Kecewa dengan Ending Film Joy of Life!!!

Sudah lebih dari seminggu saya menahan diri tidak jengkel dengan ending film kolosal dari Negeri Tirai Bambu berjudul Joy of Life. Saya kecewa sekali, dengan akhir hidup sosok super genius dan berbakat seperti Fan Xian tersia-sia seperti itu. Ini benar-benar tamparan bagi saya.


joy-of-life-zhang-sinopsis-lengkap-susindra
Dua seteru utama. Menang siapa?

Eh, eh... menonton film saja kok sampai lebay, ada rasa tertampar-tampar gitu. Pengen bilang woles, Mbakyu... tapi saya tak bisa woles. Harapan saya terlalu besar pada film ini. Lebi tepatnya, saya tertipu dengan sinopsis film Joy of Life di Wikipedia. Harapan saya akan ada perang perebutan kekuasaan, dan Fan Xian yang pemberani, super genius dan ahli taktik ini akan berhasil melumpuhkan kekuasaan Kaisar Liu Yu yang kejam dan licik.

Film Mandarin Joy of Life, adalah film yang unik. Jalan ceritanya sangat sulit ditebak. Karakter beberapa tokohnya tidak mudah untuk disimpulkan tindakannya. Beneran, lho. Saya jarang salah tebak, tapi film ini mengajarkan pada saya agar jangan jumawa saat menikmati sebuah tontonan. Tonton saja dan nikmati. Tertawa lepas jika saatnya adegan lucu. ATau ikut meleleh saat menonton adegan romantis.


joy-of-life-zhang-ruoyun-dan-li-qin-sinopsis-film-cina-susindra



Sinopsis film Joy of Life

Fan Xian diperkenalkan sebagai putra tidak sah dari Fan Jian, seorang sekretaris kerajaan yang sangat dipercaya oleh Kaisar Liu Yu. Cap anak tidak sah melekat erat di dahi Fan Xian, membuat hidupnya ditempa dengan sangat berat. Contoh penderitaan Fan Xian terlihat saat guru pertamanya datang. Dia dengan kejam mengajari tentang racun, dan menjadikan Fan Xian kecil sebagai uji coba racun. Hasilnya sepadan, ia menjadi ahli racun seperti Fe Jie, gurunya. Fe Jie memberinya plakat penyidik kerajaan setelah proses belajar selesai. Rupanya, Fe Jie menyayangi Fan Xian seperti anaknya sendiri dan memberikan lebih, yaitu taktik, informasi mendalam tentang Dewan Penyidik kerajaan, bahkan menjadikannya sebagai penyidik lepas juga, dengan jabatan tinggi. Hal ini akan diketahui nanti.

Fan Xian muda dijodohkan dengan Lin Wan’er, putri tidak sah sekaligus pewaris toko modern bernama Neiku. Toko ini awalnya milik Ye Qingmei, ibunya Fan Xian. Dia tewas dan tokonya diambil alih sebagai sumber pendapatan kerajaan. Ibu Wan'er adalah Putri Utama kerajaan yang tidak pernah menikah secara resmi, sehingga Wan'er bukan anak sah, meski tinggal di istana, dan ayahnya, Perdana Menteri, mengakuinya sebagai anak.


joy-of-life-li-qin-lin-wan-er-sinopsis-susindra
Li Qin sebagai Lin Wan'er, gadis cantik yang setengah hidupnya tinggal di rumah perawatan istana.


joy-of-life-calon-mertua-fan-xian
Ibu Lin Wan'er yang kejam

Wan’er sakit-sakitan, lebih tepatnya TBC. Pada masa itu, penderita TBC tidak boleh makan enak sehingga harus berpantang beberapa makanan, salah satunya adalah ayam goreng. Saat mencuri ayam goreng di kuil, keduanya bertemu dan jatuh cinta. Hal ini membuat mereka berdua, yang tidak saling tahu identitas, berusaha keras membatalkan dekrit perjodohan mereka. Ibu Wan'er juga menolak perjodohan itu dan beberapa kali melakukan percobaan pembunuhan calon menantunya itu. Sang kaisar bukan tidak tahu. Dia hanya menyelamatkan Fan Xian saja, tiap kali ia berada dalam bahaya. Sekilas, ia tampak seperti anak kesayangan raja, meski tak ada hubungan darah. Dalang percobaan pembunuhan Fan Xian yang lainnya adalah putra mahkota. Fan Xian tidak boleh menikahi Wan'er dan menjadi pengurus Neiku. Itu intinya.
Oh ya, antara putra mahkota Li Chengqian dan pangeran kedua Li Chenghe sering berebut tahta dan saling mencari dukungan. Putra mahkota sebenarnya adalah putra ketiga. Dia menjadi putra mahkota karena ibunya menjadi ratu.


Wan’er menjadi gadis ayam goreng yang selalu dicari oleh Fan Xian. 

Fan Xian dan Wan'er kucing-kucingan, sambil berusaha membatalkan pernikahan. Beruntung sekali, akhirnya mereka bertemu dan berhasil meyakinkan kaisar agar tidak jadi melakukan pembatalan pernikahan. Banyak komedi romantis yang dieksplor dengan baik pada belasan episode awal. Setelah itu Fan Xian digambarkan makin berkibar sebagai calon petinggi tertinggi kerajaan. Dua pangeran saling memperebutkan dukungan Fan Xian, membuat sang raja jengkel. Perkiraan liar dia menjadi kandidat terkuat Kantor Penyidik atau malah menjadi perdana menteri sangat kencang. Reputasi baik Fan Xian bahkan sudah didengar oleh kerajaan Beiki yang menjadi rival abadi kerajaan.


joy-of-life-cheng-ping-ping


Makin lama, akan makin tergambar tentang misteri siapa sebenarnya Fan Xian, yang tampak tahu tentang benda-benda modern. Dia menyelidiki tentang ibunya, Ye Qingmei, sebagai dewi dari masa depan. Paman Yu, guru sekaligus pembantu setia ibunya yang sangat ganteng, supersakti, namun buta, membantu dia mengungkap fakta ini. 


Singkat cerita, Fan Xian memimpin misi diplomatik di negara Bei Qi atau Qi Utara. Dia harus memastikan pertukaran antara tahanan dua negara berhasil. Xiao En yang telah dipenjara selama 18 tahun akan ditukar dengan Yang Bingyun, mata-mata yang punya jalan panjang menuju istana. Perintah rahasia raja adalah membunuh Xiao En setelah pertukaran berlangsung.


joy-of-life-the-untammed
Yang Bingyun, diperankan dengan apik oleh XIao Zhan yang populer di film The Untammed

Xiao En sangat yakin bahwa Fan Xian adalah cucunya yang diculik dan dikabarkan dilatih sangat keras untuk menjadi musuh utama Kerajaan Qi Utara. Saya tebak, cucunya itu adalah Yang Bingyun.

Dari Xiao En, Fan Xian tahu bahwa ia adaah pewaris asli kerajaan, dan meneguhkan hati akan merebut kembali kerajaannya dengan taktik. Dia tahu takkan bisa menggunakan perang. Dia juga tahu, bahwa ibunya berasal dari masa depan. 

Endingnya? Fim ini hanya 46 episode. 

2 menit sebelum film tamat, hidup Fan Xian berakhir karena dikhianati oleh Yang Bingyun. Rupanya, perintah rahasia Yang Bingyun adalah membunuh Fan Xian sebelum memasuki perbatasan kerajaan Qing. 


Review Film Joy of Life

Film Joy of Life punya dua judul lainnya yaitu QΓ¬ng YΓΊ NiΓ‘n dan Thankful for the Remaining Years. Aslinya adalah adaptasi novel daring karya  Mao Ni yang terkenal sebagai penulis novel Xianxia. Dia menjadi pemenang polling most-anticipated TV dramas of 2017 di situs Weibo. Perusahaan Tencent yang membuat film adaptasi novelnya dan mengedarkan di WeTV dan iQIYI. Keduanya adalah platform menonton film Cina secara resmi, seperti Hooq atau Netflix.

Karakter Fan Xian, sang tokoh utama, diperankan oleh Zhang Ruoyun, digambarkan sebagai pemuda genius yang tak pernah lupa apa yang ia baca. Dia juga memiliki rasa kemanusiaan tinggi di zaman ketika harga manusia masih sangat rendah. Saling melenyapkan lawan atau teman untuk keselamatan pribadi. Tokoh seperti ini sangat langka. Kecerdasannya mengguncang kerajaan, sehingga ia menjadi kesayangan raja. Begitu kira-kira.

Aktris cantik, Li Qin, sangat baik mengimbangi akting Zhang Ruoyun. Xiao Zhang yang muncul di 6 seri terakhir juga membuat para penggemar film Mandarin terpukau, seperti biasa. Maklum... memang aktor paling top tahun 2018-2019 ini. Ohya, saya sdah membuat sinopsis salah satu film Xiao Zhang berjudul Jade Dinasty atau The Legend of Chusen. Film ini yang versi layar lebar lho ya, yang versi film layar kaca (seri) direncanakan tayang bulan Maret 2020 ini dengan judul The Legend of Chusen III. SUdah ta sabar mencari film dan sinopsisnya? SAMA!

Jika penasaran dengan film ini, bisa menonton di WeTV dari Tencent. Seru banget, sih. Ada 2 film di sana yang menarik minat saya. Kebetukan kok sama-sama berkaitan dengan tokoh dari masa depan. Saya sedang menonton "Dreaming Back to Qing Dinasty" yang berlatar Kerajaan Qing pada masa Manchuria. Sejarah kerajaan di Cina memang amat sangat panjang, dan meliputi beberapa kali pergantian suku dan dinasti. Saya beberapa kali menonton yang berlatar sebelum masehi.

FIlm Joy of Life sangat enak ditonton kala senja, ingin kala ingin relaks setelah bekerja berat seharian. Ada unsur komedi yang renyah, sastra yang lezat, tokoh dan karakter kuat, serta dukungan sinematografi yang indah. Arsitektur rumah ala Cina pada masa lampau sangat memanjakan mata. Itulah mengapa saya sangat suka nonton film Mandarin karena pakaian, pemandangan, silat, dan arsitektur indah selalu memanjakan mata.


arsitektur-rumah-rumah-indah-di-cina-dalam-joy-of-life

Jangan lupa visual efek dan adegan menarik. Misi saya menonton santai sering tidak berhasil karena selalu memancing keingintahuan. Kadang saya kebablasan menonton 3 episode dalam 1 hari, bahkan bisa lebih. 

Eh iya, film ini mendapat banyak pujian pada alurnya, komedinya, pemerannya, sinematografinya dan spesial efeknya. Memang istimewa dan tak biasa.

Latar waktu atau setting film sekitar tahun 438. Eh? Kok tahu? Kuncinya ada pada nama dinasti yang menguasai kerajaan. Latar film ini adalah era Dinasti Liu Song (420 – 479), 18 tahunan setelah runtuhnya Dinasti Jin Timur (265-420). Peralihan kekuasaan terjadi saat Fan Xian lahir. 

Bayi Fan Xian hampir kehilangan nyawanya jika tidak diselamatkan oleh Direktur Penyidik bernama Cheng Ping Ping, yang menghilangkan jejak Fan Xian, mengubahnya sebagai anak haram Sekretaris Kerajaan. Mereka memang sahabat karib, yang sama-sama menyimpan cinta pada ibu Fan Xian. Entah bagaimana si ibu ini, sehingga membuat banyak laki-laki hebat dari 2 negara mencintainya.

Dari pertengahan saya bingung, bagaimana mungkin tokoh-tokoh senior ini tidak tahu identitas asli Fan Xian. Ternyata.... Mereka tahu dan menjadikan Fan Xian sebagai BIDAK. Ayah angkat Fan Xian, Cheng Pingping, dan Kaisar adalah 3 serangkai yang berhasil merebut Kerajaan Qing dari dinasti sebelumnya, jadi takkan dengan sengaja mendidik anak dari raja yang mereka bunuh sebagai anak kesayangan, meski mereka ada rasa sayang pada Fan Xian yang sangat berbakat dan sangat genius.




Aktor kawakan Chen Daoming memerankan raja yang cerdik, licik, kejam, dan misterius dengan apik. Saya beberapa kali mengatakan kejam, bukan karena tindakan brutal atau kekejaman nyata, tapi dia bisa memahami siapa saja di kerajaannya dan bertindak tepat dalam melumpuhkan mereka, sehingga memang sangat menakutkan. 

Oh ya, yang membunuh Fan Xian adalah Pangeran Kedua, yang sedari awal tampak sebagai sahabat paling karibnya. Tanpa disadari, sang pangeran menyelesaikan duri bapaknya, saat akan merebut kerajaan dari ayahnya sendiri.


BUAH JATUH TAK JAUH DARI POHONNYA.

Gemeeeeeees! Saya tertipu!

Sekarang tahu, kan, mengapa saya gemas, kecewa dan tidak terima dengan ending film Joy of Life? Menulis begini membuat saya bisa sedikit lega. Tidak nyesek lama-lama sambil menyesali tokoh seberbakat itu terbunuh secara sia-sia, 2 menit sebelum film berakhir untuk selamanya. Huh! Oh, ya, semua foto dari Dramapanda.com

50 Komentar

  1. Sakit ya kalau yang nusuk dari belakang itu orang yang kita percayai. Hihi. Tapi saya tertarik dengan sad endingnya ini. Kayaknya seorang hero itu diakhir memang lebih terasa kalau dimatiin. Jadi kan akhirnya dia tetep sebagai protagonis meski mati. Kalau hidup kan siapa tau berubah di episode yang tidak pernah akan ada. Hehe. Saya takut nonton ini. Takut ga bisa nahan kepo dan namatin 46 episode dalam sehari. ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena kita terbiasa dikasih tontonan, heronya itu diapa-apain juga pada akhirnya akan menang

      Hapus
    2. Hahaha. Benar sekali.
      Yang saya gemes itu, sang hero yang master tingkat 9,mati tanpa melawan. Saat adu punggung, ia ditusuk, dan kemudian film berakhir.
      Gemeeeees!

      Hapus
  2. Wuih kayaknya seru ya nonton serial mandarin lagi. Dulu aku suka banget mbak, jaman kuliah. Sekarang udab gak punya stamina nonton serial hihihi meski klo baca review begini kangen banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang bagus, Mbak.
      Saya lebih suka film kolosal Mandarin. Lebih puas menontonnya.

      Hapus
  3. mau bilang tenang mbak... sabar, ah sebenarnya yang mau dibilangi sudah sadar diri kok, cuma butuh pelampiasan saja. Dan pelampiasannya keren, membuat saya menikmati tulisan bagus ini, sekaligus membayangkan beberapa bagian filmnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi.
      Iya Mbak, jadi blogger harus gitu, kalau jengkel, cari sumbernya lalu tulis.

      Hapus
  4. Coba saya yang nulis skenarionya.
    Twist endingnya dua sahabat ini baikan salam-salaman sama bapanya.

    Ehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, ga bisa. Karena, mereka aslinya musuh.

      Hapus
  5. Mam, ini racun banget :))))))))

    BalasHapus
  6. Hiks tokoh utama mati, ngga jadi nonton ah 😁😁
    Soalnya saya juga penggemar film berlatar belakang sejarah
    Eniwei, nonton via WeTV recommended ya
    Fotonya bagus bagus πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang Mbak. Saya pakai aplikasi, jadi bisa sewaktu waktu nonton

      Hapus
  7. Baca review film jadi pengen nonton, kayaknya seru

    BalasHapus
  8. Hwhe kadang gitu ya, bakal kesel klo ending film g sesuai harapan kita

    Btw ini film kolosalnya bagus juga, jadi pgn nonton...

    BalasHapus
  9. belum pernah nonton film kolosal cina. Tapi baca review dr kakak kayanya ngejelimet ya jalan cerita filmnya. berat...

    BalasHapus
  10. Selama ini belum pernah nonton film dari negeri tirai bambu. Tapi kebanyakan dramanya setting tahun lama ya, ada gak sih yg ceritanya kekinian ala drakor gitu, mbak?

    BalasHapus
  11. habis baca review nya auto pengen langsung nonton karena suka sam vobes di film nya, walaupun yaa endingnya ga seseru itu ya mba, memang sih kadang film yg kita ekspektasikan oke tapi endingnya kentang wkwk

    BalasHapus
  12. hiks ending yang ngajak berantem nih, haha.. ya selalu begitu, kalau nonton film. tokoh utama yang jadi sentral cerita, tentu diharapkan penonton pada akhir film adalah bahagia selamanya. Kalau kenyataannya berbeda, bikin sedih dan kecewa. tahu gitu nggak nonton! #eh

    BalasHapus
  13. Tapi justru film yang gak bisa ditebak seperti ini Mba Susi, bikin saya merasa sutradaranya ciamik.
    Haha, saya jadi kepengen liat langsung nih adegan yang bikin mba Susi tertipu..

    BalasHapus
  14. Ini serial ya Kak. Aku seneng sih nonton film Mandarin, apalagi yang kolosal dan film dengan setting istana. Intriknya seru. Dan aku suka kostumnya dong. Eh...mau ah cari filmnya...

    BalasHapus
  15. Saya juga sering kecewa dengan ending film yang tak sesuai ekspektasi kak Susi.
    Dan paling tak suka dengan film yang endingnya biasa² aja, tidak memberikan rasa puas pada penonton.

    BalasHapus
  16. Sepertinya banyak intrik di dalam film ini ya Mbak. Btw, ini serial berarti ya. Memang kalau nonton serial itu gak bisa satu episode saja, alurnya bikin penasaran soalnya

    BalasHapus
  17. Yaaa tokoh utamanya justru berakhir tragis. Baru baca review aja udah kecewa apalagi yang nonton, hihi. Konfliknya keren nih film

    BalasHapus
  18. Kalo film kolosal dan diadaptasi dari novel, saya lebih suka baca langsung novelnya sih mbak.

    BalasHapus
  19. Saya nonton kolosal cina terakhir kali udah lama banget πŸ˜†

    BalasHapus
  20. Ini film atau drama seri sih? Waktu itu temenku mosting cuplikannya di wa story. Setelah baca ini jadi makin penasaran jadi pengen nonton.

    BalasHapus
  21. Awalnya pengin nonton, tapi baca endingnya kok aq ikut marah2 dan ga terima juga yaaa.. huaaaaa

    BalasHapus
  22. Wuih, aku sebenernya kurang suka drama yang kolosal, tapi aku jadi penasaran sama ini. 46 episode ya. Lumayan panjang juga. Seru scene Wan er lagi nyuri ayam goreng terus ketemu Fan Xian,yang mulanya nolak dijodohkan akhirnya mau ya huehehe. Romantis. Ibunya Wan er cakep deh kalau dilihat dari gambarnya. Tapi endingnya tragis ya, dikhianati sama temen sendiri hiks

    BalasHapus
  23. saya gak ngikuti drama mandarin. btw kakak nontonnya kapan ya? saya saja rasanya gak punya waktu bahkan untuk nonton tv. biasanya anak main smart hafiz dan saya dampingi 😁

    BalasHapus
  24. Aku gak tahu film ini
    Tapi baca artikel ini kok aku malah jadi tertarik pengen nonton ya
    Kayaknya intrik dalam film cukup seru. Meskipun endingnya mengecewakan tapi kayaknya konfliknya itu bikin gemes

    BalasHapus
  25. Been there mba... ak pernah ngikutin drama lamaa.. eh endingnya cuma mak nyik doang.. sepele. Jengkel aku mbak. hahaha.

    BalasHapus
  26. Kisah 2 laki-laki bersahabat lalu memperebutkan 1 wanita itu ngegemesin emang sih. Aku oribadi gak suka film sad ending dan gak suka juga sih sama film atau drama cina. Aku kan penganut drakor for life. Hahahaha

    BalasHapus
  27. Aku tuh paling tak bisa bedakan film cina dan Korea hahaha soalnya wajah mereka sama seh, sama-sama putih dan cantik.m ah sayang banget endingnya gak bagus ya, ga jadi nonton ah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dibedakan mbak wlpn sama-sama keturunan Chinese baik Korea atau Cina. Yg cina ceweknya lebih cantik2. Kalo cowoknya lbh ganteng2 wlpn udh tua sebagian. Struktur wajahnya beda Korea & Cina. Korea mgkn bnyk oplas kalo Cina gak.

      Hapus
  28. Alasannya Kak Susi suka drama/film mandarin hampir sama dengan Pewe, suamiku, karena katanya arsitektur, pemandangan, pakaian, cantiknya pemeran perempuannya, dan katanya konflik serta silatnya yang lebih seru. Nanti aku referensiin deh Joy of Life ini ke suamiku

    BalasHapus
  29. heumm hampir nyesel aku nonton film ini krn endingnya begitu tp dugaan aku pasti akan ada lanjutanya dan Fan Xian akan hidup lagi hahahaha Tapi tetep aku suka film ini. Dalam kenyataan hidup yg berkuasa mmg bisa semena mena dan rakyat biasa seperti gak ada harganya yg bisa mati kapan saja. Tapi good newsnya hati Fan xian sangat lembut dan sangat mengahragai setiap jiwa. Tapi jujur film ini aku sangat menyukai karakter Chen Daoming...dia cool n trkadang sadis tapi ada baiknya juga wkwkwkwk

    BalasHapus
  30. Menurut saya, serial ini bakal ada season 2 nya, karena emang belum selesai, fan xian kemungkinan diselamatkan paman Wu Zu. Mungkin loh yaa....kita tunggu aja.

    BalasHapus
  31. Iya mbak, aq juga penasaran gimana endingnya. Awalnya aq tertarik nontonnya ketika dia msh kecil begitu genius apalagi ketika ketemu gadis paha ayam. Tapi endingnyaaaaa, gak ngena banget. Begitu mudah dibunuh oleh Xiao Zhan lagi. Pdhl kita berharapnya Xiao Zhan jd org baik buat dia. Yg keselnya Xiao Zhan di Untamed jadi pemeran utama yg imagenya udh bgs. Bnyk fans The Untamed pengen liat Xiao Zhan di Joy Of Life. Kirain baik, eeeh gak taunya pembunuh lagi...hahaha... Gak tau sih ada season 2 nya gak. Kan crt modernnya blg : mati gitu aja lgsng diam tuh editor.

    BalasHapus
  32. Tenang kak.. ini tu bakal ada sampe season 3 (produksi 5 tahun). Tapi yaa gitu harus sabar πŸ˜‚πŸ˜‚

    BalasHapus
  33. Hello" Joy of life ada klnjutannyk lho Joy of life ke 2

    BalasHapus
  34. Sabar ada seson ke 2 fan Xian tidak mati

    BalasHapus
  35. Haha, ya filmnya bikin penasaran dan pengen nonton, filmnya dibuat gantung, nanti pasti ada lanjutannya, pasti Fan xian ternyata gak mati hihi

    BalasHapus
  36. Season 2 juga nanti 2022 :" aku siap nunggu kok :)

    BalasHapus
  37. Masih ada season 2. Jadi sebaiknya jangan keburu menuduh itu itu. Season 1 banyak misteri dan kejutan. Semoga banyak terjawab di season 2 dan menghilangkan kekecewaan Anda.

    BalasHapus
  38. Ane yakin Fan Xian akan hidup lagi, atau setidak2nya dia belum mati saat itu, nyaris mati dan masih tertolong. Gak mungkin tokoh utama dimatikan begitu saja. Ini kasusnya seperti kayak si Jhon Snow di drama barat Game of Throne yg hidup kembali. ha ha ha.

    BalasHapus
  39. yg jelas cerita di drama serinya beda dgn novel... aslinya cewek fan xian ada 4 istri pertama lin wan er putri kerajaan qing dapet anak kedua cowok akhirnya... kedua klo gak salah namanya sisi... lupa tapi... intinya salah satu pelayan fan xian waktu masih kecil di danzhou lebih besar 2 tahun dari fan xian... dikawini jadi istri kedua...dapet anak kesatu cewek ketiga haitangduo duo... gak jadi istri tapi dekat... keempat kaisar qi utara yg aslinya cewek... dapet anak tidak sah ketiga cewek... waktu chapter 753an... pokoknya fan xian membunuh orang tua nya sendiri... ternyata kaisar qing bapak aslinya dalang ygmembunuh ibunya... banyak orang yg membantu fan xian... untuk memberontak... dan fan xian pun banyak mempelajari ilmu dari 4 grandmaster... akhirnya fan xian menjadi salah satu yg terkuat generasi muda walaupun ilmunya masi dibawah grandmaster...haitang duo duo sama murid ke 13 grandmaster sigujian pun kalah akhirnya... di chapter update terakhir fan xian jadi orang biasa tapi pny kekuatan untuk mempengaruhi dunia... walaupun nggak jadi kaisar qing... cerita novel nya masi ongoing jadi sebenernya ceritanya belum rampung guys...

    BalasHapus
  40. Dari beberapa film wuxia yg sdh sy tonton, ni film bagus sekali, cocok dgn rating nya yg tinggi, walaupun endingnya gak happy. Ditunggu sesion ke 2 nya, katanya di 2022 ??

    BalasHapus
  41. tapi kalo endingnya bisa gak ketebak itu berarti bagus yaaa mba skenarionya, bisa ngobrak-abrik pikiran dan perasaan yang nonton

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkenan meninggalkan jejak di sini. Mohon tidak memasang iklan atau link hidup di sini. :)