Memulai Usaha dari Bahan yang Ada di Sekitar Kita

Memulai usaha dari nol? Bisa, kok. Ini yang dilakukan oleh suami saya. Namanya Indra. Dia melihat banyak papan kayu jati di brak atau tempat kerja tetangga, dan boleh dibeli satuan. Istilahnya ditempil. Maka, ia pun memulai usaha dari bahan yang ada di sekitar kami, yaitu potret jati. 

Memulai Usaha dari Bahan yang Ada di Sekitar Kita


Usaha ini tergolong unik karena seperti melukiskan wajah di kayu jati namun bukan dilukis. Terlihat seperti lukisan jika dilihat dari jauh. Sobat Cakrawala Susindra sudah penasaran?

Sedikit cerita asal muasalnya.

Awalnya, untuk persiapan Festival Literasi Jepara II, bulan September 2016. Festival ini biasanya diadakan bulan kesembilan, sekaligus mengadakan khol (peringatan kematian) ibu pengandung DNA literasi, siapa lagi kalau bukan kita Kartini. Saat itu, rumah belajar di dekat kami, yaitu Rumah Belajar Ilalang, akan mengadaan event akbar dengan mengundang Kang Maman dan Wagub Jateng, Gus Yasin. Nah, suami dan pemuda lokal kebagian membuat souvenir. 

Suami saya sudah biasa membuat sandal ukir yang kami sebut sandalart. Wajah yang diukir di sandal menurut kami istimewa karena terlihat hidup. Akan tetapi dia males banget karena banyak yang bilang, "Wajah kok diinjak." Dia lelah menjelaskan bahwa sandal hanyalah media, dan sandal ukir adalah hiasan dinding berbahan sandal.



Namanya seniman... perasaannya halus. Peka. Eh, dia yang tak pandai menggambar/melukis dengan kuas/pena/pensil ini, apakah bisa disebut seniman? Seniman kontemporer atau seniman digital? Hahaha. Entahlah. Dia lebih pandai menggambar dengan mouse dan komputer, meski gambar tangannya juga lumayan. Tidak istimewa tapi bisa dinilai baik.

Oleh karena kami tinggal di area pengukir, maka kayu jati lebih mudah didapatkan. Bahkan kala itu dihibahkan. Boleh ambil sesukanya, untuk event akbar di RT kami. Dukuh kecil didatangi orang besar, tentu auranya beda. Dan.... konsep sandal ukir dipindahkan ke kayu jati. 

Itulah awal mula Potret Jati tercipta. Saya memberi nama "Potret Jati" pada invoice pembelian pertama.

Acara tersebut sukses besar, alhamdulillah. Dan sejak saat itu ada saja satu dua pembelian Potret Jati. Sebagian besar dari kantor pajak Jepara. Sejak 2016 sampai sekarang, setiap ada mutasi pegawai, pasti memesan Potret Jati kami untuk kenang-kenangan kantor. Beberapa dinas juga memesan namun hanya 1-2. Konsep kenang-kenangan purna tugas dengan sentuhan personal memang belum viral di antara kita. 

Kriya jati kami ini juga dipesan untuk salah satu centerpiece pernikahan. Lebih istimewa daripada foto besar saja. 


Memulai usaha dari Nol

Di atas saya sudah menceritakan tentang Potret Jati kami, sebagai sallah satu contoh memulai usaha dari bahan seadanya. Memulai usaha dari nol. Dari keahlian menggambar suami dan bahan yang ada. Sebagai ilustrasi saja, seperti ini modal usaha yang dikeluarkan oleh suami


1. Mengolah foto pemesan

Potret jati menggunakan foto orang yang ditarget, misalnya foto keluarga, sahabat, kolega, pengantin, dll, yang jelas foto orang. Pengolahan foto menggunakan laptop yang biasa kami pakai bersama. Biasanya butuh waktu sebentar jika fotonya bagus. Tapi itu bonus. Kadang susah payah, terutama jika fotonya terlalu kecil, nge-blur, hasil candid, atau memakai beautification level maksimal. Ada juga yang memesan tanpa diberi mata.

Foto tersebut dibuat seriil mungkin.

Biaya yang dikeluarkan: Rp0,- ditambah kopi dan listrik.






2. Mencetak foto

Proses pembuatan gambar biasanya malam hari dan baru di-print setelah mendapatkan persetujuan pemesan. Kadang kala pemesan ingin dipercantik dengan mengurangi lipatan/garis alami wajah. Untuk cetak foto, kami udah punya printer sendiri. Sebelumnya, kami mencetakkan di luar.

Biaya: Rp1000,-


3. Menyiapkan kayu

Kayu jati biasanya disiapkan langsung sebelum memulai menggambar. Kadang baru sekadar ngincup alias bilang ke pemiliknya, "Pak, nanti saya beli kayu yang ini. Pinggirin, ya."

Daan... modal kayu pun sudah ada, tanpa biaya awal, karena dibayar setelah pembayaran. Oh ya, untuk kayu, ada dua tipe, pembeli biasa dan pembeli premium. Tak mungkin menyamakan kedua pembeli ini, karena berbeda tipe. Sama seperti memilih gawai, ada yang maunya low end, ada yang maunya high end. 

Bedanya ada pada kayu yang digunakan.

Biaya: Rp.... (rahasia produksi)


4. Membayar pembobok

Bagian ini sudah dikerjakan oleh orang lain. Oleh ahlinya. Dan di antara 3 ahli yang kami kenal, hanya satu yang bisa melakukan dengan baik, dan dua yang melakukan dengan supervisi ketat. Dikancani, istilahnya

Tidak mudah memotong kayu dengan mesin, yang tingkat kesulitannya sangat tinggi. Tak boleh bergeser 2 mili meter pun. Iya, itu batas toleransi, atau akan terjadi pengulangan produksi kembali. Tentu bisa dibayangkan potensi kerugiannya jika mengulang. Dan ini pernah terjadi.

SDM yang satu ini kami sadari saat akan membuat Potret Jati pertama kami. Waktu itu suami sedang menemani pemuda yang membuat ukir kerawangan untuk sketsel. Ukiran kaligrafi. Dan ting! ide itu muncul.

Kami tinggal di sentra pembuatan pintu gebyok, gebyok pernikahan, sketsel rumah tangga, dan semacamnya.

Suatu kebetulan, kan?

Biaya: Rp.... (rahasia produksi)




Tips memulai usaha dari nol

Kalau ada yang tanya, uang 50 ribu untuk usaha apa? Jangan susah menjawabnya. Tanyakan saja di sekitarnya ada apa saja. Tak ada yang tidak mungkin. Seperti cerita awal mula usaha Potret Jati kami, juga dari mengamati SDA dan SDM di sekitar kami.

Berikut ini tips memulai usaha dari nol:


1. Amati masalah di sekitar kita dan tawarkan solusinya

Dunia di sekitar kita sebenarnya menyimpan potensi masalah yang tidak ada habisnya. Ada tetangga yang ingin beli pulsa/bayar cicilan/beli token listrik tanpa keluar rumah. Ada tetangga yang suka makan ga suka memasak, ada tetangga yang malas mencuci-setrika, dan banyak ragamnya. Tawarkan solusi. Pssst... bahkan di sini ada tetangga yang menawarkan jasa membelikan barang di e-commerce, lho, karena ragamnya kaya dan harganya sangat murah. See... amati dan beri solusi.

Tahu, tidak, kalau SDA. SDM, masalah dan solusi, mereka berkelindan dengan mesra

 

2. Amati SDA dan SDM di sekitar rumah sebagai modal usaha

Apa saja kekayaan SDA dan SDM di sekitar, tentu menyesuaikan tempat tinggal. Kebetulan kami tinggal di lokasi pengrajin dan pengukir kayu jati. Sehingga, lahirlah Potret jati.
Ada teman saya yang tinggal di pesisir dan dari SDA-SDM yang ada, ia menjual ikan segar hasil tangkapan suaminya. Hasilnya? Laku keras! 
Siapa yang tidak mau memakan ikan laut yang baru dengan kualitas baik, dan tanpa keluar rumah. Cukup wapri, transfer, dan tunggu bang ojol di rumah. Ini salah satu cara membuka usaha sendiri di rumah.
Oh iya, untuk yang satu ini, saya juga punya usaha tambahan yaitu berkebun dan menjual bunga serta sayur di e-commerce. SDA dan SDM lokal juga. 
Coba amati sekitar, ya, dan beri mereka solusi. Ini penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ingin memulai usaha. Juga kunci sukses mulai dari nol. SDA/SDM akan memotong sebagian besar kebutuhan modal kita.

3. Kreativitas adalah modal

Bingung mau usaha apa ya? Cobalah amati, apa sih keahlian kita? Apa hobi yang bisa diuangkan? Apa yang tidak bisa? Kalau prinsip saya, hobi yang stagnan, tidak menambah kemampuan dan tidak menghasilkan uang perlu ditinggalkan. Hobi yang menghasilkan keahlian dan uang harus diteruskan. Bahkan hobi memasak nasi goreng juga bisa diuangkan.
Hobi yang membuat kita semangat menambah keahlian dan kreativitas adalah hobi yang harus ditekuni, dan inilah modal usaha kita yang paling utama. Hobi tersebut akan membuat kita bahagia saat melakukannya, membuat kita ingin eksplorasi lebih banyak, dan membuat kreativitas baru yang unik.
Jadi, kreativitas yang unik adalah modal usaha dari nol kita.

4. Menentukan target pasar

Pada siapa kita menjual? Tentu pada orang yang membutuhkan. Dan percayalah, semua orang selalu merasa dirinya membutuhkan ini itu. Juga merasa tertarik membeli ini itu. Setiap orang dengan segala permasalahannya dan bagaimana ia mengatasinya. 
Usaha apapun perlu menentukan target pasar sebelum memulai. Mudahnya, kenali ini:
a. Apa yang sedang tren atau sedang dibutuhkan?
b. Siapa yang butuh?
c. Bagaimana menjangkau mereka?

Tren di atas tidaklah saklek karena menurut saya tren bisa dibuat dan bisa cepat digantikan oleh yang lainnya.




5. Mengelola keuangan dengan baik.

Mengelola keuangan dengan baik adalah PR sebagian besar pelaku usaha kecil dan mikro. Percayalah, saya sudah malang melintang sebagai pelaku usaha mikro dan masih menjadi miro karena pengelolaan keuangan yang tidak tepat. Dahulu saya selalu mencampurkan uang modal dengan uang rumah. Ini perilaku yang sangat buruk dan terlambat saya ketahui.
Sekarang? Sudah lebih baik. Saya dan suami udah punya 4 rekening bank dan melakukan pembukuan sederhana. Cara ini sudah bagus namun masih ada yang kurang, karena tidak secara menyeluruh melihat potensi keuangan baik potensi baik maupun sebaliknya. Kita perlu melakukan pengelolaan keuangan dengan lebih baik. Solusinya adalah memakai software kledo.com.

Sofware akuntansi Kledo

Kledo adalah software akuntansi online yang membantu mengelola purchasing, invoicing, inventory dan menganalisa performa bisnis dengan lebih baik. Ada 30 bentuk laporan keuangan dalam satu aplikasi. Tak harus instal aplikasi, Kledo juga bisa diakses dengan komputer yang dapat terkoneksi dengan internet. 

Semua serba online, dan Kledo menjamin keamanan setiap pengguna, mulai dari ikon kunci, data yang disimpan secara terpisah, dan penyimpanan berbasis cloud. Sesuai dengan tagline-nya: Kledo Berhati Nyaman. Tagline ini entah kenapa membekas di otak saya. 



Software yang satu ini menawarkan cara mudah pengelolaan bisnis dengan fitur-fitur yang lengkap. Data yang ada akan direpresentasikan dalam bentuk grafik dan bagan yang mudah dipahami di Beranda pengguna. Jadi akan langsung ketahuan seperti apa kondisi bisnis secara real time. Dari yang serba konvensional, menjadi bisnis yang bankable, auditable dan mampu bersaing di kancah nasional. Mau?

Kledo dan UMKM seharusnya berteman baik. Kenapa? Karena Kledo membantu pelaku UMKM untuk mencatat dan memantau perkembangan bisnis mereka dengan lebih sistematis. Tak hanya mudah diakses akan tetapi juga menyediakan berbagai data yang dibutuhkan. Data tersebut tersaji dengan grafik yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga akan menunjang para pelaku UMKM untuk membuat keputusan bisnis penting.

Keuntungan memakai Kledo adalah:

1. Mengetahui kesehatan usaha/bisnis melalui arus kas

Berapa arus kas bersih? Ke mana larinya dana perusahaan? Di mana kebocoran dana dan apa yang bisa dilakukan? Dari laporan arus kas akan terlihat. 

2. Tahu kondisi kesehatan keuangan 

Seperti penjelasan di atas, kesehatan usaha akan terlihat melalui data yang ditampilkan. Apakah kesehatannya bagus atau sudah terkena kanker alias kantong (kas) kering? Seberapa bahaya jika ternyata keuangan defisit dan apa solusinya akan dengan cepat dapat diputuskan.

3. Tahu laba bersih kita

Software yang satu ini akan menunjukkan laporan profitabilitas alias laporan laba. Beberapa rasio laba dapat dengan cepat diketahui, misalnya asio laba bersih berbanding penjualan (net profit margin), rasio laba kotor berbanding penjualan (gross profit margin), rasio laba operasi berbanding penjualan (operating profit margin), rasio pengembalian ekuitas (ROE), dan rasio pengembalian aset (ROA).



4. Mudah dalam melakukan penagihan

Sudah pernah bikin invoice? Kledo punya 50 bentuk invoice yang bisa dipilih sesuai bentuk usaha kita. Juga ada puluhan contoh purchase order. Contoh-contoh di atas memudahkan kita dalam melakukan penagihan ke pembeli, dan tampak profesional.

5. Mudah diakses pengguna

Mudah diakses pengguna yang memilikinya Ini kelebihan utama Kledo yang bisa diambil, bahkan pemilik usaha skala mikro (atau nano?) sekalipun. Data yang ada sudah berbasis cloud, sehingga tidak perlu instal aplikasi di smartphone atau komputer. Jadi, kenapa tidak pakai Kledo saja?

Kesimpulan

Memulai usaha dari nol? Memulai usaha dengan uang 50 ribu? 300 ribu, atau sedikit di atas satu juta? Semua bisa dilakukan. Coba amati sekitar kita; dunia dengan segala permasalahannya. Amati dengan segala empati agar tahu apa yang dibutuhkan dan bisa kita berikan solusinya. 
perhatikan juga kekayaan SDA dan SDM di sekitar kita. Mereka juga menunggu uluran tangan kita. Potret Jati yang menjadi usaha suami adalah contoh yang bisa saya berikan.
Oh iya, penasaran dengan harga Potret Jati kami? Harganya mulai dari Rp350.000,- untuk per 1 orang, dan bertambah sesuai jumlah orang yang ada di dalam frame, karena otomatis menambah ukuran lebar dan tingginya. Juga bisa berbeda jika pemesannya ingin kayu jati kualitas tertentu.
Sedang cari inspirasi lainnya? Beberapa tulisan saya tentang finansial pasti menarik dan solutif. Selamat membaca....

40 Komentar

  1. Aq penasaran sama sandal jepit ukirnya mbak, kayaknya lucu banget buat kado ya biar keliatan beda dari yang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, dulu laris sekali. Ada yang dikirmkan fans pada artis kesayangan mereka juga. Tapi pembuatnya sudah pundung alias ga mau bikin lagi kecuali harganya cocok. Hihihi

      Hapus
  2. Kledo emang software akuntansi terbaik yang wajib dipakai pelaku usaha. Thank you Mbak udah review Kledo

    BalasHapus
  3. Memang membuka usaha tuh diperlukan mental baja dan semangat yg ngga boleh kendor ya Mbaaa
    Alhamdulillah ada KLEDO yg bisa memudahkan perjalanan para wirausahawan.
    karena software akuntansi tuh hal yg sangat urgent dalam lika liku kancah bisnis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inspiring banget nih mba,
      semoga bisa memotivasi para pegiat UMKM yak
      Semangattt, semangaaattt!

      Hapus
  4. Keren, UMKM dengan disukung Kledo. Mbak, aku pengen punya usaha sendiri juga tapi aku orangnya nggak kreatif sih. Nggak sabaran juga. Apalagi kalau produk yang ada masa expired nya itu berarti kan harus diuji coba pribadi dulu dalam jangka waktu tertentu ya tingkat ketahanannya?

    BalasHapus
  5. Klo orang kreatif bahan apapun dapat menjadi suatu hasil karya yang brilliant gak semua orang bisa melukis seperti itu diatas media, keren ya

    BalasHapus
  6. Hari gini ya Mbak. Harus cerdik memanfaatkan peluang usaha. Cari yang dibutuhkan pasar tapi tetap dengan mempertimbangkan kemampuan kita.

    BalasHapus
  7. Semoga lancar, ya kak usahanya. Jadi orang kreatif itu dibutuhkan di masa seperti ini. Gimana caranya untuk melihat peluang usaha. Semoga aku juga menemukan peluang usaha yang sesuai dengan kemampuan.

    BalasHapus
  8. Masya Allah...keren banget usahanya Mba. Semoga lancar dan berkah. Orang seni emang biasanya berhati lembut ya. Software Kledo ini membantu banget ya bagi para pegiat UMKM.sangat membantu dalam proses pengelolaan usaha.

    BalasHapus
  9. Wah keren banget mba potret jatinya, usahanya di mulai dari nol dengan ide yang kreatif. Sayang banget sandal ukirnya tak dilanjutkan. Setuju banget kalau punya usaha tuh manajemen keuangan/pencatatan keuangan harus rapi. Untung sekarang ada software akuntansi seperti Kledo ya :)

    BalasHapus
  10. Wuih salut dengan kreativitas Mbak Susi yg bisa melihat peluang di sekitar menjadi usaha yang berjalan sampai sekarang. Ditunjang dengan berbagai tips nya saya yakin usaha dan bisnisnya ini akan terus berkembang. Sukses selalu ya Mbak ...

    BalasHapus
  11. Point mengamati masalah di sekitar kita penting sekali ya kak untuk mencari banyak peluang usaha UMKM. Nah, memang sih ini butuh kejelian, tapi kalo bisa dipelajari dengan baik tentu akan semakin menambah peluang2 baru untuk bisnis selanjutnya.

    Makasih kak Susi atas artikel di atas, sudah saya baca dan alhamdulillah jadi melek usaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya kalo beberapa usaha Mas Wahid didukung sama software akuntansi kayak Kledo bakal lebih maju lagi nih mas, pencatatannya.

      Hapus
  12. mbak susi kreatif
    bisa memanfaatkan peluang yg ada di sekitar y mbak
    sukses terus buat usahanya mbak

    BalasHapus
  13. Usaha Bu Susi dan suami untuk kerajinan kayu, daku pernah lihat di Instagram. Lanjutkan terus ya Bu, insya Allah banyak kelancaran dalam bisnis tersebut

    BalasHapus
  14. Saya suka kerajinan kayu. Bagus banget sandal ukirnya. Cetak foto terus dibikin ukiran kayu
    Keren Mba. Berapa ini biayanya Mba?

    BalasHapus
  15. Aduh aduh, sandal ukirnya masya Allah. Swallow pun jadi berkelas ini mah. Namanya juga unik mba, Sandalart. Benar-benara darah Jepara ini Mba Susi dan suami.

    Kalo Mba Susi dan suami saja sukses memulai usaha dari nol, kenapa yg lain gak bisa ya kan? Apalagi tipsnya langsung diberikan orang yang pernah menjalaninya. Biasanya bener tuh, paling ribet mengelola keuangan. Urusan yang satu ini bisa kita permudah dengan menggunakan software akuntansi, seperti Kledo. Terima kasih Mba Susi.

    BalasHapus
  16. Aku setuju sekali kak, evaluasi dan pencatatatan bisnis sangat penting ya kak. Aku jadi penasaran pengin pakai Kledo juga, simple pakainya tetapi lengkap ya fiturnya.

    BalasHapus
  17. Setuju memulai usaha dari bahan sekitar kita, gali ide, kembangkan kreatifitas dan eksekusi. Apalagi jika usaha nanti pakai software aplikasi Kledo, pas sekali
    Potret Jati-nya keren, Mbak Susi.

    BalasHapus
  18. Masya Allah. Perjalanan merintis yang seru dari usaha Potret Jati ini. Mana konsepnya memang unik. Makanya kalau dijadikan souvenir saat purna tugas san lainnya ya pasti ngasih kesan yang luar biasa. Keren sekali Mba.

    BalasHapus
  19. Wih ini benar0benar butuh kreativitas tingkat tinggi euy
    Takjub aku lihat sendal jepit itu.Bagus bangeeet
    Dan ya bener banget, kalau mau buka usaha harus didukung dengan sistem akuntansi yang bagus sehingga semua pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan rapi

    BalasHapus
  20. Keren. Bahkan usaha dengan modal nol. Itulah klo kepercayaan sudah terbangun. Gambarnya bagus. Riil dan detil. Karya seni tinggi itu mah.

    BalasHapus
  21. Saya tertarik dengan lukisan jatinya mba. Kalau foto keluarga dilukiskan, berapa biayanya sekalian ongkirnya. Bisa nggak?

    BalasHapus
  22. Kreatif sekali, semangat terus menjalankan usaha lukisnya, barakallahu. Dan wajib punya ini aplikasi Kledo, software akutansi yang bisa bantu para UMKM mengelola keuangannya.

    BalasHapus
  23. Produknya bagus-bagus ya. Tangannya kreatif banget. Orang-orang yang beli atau dikasih kado dengan barang yang personal seperti ini pasti sangat senang.

    BalasHapus
  24. Keren Mas Indra ini, Mbak. Dasarnya emang kreatif ya jadi bisa aja menangkap peluang dari bahan yanag ada di sekeliling kita. Untuk sandal memang dilematis ya, di satu sisi hasilnya keren dan unik, tapi di sisi lain terasa tidak sopan sebab diinjak saat dipakai. Mungkin bisa diteruskan tapi sandal yang dilukisi cukup dipajang sebagai suvenir dan karya seni, ga perlu dipakai.
    Kalau kreativitas sebenarnya selalu bisa digali ya, apalagi kalau ada partner, bisa kolaborasi. Yang kurasakan sulit saat memulai usaha itu ya tertib administrasi. Bagaimana melakukan pembukuan yang rapi dan telaten, itu kendala utama. Kalau arus kas jelas, insyaallah bisnis bisa dicek kesehatannya. Makasih ya, jadi tahu soal Kledo. Solutif banget!

    BalasHapus
  25. Bagus mba potret jati nya. Untuk kenang2an atau kado. Bener banget bikin usaha jadi solusi problem sekitar kita. Syukur2 bahannya mudah di dapat. Wah aplikasi kledo ini memudahkan sekali

    BalasHapus
  26. Kalau orang kreatif dan jeli lihat lingkungan sekitar, bisa aja dapat ide untuk memulai usaha ya. Modal usahanya mungkin minim/murah, kreativitasnya ini yang mahal

    BalasHapus
  27. MasyaAllah banget mba Susi, multitalenta ya usaha yang dibangun bareng suami inia
    nggak mudah membuatnya lho. Yang masih saya pelajari juga nih soal administrasi keuangannya harus belajar telaten. Kledo keren nih.

    BalasHapus
  28. Berbisnis dengan bahagia karena dimulai dari apa yang disukai.
    Lalu menggunakan Kledo untuk mendukung kemajuan bisnis. Tapi ya, kak Susi...kalau mental wirausaha itu mashaAllah...tangguh dan selalu kreatif.
    Itu lo...yang priceless.

    BalasHapus
  29. Keren in, idenya kak
    Aku tertarik sama yang sendal itu. Kelihatan sepele tapi unik ya

    Yakin deh, kalau sendalnya berinisial foto gitu, gak bakalan ketuker sama orang. Apalagi kalau dibaw ke masjid. Pasti aman ��

    BalasHapus
  30. Klo orang kreatif bahan apapun dapat menjadi suatu hasil karya yang brilliant gak semua orang bisa melukis seperti itu diatas media

    BalasHapus
  31. Aplikasi Kledo ini banyak banget fungsinya ya mbak dan sebagai pemula seperti saya yang ingin menjalankan usaha kayaknya butuh nih KLEDO

    BalasHapus
  32. Tangan kreatif memang modal yang sangat besar bagi sebuah usaha craft berbahan dasar melimpah. Didukung tata kelola dan marketing yang baik, usaha pun bisa berkembang ya meski modal uangnya minim. Semoga sukses selalu untuk usaha suami.

    BalasHapus
  33. Aku sering lihat sandal ukir gitu. Menarik juga sih. Lumayan sih harganya. Karena ngukirnya itu sulit.

    BalasHapus
  34. Di masa pandemi gini banyak kerjaan yang dirasa sulit ya kak. Tapi jika berpikir lebih inovatif akan menemukan pekerjaan yang ramah dan bisa dilakukan meski pandemi sedang menggeliat sekarang.

    BalasHapus
  35. Bagus banget ya ukir-ukiran dari kayu itu dan harga nya juga premium ya ..karena dibutuhkan seni tingkat tinggi

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)