A Dream of Splendor, Kemegahan Mimpi Adalah Hak Semua Orang

Ada drama on going yang hampir tamat. Cocok untuk semua tipe penonton yang enggan dibuat dag-dig-dug menanti kelanjutannya esok atau lusa. Judulnya A Dream of Splendor, atau bahasa Indonesianya adalah Kemegahan Mimpi. Mimpi yang akbar adalah hak milik semua orang, tanpa sekat usia ataupun kasta.



Kasta memang selalu ada dalam drama kolosal bertema kerajaan. Nyatanya sampai sekarang juga masih ada sistem pembagian berdasarkan sesuatu, misalnya status sosial, status akademis, status pekerjaan, bahkan jumlah kekayaan pun menciptakan kasta. Di masa sekarang hal semacam ini sudah sangat longgar, namun di masa lalu, hal ini menjadi jurang pemisah yang sangat dalam.

Jangan kaget kalau di beberapa percakapan, seorang pegawai negara berpangkat terendah bisa merendahkan seorang saudagar kaya raya yang menguasai 12 divisi pengusaha kerajaan. Kasarnya pada zaman dahulu, seorang kepala desa dapat merampas segala hak milik saudagar kaya di tempatnya memerintah. Inilah yang membuat pekerjaan sebagai pegawai pemerintah sangat prestisius. Hal semacam ini terjadi di negeri kita Indonesia juga, pada masa lampau. Kebetulan saya meneliti hal tersebut untuk buku sejarah saya.

Memang, review dan sinopsis A Dream of Splendor (Kemegahan Mimpi) kali ini saya lebih fokus pada kehidupan saudagar di kerajaan pada masa lalu. Memang akan disinggung juga tentang kehidupan bangsawan yang terlibat dalam drama ini, termasuk feminisme yang kental.

Meski tidak bertema emansipasi, namun kisah hidup dan perjuangan Permaisuri Ulanara juga bagus. Lengkapnya di Ruyi's Royal Love Story.

Sinopsis A Dream of Splendor (Kemegahan Mimpi)

Ada tiga orang perempuan bernama Zhao Pan Er, Sun Sanniang, dan Song Yinzhang yang pergi meninggalkan Kota Qiantang, Hang Zhou, menuju ibukota. Zhao Pan Er adalah leader mereka sejak awal. Ia yang pertama-tama ingin ke ibukota untuk menagih janji menikah Ouyang Xu, pejabat baru lulus ujian yang tiba-tiba membatalkan janji pernikahan mereka. 

3 perempuan mengadu nasib di ibukota sebagai diri mereka sendiri


Di perjalanan ia menemukan sahabatnya Sun Shanniang yang mengapung di laut. Shanniang diceraikan oleh suaminya dan berhasil diyakinkan untuk mengadu nasib ke ibukota. Mereka bertemu dengan Song Yinzhang yang ditipu oleh saudagar kecil bernama Zhou She yang mengincar hartanya dengan pura-pura menikahinya. Ia dipenjara dan disiksa. 
Ketiganya bergerak ke ibukota dengan dibantu kenalan baru Pan Er bernama Gu Qianfan. keduanya sudah mengalami beberapa peristiwa hidup-mati sehingga menjadi dekat. Benih cinta muncul di antara mereka. 
Sampai ibukota, Pan Er, Sanniang dan Yinzhang mendirikan kedai teh bernama Ban Zhaimang. Bisnis kedai teh bukan hal baru bagi mereka. Tapi bisnis di kota Qiantang tentunya beda dengan di ibukota kerajaan. Mereka orang baru yang bahkan pernah diusir karena dianggap mengganggu Ouyang Xu, mantan calon suami Pan Er yang menjadi calon menantu keluarga Gao. 

Diarak, dipukuli, dan diusir dari ibukota adalah ujian pertama


Mereka juga tidak tahu jika kedai teh mereka berada di lokasi yang salah, karena jalan menuju daerah perkudaan. Teh hanya dinikmati oleh orang yang berbudaya, dan di sana adalah jalan umum bagi warga biasa yang mampir hanya sekadar minum untuk melepas dahaga. Teh berkelas racikan Pan Er dan panganan enak buatan Sanniang tak seberapa dihargai oleh orang kasar (rakyat kebanyakan). 
Tak hilang akal, Sanniang membuat makanannya dalam wadah kayu dan dijual terbatas, sementara Yinzhang yang menjadi Dewi Pipa akan menghibur pelanggan terbatas. Limitasi memunculkan ekslusivitas, sehingga kedai teh mereka dengan cepat menjadi terkenal. 
Seperti pebisnis alias saudagar yang akan selalu berorientasi pada penambahan pundi uang... mereka ingin merambah dunia restoran. Kedai teh tanpa pipa dari Song Yinzhang menjadi sepi. Mereka ingin membuat restoran. Semua harta dijual, ditambah dengan keyakinan akan dibantu oleh Gu akan membantu. Ternyata tidak. Tak ada kabar sama sekali darinya, bahkan di saat ketiga perempuan ini berada di titik nadir....
Namun itu bisa dikatakan sebagai perjalanan menuju klimaks, karena semua tokoh dalam cerita ini akan mengalami asam-manis dan pahit-getir kehidupan ibukota sebagai masyarakat kelas kedua. Di status apapun, perempuan adalah warga kelas kedua yang takkan pernah setara dengan laki-laki.

Menjadi tinggi hati setelah menjadi pemain pipa nomor satu dan hampir masuk dalam jebakan


Jika kalangan pegawai pemerintah punya tingkatan status sosial sesuai dengan jabatan dan kebangsawanan, maka di kalangan saudagar - yang kelas sosialnya di bawah pegawai berpangkat terendah - juga punya tingkatan kelas sosial sendiri.
Dan mereka bertiga HANYA PEREMPUAN yang seharusnya puas di rumah saja. Hambatan demi hambatan, tentangan demi tentangan, mereka selesaikan dengan baik. Tentu saja sebagiannya memang mendapat bantuan dari luar.
Mereka juga mendapat ujian percintaan yang memberi rasa getir dan giris. Sangat terlihat bagaimana perubahan mereka menjadi sosok yang lebih kaya hati dan dewasa. Pada akhirnya mereka menemukan jodoh terbaik setelah mengalami patah hati dan belajar menerima kondisi sendiri.
Qianfan yang bersinggungan dengan mereka juga menjadi sosok yang lebih manusiawi bahkan bisa mencintai seorang perempuan dengan tulus. 


Review A Dream of Splendor (Kemegahan Mimpi)

Drama A Dream of Splendor (Kemegahan Mimpi) termasuk drama yang bagus dan jangan dilewatkan. Layak ditonton ulang berkali-kali untuk memahami kehidupan di masa lampau. Kehidupan yang jarang ditampilkan di drama/film/novel. Salah satu permata yang sayang jika tidak dinikmati. Setting-nya adalah ibukota Dinasti Song sekitar tahun 1000an.


Masa ini dikatakan sebagai masa peradaban paling maju. Berbagai budaya berkembang dengan sangat pesat. Memang cocok sekali untuk setting drama ini. 
Penonton juga diperlihatkan dua moda transportasi yaitu darat dan sungai. Beberapa bangunan publik dapat dijangkau melalui sungai dengan perahu-perahu kecil. Mau ke pasar atau pelabuhan juga naik perahu.
Menurut Yang Yang sang sutradara, unsur air memang dibuat dominan karena drama ini mengisahkan perjuangan para perempuan. Mereka lembut namun punya daya untuk mengubah/mengikis sesuatu. Seperti alur hidup para perempuan di drama ini yang menguat sejalan dengan bertambahnya jumlah episode.
Budaya minum teh dan jenis-jenisnya serta teknik mengolah juga berkembang pesat di masa Dinasti Song, termasuk seni wastra atau seni fashionnya. Bahkan seni puisi juga sangat berkembang di masa ini, termasuk alat musik pipa dan notasinya.


Emansipasi perempuan di era Dinasti Song

Drama ini menyajikan perjuangan perempuan mendapatkan kebebasannya dan menentukan posisinya di masyarakat. Salah satu impian paripurna setiap wanita pada masa lalu di seluruh dunia adalah menjadi istri pejabat. 
Uniknya lagi, tak hanya kehidupan perempuan berbagai kelas, bahkan permaisuri - posisi puncak - juga digambarkan menduduki posisi puncak sebagai penguasa dunia. Setidaknya digambarkan saat sedang menanjak menjadi penguasa di Kerajaan Tiongkok lama. Permaisuri Liu adalah perempuan kedua dalam sejarah Dataran Cina yang menjadi pemimpin. 
Oh ya, sosok permaisuri yang hanya disebut nama memang sosok nyata dan cerita ini berdasarkan kisah nyata. Bahkan rumor monster topi juga ada dalam catatan sejarah, termasuk latar belakang sang permaisuri yang berasal dari rakyat jelata, penghibur pula. Ini adalah karya klasik Guan Hanqing, sang Shakespeare van Tiongkok.

review dan sinopsis lengkap A Dream of Splendor, Kemegahan Mimpi


Bagaimana dengan karakter tokoh utama A Dream of Splendor?
Pan Er cerdas dan selalu tegas. "Bù huì hòuhuǐ" atau tidak akan menyesal. Ia tidak akan menyesal melakukan apa yang ia yakini benar. Adaptif dan bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Bisa secara logis dan cepat menghilangkan kekecewaannya pada Ouyang Xu, lalu jatuh cinta pada Qianfan. Berpikir ke depan untuk mengembangkan bisnisnya tanpa pernah merasa, "aku perempuan, seharusnya santai saja di rumah." Berkali-kali ia diingatkan hal ini dengan keras namun ia tetap bandel. Bahkan membalas sesama pebisnis yang menjatuhkannya maupun bisnisnya dengan elegan. 
Crystal Liu memerankan sosok Pan Er dengan sangat apik. 
Bicara upaya berdikari Pan Er, Shiyiniang juga berdikari dengan caranya sendiri. Menjadi istri padmi pejabat tinggi era Dinasti Ming namun tetap bisa mengelola bisnis dan rumah tangga bangsawan yang rumit. Ada di drama The Sword and the Brocade.

Pertarungan politik kekaisaran dan kisah cinta

Qianfan punya identitas ganda. Ia adalah pegawai Organisasi Kekaisaran, sebuah kantor tim penyelidikan milik kaisar. Semua orang mengenalnya sebagai seorang Gu, atau anak dari keluarga Gu yang berbasis akademis. Beberapa keluarga Gu merasa ia jadi penghianat dan gelarnya sebagai Raja Neraka benar-benar mencoreng nama keluarga Gu.
Tapi ia tidak sendiri. Ibunya adalah putri dari keluarga Gu yang dikeluarkan dari silsilah keluarga karena menikah dengan keluarga Xiao yang dikenal sebagai penjilat pemerintah. Reputasinya sangat buruk. jarang ada yang tahu relasi antara Gu Qianfan dengan ayahnya Menteri Xiao, kecuali keluarga yang sangat dekat.


Menteri Xiao ini, baru menyebut nama saja banyak yang merasa jengkel, jijik dan benci. Pan Er salah satunya. Ayahnya meninggal karena ayah Qianfan ini. Dirinya dan ibunya juga dijadikan budak gara-gara dia. Namun Pan Er tidak tahu fakta ini. Qianfan juga baru tahu setelah episode ke 30-an.
Gu Qianfan sudah mantap menjadi rival ayahnya di pemerintahan, namun darah memang lebih kental daripada cairan lainnya. Ketika sang ayah dalam bahaya, ia menjadi anak yang berbakti. 
Ada satu pertanyaan yang menanti jawabannya di ending, yaitu peran Menteri Xiao di antara dua sekat drama, apakah protagonis atau antagonis? Apakah benar dia diam-diam memisahkan Qianfan-Pan Er atau fitnah dari barisan Menteri Qi? Saya cenderung ke jawaban kedua. Endingnya layak ditunggu. Kabarnya sih happy ending.

Karakter berkembang dan mimpi adalah hak semua orang

Drama ini termasuk yang memberikan kepuasan psikologis bagi penontonnya. Bukan karena pemainnya papan atas namun karena kemistri antarpemain sangat bagus. Ada proses pendewasaan yang berlangsung sepanjang episode. Sebut saja beberapa di bawah ini:
  1. Pan Er bergerak dengan dinamis dari seorang pemilik kedai teh yang yakin dirinya akan segera santai di rumah sebagai istri pejabat, menjadi seorang pebisnis ulung di ibukota. Ia tak segan menolong sesama pebisnis yang berkali-kali menyusahkan kedai tehnya. Satu yang perlu di-bold adalah dia selamanya tak mau jadi selir. Lebih baik putus pertunangan yang menguntungkan daripada kalah dan berbagi suami. Lebih baik jadi pebisnis daripada menjadi selir kesayangan seorang pejabat yang dia cintai setulus hati.
  2. Sanniang, melembut hatinya setelah peristiwa ditolak oleh anaknya yang sering ia kejar-pukul agar mau belajar giat. Ia juga ingin seperti Pan Er, santai di rumah sebagai ibu dari seorang pejabat. Kekerasan tekadnya berbuah dicerai dan ditinggalkan oleh keluarga yang dicintai. Di ibukota ia menjadi lebih berpikiran terbuka, bahkan menjadi calon istri pejabat baik yang ia idamkan.
  3. Song Yinzhang adalah penghibur resmi kerajaan yang dekat dengan Pan Er bahkan menjadi kakak-adik yang saling menjaga. Ia yang paling muda dan punya sifat tak mau kalah. Pan Er akan jadi istri Ouyang Xu, maka dia segera menerima pinangan Zhou She, bahkan melarikan diri dari Divisi Musik Kerajaan di Hanzhou. Setelah terbebas dari suami pertama ia segera jatuh pada pejabat jahat bernama Sen Ru Zhuo dan hampir saja dijual ke menteri tua yang cabul. Pada akhirnya ia menjadi sosok yang tegar dan bisa membela dirinya sendiri meskipun cenderung kejam.
  4. Gu Qianfan adalah Raja Neraka yang sangat menakutkan. Tahanan bisa langsung pingsan hanya melihat kelebatnya saja. Ia menjadi lebih manusiawi setelah melakukan perjalanan dengan Pan Er, bahkan jatuh cinta padanya. 
  5. Ouyang Xu, sejak awal adalah sarjana yang lemah. Namun ia juga mudah berbohong. Ia mendapatkan karmanya gara-gara kesalahan pengurus rumahnya sehingga dijauhkan dari ibukota. Demi kembali ke statusnya, ia menjilat Menteri Qi yang jahat. Dari sarjana lembut hati namun licik, ia menjadi pejabat yang kejam. 
  6. Chi Pan atau Chi Yan Nei, pengusaha kaya raya yang bahkan tak tahu jumlah hartanya. Sangat kekanak-kanakan dan selalu mengganggu Pan Er hanya karena kalah jumlah menyundul bola takraw tanpa sengaja. Di akhir cerita ia menjadi pendukung utama Pan Er dan bersama-sama mewujudkan kenangan masa kecil mereka terhadap sebuah rumah hiburan masyarakat yang telah lama sirna.
  7. Zhang Hao Hao, penghibur yang sangat terkenal karena suaranya. Kaisar bahkan memberinya titah melakukan semacam karnaval dan ini penghargaan tertinggi. Ia sombong dan merasa berkuasa. Kedatangan Song Yinzhang menurunkan pamornya. Setelah pergulatan batin (tentunya), ia memutuskan menjadi istri pejabat di daerah yang jauh dari istana. Suaminya berjanji dia akan jadi istri satu-satunya, tak ada lagi selir. Ia bahkan menyelamatkan Yinzhang dari jebakan Sen Ru Zhuo.

Dan masih banyak lagi..... Hebatnya lagi, perkembangan psikologis para tokoh ini juga diikuti dengan acting yang sesuai dengan prosesnya.

Sanniang memaksa anaknya belajar agar kelak jadi pejabat

 
Kalau dibuat prosentase, kebanyakan mimpi para perempuan di atas adalah menjadi istri pejabat, ya? Ya memang pada saat itu, mimpi yang satu ini adalah puncak dari segalanya. 
Namun seiring dengan waktu mereka berkembang dan menjadi sosok yang mandiri. Mereka tak mau lagi masuk dalam konstruksi sosial yang mendewakan jabatan pemerintahan.
Mereka mengganti mimpi mereka menjadi "berdikari". Membuktikan bahwa perempuan bisa mendapatkan status terhormat dengan usaha sendiri, bukan karena posisi suami. Mereka juga mengembalikan kenangan warga ibukota tentang sebuah tempat hiburan terakbar di kota yang menyatukan semua warga tanpa kasta dengan jelas, saat Pan Er dkk membuat restoran bersama Chi Pan. Kenangan Pan Er-Qianfan-Chipan saat masih kecil diwujudkan dalam restoran tersebut.

mimpi adalah milik semua orang - A Dream of Splendor, Kemegahan Mimpi Adalah Hak Semua Orang


Data sejarah

Drama A Dream of Splendor atau Kemegahan Mimpi atau Meng Hua Lu punya beberapa irisan sejarah yang memang terjadi. Tapi sosok Pan Er dkk tentu saja adalah fiktif. 

1. Perempuan Pemimpin

Drama ini dimulai dari beberapa peramal yang disiksa karena memberikan ramalan tentang akan munculnya pemimpin atau kaisar perempuan. Di masa Kaisar Zhengzong ketiga, tepatnya tahun 1019, memang pernah ada kemunculan Venus di siang hari. Fenomena itu diartikan kemunculan perempuan sebagai pemimpin.
Rumor itu muncul karena kaisar sakit dan Permaisuri Liu'E mulai mengambil alih karena putra mahkota masih kecil. Status permaisuri versi asli memang rendah, mantan penghibur. Hal ini diketahui sejak awal oleh banyak pengikut kaisar, termasuk kaisarnya sendiri. 
Namun memang, ada kekhawatiran jika kelak permaisuri berkuasa, ia akan menjadi Wu Zetian kedua. Wu Zetian adalah kaisar wanita (maharani) pertama dalam sejarah Tiongkok pada masa Dinasti Zhao, berkuasa tahun 609-705.
Dan memang pada akhirnya sang permaisuri menjadi wali bagi suaminya (Kaisar Zhenzong) selama sakit dan berlanjut menjadi wali bagi putranya (Kaisar Renzong). ia menjadi penguasa Dinasti Song dari tahun 1020 - 1033. 

2. Perseteruan dua menteri

Upaya mencegah kenaikan Permaisuri Liu'E memunculkan perseteruan antara dua kubu menteri: pendukung permaisuri dan pengusul kaisar kecil. Keadaan ini di drama A Dream of Splendor dijadikan latar perseteruan antara ayah kandung Gu Qianfan (Menteri Xiao - Kubu permaisuri) dengan Menteri Ke Zheng (pendukung penobatan putra mahkota) yang dilengserkan. 
Itu lho, menteri yang memberi goresan "Gigih" di pipanya Yinzhang ini di drama dikenal sebagai menteri yang lurus. Dengan sendirinya meletakkan Menteri Xiao sebagai menteri jahat. Namun (tebakan saya) Menteri Qi Mu lah yang menyulut api itu, yang membuat perseteruan dua kubu.
Dalam catatan sejarah memang terjadi perseteruan antar dua kubu dipimpin oleh kanselir Ding Wei (anggap saja Menteri Xiao) dan Kanselir Kou Zhun (Menteri Ke). Memang terjadi pergantian kanselir dari Kou ke Ding, sebagaimana naiknya Xiao melengserkan Ke.

Penghibur pada masa dinasti song
Visualisasi penghibur pada masa dinasti song





3. Kisah hidup Pan Er

Gu Qianfan menjauhi Pan Er setelah tahu pertautan sejarah keluarga Xiao dan Zhao. Pan Er mengatakan bahwa ayahnya 
mati saat perjalanan menuju pengasingan. Ayahnya pemimpin pasukan Ningbian. Ia tiba-tiba ditangkap dan anak-istrinya dijadikan budak. Status Pan Er dari anak pejabat tingkat 7 menjadi budak penghibur di Hangzhou. 
Menurut penyelidikan Qianfan dikatakan, 
"Pada hari ke-27 bulan ke-12, Inspektor Zhao dari Provinsi Hebei membuka gerbang kota Dongguang dan membunuh Beirenjie. Sekretaris Xiao Qin (ayah Qianfan saat itu), pelapor dan pemberi hukuman."
Jadi memang bisa dikatakan ayah Qianfan yang membunuh ayah Pan Er. Namun kenapa pula hanya membuka gerbang dan membunuh seorang Beirenjie bisa dihukum sekejam itu?
Karena pada tahun 1004 baru tercapai perundingan damai antara Negeri Liao dengan Negeri Song setelah bertempur selama bertahun-tahun. Mau bilang ratusan tapi tidak tahu tepatnya. Dan coba tebak, siapa pemimpin Dinasti Liao? Xiao Yanyan yang saya tulis di artikel Legend of Xiao Chuo
Jadi, pada saat semua harus tahan napas, tahan dendam, ayah Pan Er membunuh seorang Liao, sehingga hukumannya amat sangat berat. Salah siapa, dong??
Jawab di komentar ya. Saya sudah capek menulis. Hehehe.

Bagaimana pendapat sobat Cakrawala tentang drama A Dream of Splendor, Kemegahan Mimpi, atau Meng Huo Lu ini? Beritahu ya....

9 Komentar

  1. Bener banget sering nemu kisah drama china maupun Korea yang memang terdapat perbedaan kasta seperti ini. Hemm, kayak kalau bukan dari anak bangsawan ga akan bisa belajar atau pun naik kasta. Menarik ini ceritanya, terima kasih reviewnya!

    BalasHapus
  2. Menarik banget plotnya, jarang-jarang di masa-masa dinasti ada perempuan yang mau hidup mandiri. Semoga happy ending biar penonton gak kecewa

    BalasHapus
  3. Pas jaman kerajaan kayaknya kasta emang selalu yang paling utama. Padahal kan siapapun boleh bermimpi ya.
    Reviewnya menarik. Bikin aku yang nggak terlalu suka drama tentang kerajaan jadi tertarik buat nonton.

    BalasHapus
  4. nonton drama yang tema kerajaan seperti ini kita jadi bisa belajar juga dong ya sejarah masa lalu.
    udah lama nih gak nonton drama tema kerajaan gini mau nonton juga aah di We Tv kan ya? :)

    BalasHapus
  5. Kalau nonton drama emang enak yang on going tapi udah mau habis jadi kalau suka dan penasaran nggak lama banget nungguinnya. Drama china apalagi yang kerajaan emang seru karena selain menampilkan sejarah dan budaya juga ada intrik drama romansanya.

    BalasHapus
  6. membaca reviewnya kuat namun melihat secara visual belum pernah. Ketinggalan namun masih bisa terobati dengan membaca.

    BalasHapus
  7. aduh lama kali aku ga ntn series asia kecuali korea, masukin watching list duluuuhh,,, visualnya keren bgt ya mba, makasih reviewnya

    BalasHapus
  8. Waaah aku Maju mundur mau lihat drama ini mbak. Ternyata sebagus ini ya, wkwkwk Aku tuh suka banget juga drama china kerajaan gini

    BalasHapus
  9. Kalau main kasta memang tidak adil. Tapi itu zaman dahulu saat pendidikan tidak semaju zaman sekarang. Sekarang sudah lebih luas. Beruntungnya di negara kita gak ada kayak gitu.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)