh iya, drama iQiyi dengan genre sejarah, romansa dan misteri ini punya subtopik yang bikin penasaran, yaitu perempuan berkuasa, perempuan kaya, bangsawan yang sombong tapi dipuja para wanita, ramalan masa depan, rencana pemberontakan kerajaan, pengantin kabur, politik istana dan perempuan berotak jenius. 

Subtopik di atas mengingatkan saya pada cinta Xu Rong dan Fu Yu Zhan di drama Cina Wanita antara Tahta atau Legend of Two Sisters in the Chaos di WeTV. Silakan klik tautannya untuk sampai ke sana.


Belum juga ada bocoran akhir kisah mereka. Nama marganya hampir sama, ya. Oh iya, drama Legend of Two Sisters in the Chaos juga masih on going, lho. Masih sangat hangat. Tentang pergantian tahta kekaisaran Cina dan peran para perempuan di belakang mereka. Perempuan dan kuasa memang satu paket, kalau perempuannya cerdas atau berotot. Kebetulan kakak adik Fu ini punya karakter sama di dua drama Cina ini.


Kisah drama ini berlatar masa kerajaan. Kalau mau cerita berlatar sebelum masehi, yaitu pada fase awal pembentukan kerajaan, ada The Twin Flower Legend yang pastinya sangat bagus. Semua review film dan drama saya ada di satu kategori film dan banyak film bagus di sana, lintas negara. Saya suka mereview semua film/drama yang menurut saya bagus dan layak diceritakan. Klik FILM saja, kalau mau random, atau klik tulisan yang berwarna merah tua untuk sampai ke artikel yang khusus.


Semua foto diambil dari https://mydramalist.com/38587-the-way-of-favours/photos

59 Komentar

  1. Aku lama nggak intip blooms at paviliun ruyi dan two sisters in the chaos. Drama ongoing gini bikin menderita menanti seminggu lagi hihihi. 40 ep masih dikit, ada yang sampai ratusan episode iya aja aku tuh mbak, kalau sudah cinta mau bilang apa wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha. Iya, bikin gemes kalau pengen cepet tamat. Apalagi kayaknya dua drama ini agak tergeser dengan Overlord dan Love is Sweet.

      Hapus
  2. Wahhh. Saya suka drama China yg dibikin kolosal begini mbak, jadi penasaran ingin lihat film nya. Kira-kira scene apa yaa yg bikin nancep dipikiran hihihi, asli penasaraaann. Trims ya mbak info filmnyaa ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak. Ayok nonton dan ditulis di blog

      Hapus
  3. Omaigat, racun apa lagi ini mba susi. After drakor 😆😆. Jadi ingat serial jaman aku kecil dulu, white snake legend.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tidak suka nonton drakor kecuali benar-benar senggang.

      Hapus
  4. PErasaan saya gak enak baca konflik di awal, Mbak Susi wkwkwk.
    Kalau mau nonton Blooms at Ruyi Paviliun mungkin saya fokus di akting dan setting cerita dulu kali ya supaya bisa menikmati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicoba dulu aja Mbak. Sangat mudah untuk jatuh hati pada dracin

      Hapus
  5. Psa coba nyari tahu aktris Ju Jingyi, ternyata dia eks personel SNH48 ya mba. Itu sodaranya AKB48. Pantesan cantik bangetttt. Hihihi. Kalo soal drama Cina, duh sejak zaman TPI dulu mah gak pernah mengecewakan. Tetap jadi favorittt walau pun drakor udah menguasai pasar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Mbak. Darling-nya milenials nih, dia

      Hapus
  6. Aku baru dengar film China yg mbak ceritain, jadi penasaran pingin nonton

    BalasHapus
  7. Whoaaa, reviewnya lengkap banget ini, mba... Mantappp...
    Klo ngomongin dracin jadi inget temen saya yang hobi nonton juga, apa lagi drama lawas, hihihi...

    BalasHapus
  8. Drama Cina lebih panjang episodenya daripada Drama Korea hingga bisa lebih detil ya. Meski bisa saja disebut rumit kwkw
    Tapi selalu suka cara Mbak Susi mereview, seperti kebayang alurnya akutuuu
    Hm, bergenre sejarah, romansa, misteri dengan sub topik lengkap dan menarik, pasi ga berasa meski 40 episode nonton Blooms at Ruyi Pavilion ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, biasanya saya merasa tidak puas dengan endingnya karena pengen lebih lama menontonnya

      Hapus
  9. "menteri kerajaan yang berhubungan dengan bahan berjenis besi-besian"
    tulung. membuatku bertanya-tanya, haha
    tapi kumaklumi kok mbak
    karena ada budaya yang berbeda ya, makanya kita kuran ngerti

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak. Soale ga dijelaskan lebih lanjut. Kayak menteri pertambangan tapi kok ngurusin temple, coba. wkwkwk

      Hapus
  10. Banyak drama cina yg hafal dan dikuasai Mbak Susi ya. Saya suka lihat film cina itu sewaktu kerja di Singapura, HK dan Taiwan. Tapi blas ga ada yg nyantol hehehe... Padahal kalau bisa mereview lumayan banyak stok konten ya
    Hehehe

    BalasHapus
  11. Lengkap banget Mba susi, review drama cina nya.
    Beneran ya Mba Susi ini penyabar banget, bisa sabar dengan bsnyaknya episode drama cina. Eh saya dulu sebelum menikah juga begitu. Setelah punya anak, gak ada waktu.
    Bahkan ayah saya dulu, lebih sering menyajikan drama kolosal cina daripada pilem lain. Alasannya selain sinematografi nya bagus, ceritanya baik, juga baju yang lebih sopan. Baju drama cina malah tertutup daripada sinetron indo. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya saya suka nonton on going agar lebih terarah waktu nontonnya

      Hapus
  12. Aku sukanya drakor yg romantis mbk.kl film cina begitu yang pakai baju pendekar2 gk begitu suka, jd inget film yoko pendekar rajawali

    BalasHapus
  13. belum mulai ya?
    Keduanya pemeran utama Legend of Yun Xi yang ternyata banyak penggemarnya

    dan saya menulis review seadanya, ngga ngira banyak yang baca :D :D

    BalasHapus
  14. Aduh kayaknya aku nggak pernah lagi mba nonton drama cina. Kayaknya itu terakhir yang aku tonton itu putri khuan cu hahaha 😂. Sekarang lebih seneng drama korea. Padahal dulu perasaan drama cina lebih sering kita tonton ya sebelum drakor masuk.

    Yang aku suka dari drama cina itu cw nya yang cantik-cantik. Cantiknya itu alami ga kbnyakan artis korea yg oplas terus aku suka busananya itu lho. Rasanya aku pengen bkin gamis dengan konsep gaun kayak gitu. Cantik dan anggun ikh. Suka aku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi. Kebalikan dengan saya yang ga nonton drakor

      Hapus
  15. Dracin episodenya emang panjang-panjang ya. Saya pernah coba nonton 1 judul. Baru sampe episode 20 udah mulai bosan hihihi.

    Yang ini keliatannya menarik ya Mbak. Nanti mau saya coba tonton ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba nonton saja, biasanya sih tidak bosan

      Hapus
  16. Duhhh saya ngefans sekali sama Zhang Zehan.. mereka pasangan juga kan pas drama the legend of yung xi.,,
    Btw serem amat cara memutus mata rantai perjodohan, nyuri celana dalam dan dibakar, untung abunya gak disuruh minum kwkwkwkwk
    Panggilannya Nong Nong? aihhhh
    Saya suka drama china, karena seperti yang telah dijelaskan mba susi di atas.
    Cuma ya itu, sekarang-sekarang rada susah nonton drama seri yang sangat panjang ini.
    Di tonton gak ada waktu, gak ditonton bikin pinisirin.
    kalo ada yang bikin sinopsis atau spoiler sekalian, pasti saya semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwk. Bgitulah. Akhirnya terima nasib, ga bisa curi celana.
      Saya senang menulis spoiler karena suka bercerita bebas

      Hapus
  17. Ya ampuuunnn cantiik banget ya pemainnya.
    Kelihatan elegan dan auranya memancar!
    Suatu hari nanti aku mau coba nonton DraCin ah mbaa
    Sekarang daku masih mainstream euy, ber-Drakor ria :D

    BalasHapus
  18. Temenku nonton ini, katanya rame yah. Duh jadi penasaran ingin nonton juga

    BalasHapus
  19. Berkembang dari sebuah mimpi di awal cerita lalu dikembangkan menjadi drama yang megah dan kolosal khas dracin. Noted...tayangnya hari Rabu, Kamis dan Jumat, durasi 45 menit saja. Lumayan cepet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Drama Cina selalu punya ide cerita yang bagus

      Hapus
  20. Aku gemees mba kalo nonton drama on going tuh, penasaran and gak sabar nungguin lanjutannya hahahah, okelah mau coba deh ntn dracin lagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAhahaha. dulu saya begitu. sekarang lebih suka yang on going, agar tidak kebablasan

      Hapus
  21. Jadi penasaran juga, dulu suka banget nonton drama cina mulai dari yang kolosal sampai romantis tapi udah lama ga nonton lagi

    BalasHapus
  22. wahhh banyak banget nih rekomendasi drama China dari mba susi,, banyak banget jadi watch list hahhaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya perlu dimasukkan ke daftar utama nih

      Hapus
  23. Belum pernah nih saya nonton drama Cina ,...masih suka ngedrakor. hehehe..tapi ulasan ceritanya menarik juga ya..kyknya harus nih lihat drama cina supaya tambah referensi

    BalasHapus
  24. Drama China sekarang keren-keren yak, ga kalah sama drama Korea ataupun Thailand. Kalo yang genre romance-komedi beuh auto nonton sih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau menurut pengetahuan saya, banyak drakor yang mengekor dracin.

      Hapus
  25. Ini jenis drama favorit saya. Settingnya saya suka. Sudah sangat lama ngga pernah nonton drama Cina klasik macam ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan tonton, Mbak. Yang ini bagus ceritanya.

      Hapus
  26. Ah mba Susi,saya sebenernya menghindari banget nonton drama kayak gini. Kuatir gak bisa berhenti kalo udah mulai, hihihi.

    Duh mana Spoiler dari mba Susi beneran bikin penasaran. Kayaknya konflik nya menarik sekali.

    Btw, ini happy ending gak sih?

    Aku suka sebel nonton drama kalo gak happy ending.

    BalasHapus
  27. Suka nie dracin apalagi pemainnya ganteng dan cantik,kesel kalau sed ending,di liat reviewny di YouTube,SM kyk drama yg dimaenni kemarin 😭😭

    BalasHapus
  28. Ya ampun, aku buta bgt ini drakor, hahaha kudet bgt, ga kenal siapa2 yg kakak sebutkan, dari dulu remaja gak suka drama korea 😅

    BalasHapus
  29. Woaaa 40 episode. Saya dulu nonton drama seri kerajaan di tv, pas masih kecil. Asal ceritanya oke, pasti nyimak terus. Kalo nonton yg di aplikasi dan semacamnya, belum pernah coba sih. Jd kepengen nonton abis liat pemainnya, cakep

    BalasHapus
  30. Dan aku ngikutin drama iniih. Suka bgt sama pemainnya, cantik n ganteng.Moga aja happy ending, nggak spt drama mereka sebelumnya legend of yunxi

    BalasHapus
  31. Udah lama nggak nonton drama Cina. Tapi saya emang lebih suka gang kolosal/kerajaan gini. Jadi watchlist deh. Makasig reviewnya mbak 😍😍😍

    BalasHapus
  32. Hai, mbak. Salam kenal.
    Ternyata kita sama. Suka nonton dracin. Btw, saya lagi ngikutin Blooms at Ruyi Pavilion. Tergoda untuk bayar Iqiyi VIP demi bisa nonton on going. Walaupun tetap ngedownload juga buat hemat kuota.

    BalasHapus
  33. Mbak. Mau koreksi. Pangeran An itu bukan sodara lain ibu dr duke su. Melainkan paman tiri dari duke su.

    BalasHapus
  34. Huuu, blooms at ruyi pav ceritanya gak jelas... Jauh lebih bagus legend of yunxi...

    Tapi karena dah bucin berat sama Zhang Zhe Han yah terpaksa ditonton, kalo gak udah dropped dari episode 8 nih.
    Dan ketolong 1 hal lagi, katanya ending nya happy, gak kayak ending Legend of Yunxi yang gantung...

    Doakan semoga saya kuat selesaiin 40 episode

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)